
Hari ini rencananya yusuf akan pulang lebih awal karena dia ingin mengajak keluarganya makan di luar. Yusuf keluar dari ruangannya dan menghampiri meja farah sekertarisnya itu.
"Farah, apa hari ini ada pertemuan dengan klien?" Tanya yusuf ketika sampai di meja farah
"Tidak ada, pak."
"Hmmm..., nanti kamu kasih tau ke bagian keuangan kalau saya minta laporan bulan lalu"
"Baik pak, nanti saya akan sampaikan ke bagian keuangan. Apa ada lagi pak?" Tanya farah
"Tidak ada. Kalau begitu saya permisi, soalnya saya ingin mengajak keluarga saya makan malam"
"Iya pak, semoga acaranya lancar"
Yusuf hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban kemudian dia pergi menuju parkiran kantor.
Yusuf mengendarai mobil berwarna hitamnya pergi meninggalkan area kantor. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun, saat di tengah perjalanannya, yusuf melihat ada wanita yang tengah tergeletak di jalan. Sontak yusuf langsung memberhentikan mobilnya.
Yusuf keluar dari dalam mobil dan langsung menghampiri si wanita tersebut.
"Kenapa dia bisa ping-"
Bugh..
Tiba-tiba saja ada yang memukul yusuf dari belakang. Yusuf langsung tak sadarkan diri.
Lain halnya dengan arum, dia sedang menunggu yusuf di ruang tamu. Arum menyesap secangkir teh hangat yang tadi sempat dia buat. Sedangkan fafa dan juga david, mereka berada di kamar masing-masing sejak pulang sekolah tadi.
Arum mengambil remot tv yang ada di hadapannya dan
Prangg...
Tanpa di sengaja arum menyenggol gelas yang berisikan teh hangat itu sampai jatuh dan pecah menjadi serpihan beling.
"Mah ada apa?" Tanya david yang langsung keluar kamar ketika mendengar suara benda jatuh
"Mama kenapa? Kok itu bisa pecah mah?" Sambung fafa yang baru saja ikut menghampiri arum
"Mama juga gak tau, kenapa tiba-tiba perasaan mama jadi gak karuan gini!" Jelas arum
"Yaudah-yaudah mending mama masuk ke kamar aja dulu, biar ini fafa yang bersihin" Ujar fafa
"Ayo mah, david antar mama ke kamar" Ajak david
Arum pun mengangguk, kemudian david membawa arum ke kamarnya. Sedangkan fafa, dia membereskan serpihan beling yang berserakan di lantai, dikarenakan asisten rumah tangga di rumahnya sedang pulang kampung.
"Loh, fa! Itu kok bisa pecah gitu?" Tanya andre yang tiba-tiba saja muncul
"Setan alas, bikin kaget aja lo!" Gerutu fafa, "Ini tadi mama jatohin gelas, jadinya gua bersin"
Andre hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, tak lama dinda juga ikut muncul di samping andre. Fafa memutar bola matanya malas, pasalnya jika mereka sudah bertemu pasti ujung-ujungnya ribut.
Saat dinda akan membuka mulutnya, terlebih dahulu fafa menyelanya, "Kalau kalian mau ribut, mendingan jangan di sini.. okey!"
"Yaelah fa, belum juga ngomong udah di duluin aja!" Ucap dinda
Fafa tidak menggubris perkataan dinda, dia masih saja membereskan pecahan gelas yang ada di lantai.
"Awww..." Ringis fafa ketika tangannya tergores pecahan gelas
"Mangkanya hati-hati dong fa!" Ucap andre memperingatkan
"Jangan banyak ngelamun fa" Sambung dinda
"Bacot lo berdua" Balas fafa kemudian dia pergi menuju dapur, tak lupa dengan pecahan gelas tadi.
Fafa menyalakan keran guna membersihkan tangannya, setelah itu dia mengambil kotak p3k dan pergi menuju ruang keluarga.
Ddrrrtttt...Ddrrrtttt
Fafa mengambil ponselnya yang tadi ia letakan di atas meja ruang tamu.
"Halo.." Ucap fafa
"Halo, kamu ada di rumah?" Tanya seseorang dari seberang sana yang ternyata itu adalah sidik
"Iya ada, memangnya kenapa?"
"Gapapa, yaudah aku kerumah ya! Bye"
Tuuttt...Tuuttt....
__ADS_1
Sambungan telepon terputus, fafa menggelengkan kepalanya. Ia kembali melanjutkan mengobati tangannya. Tak lama david keluar dari kamar mamanya dan langsung menghampiri fafa.
"Tangan kamu kenapa fa?" Tanya david yang ikut duduk di samping fafa
"Di gigit macan" Celetuk fafa.
Sontak david menoyor kepala fafa, "Ish.. kaka! Jangan gangguin deh" Gerutu fafa
"Ya abisnya ditanya bener-bener jawabnya malah kayak gitu" Ucap david, "Udah sini kaka yang obatin" Lanjut david
"Enggak ah" Tolak fafa
"Udah sini cepetan"
Mau tidak mau fafa langsung menyerahkan tangannya kepada david, david mengambil kapas dan juga alkohol kemudian dia membalutkannya pada luka fafa
"Aww... Sakit ka! Pelan-pelan napah!" Ucap fafa sambil meringis kesakitan
"Iya iya"
"Kebuatan pelan itu mah ka!!!"
"Tadi katanya disuruh pelan, sekarang udah pelan dibilang kebuatan pelan"
"Gak gitu juga kali kaa"
David memutar bola matanya malas, "Potong aja ya potong.. Pisau mana pisau"
Sontak fafa langsung menarik tangannya dari genggaman david.
"Ish kaka apa-apaan sih"
Tokk... Tokk... Tokk...
"Ka bukain sana!" Perintah fafa
"Yeee kentut naga, seenaknya nyuruh yang tuaan"
"Aku kan lagi sakit kaa!!" Rengek fafa
"Sabar vid sabar. Orang sabar pacarnya banyak!"
"Waaaa... Ka tiara dikemanain, wah parah ini anak satu. Kudu lapor ini"
David membukakan pintu, "Yah, yang dateng bukan tiara. Udah deh gua tutup lagi" Ucap david
"Kampret! Pikirannya tiara terus" Umpat sidik, "Oh iya, kok yang bukain pintu lo sih? Fafa kemana?"
"Ada, tuh lagi di ruang keluarga" Jawab david, "Yaudah lo samperin fafa sana, gue mau ke kamar dulu"
Sepeninggalan david, sidik beranjak menghampiri fafa yang sedang berada di ruang keluarga. Nampak fafa yang sedang menonton tv, ntah dia sedang menonton film apa?
"Nonton apa sih? Serius amat?" Tanya sidik yang tiba-tiba saja sudah berada di samping fafa
"Eh, itu tuh film Tom & Jerry" Jawab fafa
Sidik menganggukkan kepalanya, namun pandangannya tak sengaja melihat kearah tangan fafa yang di tutup dengan perban.
"Tangan kamu kenapa?" Tanya sidik meraih tangan fafa
"Gapapa kok"
"Kalau gak gapapa, gak mungkin bisa kayak gini!" Ucap sidik datar, "Kenapa?"
Fafa yang mendengar nada bicara sidik yang mulai berubah langsung menegakkan badannya.
"Aku beneran gapapa, ini cuma kena pecahan gelas aja"
"Yakin gapapa?" Tanya sidik memastikan
"Iya beneran aku gapapa" Jawab fafa meyakinkan
***
Sementara itu, yusuf kini sedang berada di ruangan yang sangat gelap dengan tubuh dan tangan yang terikat di kurasi. Yusuf merasakan nyeri di punggungnya akibat seseorang memukulnya.
__ADS_1
"Dimana ini?" Tanya yusuf pada diri sendiri
"Oh.. sudah sadar rupanya" Terdengar suara seseorang yang tak jauh darinya
"Siapa anda?" Tanya yusuf
"Tidak penting anda tahu siapa saya, yang jelas ketua memerintahkan saya untuk mengurung anda di sini" Jelas orang itu
"Cepat katakan siapa anda sebenarnya?" Bentak yusuf
"Ssstttt.... Jangan keras-keras, anda tidak pantas berbicara keras seperti itu tuan mahendra"
"Dari mana anda tau marga saya?"
"Siapa yang tidak tahu anda tuan? Orang terkaya, mempunyai perusahaan terbesar di negara ini dan juga di luar negri. Bahkan anda mempunyai dua orang anak yang cantik dan juga tampan seperti anda" Ucap orang itu
"Ada urusan apa sampai anda mengurung saya di tempat seperti ini?" Tanya yusuf
"Banyak tanya" Kata orang itu, tak lama orang tersebut menghampiri yusuf
"Mau apa anda?" Tanya yusuf panik
"Diam!!"
Orang tersebut menyuntikkan cairan ke tubuh yusuf, hal tersebut membuat yusuf kehilangan kesadarannya.
__ADS_1