
2 minggu kemudian...
Seharusnya fafa dan juga sidik sudah berada di swedia. Tapi karena david mendadak ingin menikahi tiara, jadi fafa urungkan niatnya untuk pergi ke negara asal suaminya itu.
Dan tepat lah hari ini, hari dimana dilangsungkannya pesta pernikahan david dan tiara. Banyaknya tamu yang datang menambah kesan lebih untuk pesta ini.
"Kamu mau makan?" Tanya sidik, fafa menggeleng
"Tapi kamu belum makan sama sekali dari tadi pagi..." Ucap sidik khawatir
"Aku gapapa..." Balas fafa. Sekilas fafa melihat andre di banyaknya kerumunan orang
"Andree...." Panggil fafa namun andre malah pergi dari tempatnya, sontak fafa pun mengejar andre
Fafa berlari keluar meninggalkan pesta, dia tidak peduli jika nantinya dia akan terjatuh karena berlari menggunakan heels yang cukup tinggi. Fafa mencari-cari keberadaan andre, namun sayang fafa tidak menemukan andre.
"Andre....." Panggil fafa
"Andre... Lo dimana?"
Tak lama, sidik datang menyusul fafa.
"Andre... Gue tau lo disini! Kenapa lo sembunyi?" Teriak fafa frustasi
"Faa... Hei... Andre gak ada...!!!" Ujar sidik
"Tapi tadi aku liat andre..." Fafa tetap bersikukuh jika dia melihat andre
"Andre... Lo dimana? Keluar ndre... Kalau lo mau pergi, bilang sama gue!!" Ucap fafa lirih. Sidik mendekap tubuh istrinya itu. Tiba-tiba saja andre muncul di hadapan mereka berdua. Fafa langsung melepas pelukan sidik.
"Kenapa lo sembunyi dari gue? Kenapa lo ngehindar?" Tanya fada sambil memukul andre, sidik langsung menarik mundur fafa
"Kenapa lo ngehindarin gue? Bukannya lo disini buat bantu dan lindungin gue?" Tanya fafa lagi, "Kalau lo kayak gini, kenapa waktu itu lo nolongin gue pas felly mau nembak gue? Kalau lo ngehindar kayak gini, seharuanya waktu itu lo gak usah tolongin gue!! Biarin aja gue mati sekalian!!" Lanjut fafa mengeluarkan unek-uneknya.
"Maaf... Memang seharusnya aku sudah tidak ada di sini lagi..." Ujar andre
"Kenapa?"
"Karena hantu tidak selayaknya berkeliaran di dunia manusia. Di dalam buku milik kakek mu sudah jelas tertulis, jika tugasku sudah selesai aku harus segera kembali" Jelas andre
"Tapi gak dengan cara menghindar kan?"
"Bukannya aku menghindar... Hanya saja, aku bingung untuk bicara sama kamu. Di satu sisi aku masih kepengen berada disini, di sisi lain aku juga harus kembali."
"Apa lo beneran harus kembali?" Tanya fafa, andre mengangguk
"Yaudah... Tapi sebelum lo pergi, gue mau ngucapin terima kasih karena selama ini lo udah banyak bantu gue, lo udah lindungin gue... Sekali lagi makasih banyak, dan semoga kita bisa bertemu lagi." Ucap fafa. Andre mengangguk kemudian beralih pada sidik
"Tolong kamu jaga fafa, sekarang kamu adalah suaminya. Setelah aku pergi, aku harap kamu bisa menggantika aku. Sayangi dia sebagaimana kamu menyayangi diri kamu sendiri." Ujar andre, sidik mengangguk sebagai jawaban
"Aku pamit.....!!!" Ucap andre mengulas senyum
"Kalau lo ketemu sama dinda dan kakek gue, titip salam buat mereka..." Kata fafa, andre tersenyum
Perlahan-lahan tubuh andre mulai transparan dan menghilang seiring berhembusnya angin.
Fafa menghembuskan nafasnya pelan, "Lagi-lagi.. salah satu temanku pergi" Gumam fafa
"Percaya lah... Suatu saat nanti kita pasti akan bertemu dengan mereka lagi" Ucap sidik
"Ya!! Aku percaya...."
"Yaudah, mending sekarang kita masuk lagi ke dalam, takut di cari mama...." Kata sidik.
Mereka berdua kembali masuk ke dalam, dan menyapa tamu-tamu yang datang.
***
Fafa sedang merapihkan baju-bajunya untuk di masukkan kedalam koper. Hari ini, dia dan sidik akan berangkat ke swedia, dimana tempat kelahiran suaminya itu.
Fafa nampak memasukkan beberapa baju miliknya dan juga milik sidik. Dia tidak terlalu banyak membawa baju, karena itu sangat merepotkan. Jadwal penerbangan mereka pada pukul dua siang, dan sekarang baru pukul delapan pagi. Masih banyak waktu untuk fafa bersantai. Fafa termenung di sofa yang ada di dalam kamar sidik. Dia sedang memikirkan dinda dan juga andre. Bagaimana pun juga, mereka berdua sudah banyak membantu dirinya, meskipun terkadang mereka berdua sering bertengkar.
"Kamu mikirin apa?" Tanya sidik yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar
Fafa menoleh, "Kamu udah selesai olahraganya?" Tanya fafa mengalihkan pembicaraan
"Hmmm...." Gumam sidik, "Kamu mikirin apa?"
"Aku gak mikirin apa-apa kok...."
"Jangan bohong!! Kalau emang kamu gak mau ke swedia, aku bisa batalin semuanya, dan-.."
__ADS_1
"Gak usah di batalin, aku cuma lagi kepikiran dinda sama andre aja" Potong fafa cepat.
Sidik menghampiri fafa dan ikut duduk di sofa kamarnya, sidik membawa fafa kedalam pelukannya.
"Doakan saja yang terbaik untuk mereka" Ujar sidik. Fafa menganggukkan kepalanya.
"Yaudah, aku mau mandi dulu..." Ucap sidik
"Kamu mau aku buatin apa?" Tanya fafa
"Hmm... Roti aja deh, tapi pakai selai nanas ya!!" Ucap sidik sambil nyengir menunjukkan deretan giginya.
"Yaudah sana mandi, aku tunggu di bawah!"
Sidik pun menurut kemudian dia menghilang di balik pintu kamar mandi. Fafa keluar kamar dan langsung bergegas menuju dapur untuk membuatkan roti yang suaminya minta.
Saat sedang asik mengoleskan selai, tiba-tiba saja ponsel fafa berdering, fafa langsung melihatnya dan terpampang nama david di sana.
"Halo, ada apa ka?" Tanya fafa
"...."
"Kayaknya sih jam 12 aku berangkat ke bandara, soalnya jam 2 aku udah check out."
"...."
"Okey!!"
Fafa meletakkan ponselnya kembali ketika sambungan teleponnya terputus.
"Siapa yang telpon?" Tanya sidik yang tau-tau sudah duduk di meja makan. Sontak fafa terlonjak kaget karena tiba-tiba saja sidik sudah duduk manis disana.
"Ngagetin aja sih...." Ucap fafa kesal
"Maaf... Tadi siapa yang telpon?"
"Ka david, katanya nanti mama, papa, ka tiara sama ka david mau ikut anter kita ke bandara" Kata fafa
"Apa gak ngerepotin?"
"Ntah... Mereka sendiri yang mau" Sambung fafa sambil menaruh piring yang berisikan roti dan susu di hadapan sidik.
Sidik tidak berkata apa-apa lagi, melainkan dia langsung melahap roti buatan istrinya itu. Fafa ikut duduk di samping sidik.
"Hantu di rumah kamu gak ada yang menarik...."
Uhukk... Uhukk...
Sidik tersedak ketika mendengar fafa bebicara seperti itu, mana ada hantu yang menarik?
"Makanya kalau makan tuh pelan-pelan!!" Ucap fafa sambil menyodorkan susu yang ia buat.
"Hantu mana ada yang menarik??" Tanya sidik, "Kalaupun ada yang menarik, itu pasti aku!!" Lanjut sidik sambil menaik turunkan alisnya
"İihh... Pede banget kamu!!" Cibir fafa
"Buktinya, kalau aku gak menarik kenapa kamu mau sama aku?"
"İtu karena gak ada stok orang yang kayak kamu...." Celetuk fafa
"Kamu kira aku barang?" Tanya sidik tidak terima
"HAHAHA....." Fafa tertawa kencang karena berhasil membuat sidik kesal
"Udah puas ketawanya?"
"Belum... Hahaha....Mmmppphhh" Sidik langsung menyumpal mulut fafa dengan roti yang ia pegang
"Ketawa kamu fals...." Seru sidik
Fafa mengerucutkan bibirnya, enak aja suara fafa di bilang fals..
***
Saat ini fafa dan keluarganya sedang berada di bandara, masih ada waktu setengah jam lagi untuk fafa dan juga Sidik check-out, fafa sedang mengobrol dengan kedua orangnya, tiara dan juga david. Sedangkan sidik? Dia sedang menerima telepon, sepertinya dia sedang membicarakan soal masus yang akan ia tangani nanti ketika sudah berada di swedia. Tak lama, sidik ikut bergabung dengan fafa dan keluarganya.
"Siapa yang telpon dik?" Tanya david
"Marcell... Asisten gue disana!!"
"Kenapa?" Tanya yusuf
__ADS_1
"Marcell barusan kasih tau aku, kalau aku harus menangani kasus yang mungkin tidak mudah untuk di selesaikan" Ujar sidik
"Papa yakin, sesulit apapun kasus yang kamu tangani, pasti ada jalan keluarnya!" Seru yusuf
"Makasih pah..." Balas sidik
Mereka semua duduk di kursi panjang, teman-teman fafa dan juga sidik tidak bisa ikut mengantar mereka berdua karena harus mengurus pekerjaan masing-masing.
Sebelum fafa berangkat ke bandara, kiky sempat menelpon fafa dan mengatakan kalau fafa sudah berada sampai di swedia harus mengabari kiky.
"Perhatian para penumpang pesawat garuda indonesia dengan nomor penerbangan GA328 tujuan Stockholm di persilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12".
Suara itu menggema di setiap penjuru bandara.
"Itu pesawat kita..." Seru fafa, sidik mengangguk kemudian bangkit dari duduknya begitu juga dengan kedua orang tuanya, david dan juga tiara.
"Jaga diri kamu baik-baik. Jadi istri yang baik" Ucap arum sambil memeluk fafa
"Iya mah...."
David menghampiri sidik, "Gue titip fafa ya!!...." Kata david, sidik mengangguk
"Papa juga titip anak papa, bimbing dia, jika dia salah peringatkan dia...." Ucap yusuf
"Iya pah... Sidik akan membimbing fafa dengan cara sidik sendiri" Balas sidik kemudian memeluk yusuf singkat.
"Papa juga jaga kesehatan ya!! Jangan terlalu larut dengan urusan kantor. Mama juga, jaga kesehatan!!" Ujar fafa, kemudian yusuf, arum dan juga david memeluk fafa.
"Udah ah... Kalau kayak gini terus, fafa bisa ketinggalan pesawat...." Celetuk fafa, mereka bertiga melepas pelukannya dan tersenyum
"Jaga diri kamu baik-baik" Ujar yusuf
"Jangan nakal dek!! Kamu udah jadi istri orang!!" Kata david
"Yang ada juga kaka tuh!! Jangan jelalatan matanya!" Balas fafa
"Yaudah mah, pah. Kita berdua pamit...." Ucap sidik
"Kalian berdua hati-hati...." Seru yusuf
Kemudian fafa dan sidik pergi meninggalkan mereka semua. Fafa dan sidik menghilang di balik pintu masuk.
Mereka berdua masuk ke dalam pesawat dengan fafa duduk di pojok yang kebetulan tempat duduk mereka di dekat jendela pesawat.
"Kamu istirahat aja!!" Ucap sidik
"Nanti aja..." Kata fafa, "Emangnya berapa jam perjalanan kita?"
"Hmmm... Kurang lebih 16 jam 45 menit.." Jawab sidik
Fafa mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kalau kita sampai di stockholm kamu mau liburan kemana?" Tanya sidik
"Hah?? Bukannya kamu ada kerjaan?" Tanya balik fafa
"Masih ada banyak waktu untuk aku mengurus kasus itu. Lagi pula aku bisa mengurusnya sambil kita berlibur" Jelas sidik. "Jadi...??"
Fafa nampak berpikir-pikir dulu sebelum menjawab
"Aku mau ke Stockholm Place, Linkoping, Malmo, Mastrand, terus sama Grona Lund..." Jawab fafa, "Ahh... Satu lagi..."
"Apa?"
"Aku mau ke Queen Street..." Jawab fafa antusias
"Oke... Izinkan saya menjadi pemandu perjalanan anda ketika di swedia nyonya wijaya..." Seru sidik
"Apaan sih kamu..." Kata fafa terkekeh sambil memukul lengan sidik. Mereka berdua tertawa bahagia.
Tak lama, pesawat mulai lepas landas sontak fafa melihat ke luar jendela.
"Good bye indonesia...." Ucap fafa dalam hati, kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu sidik.
"Aku berharap setelah kita berada di sana, tidak akan ada yang mengganggu kita. Sekalipun kita mendapatkan masalah, aku mau kamu dan aku menghadapinya bersama-sama..." Ujar fafa
Sidik mendekap tubuh fafa dari samping, "Pasti..." Balas sidik kemudian mencium puncak kepala fafa.
"Aku juga berharap kita bisa menjadi keluarga yang bahagia, dengan kehadiran anak-anak kita nanti. Dan aku berharap, masalah-masalah yang sudah berlalu, tidak datang di kehidupan baru kita...." Batin sidik
Mereka berdua terlelap bersama-sama. Setelah pesawat mendarat di stockholm, sidik dan fafa akan memulai hidup baru. Namun, dengan kehidupan baru ini, akankah mereka berdua bisa hidup dengan damai dan tentram serta bahagia seperti apa yang mereka harapkan? Atau sebaliknya?
__ADS_1
Kita tidak tahu baik buruknya takdir seseorang.