
Fafa baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Fafa duduk di meja riasnya guna menyisir rambutnya.
"Hufff... Sebenarnya siapa penguntit sialan itu?" Gerutu fafa, "Kenapa mereka ngikutin gue? Apa yang sebenarnya mereka cari?"
Saat fafa membalikkan badannya, ia langsung terlonjak kaget karena si gunderuwo andre itu sedang duduk manis di meja belajarnya.
"Ngagetin aja si"
"Sorry, oh iya! Jadi kapan kamu mau mengambil buku itu?" Tanya andre
"Astoge" Fafa menepuk dahinya keras
"Toge mah sayuran dodol" Jawab andre
"Gue lupa ngomong sama kaka gue, nanti deh setelah makan malam gue langsung ngomong ke si kaka" Ujar fafa
Tak lama dinda muncul di dekat nakas samping tempat tidur fafa.
"Lo.."
"Lo.."
Ucap dinda dan andre bersamaan, fafa mengernyitkan dahinya bingung.
"Apa mereka saling kenal?" Batin fafa
"Lo ngapain disini?" Tanya dinda ketus
"Lah lo juga ngapain disini?" Tanya balik andre
"Yee... Ditanya malah balik tanya" Ucap dinda, "Gue temennya fafa"
"Oohh... Temennya ya!! Kalau gue sih bakalan jadi guru pembimbing fafa" Ucap andre bangga
Dinda membulatkan matanya, "Fa kok si gundo ini bisa jadi guru pembimbing kamu" Ucap dinda sambil menunjuk andre
"Heh, nama gue tuh andre, bukan gundo" Bantah andre
"Tetap aja kan lo itu gunderuwo" Kata dinda penuh penekanan
"Lo juga nenek kunti, segala ngatain gue" Jawab andre tak mau kalah
Fafa memutar bola matanya malas, "Kalo kalian masih mau debat, silahkan! Gue mau makan. Bye!!!" Ucap fafa lalu meninggalkan dinda dan andre berdua di dalam kamarnya.
"Gara-gara lo nih!" Ceketuk dinda
"Lah, kok lo nyalahin gue sih?"
"Ya emang gara-gara lo.."
"Enak aja, gara-gara lo. Kalau aja lo gak muncul, pasti gue sama fafa masih ngobrol" Ucap andre
"Gara-gara lo"
"Lo"
"Lo andre si gunderuwo"
"Lo nenek kunti"
"Ah bodo ah, capek gue"
Akhirnya dinda mengalah, dari pada terus berdebat dengan andre yang tidak akan ada habisnya.
***
Fafa duduk di sebelah david sambil menyantap makanannya. Sebenarnya ia masih merasa kenyang karena tadi sudah makan di cafe bersama david.
"Ka! Nanti ke taman belakang yukk!" Ajak fafa
__ADS_1
"Ngapain?"
"Udah aja... Aku pengen cerita nih sama kaka" Ujar fafa, "Aku duluan ya ka! Aku tunggu di taman belakang" Fafa bangkit dari duduknya
"Mah, pah. Aku ke taman belakang ya!"
"Yasudah, nih bawa susu kamu" Ucap arum sambil memberikan susu hangat kepada fafa.
Fafa duduk di ayunan yang di sediakan oleh papanya, fafa memainkan ponselnya dan membuka room chattnya.
Sidik_PW❤️
Fa, kamu dimana?
Itulah pesan yang pertama kali di buka oleh fafa. Tanpa menunggu lama, fafa langsung membalas pesan dari sidik.
Ulfafa_
Aku ada di rumah, kenapa emangnya?
Sidik_PW❤️
Aku kesana ya?😘
Ulfafa_
Okey, hati-hati 😘
Fafa langsung menutup room chattnya dan meminum susu hangat yang di buatkan oleh mamanya.
"Kamu mau cerita apa?" Tanya david yang tiba-tiba saja datang
"Duduk dulu" Ucap fafa sambil menggeser posisinya.
David ikut duduk di atas ayunan, "Jadi, ada apa?"
Fafa menceritakan tentang mimpinya itu kepada david, david masih setia mendengarkan adiknya itu bercerita. Ia menunggu fafa menyelesaikan ceritanya, barulah david bisa bertanya.
"Buku apa yang kamu maksud?" Tanya david
"Aku juga gak tau, kakek cuma bilang aku harus ambil buku itu di villa papa, terus aku harus mempelajarinya"
"Tapi dimana letak buku itu?"
"Nah, itu dia yang aku juga gak tau. Masalahnya villa papa kan luas banget ka!" Ujar fafa
"Iya juga ya" Ucap david sambil mengetuk-ngetuk dagunya
"Fafa... Ada sidik nih" Teriak arum dari dalam rumah
"Iya mah, suruh kesini aja!" Jawab fafa
Tak lama sidik muncul dengan menggunakan kaos berwarna hitam dan celana jeans berwarna senada.
"Kalian ngapain ditaman?" Tanya sidik
"Kita cuma nikmatin udara malam aja" Jawab fafa
"Nih buat kamu" Ucap sidik sambil menyodorkan satu batang cokelat
"Huaa, makasih" Balas fafa berbinar, dan langsung membuka lalu melahapnya
"Oh, iya fa. Kapan kita ambil buku itu?"
Uhukk... Uhukk...
Fafa tersedak cokelat yang sedang di makannya karena david tiba-tiba saja menanyakan soal buku itu.
"Buku apa?" Tanya sidik penasaran
__ADS_1
"Eh.. hmmm... I..itu buku peninggalan kakek" Jawab fafa gugup
"Hufff... Jadi nyamuk gue disini" Cicit david, "Udah ah fa, kaka mau ke dalem. Dik gue masuk dulu ya!" Pamit david
"Yaudah sana, ganggu aja" Ucap fafa ketus
"Gak boleh gitu sama kaka sendiri" Ucap sidik memperingatkan
"Abis dianya ngeselin" Gerutu fafa
"Tetap aja gak boleh" Sidik mengacak-acak rambut fafa gemas, "Oh iya aku boleh tanya?"
"Tanya apa?" Jawab fafa sambil terus memakan cokelatnya
"Buku yang di maksud david itu... Buku apa?"
"Hmmm... Itu buku peninggalan kakek, tapi aku juga gak tau itu buku apaan! Yang aku tau, aku diperintahkan kakek untuk mengambilnya, dan aku harus mempelajarinya" Ujar fafa dengan mulut penuh dengan cokelat
"Kalau mau ngomong, abisin dulu makanan yang ada di mulut" Cicit sidik, "Oh iya, tadi kamu bilang kamu harus mempelajarinya?"
"Yaa!! Bahkan kakek mengirim pembimbing untuk aku" Jawab fafa
"Pembimbing? Siapa?" Tanya sidik bingung
"Tuhh.." Tunjuk fafa ke arah kursi yang tak jauh dari ayunan tempat fafa duduk.
"F...fa, kamu yakin pembimbing kamu itu... Gunderuwo..?"
"Andre... Kenapa lo nampakin wujud lo seperti itu!!" Ucap fafa kesal, "Lo berubah, atau gue gak mau di bimbing sama lo"
"Iya iya!!" Jawab andre
Kemudian andre merubah wujudnya layaknya manusia, mempunyai wajah tampan, putih, juga tinggi.
"Kenapa lo muncul dengan tampang gunderuwo?" Tanya fafa datar
"Aku kira dia gak bisa liat aku" Ujar andre polos
"Dia juga indigo, dodol."
"Fa dia pembimbing kamu?" Tanya sidik
"Iya! Kenapa? Kamu cemburu?"
"E..engga kok, aku gak cemburu" Elak sidik
"Jangan bohong, aku tau kamu cemburu!... Iya kan.. benar kan, kamu cemburu kan!" Goda fafa
"Gak"
"Yah, ndree.. dia gak cemburu, yaudah lah! Kita berduaan aja yuk di kursi itu"
Sidik menatap tajam fafa, fafa yang melihat sidik seperti itu ingin sekali tertawa.
"Kenapa? Katanya gak cemburu" Ucap fafa
"Oh, yaudah kalau kamu mau berduaan sama dia, aku pulang" Celetuk sidik, namun saat dirinya hendak bangkit dari ayunan itu fafa menahan lengannya.
"Jangan pergi!" Ucap fafa lirih, "Aku cuma bercanda" Lanjut fafa seraya menundukkan kepalanya
Sidik mengelus puncak kepala fafa, "Aku gak pergi" Ujar sidik, "Terus kapan kamu mau ambil itu buku?"
"Aku juga gak tau, mungkin besok atau lusa"
Fafa menyandarkan kepalanya di bahu sidik, sidik menerimanya dengan senang hati.
"Hmmm.. ka! Aku boleh tanya sesuatu sama kaka?"
"Tanya apa?" Jawab sidik
__ADS_1
"Enggak jadi deh"