
Mata sidik mulai berkaca-kaca ketika menceritakan kronologi kejadiannya. Sidik mengacak rambutnya kasar, kemudian dia duduk di kursi panjang yang ada di depan ruangan fafa.
Tiara mengusap punggung sidik, guna memberi kekuatan pada sahabatnya itu.
"Ini semua salah gue ra!! Seandainya gue gak ninggalin fafa sendirian di taman.."
"Ini bukan kesalahan lo.. Ini semua memang sudah takdirnya fafa. Jadi berhenti menyalahkan diri lo sendiri" Ujar tiara.
Setelah mendapatkan kabar kalau fafa kecelakaan, tiara langsung menghubungi teman-temannya yang kebetulan sedang berada di jakarta, dan sekarang mereka sedang berada di dalam perjalanan kerumah sakit.
Sementara di dalam sana, dokter reyhan sedang menangani fafa david juga ikut menangani adiknya itu.
Banyak sekali alat medis melekat di tubuh mungil fafa. Para suster sedang membersihkan darah yang ada di tubuh fafa terutama di bagian kepala dan wajah.
"Faa.. pliss bertahan ya!!" Gumam david
"David, luka fafa cukup serius di bagian kepala" Ucap dokter reyhan
Tiba-tiba saja, EKG (Elektrokardiogram) terdengar begitu nyaring dan sangat cepat membuat david dan juga dokter reyhan menjadi panik.
Langsung saja dokter reyhan mengambil alat defibrillator dan langsung menggosoknya. Tubuh fafa terangkat ketika dokter reyhan menempelkan alat itu di dada fafa.
"Tambahkan tekanan.." Perintah dokter reyhan pada suster yang ada di belakangnya.
Suster itu menambahkan tekanan pada defibrillator. Dokter reyhan kembali menggosokkan dan menempelkannya pada dada fafa. Lagi dan lagi, tubuh fafa terangkat dan terjatuh di atas brangkar.
David mulai panik melihat hal itu, "Om, biar david yang coba!!" Pinta david, dokter reyhan menyerahkan alat itu pada david.
"Sus, tolong tambah lagi tekanannya.." Ucap david
David menggosokkan defibrillator itu dan menempelkan ya pada dada fafa. Satu, dua kali percobaan masih gagal. David tambah panik, tangannya mulai bergetar takut.
"Suster, Tolong tambahkan lagi tekanannya!!" Perintah david
"Tapi dok, ini akan membahayakan pasien" Ucap suster itu
"Tak apa!! Saya tau kalau adik saya ini kuat.." Cicit david yang mulai berkaca-kaca
"Tap-.." Suster itu melirik sebentar ke arah dokter reyhan, dan dokter reyhan mengangguk menyetujuinya, "Baik dok.." Suster itu menambah tekanan pada defibrillator tersebut.
"Fafa... Kaka mohon, kamu yang kuat ya!! Kamu gak boleh nyerah, kaka gak mau kamu ninggalin kaka. Jangan sampai kamu buat kaka gagal menjadi dokter!!" Ujar david, "Kaka mohon, bertahan untuk kita semua!!" Lanjut david lirih
__ADS_1
"Sudah di tambah sus tekanannya?" Tanya david
"Sudah dok."
David kembali menggosokkan alat tersebut dan menempelkannya pada dada fafa. Masih belum ada reaksi sama sekali, fafa tidak merespon alat defibrillator.
"Fafa.!! Kaka mohon, bertahan!!" Ucap david lirih
"FAFA... BANGUN!!!!!" Teriak David sambil kembali menempelkan defibrillator itu, lagi-lagi tubuh fafa terangkat keatas.
Suara EKG begitu nyaring dan panjang, david melirik ke arah alat EKG itu.
"David, sebenarnya om sangat berat mengatakan ini. Tapi fafa sudah tidak ada" Kata dokter reyhan
David menggeleng, "Enggak om!! Fafa masih hidup!!" Balas david tidak terima
"Fafa!! Bangun fa!! Kamu jangan egois" Ujar david sambil mengguncangkan tubuh fafa.
Darah masih menempel di wajah dan kepala fafa, dokter reyhan memandang david iba.
"Sus, tolong catat waktu kematiannya!" Perintah dokter reyhan, kemudian dia pergi meninggalkan david
Kaki david melemas, ia menjatuhkan tubuhnya dan melupat kakinya. David menenggelamkan kepalanya di lututnya.
Sementara di luar, sidik, tiara dan juga kedua orang tua fafa yang kebetulan baru saja sampai sedang menunggu kabar baik dari david. Sidik mengusap wajahnya kasar.
Ceklek..
Pintu ruangan fafa terbuka, dan menampakkan dokter reyhan dan seorang suster di belakangnya.
"Gimana keadaan fafa?" Tanya yusuf menghampiri dokter reyhan, sidik dan juga teman-temannya ikut menghampiri dokter reyhan
"Maaf... Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkehendak lain..."
Duuaarrr....
Bagai di sambar petir, tubuh sidik menegang mendengar perkataan dokter. Arum menangis histeris dia hampir-hampir terjatuh ke lantai jika saja yusuf tidak buru-buru menahannya.
Sidik langsung berlari masuk ke dalam dan melihat david yang sedang terduduk di lantai. Begitu juga dengan yang lainnya, mereka semua ikut masuk ke dalam.
Tiara merengkuh tubuh david dalam pelukannya, dia tau apa yang david rasakan saat ini.
__ADS_1
Sidik langsung berhambur ke brangkar fafa.
"Fafa... Wake up please!! You are my queen..!! Fafa please!!!" Ucap sidik menggenggam tangan fafa.
Sidik menghampiri david yang terduduk di lantai, "Vid!! Bilang sama gue kalau ini cuma settingan...." Ucap sidik, namun david hanya diam
"David lo jangan diem aja!! Bilang sama gue kalau fafa baik-baik aja!!" Sidik kembali berjalan ke arah fafa.
"Papa.. anak kita... Fafa... Fafa beneran pergi pah..." Rancau arum dalam pelukan yusuf
"Fafa sayang!! Bangun... Jangan bikin aku panik... Ayo... Lihatlah kita semua udah kumpul di sini... Ayo bangun!!!"
"Fa... Nurut sama aku... Ayo kita pulang, kita buat acara pertunangan kita"
Mereka yang menyaksikan hanya mampu menangis. Mereka tahu bagaimana rasanya menjadi sidik. Baru saja ia bertemu dan sekarang dia berpisah.
"FA... BANGUN!! AYO KITA PULANG TERUS NIKAH" Bentak sidik
"SIDIK YOU ARE CRAZY!! Fafa udah meninggal" Teriak david yang sudah tidak tahan, tiara berusaha menenangkan david
Sidik menggeleng, "Enggak!! Jangan bohong sama gue!! Gue gak suka sama pembohong!!" Ucap sidik
"Ki bilang sama gue kalau fafa baik-baik aja. Bilang sama gue kalau fafa gak meninggal!?" Mendengar itu, kiky semakin kalap, dia semakin terisak dalam pelukan dery.
Kevin menatap miris sahabatnya itu.
"Dik, sadar dik!!" Ucap kevin
"Vin, maksud lo apa? Gua sadar 100%"
"KA SIDIK STOP!! FAFA UDAH GAK ADA KA!! FAFA UDAH TENANG DI SANA. JANGAN KAYAK GINI" Teriak kiky, "Kasihan fafa, kak!!" lanjut kiky pelan
Sidik menggenggam tangan fafa, "David, tangan fafa masih hangat, vid. Fafa masih hidup!! Fafa belum meninggal"
"Sidik udah dik!!" Ucap tiara
"Dik,! Ikhlasin fafa. Kalau lo kayak gini terus, kasihan fafa" Sambung vania
Sedari tadi, andre memperhatikan mereka semua dari pojok ruangan. Andre menangis dalam diam melihat kondisi jasad fafa.
"Fafa!! Setau aku kamu itu orang yang kuat!! Tapi kenapa kamu malah nyerah? Perjalanan kamu masih panjang fa. Masih banyak yang harus kamu kerjakan sebagai anak indigo. Jadi aku harap kamu jangan nyerah dulu" Kata hati andre.
__ADS_1