
"Aaaaaaaa" Fafa menjerit dalam tidurnya, sidik yang sedang fokus memperhatikan jalan langsung menginjak remnya.
"Fa lo kenapa?" Tanya sidik
Fafa masih sibuk mengatur nafasnya, pandangan matanya kosong.
"Faa..." Panggil sidik lembut
"Faa.. fafa" panggil sidik lagi, namun fafa masih diam
Greepp
Fafa langsung mendekap tubuh sidik, sidik bisa merasakan tubuh fafa mulai bergetar.
"Heii, ada apa?" Kata sidik sambil melepas pelukannya
" G-gue m-mimpi..ka!! gue lagi jalan sendirian ka, terus tiba-tiba gue didorong ketengah jalan sampe tubuh gue ditabrak mobil... hikss.. gue gak tau siapa yang dorong gua.. G-gue takut ka... Hikss" Rancau fafa disela-sela tangisannya
"Heii.. heii It's okey, gak bakalan terjadi apa-apa okey" Ucap sidik berusaha menenangkan dan kembali memeluk fafa.
Ketika dirasa fafa sudah mulai tenang, sidik kembali melajukan mobilnya. Fafa menyandarkan kepalanya pada bahu sidik dan memeluknya dari samping. Mimpi itu terus berputar didalam otak fafa, fafa mengeratkan pelukannya pada tubuh sidik saat dirinya mengingat bagaimana tubuhnya ditabrak mobil hingga terpental.
Mereka sudah sampai dirumah fafa sekitar 5 menit yang lalu, tapi fafa belum menyadari itu. Dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri, sampai-sampai suara berat milik sidik mengintrupsikan fafa untuk turun.
"Ayo turun!!" Ajak sidik
"Loh kita udah sampe ka?" Tanya fafa bingung sambil melepas pelukannya.
"Udah dari 5 menit yang lalu, mungkin sekarang menjadi 6 menit" Ujar sidik sambil melihat jam tangannya
Fafa merasa malu sendiri karena dia sudah berani memeluk tubuh sidik. Fafa segera keluar dari mobil, namun saat hendak melangkah fafa kembali merasakan sakit di kakinya. Sidik langsung menghampiri fafa dan berjongkok di depan fafa.
"Udah cepetan naik" Ucap sidik dikala melihat fafa dengan ekspresi bingung
Mereka memasuki rumah dengan fafa berada digendongan sidik, disana sedang ada david yang sedang menonton tv. Papa sama mamanya mungkin belum pulang.
"Loh dik, ade gue kenapa itu?" Tanya david mengernyikan dahi
"Ade lo kakinya sakit, lo gak liat ada perban di telapak kaki dia" Ujar sidik ketus "Yaudah gue mau bawa fafa ke kamarnya dulu, setelah itu ada yang mau gue omongin sama lo" david hanya mengangguk. Sidik berjalan meninggalkan david.
Ketika sudah mengantarkan fafa sampai ke kamarnya, sidik kembali ke menghampiri david.
__ADS_1
"Lo mau ngomong apa?" Tanya david to the point
Sidik diam sejenak, "Lo yakin mau ikut pertukaran pelajar lusa?" Tanya sidik
"Ya iyalah!! Emangnya kenapa?"
"Tadi pas perjalanan kesini, fafa sempat tidur! Dan dia katanya mimpi, dia ditabrak mobil pas lagi kalan sendirian. Penyebabnya di dorong sama orang yang gak dikenal" Jelas sidik, david menatap sidik bingung, "Ya gue takut aja vid, gue jadi khawatir sama fafa, gue jadi gak tenang kalo harus ikut pertukaran pelajar itu" Lanjut sidik
"Lo gak usah khawatir, gue tau fafa anak yang kuat, dia juga bisa jaga diri. Gue percaya sama fafa, lagi pula selama kita pergi kan masih ada kevin, dery sama kiky" Ucap david sambil menepuk bahu sidik
Sidik diam sejenak, dia berusaha mencerna apa yang david katakan, bahwa dia tidak perlu khawatir akan keselamatan fafa, masih ada teman-teman nya disana.
"Yaudah kalo gitu gua pulang ya!! Udah malem soalnya, takut diculik tante-tante girang!!" Ucap sidik sambil beranjak dari sofa
Sidik berjalan menuju pintu tapi tiba-tiba dia berhenti dan menoleh kebelakang
"Dan satu lagi yang mau gua bilang, kalo....." Sidik menggantungkan kata-katanya, membuat david mengernyitkan dahi bingung.
"Kalo... Apa dik?" Tanya david penasaran
"Kalo... Selama lo diruang tengah ini, lo gak sendiri!!.... Yaudah gue pamit ya, salam buat mbak-mbak yang ada di pojok lemari itu", Ucap sidik sambil menunjuk kearah lemari
"Sialan lo"
***
"Faa.." panggil david
"Hmm"
"Kaka mau b..bilang sesuatu sama kamu!" Ucap david ragu
Fafa langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel ke david
"Kaka sama sidik akan ada pertukaran pelajar ke luar negeri" Ucap david hati-hati
"What?? Keluar negeri?" Tanya fafa terkejut
"I...iya"
"Berapa lama?" Tanya fafa, hal itu membuat david ragu untuk menjawab
__ADS_1
"S..sampai akhir semester ini"
"Terus kapan kaka akan berangkat?" Tanya fafa
"Lusa kaka sudah berangkat" Jawab david sambil menundukkan kepalanya
"Ooh.."
"Apa?? L...lusa? Kaka udah mau berangkat lusa kenapa baru bilang ke fafa!!" Ucap fafa sedikit kesal
"Maaf fa" Ucap david perau
"Kaka sekarang keluar dari kamar fafa" Usir fafa dengan tatapan mata kosong. David menegakkan kepalanya menatap fafa
"Faa..."
"Keluar ka!!" Usir fafa sekali lagi dengan nada suara meninggi
"Fa.. dengerin kaka dulu, kalo kamu gak ngijinin! Kaka gak bakalan pergi faa" Ucap david sambil menunduk kembali
"Keluar aku bilang kaa!! Lusa kan kaka berangkat, masa iya kaka gak mau keluar buat beresin keperluan kaka!!"
"K..kamu gak marah sama kaka?"
"Ngapain aku marah? Ini kan kemauan kaka? Aku gak bisa halangin apa yang udah jadi tujuan kaka" Ujar fafa lembut
David langsung memeluk tubuh fafa erat sampai membuat fafa sesak nafas dibuatnya
"Ka... Le...pas.. Se...sak... na...fas... fa...fanya... kaa..." Kata fafa sambil mengatur nafasnya.
David terkekeh lalu melepas pelukannya, david mengacak-acak rambut fafa gemas.
"Yaudah sana kaka siapin keperluan kaka buat nanti disana"
"Iya iya tuan puteri" kata david sambil hormat kearah fafa
"Oh iya, kaki kamu kenapa bisa luka gini?" Tanya david sambil menekan luka dikaki fafa
"Aww... Sakit kadal mesir"
"Hehehe maaf maaf, abisnya kamu suka banget nyari luka, jaitan di kepala kamu aja baru kering dan sekarang di kaki kamu ada luka juga" Kata david tak percaya
__ADS_1
"Bodo ka ah,, udah sana sana fafa mau tidur, capek"
Setelah berkata itu fafa menarik selimutnya dan langsung memejamkan matanya. Fafa terlelap di dalam selimutnya, hari ini fafa benar-benar merasa lelah. Di tambah david memberi tahunya kalau dia akan pergi ke jepang untuk pertukaran pelajar