My Indigo

My Indigo
Sidik Sadar


__ADS_3

Saat ini fafa hanya berdua dengan sidik, fafa terus memandangi wajah sidik tanpa merasa bosan.


 


 


"Gak capek liatin aku terus?" Tanya sidik


 


 


"Enggak, kalau mandangin kamu doang mah gak bakalan capek" Jawab fafa


 


 


Sidik mengernyitkan dahinya ketika melihat luka di sudut bibir fafa.


 


 


"Sudut bibir kamu kenapa?" Tanya sidik penasaran, "Itu juga pipi kamu lebam. Kamu abis ngapain? Siapa yang udah bikin kamu kayak gini?" Lanjut sidik


 


 


"Aku gapapa, ini cuma memar sedikit"


 


 


"Apa sakit?"


 


 


"Enggak juga kok. Yang bikin aku sakit, kalau liat kamu kayak gini" Ucap fafa sambil memegang pipi sidik


 


 


"Kengen ya sama aku?" Goda sidik


 


 


"Enggak, biasa aja"


 


 


"Mata kamu gak bisa bohong loh"


 


 


"Loh, emangnya kenapa mata aku? Perasaan mata aku gak kenapa-napa" Ucap fafa polos


 


 


"Kamu abis nangis kan? Kamu takut aku pergi kan?"


 


 


Fafa membulatkan matanya, dia lupa akan matanya. Belakangan ini fafa jadi sering nangis.


 


 


"Hayoo ngaku... Benarkan apa kata aku"


 


 


"Enggak"


 


 


"Alah ngeles aja kaya bajaj" Goda sidik lagi


 


 


"Iya iya, aku ngaku. Aku abis nangis, aku takut kamu pergi, aku takut kamu ninggalin aku, aku gak mau sampai ini terjadi" Ucap fafa lirih


 


 


"Buktinya aku gak pergi kan? Aku gak ninggalin kamu kan?"


 


 


"Iya aku tau, tapi tetap aja aku takut" Jawab fafa menundukkan kepalanya


 


 


"Mama sama papa aku tau kalau aku masuk rumah sakit?" Tanya sidik mengalihkan pembicaraan


 


 


"Mereka tau, soalnya papa yang nelpon om indra, tapi om indra sama tante adel belum bisa pulang karena di swedia sedang ada badai" Jelas fafa


 


 


"Ponsel kamu mana? Aku pinjam!?" Pinta sidik


 


 


Fafa menyerahkan ponselnya kepada sidik. Sidik nampak mengetikkan sesuatu di ponsel fafa dan menaruh ponsel itu di telinganya.


 


 


"Halo.. pah!" Sapa sidik


 


 


'Hah? Ka sidik nelpon papanya pake ponsel gue' Batin fafa


 


 


"...."


 


 


"Aku gapapa, pah. Oh iya mama kemana pah?"


 


 


"...."


 


 


"Halo, mah..."


 


 


"...."


 


 


"Aku gapapa mah, cuma demam sedikit" Ucap sidik berbohong, fafa membulatkan matanya ketika sidik berbicara seperti itu. Namun saat fafa hendak memprotes sidik lebih dulu menempelkan jari telunjuknya di bibir fafa.


 


 


"...."


 


 


"Mama sama papa gak usah pulang, aku gapapa kok. Besok juga udah boleh pulang. Lagian disana sedang ada badai kan?" Ujar sidik


 


 


"...."


 


 


"Yaudah, aku tutup ya mah, ini aku pakai ponsel calon menantu mama" Ucap sidik sambil melirik kearah fafa


 


 


"...."


 


 


"Dah... Love you, mom. Salam juga buat papa ya mah."


 


 


"...."


 


 


Tuuttt... Tuuttt....


 


 


Sidik mematikan sambungan teleponnya, dan menyerahkannya kembali kepada fafa. Fafa menatap tajam kearah sidik.


 


 


"Kenapa liatin aku sampe kayak gitu?" Tanya sidik


 


 


"Kamu segala bilang manta mantu, manta mantu... Nikah aja belum" Cibir fafa


 


 


"Mau di nikahin? Oke saat ini juga aku siap buat ijab qobul" Goda sidik


 


 


"Apa si.. Enggak ah enggak"


 


 


"Kamu gak mau aku nikahin?"


 


 


"E..eh bukan begitu... Kita belum lulus sekolah masa mau nikah aja."


 


 


"Oke, berarti setelah kamu lulus kita langsung nikah" Ujar sidik


 


 


"Ah tau ah, bisa gak sih jangan ngomongin nikah" Ucap fafa


 


 


"Enggak bisa..."

__ADS_1


 


 


"Dasar nyebelin" Fafa sudah kehabisan kata-kata, dia lebih memilih membuang muka.


 


 


"Uluh uluh.. ngambek nih ceritanya.." Goda sidik, "Udah dong jangan marah, sayang"


 


 


Blushh


 


 


Pipi fafa langsung memerah ketika sidik memanggilnga dengan sebutan 'sayang'


 


 


"Hahaha,, dia blushing.... Hahaha" Sidik tertawa ketika melihat pipi fafa memerah.


 


 


"Ah udah ah, aku ngantuk" Ucap fafa


 


 


Sidik menggeser tubuhnya agar memberikan ruang di sampingnya.


 


 


"Kamu ngapain geser segala?" Tanya fafa bingung


 


 


"Yaa... Siapa tau kamu mau tidur di samping aku!" Goda sidik


 


 


"Mesum" Umpat fafa, "Kan di situ juga ada brangkar, ngapain aku tidur di samping kamu" Ujar fafa


 


 


"Siapa yang meminta brangkar itu?"


 


 


"Ka david"


 


 


"Huh... Mentang-mentang anak pemilik rumah sakit" Cibir sidik


 


 


"Udah ah aku mau tidur.. bye..." Ucap fafa sambil naik ke atas brangkarnya.


 


 


***


 


 


"Fa, bagun.. Udah pagi.."


 


 


"Hmm... fafa masih ngantuk ka!!" Gumam fafa


 


 


"Dek... Bangun ya Allah kebo banget sih jadi cewek" Gerutu david


 


 


"5 menit lagi ka!!"


 


 


"Gak ada 5 menit, 5 menitan. Cepetan bangun"


 


 


"Berisik!!"


 


 


David menoleh ke belakang ketika mendengar suara seseorang.


 


 


"Huaaa... Lo udah sadar, broo." Ucap david sambil menepuk bahu sidik


 


 


"Sakit ****.." Umpat sidik


 


 


"Sejak kapan lo sadar?"


 


 


 


 


"Yaudah, gue mau berangkat sekolah dulu ya. Tolong lo bangunin fafa!"


 


 


"Udah sana, sana. Ganggu gue aja lo" Usir sidik


 


 


David pergi meninggalkan sidik, sedangkan sidik berusaha bangkit dari tidurnya dan menghampiri fafa yang masih tertidur. Sidik menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik fafa.


 


 


"Fa!! Bangun. Udah pagi" Ucap sidik sambil duduk di samping brangkar fafa


 


 


"Hmmm.. ka david! Udah deh sana berangkat sekolah" Ucap fafa sambil memejamkan matanya


 


 


Ide jail pun muncul di kepala sidik. Sidik mencubit, menusuk-nusuk pipi fafa, menoel hidung fafa.


 


 


Fafa bangun dan langsung terduduk, "Ka david, apa-apaan si-" Ucapan fafa terpotong ketika fafa menoleh ke sebelah kirinya yang ternyata itu adalah sidik bukan david, "Lah kamu ngapain turun dari brangkar? Kamu kan masih sakit, ka." Ujar fafa


 


 


"Aku bangunin kamu!"


 


 


"Ish, udah sana balik lagi ke tempat kaka!" Ucap fafa ketus


 


 


"Gak mau!"


 


 


"Kaka, balik lagi ya ke brangkar kaka!!" Ucap fafa lembut


 


 


"Gak mau"


 


 


Fafa mendengus, "Sayang, kamu balik ke tempat kamu ya!! Kamu masih sakit. Aku gak mau kalau kamu tambah sakit" Kata fafa kelewat lembut, sambil menangkup kedua pipi sidik


 


 


"Oke"


 


 


Fafa memutar bola matanya malas, kemudian ia beranjak menuju toilet.


 


 


Saat fafa mencuci muka dan bercermin di kaca yang ada di dalam toilet, tiba-tiba saja ada tangan yang memegang bahu fafa. Tangan yang sangat hitam, dengan kulit yang terkelupas, dan seperti habis terbakar. Fafa membulatkan matanya kemudian dengan cepat ia membalikkan badannya. Tapi pada saat fafa membalikkan badannya, tidak ada siapapun di dalam toilet keculi dirinya.


 


 


Fafa langsung beranjak keluar dengan tangan yang gemetar, dia melihat sidik sedang mengobrol dengan dinda dan juga andre.


 


 


"Ndree.. tadi lo ya yang masuk ke dalam toilet?" Tuduh fafa


 


 


"Dih, lah enak aja!! Aku aja baru muncul sama si dinda" Jawab andre


 


 


"Iya bener fa. Si andre gundo baru aja muncul bareng sama aku" Sambung dinda


 


 


"Kamu kenapa fa?" Tanya sidik


 


 


Dengan tubuh sedikit bergetar fafa berjalan menghampiri sidik, andre dan juga dinda.


 


 


"T..tadi pas aku lagi cuci muka aku, aku liat dari cermin toilet ada tangan yang pegang bahu aku, tangan itu hitam banget kulitnya terkelupas kayak abis kebakar gitu."Ujar fafa, "Gue kira itu lo ndree" Lanjut fafa


 


 

__ADS_1


"Idih, ngapain aku masuk-masuk ke dalam toilet" Sergah andre


 


 


"Udah-udah gak usah di pikirin!" Ucap dinda


 


 


"Nih fa, aku bawain buku kamu" Ujar andre seraya memberikan buku tebal itu kepada fafa.


 


 


"Makasih" Ucap fafa, kemudian dia langsung duduk di sofa ruangan sidik.


 


 


***


 


 


Disekolah, kini david dan yang lainnya sedang berkumpul di kantin sambil memakan makanannya masing-masing.


 


 


"Oh iya, sidik udah sadar" Ceketuk david


 


 


"Hah, serius lo?" Tanya kevin tidak percaya


 


 


"Iya seriusan. Tadi kan sebelum gue jemput tiara, gue ke rumah sakit dulu nganterin baju buat fafa, terus si sidik udah sadar" Jelas david


 


 


"Yaudah, nanti pulang sekolah kita jengukin sidik" Ajak tiara


 


 


"Boleh tuh ka!" Sambung kiky


 


 


"Eh, gue ke toilet bentar ya! Kebelet nih" Ucap kevin tiba-tiba


 


 


"Yeh dasar beser lo" Umpat dery


 


 


Kevin meninggalkan mereka semua, dan pergi menuju toilet.


 


 


"Bay! Gue duluan ya!" Ucap kevin kepada bayu anak kelas sebelah


 


 


"Yaudah" Ucap bayu


 


 


Tak lama kevin keluar dan disana masih terdapat bayu yang sedang merapihkan rambutnya.


 


 


"Bay, makasih ya" Ujar kevin


 


 


"Yoi broo..." Jawab bayu seraya masuk kedalam bilik toilet


 


 


Kevin jalan terburu-buru untuk kembali ke kantin, tanpa sadar dia menabrak seseorang.


 


 


Brukk


 


 


Buku yang dibawa orang itu jatuh berserakan di lantai.


 


 


"Aduh, sorry ya! Gue gak sengaja nabrak lo" Ucap kevin sambil membantu orang itu membereskan bukunya


 


 


"Iya gapapa, santai aja!" Ucap orang itu


 


 


Kevin mendongakkan kepalanya, "Loh, vania?" Panggil kevin


 


 


Cewek yang di panggil vania itu pun mendongakkan kepalanya, "Kevin" Gumam vania


 


 


"Sejak kapan lo pulang dari hongkong?" Tanya kevin


 


 


"Udah satu minggu yang lalu" Jawab vania


 


 


"Oh gitu, yaudah nih buku-bukunya, kalau gitu gue duluan ya, van."


 


 


Belum sempat vania mengucapkan terima kasih, tapi kevin terlebih dahulu pergi meninggalkannya. Vania hendak melangkahkan kakinya,namun kakinya seperti menendang sesuatu.


 


 


"Loh, ini kunci mobil siapa?" Tanya vania pada diri sendiri, dilihat gantungan di kunci itu dengan inisial 'K'


 


 


"Ini kuncinya kevin? Nanti aja deh gue kembaliinnya, setelah gue anterin buku-buku ini" Ujar vania kemudian beranjak pergi ke dalam kantor


 


 


Kevin sampai di kantin dan duduk di tempatnya semula.


 


 


"Udah vin?" Tanya dery


 


 


"Udah lah" Jawab kevin, "Oh iya, lo tau gak? Si vania" Tanya kevin


 


 


"Vania? Vania Silviana?" Tanya tiara


 


 


"Iya, Vania Silviana. Dia udah balik dari hongkong, tadi gue gak sengaja nabrak dia" Ujar kevin


 


 


"Oh"


 


 


Kevin nampak meraba-raba saku celananya kemudian beralin ke saku bajunya.


 


 


"Lo cari apa si vin?" Tanya david


 


 


"Kunci mobil gue kok gak ada ya!?"


 


 


"Ada di dalam tas kali" Celetuk kiky


 


 


"Enggak, tadi ada di kantong celana gue, tapi sekarang gak ada" Ujar kevin


 


 


Tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri mereka.


 


 


"Lo cari ini vin?" Celetuk vania


 


 


"Loh, vania! Kapan lo balik dari hongkong?" Tanya tiara


 


 


"Baru satu minggu yang lalu, ko ra." Jawab vania, "Nih kunci mobil lo" Lanjut vania sambil menyerahkan kunci mobil kevin


 


 


"Makasih ya"


 


 


"Sama-sama, kalau gitu! Gue balik ke kelas dulu ya!" Ujar vania sambil meninggalkan mereka semua.


 


 


"Cantik" Gumam kevin.

__ADS_1


__ADS_2