
"Awww.... Perih ka" Pekik fafa ketika sidik menempelkan kain yang berisi es batu ke pipi fafa yang lebam
"Tahan ya!!" Perintah sidik
"Tapi sakit..." Rengek fafa
"Dari pada gak di obatin sama sekali, nanti malah parah" Ucap sidik sambil menempelkan kembali es batu itu. Fafa meringis menahan perih di pipinya.
"Maaf ya, aku datengnya terlambat" Ujar sidik lirih
"Aku gapapa! Lagian kamu tau dari mana kalau aku dibully di dalem toilet" Tanya fafa penasaran
"Okta yang ngasih tau, tadi dia gak sengaja lewat depan toilet terus katanya denger suara orang teriak-teriak, dan pas dia liat ternyata itu kamu lagi di kepung sama felly" Ujar sidik.
"Maaf ya! Gara-gara aku, kamu jadi kena masalah sama felly"
"Minta maaf mulu, belum lebaran kali." Canda fafa, "Denger ya! Aku ini gapapa. Dan ini bukan salah kamu, jadi berhenti nyalahin diri kamu sendiri" Ucap fafa lembut.
Tak lama dinda muncul di kursi yang ada di ruang uks bersamaan dengan andre.
"Ish! Lo lagi, lo lagi. Kenapa sih suka banget muncul di saat gue juga muncul" Cicit dinda sebal
"Enak aja, ada juga lo tuh. Lo pasti ngikutin gue kan? Iya kan!" Jawab andre
"Idih ngapain gue ngikutin lo, pede banget lo"
"Ya iyalah lo ngikutin gue, secara gue ini hantu paling tampan di sini" Sambung andre dengan percaya dirinya
"Aduh mulai deh, kalau ketemu pasti ribut" Gumam fafa
"Mereka emangnya saling kenal?" Tanya sidik
"Kayanya sih gitu, tapi aku gak tau mereka kenal dimana" Jawab fafa, sidik hanya menganggukkan kepalanya.
"Yaudah dari pada kita pusing dengerin mereka berantem, mending kita pergi dari sini" Usul fafa, sidik mengacungkan jempulnya tanda setuju demgan usulan fafa itu
Ketika andre dan dinda sedang asik bertengkar, fafa dan sidik diam-diam pergi dari ruang uks. Andre dan dinda tidak menyadari jika fafa dan sidik sudah tidak ada di tempatnya.
"Lah mereka berdua kemana?" Tanya andre
"Iiihhhh... Ini semua gara-gara lo, mereka jadi pergi kan" Ucap dinda menyalahkan andre
"Kok setiap apa-apa lo nyalahinnya gue sih?" Tanya andre tidak terima
"Ya! Emang gara-gara lo. Semuanya gara-gara lo"
__ADS_1
"Bacot" Setelah mengatakan itu, andre menghilang. Sedangkan dinda, dia mendengus kesal kemudian ikut menghilang.
***
Ditempat lain, yusuf sedang berkutat dengan dokumen yang harus ia tanda tangani. Hari ini ia ada meeting dengan beberapa perusahaan. Sebenarnya ia bisa saja memerintahkan pak santoso untuk pergi meeting. Hanya saja kali ini yusuf ingin menghadiri meeting itu sendiri.
"Permisi pak, 5 menit lagi kita akan berangkat ke tempat meeting" Ucap sekertaris barunya
"Baiklah, kamu sudah persiapkan berkas-berkas yang diperlukan pada saat meeting nanti?" Tanya yusuf
"Sudah pak, semua sudah saya persiapkan"
"Kalau begitu, kamu tunggu saya di lobi, nanti saya menyusul"Ucap yusuf
"Baik pak, kalau begitu saya permisi" Pamit sekertarisnya kemudian keluar dari ruangan yusuf.
Tak lama yusuf keluar dari ruangannya dan menghampiri sekertarisnya di lobi. Mereka berdua menuju tempat diadakannya meeting. Selama hampir 30 menit mereka dalam perjalanan dan akhirnya sampai juga.
Yusuf dan sekertarisnya masuk ke dalam ruang meeting. Sudah banyak yang berkumpul disana. Mungkin tinggal menunggu perwakilan dari beberapa perusahaan lagi. Mereka semua sibuk mengecek berkas yang mereka siapkan. Setelah menunggu 10 menit, akhirnya perwakilan dari masing-masing perusahaan sudah datang dan meeting segera di mulai. Sebelumnya beberapa perwakilan perusahaan memperkenalkan diri mereka masing-masing. Sampai tiba saatnya giliran yusuf memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Yusuf Mahendra perwakilan dari Star Grup, dan ini sekertaris saya" Ucap yusuf memperkenalkan dirinya dan juga sekertarisnya
Kini perusahaan yusuf yang mendapat giliran untuk menjelaskan presentasinya.
"Sebelumnya, perkenalkan saya Farah Stivani. Saya sekertaris pak yusuf, disini saya akan menjelaskan presentasi yang sudah kami persiapkan" Ucap farah dengan tatapan datar namun masih terlihat cantik
Sampai pada akhirnya perusahaan yusuf yang memenangkan saham tersebut. Yusuf dan fara menyalami semua orang yang ada di ruangan itu.
"Selamat ya pak yusuf, karena anda telah memenangkan saham ini" Ucap salah satu orang yang ada di sana
"Terima kasih" Balas yusuf
"Selamat Mr. Mahendra, kalian ini sangat luar biasa. Tidak heran kalau perusahaan anda adalah perusahaan terbesar di negara ini" Celetuk Mr. Susilo dengan sekertarisnya yang berada di sampingnya, "Saya sangat kagum dengan sekertaris anda. Siapa tadi namanya" Lanjut Mr. Susilo nampak berfikir
"Farah tuan" Jawab sekertaris Mr. Susilo
"Ah, iya farah. Kamu sangat luar biasa. Mr. Mahendra sangat beruntung memilih kamu sebagai sekertarisnya" Pujinya.
"Ah, tidak! Justru saya yang sangat beruntung bisa menjadi sekertaris dari pak yusuf" Ucap farah malu-malu.
"Yasudah, kalau begitu kami duluan ya Mr. Mahendra, soalnya masih ada pekerjaan yang harus kami urus" Ucap Mr. Susilo
"Kita berdua juga akan langsung balik ke kantor, kalau gitu kita sama-sama saja keluar dari ruangan ini" Usul yusuf
"Baiklah" Jawab Mr. Susilo
__ADS_1
Mereka berempat keluar dari ruangan meeting itu. Tak jarang mereka membicarakan masalah pekerjaan.
***
Kini fafa dan sidik sedang berada di rooftop sekolah, sambil menunggu yang lain datang fafa memainkan ponselnya, sedangkan sidik malah asik memandangi wajah fafa. Fafa menyadari jika dirinya sedang di perhatikan.
"Ih, kaka.. jangan di liatin terus. Akunya jadi malu" Rengek fafa
"Abisnya kamu gemesin sih" Goda sidik
"Ih apa sih.."
"Ciee blushing.. hahaha" Tawa sidik pecah ketika melihat kedua pipi fafa merona merah ditambah fafa malah mengerucutkan bibirnya.
"Tau ah"
Sidik memegang pipi fafa yang ditampar oleh felly, "Masih sakit?" Tanya sidik lembut, fafa mengangguk, "Nanti kalau udah pulang, dikompres lagi ya! Biar gak sakit" Ucap sidik memperingatkan
"Iya nanti aku kompres lagi" Jawab fafa
"Anak pintar" Kata sidik sambil mengacak-acak rambut fafa
"Kaka jadi berantakan, ih. Jangan di acak-acak" Ujar fafa kesal mengerucutkan bibirnya lagi
"Itu bibir minta di cium?" Celetuk sidik
"Kakaaa..... Dasar mesum...." Teriak fafa sambil memukul-mukul lengan sidik
"Hahaha, aduh aduh... Faa udah faa... Hahaha"
"Gak mau bodo, kakanya ngeselin"
"Iya iya, aku minta maaf. Tapi udah ya berhenti..." Ucap sidik memohon. Fafa menatap sidik dengan tatapan horor
"Woy... Maaf kita semua lama" Celetuk Dery yang baru saja datang dengan yang lain
"Kalian dari mana aja si lama banget?" Gerutu fafa
"Kita abis mengurus hama yang bertebaran" Jawab kiky
"Yaahhh... Jomblo mah apa atuh..."Guman kevin
"Makanya cari cewek sana vin, atau lo mau nunggu mimi peri aja" Celetuk david
"Huuaaa enggak-enggak... Gak mauuu... Huaaa... Tolong hayatii...." Ucap kevin dramatis
__ADS_1
"HAHAHA....." Mereka semua tertawa melihat tingkah kevin yang menurut mereka itu sangat alay.