My Indigo

My Indigo
Sebuah Buku


__ADS_3

Mereka semua sampai di kediaman Mahendra, semuanya turun dari mobil masing-masing.


"Mama emangnya udah bikin makan--" Perkataan fafa terhenti ketika melihat siapa yang membuka pintu rumahnya, "Om frans...." Teriak fafa langsung berhambur kedalam pelukan frans


"Tante dini dimana om?" Tanya fafa


"Dia di dalam sedang menyiapkan makanan" Ujar frans, "Kok kamu masih pakai seragam sekolah?" Tanyanya


"Mereka semua yang bikin aku gini" Tunjuk fafa kepada semua orang yang ada di belakangnya


"Loh kok kita" Jawab mereka serempak


"Emang kalian kan! Udah ah aku mau mandi! Mau ganti baju. Bye bye" Ujar fata sambil melambaikan tangannya


Mereka semua hanya menggelengkan kepanya melihat tingkah fafa.


Fafa memasuki kamarnya dan mengambil pakaian ganti kemudian langsung bergegas ke kamar mandi. 25 menit ia berkutat di dalam kamar mandi akhirnya fafa keluar dengan menggunakan kaos hitam.


Fafa keluar kamar dan langsung menghampiri keluarga dan teman-temannya yang sedang di halaman belakang rumahnya. Mereka semua sedang membuat barbeque dan macam-macam makanan yang lainnya.


"Loh, ada pak santoso juga?" Tanya fafa


"Iya! Papa yang mengundangnya untuk datang kesini" Jawab yusuf


Fafa tersenyum kearah pak santoso, "Malam pak, makasih ya udah datang" Sapa fafa ramah


"Malam juga fafa, Selamat ulang tahun ya sayang! Nih buat kamu!" Ucap pak santoso sambil menyodorkan satu kotak kado yang lumayan besar


"Wahh... Pak gak usah repot-repot"


"Gapapa kok"


"Makasih ya pak"


"Iya sama-sama, fafa" Jawab pak santoso sambil tersenyum


Mereka semua melanjutkan acara bakar-bakar barbeque-nya.


***


Kini fafa dan sidik sedang berada di balkon rumah fafa, sidik sengaja mengajak fafa kesini alasannya karena hanya ingin berdua dengan fafa. Sidik mengambil satu bucket bunga berwarna pink yang sedari tadi ia sembunyikan, dan memberikannya kepada fafa.


"Suka?" Tanya sidik. Fafa memandang bunga itu dengan wajah yang berbinar kemudian ia mengangguk


"Kalian ingat ulang tahun aku? Aku aja lupa sama ulang tahun aku sendiri saking sibuknya mikirin kenapa kalian tiba-tiba jauhin aku" Ucap fafa


"Maaf ya udah nyuekin kamu, ngomong kasar ke kamu" Ujar sidik merasa bersalah


"Aku gapapa"

__ADS_1


"Tapi kalau kamu gapapa, kenapa pas tadi ketemu di taman mata kamu sembap? Terus kenapa juga masih pakai seragam?" Tanya sidik mengintimidasi


"Oh itu, jadi aku kan pas pulang sekolah langsung masuk ke kamar terus aku duduk di balkon, pikiran aku tuh terus mikirin perkataan okta yang katanya dia tuh suka sama kamu, nah disitu gak tau kenapa tiba-tiba aku nangis sampe mata aku ngantuk. Eh!! Pas aku tidur, aku denger ponsel aku berdering dan aku buka room chatt ternyata itu dari kamu, ya!! Aku gak mw mikir panjang lagi. Aku langsung ambil kunci mobil dan langsung pergi ke taman" Jelas fafa


Sidik mendengarkan cerita fafa hanya senyum-senyum saja. Tidak disangka kalau kekasihnya ini begitu polos ketika di kerjain seperti ini.


"Sebegitu takutnya ya? Kalau ternyata okta bukan sepupu aku dan dia beneran suka sama aku?" Tanya sidik


"B aja sih" Jawab fafa sok cuek


"Hmm,, masa?" Goda sidik


"Ah tau ah" Fafa mengerucutkan bibirnya


"Itu bibir ngode minta di cium?"


Blush..


Mendengar perkataan sidik seketika pipi fafa menjadi merah


"Cieee blushing.. hahaha" Goda sidik lagi


"Kaka... Iiss... tau ah" Ucap fafa kesal sambil memukul-mukul lengan sidik


Cupp...


Seketika fafa membeku karena ada benda kenyal mendarat di keningnya. Ya! Sidik mencium kening fafa. Fafa tambah di buat merona mungkin sekarang wajahnya sudah menjadi semerah tomat.


"Ah.. kaka... Apaan sih!!! Udah ah, aku mau ke kamar aja"


"Cie ngambek"


"Bodo amat!"


Fafa pergi meninggalkan sidik sendirian di pinggir kolam renang.


"Yeee dia ngambek beneran" Gumam sidik, ia pun langsung pergi menyusul fafa.


***


Pukul 23.30 wib, fafa baru bisa tertidur nyenyak. Pasalnya sedari tadi teman-temannya selalu menjahilinya. Fafa mematikan lampu utamanya dan menyalakan lampu tidur.


"Kenapa gue ada di tempat ini lagi?" Tanya fafa pada dirinya sendiri


"Fafa, kamu sudah datang?" Ucap sang kakek


"Kenapa fafa bisa ada disini lagi kek?


"Kakek yang membawamu kesini!"

__ADS_1


Fafa nampak menautkan alisnya, "Kakek yang membawa fafa kesini? Untuk apa?" Tanya fafa


"Sekarang umur kamu sudah 17 tahun kan!? Ada sesuatu yang mau kakek kasih tau kepada kamu" Ujar si kakek


"Apa itu kek?"


"Sebelum kakek meninggal, kakek menyimpan sebuah buku di villa yang sekarang jadi milik papa kamu, kamu harus mengambilnya. Kamu juga harus mempelajari dan memahami isi buku itu" Ucap kakek


"Mempelajari buku itu? Untuk apa?" Tanya fafa bingung


"Kamu akan membutuhkan semua yang ada di dalam buku itu, dan kakek juga tau kalau kamu mempunyai ilmu bela diri. Dengan kamu mempelajari semua yang ada di buku itu, kemampuan kamu sebagai indigo akan semakin bertambah"


"Villa itu cukup besar untuk aku kelilingi. dimana kakek menyimpan buku itu?"


Belum sempat menjawab si kakek sudah pergi menghilang. Fafa mengedarkan pandangannya mencari keberadaan si kakek, namun si kakek tidak ada.


"Kakek... Kakek...."


"Kakek...." Fafa terbangun dari tidurnya, jantungnya berdetak dengan sangat kencangnya.


"Mimpi itu.... Buku apa yang di maksudkan kakek?" Gumam fafa


Fafa turun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya, jam menunjukkan pukul 3 dini hari. Fafa berjalan menuju dapur untuk mengambil air karena tenggorokannya terasa kering. Fafa terus memikirkan mimpinya itu.


"Apa harus gue mengambil buku itu? Tapi gue penasaran sama bukunya." Cicit fafa sambil memegang gelas yang berisi air dingin


Prangg....


Fafa terlonjak kaget ketika vas bunga yang ada di ruang keluarga tiba-tiba jatuh. Fafa langsung melihat ke sumber suara dan mencari penyebabnya.


"Dinda... Lo ngapain sih? Itu kan vas bunga mama gue! Kenapa lo jatohin?" Ucap fafa geram


Ya! Yang menjatuhkan vas bunga mamanya adalah dinda.


"Udah jarang banget keliatan, sekalinya muncul! Vas bunga punya mama gue di bikin jatoh" Gumam fafa


"Maaf ya! Aku gak sengaja.. hehehe..." Ujar dinda cengengesan, "Kamu ngapain ada di dapur?" Tanya dinda


"Gue haus jadinya gue ke dapur deh" Ucap fafa yang sebenarnya bohong.


Dinda mengangguk-anggukkan kepalanya, "Terus kenapa gak kembali tidur?"


"Ya ini gue mau tidur lagi, banyak tanya!" Jawab fafa ketus, "Oh iya, lo kok belum balik ke alam lo, sih?" Tanya fafa penasaran


"Kan aku udah pernah bilang, kalau aku masih ada urusan disini!"


"Lo masih mau cari orang yang bunuh lo dan orang tua lo?" Tanya fafa lagi, dinda mengangguk. "Terus kenapa gak lo cari aja?"


"Belum waktunya aku bisa menemukan orang itu"

__ADS_1


"Ah, serah lo deh" Fafa pergi meninggalkan dinda di ruang keluarga dan kembali ke dalam kamarnya untuk tidur.


__ADS_2