
Yusuf dan farah sudah kembali ke kantor, dengan perasaan bahagia. Pasalnya mereka telah memenangkan saham yang begitu besar. Ditambah yusuf akan meresmikan hotel barunya.
"Farah, tolong kamu persiapkan untuk acara peresmian hotel nanti" Perintah yusuf
"Baik pak, akan saya urus segera" Jawab farah
"Baiklah, kamu boleh pulang lebih awal. Saya juga ingin cepat-cepat sampai kerumah, rasanya udah kangen banget sama yang dirumah"
"Haha, bapak bisa aja! Kangen sama istri ya pak" Goda farah
"Pastinya" Jawab yusuf bangga, "Makanya cepat-cepat kamu cari pasangan" Lanjut yusuf malah balik menggoda farah
"Kalau itu sih, saya balum kepikiran pak. Saya masih mau menikmati karir saya terlebih dahulu"
"Yasudah, kalau gitu saya duluan ya!" Ucap yusuf berlalu pergi meninggalkan farah di lobi.
Sementara itu banyak pasang mata yang memperhatikan farah dan juga yusuf dengan tatapan heran. Tidak biasanya bos besarnya itu seceria seperti tadi.
"Farah... Farah...." Panggil seseorang dari belakang farah, farah langsung membalikkan badannya
"Iya kenapa?" Tanya farah
"Itu.. si bos kenapa? Kok kayanya senang banget..." Tanya laki-laki itu penasaran
"Oh... Itu.. tadi kita abis meeting, terus perusahaan kita yang menangin saham itu. Jadinya si bos senang" Jelas farah. Mereka semua yang ada di lobi ikut senang.
"Terus apa lagi?"
"Aku di suruh nyiapin buat peresmian hotel Starlight nanti" Ujar farah
"Waaahhh enak banget ya! Jadi sekertarisnya bos besar" Ucap laki-laki itu kagum
"Udah ah, aku mau beres-beres dulu, mau pulang soalnya" Kata farah beranjak dari lobi menuju ruangannya.
***
Di kediaman Mahendra, fafa sedang duduk sendirian di taman belakang sambil membaca buku peninggalan kakeknya. Fafa nampak terkejut ketika membaca buku itu. Pasalnya fafa membaca di bagian mantra-mantra untuk memusnahkan arwah jahat. Tulisan itu berbahasa jepang, inggris, dan juga indonesia. Untung saja fafa memahami kedua bahasa tersebut, begitu juga bahasa-bahasa lainnya.
"Jadi mau mulai latihan kapan?" Tanya andre yang tiba-tiba saja muncul di hadapan fafa
"Ngagetin aja lo gundo.." Gumam fafa
"Maaf, abisnya kamu bacanya serius banget"
"Gue lagi baca ini nih," Tunjuk fafa pada bagian mantra yang berbahasa jepang. "Yaudah kita mulai latihan sekarang aja" Lanjut fafa
"Pertama-tama kamu harus bisa ngendaliin barang yang ada di hadapan kamu" Ucap andre
"Kaya semacam gerakin barang, begitu?" Tanya fafa
"Iya!"
"Tapi bagaimana caranya?" Tanya fafa bingung
"Disitu sudah ada mantra yang harus kamu ketahui dan beberapa penjelasan yang harus kamu pahami" Jelas andre
"Oh, okey"
__ADS_1
Kemudian fafa membaca dan mengikuti arahan yang di berikan oleh andre.
"Kami no kyoka o ete, idō shite kudasai" Fafa membaca mantra itu dengan sangat lancar, tiba-tiba saja, gelas yang ada di hadapannya itu bergeser tanpa disentuh. "Wah.... I..ini serius? Ini bukan ulah lo kan, ndree?" Tanya fafa tidak percaya
"Tentu saja bukan. Kalau kamu lebih giat lagi. Kamu bisa lebih dari ini" Ujar andre
"Baiklah kalau begitu, gue akan giat buat pelajarin buku ini" Ucap fafa semangat.
Drrrttttt.... Drrrtttt....
Sidik_PW❤️ is calling....
"Halo.. iya kenapa?"
"Kamu dimana? Lagi apa?"
"Aku lagi ditaman belakang, lagi baca buku" Jawab fafa
"Aku di depan rumah kamu nih..." Celetuk sidik
"Ha... Seriusan? Bohong ya!?"
"Ngapain sih aku bohong, coba deh kamu kedepan!"
"Iya iya, bentar aku kedepan ya. Tunggu!"
Tuutttt Tuuttt...
Fafa memutuskan panggilan teleponnya dan menaruh ponselnya di atas meja.
Andre memutar bola matanya malas, kemudian dia pergi menghilang.
Sedangkan fafa, iya berlari menuju pintu utama menghampiri sang pujaan hati. Sesampainya di depan pintu, fafa mengatur nafasnya dan membuka pintu perlahan.
Ceklekk
Fafa membulatkan matanya ketika mengetahui tidak ada siapa-siapa di depan rumahnya, "Loh, katanya udah di depan, tapi di depan cuma ada mobil ka david doang!" Gerutu fafa
Ketika fafa hendak membalikkan badannya, "Dorrrr...." Fafa terlonjal kaget pasalnya tiba-tiba saja sidik muncul di belakangnya dan mengagetkannya.
"Ihh, ngeselin banget sih. Eh tapi tunggu, kok kamu udah ada di dalam sih?" Tanya fafa bingung
"Yaa!! Bisa lah. Aku kan tadi lewat samping" Ucap sidik
"Oh, pantesan aja! Terus mobil kamu kemana?"
"Aku tadi nebeng sama david, mobil aku di pake sama okta" Jelas sidik, fafa hanya menganggukkan kepalanya.
"Yaudah ayo masuk" Ajak fafa
"Udah dari tadi kali, aku di dalem" Cicit sidik
"Hehe, iya lupa" Jawab fafa cengengesan
Mereka duduk di ruang tamu dengan fafa menaruh kakinya diatas pangkuan sidik.
"Hmmm... Ini kaki enaknya di apain ya?" Ucap sidik menyindir
__ADS_1
"Hehehe, udah mager buat mindahinnya"
"Ya ya ya" Sidik menghela nafasnya. Tak lama david turun dari tangga.
"Wis, keluar juga lo" Celetuk sidik
"Bosen gue di kamar terus" Balas david
Kemudian david ikut bergabung dengan fafa dan juga sidik.
"Assalamualaikum" Terdengar suara seseorang dari luar rumah, fafa langsung beranjak dan membukakan pintu.
"Waalaikumsalam" Jawab fafa sambil membuka pintu, "Loh, papa!? Kok jam segini udah pulang?" Tanya fafa
"Iya, papa sengaja pulang cepat" Jawab yusuf sambil masuk kedalam rumah sambil merangkul punggung fafa, "Mama dimana?"
"Mama lagi di dapur."
"Eh, ada sidik juga?" Tanya yusuf ketika sampai di ruang keluarga
"Iya om" Jawab sidik tersenyum, "Oh iya om, dapet salam dari papa" Lanjut sidik
"Oh ya? Memangnya papa kamu sudah pulang dari swedia?"
"Sudah om, semalam papa pulang"
"Kalau begitu...." Yusuf membuka tasnya dan mengambil sebuah undangan, "Tolong kamu berikan ini untuk papa kamu" Ujar yusuf sambil menyodorkan undangan tersebut.
"Oh iya david, fafa. Berikan juga untuk teman-teman kalian"
Fafa membaca undangan tersebut, "Undangan Peresmian Hotel Starlight" Gumam fafa
"Loh, acaranya minggu besok pah?" Tanya david
"Iya, acaranya minggu besok. Jadi jangan lupa kasih tau teman-teman kalian"
"Oke pah"
Sedari tadi, fafa terus memperhatikan wajah sang papa yang begitu bahagia. Fafa mengangkat sebelah alisnya.
"Kayaknya ada yang lagi bahagia nih" Sindir fafa
"Siapa fa?" Tanya david, fafa menunjuk papanya dengan dagunya
"Papa?" Tanya david lagi, "Memangnya papa bahagia kenapa?" Lanjut david
"Gini, gini. Tadi papa ada meeting buat memperebutkan saham yang lumayan besar, dan kalian tau?" Tanya yusuf. Fafa, david dan juga sidik menggeleng, "Perusahaan papa yang memenangkan saham itu." Lanjutnya antusias
"Huaaaa, selamat paa" Ucap fafa dan david bersamaan
"Selamat ya om" Sambung sidik, yusuf mengangguk.
"Yasudah papa mau bersih-bersih dulu. Kalian lanjut aja ya"
"Iya pah"
"Iya om"
__ADS_1