
Saat ini fafa sedang tertidur dengan di temani oleh sidik, david dan tiara izin keluar sebentar untuk membeli beberapa makanan untuk mereka makan. Sidik sedang memainkan ponselnya dengan sebelah tangannya dan tangan yang satunya menggenggam tangan fafa.
"Ka sidik.." Panggil fafa, sidik mengalihkan pandangannya kearah fafa.
"Kamu udah bangun?"
"Aku haus..." Ucap fafa sambil mencoba untuk bangun, sidik membantu fafa, dan mengambilkan air minum.
Fafa meneguk habis air yang di berikan oleh sidik, "Haus banget ya?" Tanya sidik, fafa mengangguk. Tanpa di segaja mata fafa melihat tangan sidik yang melekat perban kecil
"Tangan kamu kenapa? Kamu habis donorin darah? Untuk siapa?" Tanya fafa menyentuh tangan sidik
Sontak sidik mengikuti arah pandang fafa di tangannya. Sidik tersenyum ketika fafa memperhatikannya.
"Kok kamu malah senyum-senyum sih?"
"Abisnya, kamu lucu!!" Celetuk sidik
"Ihh.. aku serius?!" Cibir fafa mengerucutkan bibirnya
"Iya deh iya.." Ucap sidik sambil terkekeh, "Aku emang abis donorin darah aku" Lanjutnya
Fafa menaikkan sebelah alisnya, "Buat siapa?"
"Buat kamu!"
"Hah, buat aku?" Tanya fafa terkejut
"Iya buat kamu, sebelum kamu dinyatakan koma, kamu kritis karena kekurangan darah. Dan di rumah sakit ini stok darah yang cocok dengan kamu habis. Untung aja darah aku sama darah kamu itu cocok, jadinya aku langsung kasih darah aku buat kamu" Jelas sidik
"Jadi.. darah kamu ngalir di darah aku?" Tanya fafa, sidik mengangguk
"Apapun aku lakukan untuk kamu" Ucap sidik tulus
"Makasih" Ucap fafa dengan berlinang air mata
"Kok nangis?"
"Aku seneng punya kamu di sini, aku juga seneng bisa punya temen seperti mereka. Dari kecil aku selalu sendiri, bahkan aku selalu di bilang aneh. Tapi semenjak kalian hadir di hidup aku, hari-hari aku jadi lebih berwarna. Aku bisa ngerasain gimana rasanya punya teman yang tulus sama aku" Ujar fafa
"Aku juga seneng bisa milikin kamu! Kamu itu baik, anak yang kuat, kamu itu tulus" Balas sidik sambil menyeka air mata yang jatuh di pipi fafa
"Nanti,, kalau kamu udah sembuh kita jalan-jalan, mau??" Tanya sidik. Fafa mengangguk antusias.
***
Setelah kurang lebih dua minggu fafa dan kiky dirawat di rumah sakit, akhirnya mereka sudah di perbolehkan pulang. Mereka semua sedang berkumpul di rumah fafa.
__ADS_1
"Eh... Udah lama banget kita gak masuk sekolah" Celetuk kevin tiba-tiba
"Oh iya ya! Hampir dua minggu kita gak masuk" Sambung tiara
"Udah!! Lo lo pada tenang aja! Nanti papa gue yang urus" Seru david enteng.
"Beruntung ya kita punya temen anak dari pemilik sekolah!" Kata dery. Mereka semua mengangguk.
"Eh... Eh... Eh... Bentar lagi kan kalian lulus nih!! Pada mau lanjut kemana?" Tanya kiky
"Yang pasti gue mah masih di daerah sini!!" Sambung dery
"Kalau gue sama tiara udah sepakat buat kuliah bareng" Ucap david
"Dimana ka?" Tanya kiky penasaran
David dan tiara saling pandang kemudian mereka tersenyum, "Jerman" Jawab mereka berdua kompak
"Waaahhh... Ambil fakultas apa lo vid?" Seru kevin
"Gue sama tiara bakal ambil fakultas kedokteran"
"Anjiirrr... Iya deh, gue ngedukung lo berdua"
"Terus lo dik, mau kuliah dimana?" Tanya dery
Sidik nampak diam sebentar kemudian melirik fafa sekilas.
"Gue-.."
"Eh tunggu dulu, itu bukannya dinda..." Ujar fafa memotong perkataan sidik. Sidik pun menoleh ke arah yang fafa maksud. Dinda tersenyum kemudian dia menampakkan dirinya dihadapan semua.
"Ka dinda..." Panggil dery
Dinda mendekat kearah mereka, "Hai, semua" Sapa dinda
__ADS_1
"Haii, din.. kok lo masih di sini? Eh.. hmm maksud gue, kan urusan lo udah selesai! Apa lo gak mau balik ke alam lo?" Tanya fafa.
Dinda tersenyum menanggapi pertanyaan fafa, "Aku kesini mau berterima kasih sama kamu fa, karena kamu udah mau bantu aku menemukan keadilan buat aku dan orang tua aku. Aku juga berterima kasih kepada kalian, karena kalian udah mau nerima dery sebagai sahabat bahkan keluarga kalian. Aku seneng... Banget.. dery bisa ketemu sama kalian. Setidaknya, walaupun aku udah gak ada di sini, dery masih punya kalian semua" Ujar dinda
Kemudian dinda mendekati kiky yang sedang berdiri di samping dery, "Aku titip adikku ya!!... Jagain dia.. kalau dia mengambil jalan yang salah, tolong kasih tau dia!! Jangan pernah tinggalin dery. Jika memang kalian ada masalah, selesaikan dengan cara baik-baik. Sekarang, hanya kamu satu-satunya alasan yang membuat dery bertahan. Kamu anak yang baik, dery beruntung bisa milikin kamu" Ucap dinda tulus, kiky membalasnya dengan menganggukkan kepala
Kemudian dinda beralih pada dery, "Jaga diri kamu baik-baik. Jadilah anak sekaligus adik yang kuat, jadi anak yang tabah. Buat bangga ayah dan ibu di sana" Ucap dinda sambil menyentuh rahang dery. Tanpa disadari, mereka semua menangis dalam diam. Bahkan dery mulai terisak.
"Kamu harus kuat, perjalanan kamu masih panjang, kamu harus tetap maju. Oh iya, tolong kamu juga jaga kiky ya! Dia anak yang baik. Jangan pernah kamu sakiti dia!! Mungkin setelah ini, kaka udah gak akan bisa ada lagi di sini, tapi kaka masih tetap memperhatikan kamu dari sana. Walaupun raga kaka udah gak ada di alam dunia, tetapi kaka, ayah dan ibu akan selalu ada di sini!" Ujar dinda sambil menunjuk hati dery. Dery makin terisak mendengar penuturan kata dinda.
"Jangan nangis!!! Okey!!" Lanjutnya sambil menyeka air mata sidik
Dinda menghampiri fafa yang kini sedang menatapnya. Dinda tersenyum ramah begitu pun dengan fafa.
"Aku bersyukur bisa di pertemukan dengan kamu. Maaf kalau selama ini aku sering jail ke kamu. Jaga diri kamu baik-baik ya!! Jangan sungkan untuk membantu jika ada hantu yang meminta bantuan kamu!!" Ujar dinda, "Dan terima kasih juga, berkat kamu! Aku bisa bertemu dengan adikku"
"Gue juga bersyukur bisa punya temen hantu kayak lo!! Walaupun kadang suka ngeselin, tapi gapapa lah... Itu buat hiburan tersendiri bagi gue!" Balas fafa sambil terkekeh, "Lo tenang aja!! Ka dery aman sama kita-kita. Dia udah gue anggap seperti kaka gue sendiri" Lanjut fafa.
"Kalau begitu, aku pamit ya!! Jaga diri kalian baik-baik!!" Ucap dinda. Tiba-tiba saja, cahaya putih muncul di belakang dinda. Ia mundur perlahan kemudian langsung berbalik. Namun, baru beberapa langkah dinda berjalan, dery langsung memanggilnya.
"KA DINDA..!!!" Panggil dery, dinda langsung memutar badannya.
Greepp...
Dery langsung memeluk tubuh dinda, seakan-akan dirinya tidak mau merelakan dinda pergi. Dinda membalas pelukan dery dan ikut menangis.
Mereka semua yang melihat itu pun turut menangis. Bahkan kevin pun sampai menenangkan kiky dengan cara menepuk-nepuk pundak kiky.
Tak lama, dinda melepas pelukan dery. Ia mengusap air mata adikknya itu sambil tersenyum
"Tugas kaka sudah selesai, dan kaka harus pergi sekarang!"
"Apa kaka gak bisa di sini aja?" Tanya dery
Dinda menggeleng kemudian menggenggam tangan dery, "Ini bukan alam kaka, jadi kaka gak bisa selamanya di sini. Maaf kaka harus pergi" Ucap dinda sambil berusaha melepas genggaman di tangan dery
Dinda berjalan mundur, namun genggaman tangannya belum terlepas.
"Ka dinda...." Panggil dery, namun dinda hanya membalasnya dengan senyuman
Dinda terus berjalan mundur sampai genggaman tangannya terlepas, dery berusaha menggapainya lagi. Namun, dinda sudah menghilang di balik cahaya putih tersebut. Seketika cahaya itu menghilang.
Dery jatuh terduduk di lantai rumah fafa, sontak kiky langsung menghampiri kekasihnya itu.
"Ka dinda..." Panggil dery
"Ka dery... Ka dery... Udah ya!! Ka dinda udah pergi!!" Ucap kiky sambil memeluk dery
"Ka dinda pergi lagi" Gumam dery
"Ka!! Udah ya jangan sedih!! Disini masih ada aku, dan ada yang lainnya juga. Aku gak akan pernah ninggalin kaka!" Ujar kiky
David dan yang lainnya menghampiri kiky dan juga dery. David menepuk-nepuk bahu dery berusaha menguatkan sahabatnya itu. Begitu juga dengan sidik dan juga kevin.
"Mendingan kita duduk di sofa aja yukk!!" Ajak fafa
Mereka semua membantu dery untuk bangun, dan kemudian duduk di ruang keluarga.
__ADS_1