My Indigo

My Indigo
Basement


__ADS_3

Kini fafa dan kiky sedang berjalan-jalan di mall yang ada di jakarta. Fafa mengenakan kaos putih dan jaket bulu berwarna hitam, sedangkan kiky mengenakan kaos navy dan topi abu-abu.


Mereka berkeliling didalam mall dari mulai bermain permainan anak-anak, nonton bioskop, sampai makan disana.


Fafa melihat jam tangannya ternyata sudah menunjuklan pukul 8 malam. Mereka bergegas menuju basement, namun saat hendak menuju mobil, tiba-tiba fafa melihat bayangan hitam yang tak jauh dari mobilnya. Fafa merasakan aura yang begitu amat negatif disini.


"Ki, mendingan lo masuk mobil duluan, cepet!!" Kata fafa


"Tapi kenap-" Ucapan kiky terheti dikala fafa langsung menyelanya


"Udah cepetan masuk ke mobil" Kata fafa greget. Kiky menuruti perintah fafa.


Kiky memperhatikan fafa dari dalam mobil, kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.


Diluar mobil, fafa melihat ke sekeliling basement ternyata cukup sepi hanya ada dirinya dan kiky disini. Pandangan fafa terus melihat kearah bayangan hitam tersebut. Bayangan itu semakin mendekati fafa, suasana semakin mencekam. Bau anyir darah ditambah bau busuk menjadi satu di indera penciuman fafa.


"Mau apa lo" Kata fafa tanpa rasa takut sama sekali


"Gue mau lo mati.." Kata hantu itu


"Kenapa gue harus mati? Sedangkan gue gak punya salah sama lo"


"Lo udah ngusik keberadaan gue, sebelumnya belum pernah ada yang bisa lihat gue" Ucap hantu tersebut marah


"Sorry, gue gak pernah ngerasa ganggu lo, dan gue gak takut dengan lo. Sejatinya manusia lebih mulia dibandingkan SETAN" Celetuk fafa dengan menekankan kata 'Setan' di akhir kalimat


Kiky yang hanya mendengar suara fafa merinding sendiri didalam mobil. Tubuhnya gemetar, lain halnya dengan fafa. Cewek itu tidak takut sama sekali.


Fafa masih tidak bergeming dari pijakannya, sementara bayangan hitam itu semakin mendekat kearah fafa. Fafa bisa merasakan aura kemarahan dari bayangan hitam tersebut.


Tiba-tiba batu yang ada di basement melayang begitu saja kearah fafa, sontak kiky dibuat terkejut dengan kejadian itu.


"FAFA....." Teriak kiky dari dalam mobil.


Namun sayangnya batu yang terlempar itu tidak mengenai fafa sedikitpun. Kemudian fafa membacakan salah satu doa, setelah selesai membacakan doa terdengar suara jeritan seperti orang kesakitan dan dibarengi itu, sosok bayangan hitam itu pun menghilang.


Fafa masuk kedalam mobil dan langsung meningalkan area basement.

__ADS_1


"Lo gapapa?" Tanya fafa


"Seharusnya gue yang tanya itu ke lo"


"Gue mah udah biasa kali. Jadi yaa!! Seperti yang lo lihat, gue baik-baik aja" Kata fafa santai


"Sumpah yaa, faa!! Gue tuh takut banget tadi. Takut lo kenapa-napa tau" Ucap kiky kesal


"Udah gak usah dipikirin kejadian tadi" Ujar fafa menenangkan kiky


Mereka berdua melanjutkan perjalanan pulang kerumah dalam keadaan hening. Kiky mengantar fafa terlebih dahulu kerumahnya.


Setelah sampai dirumah fafa, kiky langsung berpamitan pulang. Namun di tahan oleh fafa.


"Mending tunggu 5 menit lagi deh" Kata fafa, kiky mengernyitkan dahinya bingung


"Lo liat diujung sana!!" Kiky mengangguk  langsung melihat kearah yang ditunjukan oleh fafa


"Lo liat dibalik pohon itu, disitu ada orang yang lagi ngincer lo. Kalo lo pergi sekarang, mungkin orang itu bisa ngerampok lo. Maka dari itu gue minta lo diem disini dulu, sampe gue minta bantuan sama orang-orang kompleks gue" Ucap fafa


"I-iya" Ucap kiky takut


"Halo pak, bisa ke blok D? Disini ada orang yang mencurigakan didekat rumah saya"


"....."


"Rumah saya cat putih nomor 18, bapak cepat kesini ya pak"


"....."


Tuut Tuut


Sambungan telepon terputus, tak lama datang dua security kompleks menghampiri mereka berdua. Kemudian fafa memberi tahu dimana keberadaan orang tersebut.


Tak lama kemudian dua security tersebut menangkap orang yang tadi dicurigai oleh fafa. Kemudian membawa orang itu ke pos keamanan.


"Dan sekarang lo aman" Kata fafa

__ADS_1


"Makasih ya fa, kalo lo gak ngasih tau, gak tau deh gue kaya gimana nanti di jalan"


"Pesan gue satu, dalam keadaan apapun, lo gak boleh berhenti di pinggir jalan baik itu jalan yang sepi atau ramai. Kalo lo mau berhenti sebentar, mending lo cari mini market atai sejenisnya" Kiky mengangguk, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan fafa sendiri didepan rumah.


***


Fafa masuk kedalam rumahnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah lima belas menit fafa keluar menuju ruang makan, disana sudah ada papa dan mamanya


Suasana diruang makan hening hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring. Memang seperti itu peraturan yang papanya buat, jika sedang makan tidak ada yang boleh berbicara.


Setelah makan malam selesai fafa menuju ruang tengah, membawa beberapa buku pelajaran dan juga beberapa cemilan yang akan menemani dirinya belajar.


Fafa melihat kehadiran sosok dinda yang berada di dekat tangga, fafa melambaikan tangannya menyuruh dinda untuk menghampirinya.


"Tadi pas di kantin, gue gak sengaja liat lo nangis, pas gue kejar lo dan gue cari-cari lo di sekitaran sekolah, lo malah gak ada" Ujar fafa sambil memperhatikan bukunya. Fafa tidak menyadari jika dinda sedang menahan tangisnya.


"Lo tadi kenapa nang-" Ucapan fafa terpotong dikala fafa mengetahui kalau dinda sedang menahan tangisnya


"Lah lah lah, dan sekarang lo mau nangis lagi? Sebenernya lo ini kenapa sih?" Tanya fafa greget


"A-aku kangen sama orang-orang terdekat aku... Hiks.. aku iri liat kamu bisa kumpul sama temen-temen kamu, aku iri liat kamu kumpul dengan keluarga kamu.. hiks... Aku sedih gak bisa ngelakuin itu lagi..." Ucap dinda sambil terisak, fafa bisa melihat kepiluan yang dialami oleh dinda


"Oke oke, sekarang gue mau lo nangis sekencang-kencangnya, sekuat tenaga lo, tapi tunggu gue ambil earphone gue dulu" Fafa beranjak dari ruang tengah, tak lama fafs kembali lagi dan duduk ditempatnya semula.


Dinda masih saja menangis, ya walaupun suara tangisannya hanya bisa didengar oleh fafa saja.


"Nangis sepuas lo, gak ada yang denger juga selain gue" Kata fafa


Dinda masih saja menangis hal tersebut membuat fafa jengkel. Tapi mau bagaimana lagi, fafa juga yang menyuruhnya untuk terus menangis.


Fafa membuka lembar demi lembar buku tulis dan buku paketnya, sampai dia tak sadar bahwa dinda sudah tidak ada disampingnya lagi.


"Dasar setan, datang gak permisi lagi, pergi juga gak pamit" Dengus fafa


Fafa melirik jam yang menempel pada dinding rumahnya, sudah menunjukan pukul sepuluh. Fafa buru-buru merapihkan bukunya dan kembali ke kamarnya.


Didalam kamar, fafa mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa. Sudah dia coba berkali-kali namun nyatanya tetap sama. Sampai jam dinakasnya menunjukan pukul satu dini hari, fafa belum juga bisa tidur. Fikirannya terus terisi oleh dinda.

__ADS_1


"Duh, ayo dong tidur" Ucap fafa pada dirinya sendiri


"Ah elah ini mata kenapa sih? Susah banget buat merem" Fafa berguling kesana kemari, dan tepat pada pukul tiga pagi fafa baru bisa tertidur.


__ADS_2