My Indigo

My Indigo
Khawatir


__ADS_3

Tokk... Tokk... Tokk...


Terdengar suara ketukan pintu, fafa langsung menoleh ke asal suara. Kemudian dia bangkit.


"Sebentar ya! Aku mau bukain pintu dulu" Ujar fafa, sidik mengangguk. Fafa berjalan menuju pintu dan segera membukakannya.


"Cari siap-.. Eh ka tiara! Kirain siapa yang dateng!?" Ucap fafa ketika mengetahui bahwa tiara lah yang datang


"Masuk ka, ka david ada di kamarnya" Lanjut fafa


Mereka berdua masuk ke dalam rumah, "Ka david.. ada ka tiaraa...." Teriak fafa kemudian duduk di samping sidik


"Ini mulut ya, serasa di hutan" Cibir sidik sambil mencubit pipi fafa


"Hehe maaf maaf" Jawab fafa cengengesan


Tak lama david keluar dari dalam kamarnya dan langsung menghampiri fafa, sidik dan juga tiara di ruang keluarga.


"Eh, sayangku udah sampe" Kata david


"Ihhh jijik dengernya" Cibir fafa


"Sirik aja kamu dek" Balas david, "Udah yuk yang, mending kita di taman belakang aja" Ajak david kepada tiara, tiara menurut ketika david menarik tangannya. Sedangkan fafa, dia mengerucutkan bibirnya.


Ddrrttt.... Ddrrtttt....


Ponsel fafa kembali bergetar, dia langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan yang masuk di ponselnya itu.


081xxx


Permainan segera dimulai. Bersiap-siaplah


Setelah membaca pesan tersebut, fafa menggenggam erat ponselnya, "Sampai kapan si peneror itu gangguin gue" Gumam fafa


"Ada apa fa?" Tanya sidik


"E..eh gak ada apa-apa kok" Ucap fafa berbohong


"Yakin gak ada apa-apa?"


"Iya"


Ddrrttt.... Ddrrttt...


Ponsel fafa kembali bergetar, fafa membulatkan matanya ketika melihat isi pesan dari nomor yang sama.


"Faa.. fafa..." Panggil david tiba-tiba sambil berlari ke arah fafa di susul oleh tiara di belakangnya


Sontak fafa langsung mematikan ponselnya, "Ada apa si ka, bisa pelan sidikit gak sih? Terus gak usah pake lari-lari segala" Gerutu fafa ketika david sudah duduk di sampingnya


"Liat ini!!" Ucap david dengan nafas yang terengah-engah


Fafa melihat isi pesan yang di tunjukkan david, fafa langsung membulatkan matanya. Pasalnya isi pesan tersebut sama dengan isi pesan yang ada di ponsel miliknya.


"I..ini kaka dapet dari siapa?" Tanya fafa


"kaka juga gak tau, tiba-tiba aja ada pesan masuk. Dan setelah kaka buka pesan tersebut, muncul foto kayak gitu" Jelas david


"Foto apa sih?" Tanya sidik penasaran


Fafa menyerahkan ponsel david dan juga ponsel miliknya. Kemudian sidik melihat isi dari kedua pesan tersebut.


"Isi pesan yang sama dari dua pengirim yang berbeda" Kata sidik


"Ini gak bisa di biarin!! Aku mau cari siapa pelakunya" Ucap fafa, namun saat fafa akan bangkit dari duduknya, tiara menahannya.


"Jangan gegabah, siapa tau ini jebakan" Ucap tiara


"Fafa gak bisa biarin papa di giniin ka!! Berani-beraninya dia nyekap papa kayak gitu" Ujar fafa dengan suara agak meninggi


"Iya, tapi kita cari tahu dulu siapa yang berbuat seperti itu" Ucap tiara lagi


"Ada apa sih ini ribut-ribut?" Tanya arum yang baru saja keluar dari kamarnya


"E..eh enggak mah, ini tadi ponsel david di ambil sama fafa" Kata david sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah fafa, tiara dan juga sidik


"Oh gitu, kirain mama ada apa!" Jawab arum, "Oh iya, papa kamu belum pulang?"


Degg...


Mereka berempat membeku ketika mendengar pertanyaan dari arum. Semuanya nampak berfikir untuk memberikan jawaban yang masuk akal kepada arum.


"P..papa.." Ucap fafa gugup


"Papa gak bisa pulang hari ini mah, karena ada meeting dadakan di bandung, tadi juga udah sempet telpon ke david" Ucap david asal


"Kok papa gak telpon mama?"


"Mungkin papa udah telpon mama, tapi mama gak angkat" Kini fafa yang menjawab


"Coba mama cek ponsel mama dulu" Ucap arum berlalu pergi menuju kamarnya.


"Gimana ini, kalo sampe mama tau kalau kita bohong!?" Ujar faf


"Berdoa aja supaya gak ketahuan" Balas sidik


Tak lama arum kembali menghampiri mereka berempat dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Fafa dan yang lainnya mulai merasa was-was karena telah membohongi arum.


"Ternyata ponsel mama mati, mama lupa mencargernya tadi" Ucap arum


Mereka berempat bisa bernafas lega, untung saja ponsel arum mati, kalau tidak? Bisa habis mereka berempat.


"Yaudah mama mau carger ponsel mama dulu ya!" Lanjut arum


"Iya mah"


"Iya tante" Ucap mereka bersamaan.


"Aduuhhh.... Aku gak bisa ngebayangin kalau sampe mama tau kita udah bohongin mama" Ucap fafa sambil menutup wajahnya


Sidik mengusap kepala fafa lembut, "Kamu tenangin diri kamu dulu ya!" Ucap sidik


Tiara pun sama, dia menyandarkan kepala david di bahunya, "Kita pikirin masalah ini nanti, benar kata sidik. Tenangin diri kalian dulu" Ujar tiara, david dan juga fafa mengangguk.


***


 


 


"Woyy vin, makanan gue ngapain lo abisin kampret" Cibir dery ketika mengetahui makanannya telah di habiskan oleh kevin


 


 


"Yaelah udah napah biarin" Jawab kevin acuh


 


 


"Yaa kira-kira atuh vin, makanan sebanyak itu lo abisin semua"


 


 

__ADS_1


"Udah-udah, biarin aja. Ka kevin harus banyak makan" Ucap kiky


 


 


"Bener tuh kata kiky" Sambung kevin


 


 


"Kok kamu malah belain dia sih?" Kata dery ketus


 


 


"Aku gak belain ka kevin, emang bener ka kevin harus banyak makan. Karena menjomblo dan jadi nyamuk di antara kita juga butuh tenaga" Celetuk kiky


 


 


"Hahahaha... ****** lo vin" Dery tertawa puas mendengar ucapan dari kiky, sementara kevin? Dia melemparkan snack yang sedang dia makan.


 


 


"Puas lo puas der?" Kevin memberenggut kesal


 


 


"Hahaha, sebenernya gua belum puas buat ketawain lo, tapi pas liat muka lo kayak gitu jadinya gua udahan aja ketawanya" Ujar dery


 


 


"Awas ya lo-"


 


 


Prang...


 


 


Tiba-tiba saja vas bunga yang ada di atas nakas terjatuh dengan sendirinya. Hal tersebut membuat dery, kiky dan juga kevin terkejut.


 


 


"Der, kok vas bunga lo bisa jatoh sih? Padahal gak ada angin" Ucap kevin


 


 


"Gue juga gak tau" Jawab dery


 


 


 


 


Mereka bertiga kembali terkejut mendengar suara gebrakan pintu yang tertutup terbuka lalu tertutup lagi.


 


 


"Der, lo jangan bercanda sama kita-kita ya" Kata kevin


 


 


"Apanya yang bercanda sih vin? Gua dari tadi diam aja di sini"


 


 


"Pintu rumah lo pake remot kan? Itu pasti lo kan yang mainin"


 


 


"Ngaco lo, lo kira rumah gue kayak rumah di film home alone yang semuanya pake remot" Jawab dery ketus. Sementara sedari tadi kiky sudah ketakutan


 


 


"Lah, terus siapa yang buka tutup pintu lo? Lo sendirian kan di rumah?" Tanya kevin memastikan


 


 


"Iya gue sendirian"


 


 


Sreett...


 


 


Sekelebat bayangan melintas di hadapan mereka bertiga. Dery, kevin dan juga kiky terkejut melihatnya.


 


 


"K..ka kevin liat apa yang gue liat kan?" Tanya kiky


 


 


"I..iya gue liat" Jawab kevin

__ADS_1


 


 


Sreettt....


 


 


"Aaaaaa....." Terian kiky ketika bayangan itu kembali melintas di hadapan mereka, kali ini terlihat kebih jelas.


 


 


"D..der.. kenapa rumah lo jadi horor gini?" Tanya kevin yang mulai ketakutan, dery menggidikkan bahunya


 


 


"Ka dinda... Itu kaka kan?" Tanya dery memastikan


 


 


"Ka dinda...." Panggil dery


 


 


"Hi...Hi...Hi...."


 


 


Terdengar suara perempuan tertawa, suara itu sangat kencang sampai-sampai mereka bertiga menutup telinga.


 


 


Kevin langsung berpindah duduk di samping kiky


 


 


"K..ka, i..itu suara siapa?" Tanya kiky yang sudah ketakutan dari tadi


 


 


"Aku juga gak tau" Jawab dery


 


 


Kiky langsung mengeluarkan ponselnya dan mencari-cari kontak nama yang ia ingin tuju.


 


 


"H..halo..." Ucap kiky


 


 


"Halo, ada apa ky?" Tanya orang dari sebrang sana


 


 


"F..fa tolongin kita bertiga.."


 


 


"Lo kenapa? Lo dimana?" Tanya fafa


 


 


"Gue lagi sama ka dery sama ka kevin juga, gue lagi di rumahnya ka dery. Kita bertiga lagi di ganggu fa" Ucap kiky lirih


 


 


"Yaudah- yaudah kalian bertiga tenang ya, gue ke sana sekarang"


 


 


"G..gue takut faa!!!"


 


 


"Lo tenang, gak akan terjadi apa-apa. Okey!" Ucap fafa berusaha menenangkan, "Yaudah gue siap-siap dulu"


 


 


Tuutt... Tuutt... Tuutt...


 


 


Kiky memutuskan sambungan telponnya, dan menyembunyikan wajahnya di lengan dery. Sedangkan kevin, sedari tadi dia terus saja melafalkan doa-doa yang dia bisa


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2