
Sudah satu minggu fafa terbaring di rumah sakit dan belum ada tanda-tanda bahwa fafa sadar dari komanya. David tidak bosan-bosannya menemani fafa di rumah sakit, begitupun teman-temannya. Karena sekolah sudah mulai diliburkan.
"Kamu kapan bangun fa..? Ini udah satu minggu kamu koma, tapi kamu belum sadar juga" Ucap david sendirian
"Kamu gak kasihan sama kaka, setiap hari kaka ngomong sendirian, kaya orang gila tau fa.." Ujar david sambil terkekeh kecil, "Kemarin kaka juga yang ngambil rapot kamu, kamu tau gak pas kaka sampe di sekolah itu kaya gimana? Kaka sama sidik tuh sampe di kerubungin sama cewek-cewek faa,, kalau kamu liat pasti kamu jengkel" lanjutnya
"Yaudah kalo gitu kaka pergi sebentar dulu ya..!! Cepat sadar adik kecilku" Ucap david sambil mengecup kening fafa.
Setelah kepergian david, tak lama sidik datang dengan satu bucket bunga ditangannya, dia meletakan bunga itu di nakas samping brangkat fafa.
"Nyenyak banget si tidurnya... Ini gak seperti yang di film-filmnya puteri salju kan, setelah di cium terus bangun" Ujar sidik terkekeh "Hampir setiap hari gue dateng kesini buat mastiin lo udah sadar apa belum, dan ternyata belum... Mimpiin apa si lo fa disana sampai-sampai gak mau bangun, apa lo ketemu pangeran berkuda terus nikah sama dia? Iya?" Tanya sidik
Tak lama kiky datang dengan dery dan kevin. Kiky membawa sekatung plastik makanan.
"Haii faa.., lo gak kasihan sama om, tante sama ka david juga. Asal lo tau semenjak lo masuk rumah sakit terus koma ka david sering ngelamun, kadang uring-uringan gak jelas, bahkan nih ya!! Berat badan ka david sampe turun tau faa... Dia gak mau makan kalo gak dipaksa faa" Ujar kiky sambil menahan air matanya agar tidak jatuh
"Sebenarnya gue paling gak suka sama yang namanya nangis, tapi gara-gara lo, gue jadi suka nangis fa... Hiks..." Lanjut kiky
.
.
"Sudah waktunya kamu kembali kedunia mu" Ucap kakeknya
"Aku tidak mau berpisah dari kakek"
"Kamu tidak bisa berada disini terus. Ini bukanlah alam mu. Kamu harus kembali untuk melindungi keluarga dan teman-teman mu. Kau harus menjalankan tugasmu sebagai anak indigo" Jelas sang kakek
"Tapi aku tidak mau berpisah dari kakek....aku tidak mau kembali... Aku lelah kek.." Rengek fafa
"Kakek tidak akan pergi kemana-mana, fafa. Percayalah kalau kakek selalu berada disisimu. Kakek akan selalu ada dihatimu" Ucap sang kakek lembut
"Janji kakek tidak akan meninggalkan fafa?" Tanya fafa
Kakek menganggukkan kepalanya lembut, "Tentu saja sayang. Apa kau tidak percaya pada kakek?"
"Aku selalu percaya psda kakek"
"Kalau begitu kamu harus kembali sekarang. Keluarga dan teman-teman mu membutukanmu" Ucap sang kakek
"Baiklah kek, berjanjilah jika kakek akan selalu mendukungku dan tidak anak pernah meninggalkanku" Ucap fafa
"Tentu saja,, sekarang waktunya kamu kembali"
Fafa mengangguk, ia kembali memeluk kakeknya erat kemudian perlahan-lahan tubuhnya mulai transparan dan lama kelamaan menghilang.
"Semoga kau berhasil, cucuku. Kakek akan selalu mendoakanmu" Gumam kakek
.
.
Tiba-tiba saja tubuh fafa mengejang, hal tersebut membuat semua orang yang ada di ruangan fafa terkejut. Kevin segera memanggil dokter.
"Dokteerrr" panggil kevin
__ADS_1
"DOKTEEERRRR" Panggilnya sekali lagi
"Kemana sih semua dokter, lama amat" Gerutu kevin
Tak lama dokter pun datang bersama beberapa suster dibelakangnya.
"Saya mohon semuanya keluar dari ruangan ini" Ucap suster itu
Semuanya keluar dari ruangan fafa, kiky tidak henti-hentinya menangis melihat fafa kejang seperti tadi, dia takut akan terjadi apa-apa pada sahabatnya itu.
Terlihat david dan kedua orang tua fafa berlari di ujung koridor mereka terlihat khawatir dengan keadaan fafa.
"Kenapa fafa bisa kejang dik" Tanya david setengah emosi
"Vid, tenangin diri lo, kita semua juga gak tau" Ujar kevin
"Sudah, sayang tenangin diri kamu. Lebih baik kita berdoa agar fafa tidak kenapa-napa" Ucap papanya.
Dokter frans keluar dari ruangan fafa, dan langsung memeluk tubuh yusuf kakanya.
"Alhamdulillah, berkat doa dari kalian semua, kini fafa sudah melewati masa komanya, dan kurang lebih 1 atau 2 jam lagi fafa akan segera sadar" Ucap dokter frans
Semua orang yang berada di situ bernafas lega, david sampai terduduk di lantai. Kedua orang tuanya saling berpelukan, begitu juga dengan teman-temannya.
"Tapi kenapa fafa bisa kejang seperti tadi?" Tanya sidik
"Itu karena benturan keras yang dialami oleh fafa, tapi jangan khawatir fafa tidak apa-apa" jelas dokter frans
"Apa kami boleh masuk?" Tanya mama arum
"Silahkan ka!!" Jawab dokter, "Baik kalau begitu saya permisi, jika ada apa-apa bisa langsung panggil saya" Lanjut dokter
***
Kini mereka semua berada di dalam ruang inap fafa, Mereka semua bisa bernafas lega karena fafa bisa melewatkan masa komanya. Kedua orang tua fafa sedang pergi keluar membeli makanan, david duduk dikursi yang ada di samping brangkar milik fafa, sedangkan yang lain duduk di sofa yang disediakan rumah sakit.
"Kalau ngantuk tidur aja kii" Celetuk david
"E...eh enggak kok kaa" Ucap kiky gelagapan
"Mata lo gak bisa bohong ki,," Kata kevin yang ikut bersuara
Dery melihat kearah kiky, dan menepuk-nepuk pahanya, kiky tampak ragu tapi dengan cepat dery merebahkan kepala kiky dalam pangkuannya. Kiky terkejut dengan perlakuan dery terhadapnya, saking terkejutnya kiky tidak bisa melakukan apa-apa.
"Kalau ngantuk tidur!! Gak usah maksain" Bisik dery di samping telinga kiky. Kiky hanya mengangguk, lidahnya sangat kaku untuk berbicara
Kevin yang melihat itu terkekeh, dia tidak menyangka jika dery bisa seperti itu terhadap cewek.
Dery mengelus puncak kepala kiky, kiky merasa nyaman berada di pangkuan dery, tak lama kemudian kiky tertidur pulas.
Feri datang dengan membawa satu kantong plastik minuman dan juga cemilan, david mengernyitkan dahi bingung. Lalu melirik kearah dery dan juga kevin.
"Oh iya gue lupa bilang, dia ini namanya feri... Dan feri kenalin dia david kakaknya fafa" Ucap kevin memperkenalkan
Kemudian feri menjabat tangan david, begitu juga dengan david.
__ADS_1
"Feri ini yang nolongin fafa, waktu dia pingsan di taman belakang sekolah" Jelas kevin
"Fafa pingsan ditaman belakang sekolah?" Gumam sidik
"Kenapa fafa bisa pingsan?" Tanya david penasaran
"Hmm gini ka gue jelasin" Ucap feri
*Flashback On
Feri sedang berjalan di taman belakang sekolah sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba feri mendengar suara ponsel yang berdering, itu bukan berasal dari ponsel feri. Dia mengedarkan pandangannya dan melihat sebuah ponsel yang tergeletak disana. Feri mengambil ponsel tersebut dan melihat siapa yang menelpon. Disana tertera nama kiky yang menelpon ke ponsel ini, feri berfikir ponsel milik siapa ini. Dia melihat kesana kemari namun tidak menemukan siapapun, namun saat feri berbalik dirinya melihat seorang wanita yang tergeletak tak berdaya di tanah, sontak feri langsung menghampiri wanita itu. Dan betapa terkejutnya feri saat dia membalikan tubuh wanita itu dan yang dilihat wanita itu adalah fafa si anak baru di sekolahnya.
"Kenapa dia bisa pingsan disini? Dan kenapa kaki dia terluka?" Batin feri
Dirinya langsung membawa fafa ke ruang uks, dan berusaha menghubungi kiky melalui ponsel milik fafa.
Setelah kedatangan kiky, feri pamit untuk keluar sebentar, akan tetapi saat feri hendak menuju ruang uks lagi, dirinya melihat fafa yang sedang berjalan dengan bertumpu pada dinding.
Brukk
Feri melihat fafa terjatuh dan langsung menghampirinya, dia melihat luka yang ada di kaki fafa kembali berdarah lagi, kemudian feri mengulurkan tangannya kearah fafa, sontak hal tersebut membuat fafa mendongakkan kepalanya.
"L...lo feri kan?" Tanya fafa
"Iya gue feri, lo ngapain pergi dari uks?"
"G..gue mau cari lo buat bilang makasih karena udah nolong gue"
"Yaudah sama-sama, sekarang lo mending balik lagi ke uks, ayo gue bantu" Ujar feri
Mereka kembali ke uks namun saat fafa berada di depan pintu uks, dia langsung terlonjak kaget, ntah dia melihat apaa, fafa berjalan mundur dan menabrak dada bidang milik feri.
"Fer.. gue gak mau masuk" Ujar fafa
"Loh kenapa gak mau masuk fa? Lo harus obatin luka lo!!" Ucap feri heran
"G..gue gapapa fer!! Intinya gue gak mau masuk" Setelah mengucapkan itu, fafa langsung berlari dengan sisa tenaganya.
Setelah itu feri tidak melihat fafa lagi di sekolah.
Flashback Off*
Mereka semua mendengarkan cerita feri dengan sangat fokus, sidik yang duduk menghadap pintu masuk ruangan fafa tiba-tiba saja melihat bayangan hitam yang melintas di depan ruangan fafa
"Mau kemana lo dik?" Tanya david yang melihat sidik bangkit dari duduknya
"Panggilan alam, lo semua jagain fafa" Ujar sidik
Mereka semua yang ada disitu sudah paham jika sidik berkata seperti itu, lain halnya dengan feri dia mengernyitkan dahinya bingung.
"Ka sidik mau kemana, dia?" Tanya feri penasaran
"Yaa! Biasa kalau begitu dia matanya jelalatan" Celetuk dery asal.
Takkk
__ADS_1
Kevin menjitak kepala dery sampai dery meringis kesakitan.
"Sidik itu indigo, biasanya kalau dia pergi tiba-tiba kaya tadi, dia ngeliat sesuatu yang menurutnya mencurigakan" Jelas kevin, feri hanya mengangguk mengiyakannya