
Akhirnya mereka berempat sampai di rumah, setelah 1 jam lamanya di perjalanan. Sidik berusaha membangunkan fafa yang masih saja tertidur.
"Fa!! Bangun udah sampe" Ucap sidik sambil menepuk pelan pipi fafa
"Eh.. udah sampe ya!" Gumam fafa
"Iya udah sampe, kebo" Cicit david
Mereka berempat keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah.
"Kok kalian baru sampe sih?" Tanya arum
"Iya mah, tadi fafa abis ngusir serangga-serangga kecil dulu. Jadinya agak lama" Jawab fafa asal
Sidik, david dan juga tiara hanya geleng-geleng kepala.
"Yasudah ayo kita makan,barang-barang kalian biar pak usman yang beresin" Ucap arum
"Yeeyyy... Makan..." Ucap fafa sumringah
"Kalau urusan makan aja, paling dulu. Tapi kalau tidur susah di banguninnya" Cibir david
"Udah-udah, jangan grutu terus ah. Gak baik" Ujar tiara
"Hehehe... Iya sayang iya!!"
Mereka semua pergi menuju meja makan yang disana sudah ada yusuf sedang menunggu mereka sambil memainkan ponselnya.
"Hai pah," Sapa fafa dan david bersamaan sambil memeluk yusuf
"Hai om" Sambung sidik
"Hai, sidik. Gimana keadaan kamu?" Tanya yusuf
"Alhamdulillah, saya sudah baikkan om"
"Syukur deh, ayo kita makan. Tiara ayo makan" Ujar yusuf
"Oh, iya om" Jawab tiara
***
Karena hari ini, adalah hari cuti bersama. Sejak pagi tadi, kiky sudah berada di rumah dery. Niatnya hari ini dia akan menghabiskan waktunya bersama dery. Kiky sedang berkutat di dapur rumah dery untuk membuatkan makanan untuk dery.
Setelah selesai membuat makanan untuk dery, kiky beranjak menuju kamar dery. Sesekali ia mengedarkan pandangannya ke penjuru rumah tersebut.
"Rumah sebesar ini dia cuma tinggal sendiri" Gumam kiky
Kiky masuk kedalam kamar dery yang tidak di kunci, dan langsung duduk di tepian tempat tidur dery untuk membangunkan sang empu
"Huff.. udah jam 11 siang tapi belum bangun juga ini anak" Grutu kiky
__ADS_1
"Ka...!! Bangun!" Ucap kiky sambil mengguncangkan tubuh dery
"Ka... Bangun ih, udah siang juga gak mau bangun" Grutu kiky
"Ayo bangun!! Kalau gak mau bangun, aku pulang nih!" Ancam kiky
Greeppp
Saat kiky akan beranjak dari tempat tidur dery, tiba-tiba saja dery memeluknya dari samping.
"Jangan pergi" Ucap dery lirih
"Kamu kenapa ka?" Tanya kiky bingung
Kiky membalas pelukan dery dan mengelus puncak kepala dery.
"Kenapa kaka berpikiran kalau aku bakal ninggalin kaka?"
"Aku takut aja kalau tiba-tiba kamu pergi ninggalin aku, kayak ayah, ibu sama ka dinda" Ucap dery
"Aku gak akan pergi" Jawab kiky
"Aku kangen sama ayah, ibu sama ka dinda juga. Aku kepengen bisa kumpul lagi sama mereka bertiga" Gumam dery, "Kadang aku suka iri liat teman-teman aku yang bisa kumpul sama keluarga mereka, sedangkan aku? Jangankan kumpul, buat liat wajah mereka bertiga aja cuma bisa lewat foto" Lanjut dery berusaha menahan tangisnya.
__ADS_1
"Nangis ka! Nangis. Kalau nangis bikin perasaan kaka menjadi lega. Jangan di pendem, keluarin semuanya yang kaka rasain, keluarin keluh kesah kaka! Aku siap buat dengerin semua unek-unek kaka!" Ucap kiky
Dery mengeratkan pelukannya ketika ia mulai terisak, kiky membalas pelukan dery berharap dirinya bisa memberikan kekuatan untuk dery.
Tanpa mereka sadari, ada yang sedang memperhatikan interaksi mereka berdua. Dinda! Yaa.. itu adalah dinda, sedari tadi dia ada di kamar dery, dinda menangis disana, hatinya merasa sakit ketika melihat dery menangis sepeti itu.
"Kaka juga kangen sama kamu dek, kamu harus jadi anak yang kuat. Kaka akan selalu ada di dekat kamu" Ucap dinda yang tidak bisa di dengar oleh kiky dan juga dery
Tak lama kiky melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi dery, manik mata mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain.
"Kaka harus kuat demi mereka bertiga, kaka gak boleh lemah! Buat mereka bangga. Kaka gak usah takut, ka dinda pasti akan selalu ada di dekat kaka, bahkan ada di hati kaka" Ucap kiky.
Dinda berjalan mendekati mereka berdua, kemudian ia mengelus puncak kepala dery, sedangkan dery! Dia memejamkan matanya ketika dia merasakan ada yang mengelus puncak kepalanya.
"Iya aku percaya kalau ka dinda ada di dekat aku, karena aku merasakan jika ka dinda sekarang sedang mengelus kepala aku" Ujar dery, dan kiky pun mengangguk tersenyum.
"Yaudah, sekarang kaka mandi. Terus makan ya!" Kata kiky, dery mengangguk. Kemudian kiky beranjak dari kamar dery, sedangkan dery pergi kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kiky menunggu dery di ruang keluarga sambil menononton film kesukaannya. Kiky mengambil jus yang tadi sempat ia buat, tiba-tiba saja ada sebuah kertas yang jatuh mengenai kakinya. Kiky mengambil kertas itu dan membulatkan matanya, kemudian dia membaca isinya.
Aku titip dery sama kamu, aku harap kamu bisa menyayangi dia seperti aku menyayanginya. Buat dia selalu tersenyum, jadilah tempat untuk dia berkeluh kesah. Kamu wanita baik. Semoga kamu bahagia bersama adikku
"Terima kasih ka dinda, aku akan selalu ada di samping ka dery, aku akan selalu menyayangi ka dery. Kaka juga wanita baik" Gumam kiky, tak terasa air matanya kembali jatuh
"Kamu kenapa nangis?" Tanya dery yang tiba-tiba saja muncul di anak tangga, sontak kiky langsung menyembunyikan kertas tersebut.
"Ah.. enggak kok, itu! Tadi filmnya sad ending jadinya aku ikutan nangis" Ucap kiky berbohong.
"Yaudah, kalau gitu. Ayo kaka makan sekarang" Ujar kiky
Mereka berdua berjalan ke meja makan. Kiky mengambilkan nasi dan juga lauknya yang tadi ia masak kemudian menyerahkannya kepada dery.
"Kamu gak makan?" Tanya dery
"Aku udah makan tadi"
"Ini kamu deliv ya!? Gak mungkin ini masakan kamu" Tuduh dery
"Enak aja! Gak liat nih tangan aku sampe kepotong gini" Balas kiky tidak terima sambil menunjukkan jarinya yang terpotong
"Uluh... uluh... kacian" Ledek dery, "Nih, kamu juga harus makan... Aaa...." Lanjut dery sambil menyodorkan makanannya
Kiky membuka mulutnya, namun saat sendok itu sudah mendekatinya, dery malah memasukan makanan itu ke dalam mulutnya sendiri.
"Iihhh.... Ngeselin banget sih" Grutu kiky
"Hehehe, maaf.. maaf... Ayo buka mulutnya lagi"
"Gak mau" Tolak kiky
"Aaaaaa...."
"Gak mau" Ucap kiky sambil merapatkan mulutnya
"Pesawat mau lewat... Aaaaa" Kata dery, namun kiky menggeleng.
Dery tidak kehabisan akal, dia terus mencoba cara lain agar kiky mau membuka mulutnya.
"Kereta api mau lewat.. gujes.. gujes... Pong.. pong..." Kiky masih saja tidak mau membuka mulutnya.
Dery menghembuskan nafasnya kasar, kini dirinya kehabisan akal. Dery pasrah
"Ayo dong, yang. Buka mulutnya! Tangan aku mulai pegel nih" Rengek dery
Kiky memang menyadari jika tangan dery sudah mulai bergetar, kemudian kiky membuka mulutnya dan dery langsung menyuapi kiky.
__ADS_1
Hari itu, kiky dan juga dery menghabiskan waktu libur mereka untuk berdiam diri di rumah dery sambil bermain ps, bermain permainan anak-anak, menonton film horor, dan melihat album foto dery ketika waktu kecil.