
Setelah makan bersama, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, kecuali fafa. Dia lebih memilih membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum ikut berkumpul bersama yang lainnya.
Tak lama fafa keluar dengan menggunakan kaos berwarna hitam.
"Ka sidik kemana?" Tanya fafa
"Oh.. dia keluar, katanya mau cari angin" Jawab kevin, fafa menghembuskan nafasnya kasar.
"Yaudah, gue mau cari ka sidik dulu ya!" Ucap fafa
Fafa berjalan menuju pintu utama, namun saat fafa baru saja membuka pintu, dia melihat ada sebuah paket lagi yang di letakkan di dekat pintu rumahnya.
Fafa langsung membuka paket itu, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat isi paket itu. Disana ada foto teman-temannya dan terdapat tubuh kelinci yang sudah tidak ada kepalanya.
Ddrrrtttt... Drrrtttt....
Ponsel fafa bergetar, fafa melihat disana tertera Nomor Tidak Diketahui. Langsung saja fafa mengangkat telepon itu.
"Halo.. manis, apakah kamu sudah menerima paket yang ku kirimkan?" Terdengar suara seseorang di ujung sana, namun suara itu di samarkan
"Maksud lo apa ngirim paket kayak gini ke rumah gue? Dan sebenarnya lo ini siapa?" Tanya fafa datar
"Santai saja cantik, kamu tidak usah tahu siapa saya"
"*******, siapa lo?" Umpat fafa
"Hoho... Jangan mengumpat seperti itu, tidak baik untuk wanita secantik kamu. Hmm... Bagaimana dengan paket yang aku kirimkan? Kamu suka bukan?"
"Maksud lo apa ngirim paket kayak gini? Gak lucu" Bentak fafa
"Aku hanya ingin bermain-main dengan mu.."
"*******!!" Teriak fafa
Tuutt... Tuutt... Tuutt...
Orang itu langsung memutuskan sambungan teleponnya, david dan yang lain menghampiri fafa ketika mendengar suara teriakan fafa.
"Kamu kenapa fa?" Tanya david
"A..aku, dapet paket teror lagi ka!" Jawab fafa
"Paket? Teror?" Tanya kiky
"Sini kaka liat" Ucap david, fafa menyerahkan kotak tersebut.
Kemudian mereka melihatnya bersama-sama. Alangkah terkejutnya kiky, dery, kevin dan juga tiara yang melihat itu. Bahkan tiara sampai menutup wajahnya saking takutnya.
"Sialan, ngapain pake foto kita segala? Udah gitu pake kelinci yang udah gak ada kepalanya juga" Grutu Kevin
"Main main itu orang" Sambung dery
"Eh... Hmmm mending kalian masuk lagi ya!! Masalah teror ini gak usah di ambil pusing" Ucap fafa, "Biar gue yang nyelesain ini semua, gue janji" Lanjut fafa
"Tapi fa, ini juga menyangkut kita-kita fa.. gue gak bakal biarin lo nyelesain masalah ini sendirian" Ujar kiky
"Kalian semua harus percaya sama gue! Kalian gak usah khawatir. Masalah teror ini biar gue sendiri yang nyelesain. Okey!" Jelas fafa memberi pengertian, "Udah mending kalian masuk, gue mau cari ka sidik dulu"
Setelah mengatakan itu, fafa pergi meninggalkan mereka semua. Fafa berjalan kaki menyusuri area kompleks perumahannya guna mencari keberadaan sidik. Di sepanjang jalan, fafa selalu melihat hantu-hantu yang sedang berkeliaran. Ada yang sedang bersandar di pohon, ada yang sedang berjalan berdampingan dengan dirinya, ada juga yang sedang menggendong anaknya.
Ketika fafa sampai di taman kompleks, fafa mengedarkan pandangannya ke setiap sudut taman berharap menemukan sidik disana. Dan ternyata benar, sidik ada disana. Dia sedang tiduran di atas rerumputan dengan tangan sebagai alas kepalanya.
Fafa berjalan menghampiri sidik dan dudu di sebelahnya. Sidik membuka matanya kemudian melirik sebentar ke arah fafa lalu ia memejamkan matanya kembali.
"Ka.." Panggil fafa, namun tidak ada jawaban dari sidik
Fafa menghadap kearah sidik, "Kamu marah sama aku, ka?" Tanya fafa
"Kalau kamu marah, aku minta maaf. Lagi pula memar di tangan aku gak terlalu sakit kok, besok juga udah ilang memarnya. Lain kali aku gak bakal ngulangin itu lagi" Ucap fafa pelan sambil menunduk
"Kaka jangan diam terus, aku paling gak bisa kalau di diemin kayak gini".
Tiba-tiba saja fafa merasakan usapan di kepalanya, fafa langsung mendongak dan melihat siapa pelakunya. Dan ternyata itu adalah sidik, sidik sedang tersenyum kearah fafa.
"Kaka marah sama aku?" Tanya fafa lagi
"Aku gak akan bisa marah sama kamu" Celetuk sidik
"J..jadi, kamu gak marah?" Tanya fafa, dan sidik hanya menggeleng
"Tapi kalau kamu gak marah, kenapa sikap kamu berubah jadi dingin gitu?"
"Aku cuma pengen ngetes kamu aja, aku kira pas aku ninggalin kamu, kamu mau ngejar aku? Eh ternyata enggak.. huff.. menyedihkan!" Jelas sidik
"Hahaha, ciee pengen di kejar.." Canda fafa, "Eh.. terus kamu ngapain di taman? Kan yang lain semuanya kumpul di rumah" Tanya fafa lagi
"Enggak ngapa-ngapain sih, cuma tadi aku liat hantu... Aku kira dia hantu yang kita temuin di gudang, eh ternyata bukan" Ujar sidik
__ADS_1
"Oohh.. gitu"
***
"Kira-kira si fafa bakal nyari sidik kemana ya?" Tanya kevin
"Yaelah paling juga di taman kompleks dia mah" Jawab david
"Tapi kok lama banget ya?" Tanya kiky
"Bentar lagi juga pulang" Jawab david, "Nah itu dia panjang idungnya. Baru di omongin udah langsung muncul aja!"
"Kenapa?" Tanya sidik bingung
"Gapapa, kita semua nungguin lo sama fafa nih" Ucap dery
"Ngapain nunggu kita?" Tanya fafa
Fafa dan sidik ikut berkumpul di ruang keluarga bersama david dan yang lainnya.
"Eh, lo gak kasihan apa sama gue? Ngenes banget gue disini." Cicit kevin
"Kan gue bilang vin, sana cari cewek" Balas dery
Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba saja satu notif pesan masuk di ponsel fafa.
081xxx
Kita akan bermain-main cantik, tunggu permainan dari ku
Fafa membaca isi pesan itu, "*******!!" Umpat fafa
__ADS_1
"Lah, lo ngatain kita ******* fa?" Tanya kevin
"Eh.. eh.. bukan kalian, ini nih gue lagi baca berita di internet tentang bayi yang di buang di dalam kardus itu loh" Bohong fafa.
"Oh, kirain."
"Yaudah gue mau ke kamar bentar ya!" Ucap fafa kemudian beranjak pergi ke kamarnya.
Sidik yang melihat gelagat fafa yang agak aneh kemudian menyusul fafa ke kamarnya.
"Gue susul fafa dulu ya!" Ucap sidik
"Sip" Jawab david
Sidik sampai di depan pintu kamar fafa, sidik mengetuk-ngetuk pintu kamar fafa.
"Fa..." Panggil sidik
"Kenapa?" Teriak fafa dari dalam kamar
"Boleh aku masuk?"
"Yaudah masuk aja pintunya gak di kunci. Aku lagi di balkon"
Sidik masuk kedalam kamar fafa, dia langsung menuju balkon kamar fafa.
"Kamu ngapain di balkon?"
"Lagi kepengen aja"
"Kamu gak lagi nyembunyiin sesuatu kan?" Tebak sidik
Tubuh fafa langsung menengang ketika sidik bertanya seperti itu
"E..engga kok"
"Yakin?" Tanya sidik dengan sorot mata yang tajam dan serius
Fafa tidak tahan jika sidik sudah seperti ini, dia lebih baik mengatakan semuanya. Fafa menyerahkan ponselnya kepada sidik.
"Teror lagi?" Tanya sidik
Fafa mengangguk, "Tadi juga, sebelum aku nyari kamu ke taman, aku juga dapet paket yang isinya teror juga"
"Kenapa kamu gak ngasih tau dari tadi?"
"Maaf"
"Yaudah...yaudah... Kamu jangan takut. Gak usah kamu anggap serius semua teror itu. Mungkin itu cuma orang iseng aja" Ujar sidik, fafa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, namun di dalam hatinya! Dia merasa was-was atas teror itu.
"Yaudah kalau gitu senyum dong, aku lebih suka liat kamu senyum" Ucap sidik sambil mencubit kedua pipi fafa. Fafa pun tersenyum, namun fikirannya tetap saja pada teror itu.
"Gimana aku gak mau takut, ka? Kalau teror itu melibatkan keluarga aku, teman-teman aku bahkan kamu juga terlibat." Batin fafa
__ADS_1