
Fafa terbangun dari tidurnya. Malam ini tidurnya sangat nyenyak sekali. Dia meregangkan otot-ototnya, kemudian beranjak dari tempat tidur menuju balkon. Fafa menghirup udara segar pagi ini. Seketika dia baru menyadari dengan pakaian yang ia kenakan sekarang. Bukankah semalam dirinya masih menggunakan gaun pengantin? Dan sekarang? Fafa sudah berganti pakaiannya menggunakan kaos panjang selutut, kapan dirinya berganti pakaian? Seketika fafa membulatkan matanya, dia langsung masuk ke dalam kamar, namun saat hendak masuk, fafa bertubrukan dengan sidik yang ternyata berdiri di depan jendela yang menghubungkan antara balkon dan kamarnya.
"Kamu abis ngapain?" Tanya sidik
"E...eh... Hmm... Itu... Anu... Aku abis liat suasana di luar hotel" Jawab fafa gugup
"Aku boleh tanya sesuatu gak?" Ucap fafa pelan
"Mau tanya apa?"
"I..itu... Hmm... Semalam siapa yang gantiin baju aku?" Tanya fafa hati-hati
Sidik menaikkan sebelah alisnya dan menyunggingkan senyumnya. Sidik menutup jendela kamarnya kemudian berjalan perlahan ke arah fafa. Sontak fafa berjalan mundur ketika sidik terus berjalan ke arahnya sampai punggung fafa membentur tembok, sidik menyisipkan jarak di antara mereka berdua. Wajah fafa memerah karena sidik begitu dekat dengannya.
Kemudian sidik mendekatkan wajahnya di telinga fafa. Sontak fafa memejamkan matanya.
"Semalam yang gantiin baju kamu.... Mama yang gantiin!!" Bisik sidik di telinga fafa.
Cupp....
Sidik langsung mencium pipi fafa, fafa semakin gugup di buatnya.
"A...aku... Mau mandi dulu..." Ucap fafa kemudian berlalu pergi menuju kamar mandi.
Ddrrttt... Ddrrttt....
Sidik menoleh ke sumber suara, dimana ponselnya berada. Dia melihat ponselnya dan langsung menerima panggilan tersebut..
"Halo..." Ucap seseorang di seberang sana
"Halo.. ada apa?" Tanya sidik
"Kami telah menemukan tempat orang yang sudah menabrak istri anda. Bahkan kami juga melihat mobil itu disini" Ujar orang itu
"Kirimkan lokasi kalian. Saya akan segera kesana!" Sidik langsung memutuskan panggilan itu
"Siapa yang telpon?" Tanya fafa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi
"Orang yang aku kirim untuk melacak siapa yang telah menabrak kamu waktu itu!" Jelas sidik
"Terus gimana? Udah ketemu?"
"Udah. Bahkan mereka udah meng-sharelok . Dan aku akan kesana!" Ujar sidik
"Aku ikut." Kata fafa, sidik mengangguk
"Yaudah aku siap-siap dulu"
Sidik memilih duduk di atas kasur sambil memainkan ponselnya, dia menunggu fafa yang sedang bersiap-siap.
"Ayo...!!" Ajak fafa ketika sudah siap
Mereka berdua keluar dari kamar, ketika di lobi hotel sidik dan fafa bertemu dengan david, tiara dan juga kedua orang tua fafa.
"Kalian mau kemana?" Tanya arum
"Orang yang aku kirim untuk melacak keberadaan mobil yang telah menabrak fafa waktu itu berhasil di temukan. Dan sekaramg aku sama fafa mau kesana!" Ujar sidik
"Gue ikut sama kalian berdua!" Ucap david
"Aku juga ikut..." Sambung tiara
"Kalian berempat hati-hati!!" Kata yusuf memperingatkan
Mereka semua mengangguk, kemudian langsung bergegas meninggalkan lobi hotel.
__ADS_1
***
Mobil sidik melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan diikuti mobil david di belakangnya.
"Kamu kenapa?" Tanya sidik ketika menyadari kalau fafa sedari tadi hanya diam saja.
"Selama ini kamu udah ketemu sama andre?" Tanya fafa
"Terakhir kali aku ngobrol sama andre pas kamu di rumah sakit. Dan sekarang aku udah gak liat dia lagi" Ucap sidik
"Kemana dia?" Gumam fafa
Sidik keluar dari mobil dengan menggunakan kaca mata hitam dan juga topi. Begitu juga dengan fafa, ia mengenakan kaca mata hitamnya. David dan tiara keluar dari mobil dan menyusul sidik.
"Don, dimana mobil itu?" Tanya sidik ketika orang suruhannya keluar dari mobil. Orang itu memakai kemeja hitam dan dibalutkan jas berwarna hitam juga.
"Disana terdapat mobil yang telah menabrak istri anda, dan saya rasa mereka adalah orang suruhan" Ujar orang yang di panggil don.
"Kalian sudah memanggil polisi?" Tanya fafa
"Sudah. Kami sudah memanggil polisi, mereka sedang dalam perjalanan ke sini" Jawab don
__ADS_1
"Kita masuk dulu!" Ucap fafa
Mereka semua masuk ke dalam pekarangan rumah, fafa mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling halaman rumah itu, berharap ada andre di dekatnya. Namun, ternyata andre tidak ada.
Tokk... Tokk... Tokk...
Don mengetuk pintu tersebut, seorang laki-laki bertubuh tegap membukakan pintu. Sementara fafa bersembunyi di balik punggung sidik.
"Cari siapa?" Tanya orang itu
Don langsung melangkah masuk dan mendorong orang itu hingga mundur ke belakang.
"Apa-apaan ini? Main dorong orang sembarangan!!" Ucap orang itu tidak terima
Don menyunggingkan senyumnya.
"Saya sudah tidak mau basa-basi lagi, karena saya cukup lelah untuk melacak keberadaan kalian." Ujar don datar
"Maksud anda apa? Saya tidak mengerti!!"
"Tidak mengerti ya??" Tanya teman don yang bernama rey, "Apa anda lupa dengan wanita ini?" Tanya rey sambil menunjuk kearah fafa.
Fafa keluar dari persembunyiannya dan membuka kaca mata hitamnya. Seketika orang itu terkejut ketika melihat fafa.
"K...kamu...." Cicit orang itu
"Sekarang kamu tidak bisa mengelak lagi. Cepat katakan, kenapa kamu menabrak non fafa?" Tanya rey, sidik melipat kedua tangannya di dada.
"M..maaf, saya hanya di suruh..!!"
"Siapa yang menyuruh anda?" Tanya don. Orang itu hanya diam
"Kalau anda mau aman, katakan!! Siapa yang telah menyuruh anda!" Ucap don datar
"Saya tidak akan mengatakannya!!"
Bugg....
Don memukul wajah orang itu dengan sangat keras, sampai-sampai sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.
"Sudah ku bilang, jika kau mau aman, katakan saja siapa yang telah menyuruhmu!!"
"Saya tidak bisa menyebutkan namanya. Tapi saya bisa membuat dia datang ke tempat saya" Ujar orang itu
Don mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada orang itu. Orang yang tadi di pukul don nampak mengotak-atik ponsel don dan menyerahkannya kembali pada don.
Don menoleh kearah sidik untuk meminta persetujuan darinya, sidik pun menganggukkan kepalanya. Don menekan tombol yang berlambangkan gagang telepon berwarna hijau dan me-lound speakernya.
"Halo...!!!"
"H...halo, bos ini saya dimas..." Ucap dimas
"Oh, ada apa dim? Dan kenapa nomor kamu menggunakan nomor ponsel yang tidak di kenal?"
"Ponsel saya rusak, jadinya saya meminjam ponsel teman" Ujar dimas, "Bos bisa ke rumah saya? Ada yang saya ingin beritahu tentang orang yang saya tabrak waktu itu.." Lanjut dimas
"Kenapa saya harus kesana? Katakan saja di telepon!!"
"Ceritanya panjang, dan susah jika di ceritakan di ponsel"
"Ya sudah, saya akan segera kerumah kamu!!"
Panggilan telepon terputus, don menaruh ponselnya kembali ke dalam saku jasnya.
"Suaranya agak familiar, tapi siapa ya?" Gumam david
__ADS_1
"Kita tunggu sampai orang itu datang ke sini" Ucap sidik.
Mereka semua nampak menyusun rencana untuk menjebak orang tersebut.