
Sidik masih terus memandangi wajah fafa sembari mengelus puncak kepala fafa.
"Kamu tau gak? Sekarang darah aku ini mengalir di darah kamu!! Aku percaya kalau kamu bisa melewati masa kritis kamu. Kamu itu orang yang kuat, jadi kamu pasti bisa!! Kamu gak mau kan liat aku, tante arum, om yusuf, david, dan yang lainnya sedih!! Kamu udah berjuang untuk keluarga kamu, dan sekarang kamu harus berjuang untuk diri kamu sendiri. Disini aku dan yang lainnya selalu berdoa untuk kesembuhan kamu" Celoteh sidik.
Tiba-tiba saja, air mata fafa mengalir. Hal tersebut membuat sidik terkejut bukan main. Sidik langsung bangkit dari duduknya dan langsung pergi keluar.
"DOKTERRR....." Teriak sidik
David, tiara, kevin dan juga dery terkejut ketika mendengar sidik berteriak di depan pintu ruangan fafa.
"Dik, lo kenapa?" Tanya david bingung
"Dokter mana dokter??" Tanya balik sidik panik
"DOKTEERRR!!!" Panggil sidik lagi. Tak lama reyhan dan beberapa suster datang tergesa-gesa dan langsung masuk ke ruangan fafa.
" Dik, fafa kenapa dik?" Tanya david yang ikut-ikutan panik, sidik menggeleng.
"Sidik jawab gue!" Ucap david dengam meninggikan suaranya
"David sabarr!!!" Kata tiara sambil membawa david untuk duduk.
Sidik menangkup wajahnya sedangkan dery dan juga kevin, mereka bersandar di tembok saling berhadapan.
Ceklekk....
Mereka semua langsung menghampiri dokter reyhan.
"Bagaimana kondisi adik saya dok?" Tanya david penuh harap
"Alhamdulillah, fafa bisa melewati masa kritisnya. Namun, saat ini fafa koma" Jelas reyhan.
"A..apa? Fafa koma?" Tanya david tidak percaya
"Iya, fafa koma!" Jawab reyhan, "Kalau begitu saya permisi" Pamitnya
David kembali terduduk di bangku panjang, begitu juga dengan sidik. Baru saja dirinya merasa senang jika fafa sudah berhasil melewati masa kritisnya, namun setelah dokter reyhan menyatakan fafa koma, seketika itu perasaan david dan juga sidik seperti di hantam batu yang sangat besar.
"Fafa koma lagi dik!" Gumam david
Tak lama, frans kembali menghampiri mereka. David langsung memeluk om-nya itu dan menangis dalam diam.
"Fafa koma lagi om!!" Ujar david
"Iya om tau dari reyhan, katanya fafa sudah berhasil melewati masa kritisnya. Namun, saat ini dia dalam keadaan koma!?"
"Kamu yang sabar ya! Tadi om sudah menghubungi mama sama papa kamu, katanya mereka akan segera ke sini!" Kata frans, "Om percaya, fafa pasti kuat!! Kita semua hanya bisa berdoa untuk kesembuhan fafa". David mengangguk sambil melepas pelukannya
"Makasih ya om" Ucap david
"Hmmm... Om. Saya permisi keruangan. Kiky dulu ya!" Seru dery, "Vid, lo gapapa kan gue tinggal?"
"Iya gue gapapa. Yaudah lo temenin kiky!" Ujar david, "Vin, lo temenin dery ya!"
"Iya vid"
Kemudian dery dan juga kevin pergi ke ruang perawatan kiky.
****
Sudah empat hari fafa koma, namun belum ada tanda-tanda bahwa dirinya akan sadar. Sedangkan kiky? Dia sudah sadar sejak kemarin. Semenjak kiky tahu kalau fafa sedang koma, dia selalu saja merengek kepada dery untuk bertemu dengan fafa. Seperti saat ini, kiky tidak mau makan jika dirinya tidak di perbolehkan untuk bertemu dengan fafa.
"Kii... Ayo makan ya!!" Bujuk dery
"Gak mau! Aku mau ketemu fafa!"
"Tapi kamu harus makan dulu.."
"Gak mau" Ucap kiky sambil menutup mulutnya
Dery menghembuskan nafasnya pelan, sangat susah membujuk kiky jika sudah seperti ini.
__ADS_1
"Yasudah nanti kita lihat fafa, tapi aku harus izin dulu ke om frans" Ujar dery
"Bener ya!!"
"Iya! Tapi kamu harus makan dulu" Ucap dery, kiky mengangguk
Setelah mendapatkan izin dari frans, dery membawa kiky ke ruangan fafa dengan menggunakan kursi roda. Sebelumnya dery juga meminta izin kepada david untuk membawa kiky bertemu dengan fafa.
Kiky masuk ke dalam ruangan fafa, hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah pucat fafa. Dery mendorong kursi roda kiky agar mendekat ke brangkar fafa.
Kiky memperhatikan tubuh fafa yang nampak kurus dan beberapa alat medis menempel di tubuhnya.
"Faa..." Panggil kiky
"Fafa!! Gue dateng buat liat lo!! Gue udah sadar fa!! Tapi kenapa disaat gue sadar, lo gak ada di samping gue? Dan justru malah lo yang koma"
"Fa... Bangun!! Berasa ngomong sama mayat tau fa!! Rasa sakit di perut gue gak seberapa di banding rasa sakit ketika tau kalau lo koma lagi!! Bangun faa!! Masa lo tega sih biarin gue ngomong sendiri.." Rancau kiky
Di tempat lain, kini fafa sedang berada di sebuah taman bunga yang sangat indah, dengan berbagai macam bunga. Fafa duduk di bangku yang ada di taman tersebut, tiba-tiba saja ada yang memanggil dirinya.
"Fafaa..!!!" Panggil seseorang
Fafa menoleh kebelakang dan melihat siapa yang memanggilnya.
"Loh, andre!!. Ngapai lo di sini?" Tanya fafa
"Justru aku yang seharusnya nanya kayak gitu ke kamu! Kamu ngapain berada di tempat ini?"
"Ntah lah ndre! Gue nyaman aja ada di sini, rasanya kalau di sini semua beban yang gue rasain hilang seketika!" Ujar fafa
__ADS_1
"Sebaiknya kamu jangan di sini!! Ini bukan tempat kamu" Ucap andre
"Tapi gue nyaman berada di sini ndre!!"
"Kamu gak kasihan sama mereka?"
"Mereka siapa?" Tanya fafa polos
"David, sidik, teman-teman kamu, papa juga mama kamu" Jawab andre, "Kamu gak kasihan sama kiky? Dia udah sadar, kamu gak mau liat dia? Kamu gak kangen sama keluarga kamu?"
"Gue juga gak tau ndre!! Semenjak di sini, gue jadi lupa sama semuanya. Gue udah terlalu nyaman di sini!"
"Aku minta, sekarang kamu kembali ke sana! Karena ini bukan tempat kamu!" Perintah andre
"Tapi, gimana caranya? Gue udha berusaha cari jalan keluar tapi gak dapet-dapet. Sampai gue nyaman di sini"
Andre menghembuskan nafasnya pelan kemudian menuntun fafa ke sebuah titik yang fafa tidak tahu itu titik apa. Dan seketika semuanya menjadi gelap.
Kiky terkejut ketika melihat jari-jari tangan fafa bergerak, dan kelopak mata fafa pun bergerak. Sontak dery langsung berlari keluar dan memanggil dokter.
Tak lama dokter reyhan dan frans pun masuk kedalam di ikuti david dan yang lainnya. Kiky ditarik mundur oleh dery.
Fafa terus mengerjapkan matanya, seketika kepalanya menjadi pusing akibat cahaya yang masuk ke retina matanya. Mereka semua terlihat bahagia ketika fafa membuka matanya dengan sempurna.
"Fa!! Kamu udah sadar? Apa ada yang sakit?" Tanya dokter reyhan, fafa menggeleng lemah
Fafa menoleh ke arah kanan dan melihat frans ada disana, "Om frans.."
David, sidik dan juga kiky menitikkan air matanya ketika mendengar suara fafa. Mereka sangat bahagia ketika fafa sadar dari komanya.
Kemudian fafa menoleh ke sebelah kiri dan mendapati kiky yang sedang duduk di kursi roda.
"Kiky... Lo kok disini? Lo gapapa kan?" Tanya fafa dengan suara lemah lembut
"Gue gapapa..." Jawab kiky
Kemudian fafa menyapu pandangannya ke semua orang, "Kok kalian nangis?" Tanya fafa polos
"Kita gak nangis kok, fa!!" Jawab david sambil mendekati brangkar fafa.
"Hmmm... Kalau gitu om sama dokter reyhan permisi ya!! Kalau ada apa-apa langsung panggil om atau dokter reyhan" Ucap frans
"Iya om, makasih ya om" Kata david
Dery membisikkan sesuatu ke telinga kiky, sampai kiky menganggukkan kepalanya.
"Hmm, faa. Gue mau bawa kiky ke ruangannya ya! Dia butuh istirahat!" Ujar dery
"Yasudah, hati-hati ka!!"
__ADS_1
"Broo gue tinggal dulu ya!" Pamit dery pada semua.
Kini diruang fafa tinggal david, tiara dan juga sidik. David duduk di pinggir brangkar fafa dan tiara duduk di kursi. Sedangkan sidik bersandar pada tembok.