My Indigo

My Indigo
Kembali Diikuti


__ADS_3

David melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, hal tersebut membuat fafa bosan. Fafa mengambil earphone di dashboard mobil david.


Fafa bersenandung riang di dalam mobil david. Seketika fafa terdiam ketika melihat kearah belakang melalui kaca spion mobil david. Ada sebuah mobil yang mengikuti mereka berdua.


"Ka! Bisa cepetan gak?" Ujar fafa


"Enakan juga gini fa!"


"Ka pliss.. cepetan"


Namun david hanya menganggap permintaan fafa sebagai angin lewat saja. Fafa mendengus kesal kemudian dia melihat ke belakang lagi, dan mobil itu masih saja mengikutinya.


"Ka cepetan, lama banget bawa mobilnya" Gerutu fafa


"Kamu kenapa si fa?" Tanya david penasaran


"Gak usah banyak bacot deh ka! Udah bawa mobilnya yang cepetan jangan kayak keong gini kalau kaka masih mau hidup" Celetuk fafa


David membulatkan matanya mendengar perkataan dari adiknya itu.


"Maksud-"


"Ka stop!..." Ucap fafa datar namun david masih melajukan mobilnya, "KAA... STOPP!!!" Bentak fafa


David langsung mengerem mobilnya mendadak, untung mereka memakai seatbelt kalau tidak mungkin mereka berdua sudah terjungkal kedepan menghantam dashboard.


Fafa keluar dari mobil dan langsung menuju ke samping


"Kaka pindah ke tempat aku, biar aku yang nyetir!" Perintah fafa


"Tap-"


"Gak ada tapi-tapian! Udah cepetan turun" Ucap fafa datar


Fafa langsung mengambil alih kemudi, tak lupa fafa memasang memasang seat belt.


Fafa langsung melajukan mobil milik david dengan kecepatan tinggi, david sampai terlonjak kaget.


"Anjiirrrr.... fafa....... Pelan-pelan bisa gak?" Teriak david seperti orang yang sedang naik rollercoaster.


"Udah deh diem aja!! Tinggal duduk doang" Ujar fafa memutar bola matanya malas


"Faa, nanti kalau kita kenapa-kenapa bisa di marahin papa sama mama" Kata david, "Ya Allah, tolong hambamu ini! Hamba masih mau hid-"


"Bacot, dramatis banget si" Ucap fafa, "Kaka liat tuh di belakang mobil kaka, ada yang ngikutin kita" Celetuk fafa


Sontak david langsung menoleh ke belakang, david membulatkan matanya ketika melihat mobil yang terus-terusan mengikuti mobilnya.


"Fa itu mobil siapa?"


"Pertanyaannya nanti aja, sekarang kaka cuma duduk manis di situ"

__ADS_1


Fafa terus melajukan mobil david dengan kecepatan tinggi, fafa melihat rambu lalu lintas tinggal 10 detik lagi lampu tersebut berubah menjadi merah, fafa langsung menambah kecepatannya.


"Pliss! Jangan merah dulu" Gumam fafa


Dan benar saja, ketika fafa melewatinya, rambu-rambu itu langsung berganti warna menjadi merah, itu tandanya kendaraan harus berhenti. Fafa menghela nafas kasar, pasalnya dia berhasil menghidar dari si penguntit itu.


Fafa membelokan mobil david ke sebuah cafe, david menatap fafa bingung.


"Loh, fa! Kok kita berhenti di cafe?" Tanya david


Fafa memutar bola matanya malas, "Kaka kira aku gak laper apa? Abis kebut-kebutan kayak gitu?" Ujar fafa lalu ia keluar dari mobil


David juga mengikuti fafa dari belakang, fafa memilih duduk di pojok. Seorang pelayan cafe menghampiri mereka berdua.


"Permisi mas, mbak! Mau pesan apa?" Tanya pelayan itu


"Saya mau burger sama lemon tea" Ucap fafa, "Kaka mau apa?"


"Samain aja" Ucap david


Kemudian pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan mereka. Fafa sedang memainkan ponselnya sambil senyum-senyum sendiri.


"Hmm, fa. Kaka mau tanya?"


"Soal tadi?" Tebak fafa, david mengangguk


Fafa mematikan ponselnya dan menaruhnya dimeja.


"Sering ngikutin kamu?"


"Iya! Aku sering di ikutin sama mobil itu, tapi untungnya aku selalu berhasil kabur" Ucap fafa santai


"Fa, kamu harus hati-hati"


"Kaka juga harus hati-hati, jangan cuma aku doang. Tadi aja kalau aku gak nyadar kalo kita di ikutin penguntit itu, kaka gak bakalan tau kan!" Ujar fafa


"Iya iya... Terus sidik udah tau kalau kamu sering di ikutin sama penguntit itu?" Tanya david lagi


"Udah! Bahkan aktu aku sama ka sidik juga mobil itu ngikutin aku" Ucap fafa, "ya!! Aku gak tau maksud dari mereka apa sampai-sampai ngikutin aku, bahkan kaka juga" Kata fafa lagi


Kemudian pelayan yang tadi datang dengan membawa pesanan mereka, pelayan itu menaruh makanan mereka sambil sesekali menatap david.


"Ganteng banget! Seandainya aku bisa kenal sama dia. Tapi kayaknya gak mungkin karena dia udah punya pacar" Kata pelayan itu dalam hati


"Saya bukan pacarnya, dan kalau kamu mau kenal sama dia, silahkan aja!" Celetuk fafa tiba-tiba.


"A..ah t..tidak" Jawab pelayan itu gugup


"Jangan mengelak, saya habis baca pikiran kamu tadi. Dan saya tau apa yang hati kamu katakan"


"K..kamu jangan mengada-ada" Kata pelayan itu

__ADS_1


"Saya tidak mengada-ada" Ucap fafa santai, "Kamu bilang, kalau dia ini ganteng dan kamu berharap bisa kenal sama dia, tapi kamu beranggapan kalau saya ini pacarnya" Lanjut fafa sambil tersenyum miring


Pelayan itu membulatkan matanya, "M..maafkan saya jika saya lancang" Ucap pelayan itu menunduk


"Tak apa! Oh iya, saya fafa. Dan dia ini kaka saya bukan pacar saya" Ucap fafa memperkenalkan dirinya dan juga david


"S..saya intan. Saya minta maaf ya" Jawab intan kemudian langsung beranjak pergi dengan pipi merona merah.


***


"Permisi, pak yusuf"


"Iya, ada apa?" Tanya yusuf


"Ada yang ingin bertemu dengan bapak" Ucap Sekertaris baru yusuf


"Biarkan dia masuk!"


"Baik pak"


Tak lama laki-laki berbadan tegap dan memakai jas hitam memasuki ruangan yusuf.


"Halo Mr. Mahendra" Ucap orang itu


"Haii, Mr. Susilo! Silahkan duduk" Ucap yusuf memersilahkan untuk duduk, "Ada apa anda berkunjung ke sini?" Tanya yusuf


"Kebetulan tadi saya habis ada keperluan didaerah sini, jadi sebelum saya balik ke kantor saya putuskan untuk mampir sebentar" Jelas Mr. Susilo


"Oh begitu, oh iya sampai lupa. Anda mau minum apa?"


"Tidak usah, lagi pula saya tidak lama disini" Ujar Mr. Susilo, "Nampaknya kau sedang sibuk ya?" Tanya-nya


"Ah.. tidak terlalu, hanya menyelesaikan beberapa dokumen saja"


"Kalau begitu, sebaiknya saya pamit kembali ke kantor. Kapan-kapan saya akan mampir lagi" Ucap Mr. Susilo


"Baiklah, mari saya antar anda".


***


Ditempat lain, fafa dan david masih setia di dalam cafe. Padahal makanan mereka sudah habis sedari tadi, tapi mereka belum beranjak dari tempat masing-masing.


"Fa, ini udah mau magrib" Ucap david yang mulai jenuh


"Bentar dulu ka! Aku baru dapet 5 film"


"Emangnya kamu mau berapa film sih?"


"Ntah lah, mungkin sampe batrai di laptop aku habis. Yaelah ka!! Mumpung ada wifi gratis". Ujar fafa


"Nanti di marahin mama gimana? Kalau papa udah pulang terus nyariin kita, pas kita sampe di rumah pasti di marahin"

__ADS_1


Fafa mengabaikan david yang terus saja mengoceh, dia lebih memilih mencari film action kesukaannya.


__ADS_2