
David membawa dery untuk duduk di sofa, dirinya tidak tega melihat dery seperti ini. Selama mereka berteman david tidak pernah menangis seperti ini. Dery orang yang sangat ceria, kocak, setiap banyolan yang dia lontarkan pasti bikin orang ketawa. Tapi dibalik sikap itu semua, dery menyimpan sejuta duka yang teramat mendalam. David bisa merasakan itu. Jadi senyuman dan keceriaan yang diberikan dery itu semuanya hanya tipuan dirinya agar dapat menutupi rasa kesedihannya?.
David menepuk pundak dery untuk menyalurkan kekuatan untuknya. Dery menyeka air matanya lalu menghela nafas kasar.
"Makasih ya" Kata dery kepada david, lalu Pandangannya beralih ke fafa, "Makasih juga ya fa, setidaknya gue bisa liat wajah kaka gue lagi secara langsung, gak cuma di foto aja" Ujar dery tulus
"Iya ka sama, maaf juga gara-gara gue, lo jadi nangis gini"
"Gapapa, malah gue ngerasa seneng, rasa kangen gue udah kebayar setelah bertemu lagi sama ka dinda" Ucap dery tulus
"Eh iya, abis nangis pasti laper kan!! Nih makan roti bakarnya, gue beli banyak soalnya" Kata david
Mereka semua memakan roti bakar yang tadi di beli oleh david, fafa melihat kearah pintu, dia melihat dinda tersenyum kearahnya, fafa pun membalas senyuman dinda. Kemudian dinda kembali menghilang.
*Tokk... Tokk.. Tokk...
Ceklek*
Mereka semua menoleh keasal suara, dan ternyata itu adalah kevin dan juga kiky yang baru saja datang.
"Kok kalian bisa barengan datengnya?" Tanya fafa
"Iya, mungkin jodoh" Celetuk kevin. Dery yang mendengar itu langsung membelalakan matanya, sedangkan david hanya menyunggingkan senyumnya.
"Eh eh eh, enggak kok, kita tadi ketemu di lobi, jadi yaudah deh kita barengan kesininya" Ujar kiky
Kevin langsung menghampiri david dan jiga dery yang sedang duduk di sofa. Dery melihat kearah kiky yang masih saja berdiri lalu kemudian menepuk-nepuk sofa di sebelahnya. Kiky yang pahan maksud dery langsung duduk di sampingnya.
Fafa menautkan alisanya bingung, sepertinya selama dirinya koma banyak sekali yang dia lewatkan.
"Kalian pacaran?" Tanya fafa to the point
__ADS_1
"Engg-"
"Masih proses, doain aja" Kata dery yang langsung menyambar ucapan kiky.
Kiky hanya menundukkan kepalanya dan tersenyum.
"Iya deh gue doain biar kaka cepet-cepet jadian sama kiky" Ucap fafa, "Oh iya ka sidik mana?" Tanya fafa
"Acieeee nanyain sidik nihh ceritanya..." Goda david
"Apa sih ka.. emangnya salah ya kalo fafa nanyain ka sidik? Kan emang biasanya dimana ada kalian pasti ada ka sidik" Ucap fafa
Mereka semua mengangguk mengiyakan ucapan fafa.
"Sidik lagi ada urusan sama keluarganya" Ujar kevin. Sedangkan fafa hanya ber'O'ria
***
Hari ini sidik sedang berkunjung kerumah oma-nya, karena memang kegiatan rutin satu bulan sekali keluarga mereka berkumpul, ditambah sekarang om-nya yang dari korea datang ke indonesia.
"Kakaa...." Terdengar suara wanita dari belakang, sidik langsung menoleh keasal suara
Wanita itu berlari menghampiri sidik sambil merentangkan tangannya, sidik juga melakukan hal yang sama hanya saja sidik diam di tempat.
"Kakaa... Aca kangen..." Ucap wanita itu manja kemudian berhambur memeluk sidik erat
"Kaka juga kangen sama aca" Jawab sidik membalas pelukan aca.
Aca adalah anak dari Om-nya yang bernama Ardi Albert adik dari papanya. Dulunya ardi juga tinggal di indonesia, karena masalah pekerjaan makanya ardi pindah ke korea. Aca adalah anak satu-satunya dari Ardi dan istrinya Anita.
Aca berusia 14 tahun, wajar saja sikapnya agak manja, apa lagi jika sudah bersama sidik.
__ADS_1
"Aku kira kaka gak ikut, eh pas aku tanya sama aunty katanya kaka kaka di taman belakang" Ujar aca
"Oh iya, gimana kabar kamu selama tinggal di korea?" Tanya sidik
"Kabar aku baik ka, teman-teman disana juga baik" Ucap aca, "Kabar kaka gimana? Terus udah punya pacar belum... Pastinya udah kan? Secara kaka ini kan ganteng mirip oppa-oppa korea" Goda aca
"Apaan sih kamu, kaka balum punya pacar, tapi doain aja ya!!" Kata sidik sambil mengacak-acak rambut aca.
Mereka berdua duduk di bangku taman sambil menikmati similir angin disore ini. Sidik melanjutkan membacanya, sedangkan aca asik bermain game di ponselnya, setelah 30 menit lamanya, akhirnya aca terlelap karena kelelahan, pasalnya perjalanan dari korea ke jakarta itu memakan waktu yang cukup lama. Sidik menggendong tubuh aca dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Loh, aca kenapa dik?" Tanya mama sidik
"Ketiduran, mah! Pas main game" Ujar sidik
"Yaudah bawa ke kamar aja, kasihan dia" Kata oma
Sidik langsung menuju kamar lama aca, sebelum dia pindah ke korea.
***
Dilain tempat, seorang pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menghisap rokok yang ada di tangannya. Dia menghembuskan asap rokok tersebut ke segala arah. Pria itu mengambil ponselnya dan menekan angka 3 dan langsung tersambung dengan seseorang.
"Cepat keruangan ku, sekarang!" Perintah pria itu
Tak lama seorang pria dengan tubuh yang besar dan tegap datang, dan membungkukkan badannya.
"Tuan memanggil saya?" tanya orang itu
"Ya!! Tolong kamu selidiki keluarga Mahendra, dan orang-orang terdekat keluarganya" ujar pria itu, sebut saja dengan Mr. X.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
Setelah kepergian anak buahnya, Mr. X bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju jendela ruangannya.
"Kamu dan keluarga kamu akan hancur Mr. Mahendra yang terhormat, semua yang kau punya akan menjadi milikku" Ucap Mr. X