My Indigo

My Indigo
Pemusnahan Hantu Jahat


__ADS_3

Disinilah sidik berada, di halaman belakang rumah dery. Sidik menghampiri andre yang sedang menunggu dirinya. Andre duduk di kursi sedangkan sidik dia memilih untuk berdiri saja.


"Apa yang lo tau tentang hantu itu?" Tanya sidik langsung


"Sebenarnya aku juga kurang yakin atas pemikiranku" Jawab andre


"Memangnya apa yang ada di pikiran lo tentang hantu tadi?"


"Aku berfikir kalau hantu tadi itu adalah hantu yang sengaja di kirim oleh seseorang untuk mengganggu temanmu" Jelas andre, "Tapi ini baru dugaanku" Lanjutnya


"Terus kenapa fafa bisa pingsan?" Tanya sidik lagi


"Itu karena aura yang di keluarkan oleh hantu tersebut. Aura kejahatan yang ada di hantu itu begitu besar sehingga membuat fafa kewalahan untuk menahannya" Ujar andre, "Dan untung saja, aku tidak terlambat datang. Jika saja aku terlambat, kondisi fafa lebih buruk dari sekarang" Jelas andre lagi


"Jadi fafa pingsan karena tekanan yang di berikan oleh hantu tadih?" Tanya sidik lagi guna memperjelas, andre menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa?"


"Karena hantu itu tidak suka fafa ikut campur dengan apa yang menjadi kesenangan dia" Kata andre


"Yaudah, kalau gitu aku pergi dulu. Tolong kamu jagain fafa" Ucap andre lagi sebelum pergi menghilang


Sidik kembali kedalam rumah dery dan langsung menuju kamar milik dinda. Sidik melihat dery, kevin dan juga kiky yang nampaknya masih syok dengan apa yang terjadi. Terutama kiky, dia masih begitu ketakutan dengan yang terjadi tadi.


"Fafa belum sadar juga vid?" Tanya sidik pada david


"Belum" Jawab david


Sementara itu, tiara masuk ke dalam kamar dinda dengan membawa 3 gelas air putih.


"Kalian bertiga minum dulu, biar lebih tenang" Ucap tiara sambil menyodorkan air putih


"Buat aku mana yang?" Tanya david


"Ambil sendiri" Balas tiara ketus


"Huff, sama pacar sendiri ketus banget" Gerutu david


"Ugghh..." Terdengar suara erangan, itu adalah suara fafa.


"Fa.. kamu udah sadar?" Ucap david


"Aku dimana ka?" Tanya fafa mengerjapkan matanya


"Kamu ada di kamar dinda" Kini sidik yang bersuara


"Kiky.." Gumam fafa, "Ka kiky mana ka!" Lanjut fafa dengan raut wajah panik


"Fa, kamu tenang! Kiky baik-baik aja." Ucap sidik yang baru duduk di tepian kasur, "İtu kiky" Lanjut sidik sambil menunjuk ke arah kiky


"Kiky.. lo baik-baik aja kan!?" Tanya fafa berusaha bangkit


Kiky berjalan menghampiri fafa, kemudian dia duduk di samping fafa, "Gue gapapa kok, fa. Seharusnya gue yang tanya kayak gitu! Lo gapapa kan?" Ujar kiky


"Gue gapapa, cuma lemes aja" Jawab fafa


Kiky langsung memeluk tubuh fafa, "Makasih ya udah mau nolongin gue. Tapi kalau seandainya lo gak dateng ke sini, lo gak bakal kayak gini" Ucap kiky


"İt's okey... Gue gak masalah. Yang penting teman-teman gue aman" Kata fafa sambil tersenyum


"Oh iya, kenapa kalian bisa di gangguin sama hantu tadi?" Tanya fafa penasaran


"Kita juga gak tau fa, awalnya gue kira itu ka dinda. Gue coba panggil-panggil ka dinda tapi kita bertiga malah di ketawain sampe kenceng banget" Jelas dery

__ADS_1


"Yang buat rumah lo kayak kapal pecah dia juga?" Tanya sidik, dery mengangguk


"Tapi apa maksud si hantu gangguin kalian ber-..." Perkataan fafa terpotong ketika dia merasa ada yang membisikkan sesuatu kepadanya. Fafa memejamkan matanya seraya mencoba mendengarkan suara itu.


"Hantu itu masih berada di sini, aku harap teman-temanmu segera keluar dari rumah ini!"


Fafa membuka matanya ketika bsikan itu tak terdengar lagi, kemudian ia menatap teman-temannya bergantian. Tanpa di sengaja, fafa melihat ke arah pojok lemari, disana ada dia, si hantu itu. Dia ada di pojok lemari milik dinda.


Sidik yang sedang memperhatikan fafa, ikut melihat ke arah pojok lemari. Sidik membulatkan matanya ketika melihat hantu tersebut. Dengan wujud yang lebih menyeramkan dari pada yang tadi ia lihat.


"Uweekkk"


Tiba-tiba fafa merasa mual, ketika bau busuk dari hantu tersebut sampai ke indera penciuman fafa. Hal tersebut membuat semua yang ada di situ kebingungan, terkecuali sidik.


"Fa, kamu kenapa?" Tanya david


"Aku gapapa ka-... Uweekkk" Ucapannya terpotong lagi


"Hii... Hii... Hii... Hii..."


"Aaaaa...." Teriak kiky langsung berhambur memeluk fafa


"F..faa, suara itu lagi..." Ucap kiky yang sudah mulai gemeteran


"Kalian semua keluar dari rumah ini!!" Perintah fafa


"Tapi kenapa fa?" Tanya kevin penasaran


"Pokoknya kalian semua keluar dari rumah ini sekarang!" Kata fafa, "Ka dery, bawa kiky keluar ya!" Perintah fafa, dery menurut. Dia keluar bersama dengan kiky, kevin, dan juga tiara. Tinggalah fafa, sidik dan juga david.


"Kamu serius fa?" Tanya david memastikan


"İya aku serius, dan sekarang mending kaka susul ka tiara, jagain dia" Ucap fafa, david mengangguk dan langsung berlari keluar.


"Kaka kenapa gak ikut keluar?" Tanya fafa


"Gimana aku mau keluar kalau kamu disini?"


"Mending kamu keluar aja, aku gapapa"


"Aku gak mau!" Tolak sidik


"Ka... Please!! Kamu keluar ya! Aku janji, aku gak akan kenapa-napa!" Ucap fafa


"Tapi-..."


"Kaa... Please!!" Ucap fafa memohon


Sidik menghembuskan nafasnya kasar, dia memegang bahu fafa. "Kalau ada apa-apa langsung keluar! Okey!!" Kata sidik, fafa mengangguk. Kemudian sidik pergi meninggalkan fafa di kamar dinda.


Fafa menatap hantu buruk rupa tersebut. Bagai mana tidak di sebut buruk rupa. Wajah yang di penuhi dengan ulat dan belatung, mulut yang hampir robek, tangan kanan yang terputus begitu juga dengan kaki sebelah kiri, dan jangan lupa bau yang sangat menyengat.


Tak lama andre dan dinda pun muncul bersamaan.


"Kamu tidak apa-apa fa?" Tanya dinda


"Seperti yang kalian liihat. Bahkan gue belum ngapa-ngapain" Ucap fafa datar


"Oh iya, kenapa si buruk rupa ini masih ada di sini?" Tanya fafa


"Ntah, aku juga tidak tahu." Jawab andre


Ketika fafa, dan andre sedang asik berbicara tiba-tiba saja hantu tersebut melayangkan sebuah vas bunga yang ada di nakas.

__ADS_1


"Fafa awas.." Teriak dinda


Prang.....


Sidik baru saja bergabung dengan teman-temannya, dia membalikkan badannya ketika mendengar suara benda jatuh yang berasal dari dalam kamar dinda. Begitu juga dengan teman-temannya, mereka semua terkejut dan merasa khawatir akan keselamatan fafa. Bagaimana jika fafa di siksa sama hantu itu?


"Dik, fafa mana?" Tanya david


"Dia di dalam"


"Kenapa lo ninggalin dia sendiri? Kenapa gak lo ajak keluar?" Ucap david yang sedikit emosi


"Yang, tenang! Jangan emosi. Sidik pasti punya alasan kenapa dia keluar tanpa fafa!" Kata tiara menenangkan david


"Aaaaa......." Terdengar suara teriakan perempuan yang begitu keras, membuat mereka yang berada di luar kalang kabut, bahkan david dan juga sidik berlari untuk masuk ke dalam rumah.


Brakk....


Tiba-tiba saja pintu rumah dery tertutup dengan sangat kencangnya, bal tersebut membuat langkah david, dan juga sidik terhenti.


"Dik, gimana ini? Fafa ada di dalam. Dia sendirian, dik!!" Ucap david panik


"Gue juga gak tau, gue juga khawatir sama keselamatan fafa!" Balas sidik yang tak kalah panik


Ceklekk....


Pintu terbuka, disana menampakkan fafa yang sedang berdiri dengan tatapan yang sulit di artikan. Sidik langsung berhambur memeluk fafa begitu juga dengan david. Fafa semakin bingung dengan sikap kedua cowok ini


"Kalian ini kenapa sih?" Tanya fafa heran


"Kamu gapapa kan? Gak ada yang luka kan?" Tanya sidik memastikan


"Kita ke rumah sakit sekarang ya" Kata david. Alih-alih menarik tangan fafa, david malah menarik tangan sidik.


"Eh ****, kenapa tangan gue yang lo tarik?" Cibir sidik


"Yeh, gue kira tangan fafa! Pantes aja tangannya beda" Balas david


"Fa, lo baik-baik aja kan?" Kini kiky yang bersuara


"Gue baik-baik aja, tanpa kekurangan satu organ pun" Jawab fafa


"Terus tadi suara siapa?"


"Yang teriak tadi?" Tanya balik fafa, mereka semua mengangguk


"Tadi gue abis main sama si hantu, perjanjiannya kalau dia kalah, dia harus pergi. Sedangkan kalau gue yang kalah, gue yang harus pergi" Jelas fafa


"Terus?" Kata kevin


"Ya... Gue yang menang. Hantu itu gak terima kalau dia harus pergi, makanya dia teriak." Jelas fafa lagi, "Udah kayak di hutan ya!" Canda fafa


"Oh iya ka der... Maaf ya kalau rumah lo tambah berantakan" Kata fafa


"İya fa gapapa. Makasih lo udah mau nolongin kita" Ujar dery


"Udah yuk, kita pergi. Laper nih! Ka kevin yang bayarin." Ucap fafa sambil menampakkan cengiran kudanya.


"****** lo vin!" Cibir dery


Kevin menghembuskan nafasnya kasar, mau menolak permintaan fafa dirinya tidak enak, bagaimana pun juga, fafa telah menolongnya.


"Yaudah ayo.." Seru kevin

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam mobil masing-masing. Kemudian meninggalkan pekarangan rumah dery.


__ADS_2