
Fafa nampak gelisah setelah mendapat telepon dari sahabatnya kiky. Ia bangkit dari duduknya.
"Kiky kenapa fa?" Tanya tiara
"Kiky sekarang lagi dirumah ka dery ada ka kevin juga, terus kiky bilang katanya mereka bertiga lagi di ganggu" Jelas fafa, "Perasaan aku jadi gak enak setelah kiky mengatakan seperti itu" Lanjut fafa
"Mereka bertiga di ganggu? Di ganggu siapa?" Tanya sidik
"Aku juga gak tau, makanya aku sekarang mau siap-siap dulu"
"Yaudah, mending kita siap-siap terus kita berempat langsung ke rumah dery" Ucap david
Fafa berlari ke dalam kamarnya begitu juga dengan david, dia juga ikut berlari ke kamarnya mengambil kunci mobil. Sedangkan tiara dan sidik mereka menunggu di bawah.
"Kira-kira ada apa ya dik? Sampai-sampai kiky dan yang lainnya di gangguin? Dan siapa yang ganggu mereka?" Tanya tiara
"Gue juga gak tau, gue gak bisa nerawang. Gak kayak fafa" Jawab sidik
Tak lama fafa keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa di susul david.
"Ayo!!" Ajak fafa
"Kita satu mobil aja!" Ujar david, "Dik lo yang nyetir" Lanjut david sambil melemparkan kunci mobil kepada sidik
Tanpa membuang waktu, mereka semua berlari keluar rumah dan masuk kedalam mobil milik david. Sidik mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Sedangkan fafa, dia berusaha menerawang apa yang sedang terjadi di rumah dery. Namun, fafa tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di sana.
Ciiitttt......
Tiba-tiba saja sidik menginjak remnya secara mendadak, hal tersebut membuat david dan tiara yang berada di belakang terkejut begitu juga dengan kiky.
"Bayi bagong, kenapa lo ngerem mendadak?" Gerutu david
"Gue tadi liat ada yang lewat di depan mobil kita" Ujar sidik
Fafa melihat ke sekelilingnya dan benar saja, mereka sedang di perhatikan oleh sesosok hantu bertubuh besar dan berbulu lebat.
"Kita jalan lagi" Perintah fafa
Sidik menurut, mereka semua melanjutkan perjalanannya kerumah dery. Butuh waktu 30 menit untuk sampai di rumah dery. Dan akhirnya mereka sudah berada di depan gerbang rumah dery.
"Sepi.." Celetuk david
"Ya iya lah sepi, kita kan baru sampe di depan gerbangnya, gimana si kamu" Sambar tiara
"Hehe iya ya..." Kata david cengengesan
__ADS_1
"Yaudah kaka bukain sana gerbangnya" Perintah fafa
"Yee.. enak aja, enggak enggak" Tolak david
"Biar gue aja fa yang buka" Ujar tiara
"Eh, jangan!! Yaudah deh aku aja yang buka gerbangnya" Ucap david pasrah.
David keluar dari mobil, dan langsung membukakan gerbang rumah dery. Namun saat gerbang sudah terbuka, david malah di tinggal pergi.
"Dadah kaka.. kita duluan ya...." Teriak fafa dari dalam mobil
"Bye bye sayang, aku duluan ya" Sambung tiara sambil melambaikan tangan
"Eh vid, hati-hati lo. Disini banyak hantunya" Canda sidik
"Awas ya kalian" Ancam david. Dia nampak melihat-lihat sekitar apa benar yang di katakan oleh sidik itu jika di rumah dery banyak hantunya.
David bergidik ngeri, dan langsung berlari menyusul fafa, tiara dan juga sidik.
"Ciaa ilah rajin amat bro lari-larian di rumah orang" Ucap sidik yang baru saja keluar dari dalam mobil
"Sialan lo, gara-gara omongan lo nih, gue sampe lari-lari segala" Gerutu david
"Udah ayo kita masuk!!" Seru fafa
Namun, saat baru selangkah fafa menginjakkan kakinya di depan rumah dery, fafa merasakan aura yang begitu tidak mengenakan. Fafa memejamkan matanya ketika aura itu bertambah kuat.
"Ada apa fa?" Tanya sidik
"Kamu ngerasain apa yang aku rasain gak?" Tanya fafa
"Emang lo ngerasain apa fa?" Tanya tiara
"Kiky, ka dery sama ka kevin bukan di ganggu sama orang jahat. Melainkan sama hantu. Hantu itu mempunyai aura yang begitu jahat" Jelas fafa
Fafa jalan terlebih dahulu, ketika fafa menyentuh knop pintu rumah dery, fafa bisa melihat keadaan di dalam sana. Fafa kembali memejamkan matanya. Fafa melihat jika kiky, dery dan juga kevin sedang di kelung oleh makhluk-makhluk tak kasat mata yang hanya bisa di lihat oleh fafa dan juga sidik. Namun, sesuatu yang membuat fafa membuka matanya.
"HENTIKAN!!" Teriak fafa ketika dia berhasil membuka pintu rumah dery
Kiky, dery dan juga kevin menoleh ke asal suara. Mereka merasa lega karena fafa dan yang lainnya datang.
"Fafa.." Panggil kiky lirih, kemudian mereka bertiga berlari menghampiri fafa.
"Fa tolongin kita!" Ucap kevin
__ADS_1
"Fa, awalnya gue kira itu ka dinda. Tapi lama kelamaan, suasana di rumah gue makin mencekam dan berakhir kayak gini" Jelas dery
"Fafa.. gue takut" Ujar kiky sambil bersembunyi di belakang fafa
"Lo gak usah takut" Jawab fafa dengan pandangan mata menatap lurus ke depan. Fafa maju beberapa langkah dan berhenti di dekat sofa.
Fafa mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah. Aura di dalam rumah dery begitu kuat, rupanya hantu-hantu yang mengganggu teman-temannya itu tidak suka dengan keberadaan fafa.
Fafa duduk di lantai, fafa menajamkan penglihatannya kemudian dia memejamkan matanya. Fafa melafalkan doa-doa agar hantu tersebut pergi menghilang. Namun, ada satu hantu yang enggak untuk pergi dari rumah dery.
"Kau takkan bisa mengusirku dari sini" Ucap si hantu tersebut
Fafa tidak menghiraukan ucapan hantu tersebut, dia terus saja melafalkan doa-doa. Hantu tersebut mula mendekati fafa, sidik yang melihat itu merasa khawatir akan keadaan fafa.
Sang hantu terus saja mendekati fafa, hantu bertubuh besar, kuku jari yang sangat panjang, kulit terkelupas, di bagian wajah hanya ada mulut yang sangat besar, tanpa ada mata dan hidung. Fafa dapat mencium bau dari hantu tersebut ketika si hantu sudah mendekati fafa.
Hantu tersebut menjulurkan tangannya hampir mencekik fafa, sidik membulatkan matanya. Ingin sekali sidik membantu fafa, namun dirinya tidak bisa. Ia tidak seperti fafa yang punya kemampuan lebih.
"Lo kenapa si dik, keliatannya panik gitu?" Tanya david
"Gimana gue gak panik! Kalau si hantu deketin fafa" Ujar sidik
"Serius lo? Terus kenapa lo gak bantuin fafa? Bantuin sana!" Ucap dery
"Dari tadi juga kalau gue bisa, udah gue bantuin. Kemampuan gue beda sama fafa!" Jelas sidik
Sidik kembali memperhatikan fafa. Namun, "STOPP...." Teriak sidik ketika melihat si hantu mencekik fafa.
Namun, belum sampai hantu tersebut melukai fafa, andre tiba-tiba saja muncul dan membuat hantu tersebut mundur beberapa langkah.
Fafa membuka matanya, yang pertama kali di lihat adalah andre yang sedang berdiri di hadapannya dan sin hantu. Fafa bangkit, sedangkan andre sedang melafalkan bacaan doa untuk mengusir hantu tersebut. Ketika hantu itu tersebut ingin menyerang fafa lagi, andre terlebih dahulu membuat hantu itu menghilang. Andre memutar badannya dan dilihatnya fafa yang sedang memperhatikan dirinya.
"Andre..." Gumam fafa
Brukkk
Seketika tubuh fafa ambruk, mereka semua yang melihat itu pun terkejut apa lagi sidik. Mereka semua langsung menghampiri fafa, sidik menatap andre dengan tatapan penuh tanya. Andre yang mengerti itu hanya menganggukkan kepalanya sekilas, lalu dia pergi ke halaman belakang rumah dery.
"Der, pinjem kamar ya!" Ucap sidik, "Vid, gue ada urusan bentar di taman belakang, lo jagain fafa ya!" Lanjut sidik
"Iya!!" Jawab david sambil berusaha mengangkat tubuh fafa
"Yaudah, ayo vid bawa fafa ke kamar ka dinda aja!" Ujar dery
Mereka semua membawa fafa ke kamar milik dinda, terkecuali sidik. Dia pergi ke halaman belakang rumah dery.
__ADS_1