My Indigo

My Indigo
Penguntit 1


__ADS_3

Fafa sedang berada di dalam ruang uks bersama sidik, david dan tiara pergi untuk mengecek anak-anak kelas 10, sedangkan kiky, dery dan juga kevin sedang pergi ke kantin membeli makanan.


Sidik dengan telaten membersihkan luka yang ada di pipi fafa, dia memasangkan perban untuk menutupinya.


"Maaf ya, udah bikin kaka sama yang lainnya khawatir" Ucap fafa tiba-tiba


Sidik mengusap kepala fafa, "Lain kali jangan di ulangin ya!" Fafa mengangguk


"Awww" Fafa meringis ketika ia berusaha menurunkan kakinya dari atas brangkar, dia merasakan nyeri di punggung dan perutnya.


"K..kamu kenapa? Ada yang sakit" Tanya sidik panik


"Perut sama punggung aku sakit, mungkin efek benturan tadi" Ucap fafa lirih


"Kita kerumah sakit ya" Kata sidik gelagapan


Fafa menangkup kedua pipi sidik, "Hei.. hei.. it's okey. Aku gapapa, cuma nyeri sedikit"


Ceklekk


Pintu uks terbuka, dan menampakkan wajah polos kiky, kevin dan juga dery.


"Ah.. eh.. hmmm.. sorry, kita gak tau" Ucap kevin kikuk, sedangkan dery dan kiky hanya menyengir kuda


Fafa dan sidik saling berpandangan lalu menyunggingkan senyumnya.


Kiky berjalan mendekat kearah fafa, "Gimana keadaan lo?" Tanya kiky sambil menepuk punggung fafa


"Aww, sakit monyet" Umpat fafa


"Hah, monyet siapa yang sakit?" Tanya kiky polos


"Dasar kadal afrika, yang sakit gue. Lo nepuk punggung gue" Ujar fafa kesal


"Hehe maaf gak tau"


"Mana makanan gue?"


"Nih, habisin. Kalau gak habis gue kasih bogem" Ancam kiky


"Ya ya ya" Fafa memutar bola matanya malas


"Yaudah kita bertiga mau ke kelas dulu, mau ambil tas"


Kemudian kiky, dery dan juga kevin beranjak dari ruang uks.


***

__ADS_1


"Ka aku pinjam ponsel!" Pinta fafa


"Buat apaan?"


"Udah aja pinjam sebentar, aku gak bakalan kepo" Ucap fafa


Sidik menyerahkan ponselnya kepada fafa, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan fafa dengan ponselnya


Fafa berselfi menggunakan ponsel milik sidik, dia tersenyum puas ketika melihat hasilnya, disana terlihat fafa yang menggunakan jaket tebal milik sidik. Kemudian fafa bermain game yang ada di ponsel tersebut, sampai dirinya tertidur karena lelah.


Sidik mengambil ponselnya yang masih menyala dari genggaman fafa, saat akan mematikannya, sidik merasa penasaran dengan hasil foto fafa.


"Cantik" Gumam sidik. Sidik mengotak-atik ponselnya


"Hah? Apaan?" Tanya fafa


"Apaan?" Tanya balik sidik


"Tadi ngomong apa?"


"Gak ngomong apa-apa...."


"Ish..." Fafa mengerucutkan bibirnya.


***


Saat ini fafa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, namun saat fafa melihat dari kaca spion mobilnya, fafa merasa bahwa dirinya sedang di buntuti oleh seseorang.


Fafa mencoba berbelok ke dalam gang, dan benar saja mobil yang tepat berada di belakang mobil fafa membuntutinya. Fafa mencoba tenang dan pura-pura tidak menyadarinya agar mereka tidak mengetahui bahwa fafa sudah menyadari keberadaan mereka.


Fafa kembali memasuki jalan besar, dan langsung menancap gasnya. Fafa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesekali ia melihat dari kaca spion mobilnya berharap mobil yang mengikutinya sudah tidak ada di belakangnya. Dan benar saja mobil itu tidak ada, mungkin tertinggal jauh.


Akhirnya ia sampai di depan kompleksnya, fafa bisa bernafas lega karena mobil yang sedari tadi membuntutinya tidak sampai ke depan kompleks rumahnya. Tafa memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya.


"Siapa yang tadi ngikutin gue?" Fafa bertanya padandirinya sendiri


Tokk Tokk Tokk


Fafa terlonjak kaget ketika ada yang mengetuk kaca mobilnya, ia mengelus-elus dadanya sambil membuka kaca mobilnya.


"Kamu ngapain di dalam mobil terus?"


"Dari mana kaka tau kalau aku masih di dalam mobil"


Ya!! Yang mengetuk kaca mobilnya itu adalah david kakanya.


"Mobilnya belum kamu matiin, dodol." Ucap david

__ADS_1


Fafa melihat kontak mobilnya, dan benar saja dia lupa mematikan mesin mobilnya.


"Kamu ngapain di dalam mobil?" Tanya david lagi


"Engga ngapa-ngapain kok ka, fafa cuma lagi beresin barang-barang fafa yang ada di mobil" Dusta fafa


"Yaudah, kaka duluan" Pamit david meninggalkan fafa


"Maaf ka, fafa bohong. Fafa cuma gak mau kalau kaka khawatir" Gumamnya.


Setelah kepergian david, fafa juga ikut masuk ke dalam rumah, disana ia melihat mamanya yang sedang membaca majalah di ruang keluarga.


"Assalamualaikum, mah." Salam fafa


"Waalaikumsalam, kok pulangnya kaka duluan?"


"Engga kok! Sebenarnya fafa yang sampai duluan, tapi fafa diam dulu di mobil, beresin barang-barang fafa yang ada di mobil" Ucapnya


"Oh, yasudah kamu mandi ganti baju sana."


"Iya mah, fafa keatas dulu ya mah."


Fafa bergegas menuju kamarnya, untuk membersihkan diri. 15 menit fafa berkutat di dalam kamar mandi dan akhirnya ia keluar dari sana dengan menggunakan pakaian rumahan.


Ketika fafa sedang menyisir rambutnya, dinda tiba-tiba saja muncul dihadapannya dengan senyum yang terukir.


"Kenapa liatin gue sampe kaya gitu? Masih suka sama rambut gue?" Tanya fafa sinis


"Hehe, iya aku suka banget sama rambut kamu" Ujar dinda


Fafa memutar bola matanya malas, namun sedetik berikutnya ia meresa bersalah karena telah memusnahkan temannya lisa.


"Hmm, din. Maaf ya" Ucap fafa pelan


"Maaf untuk apa?"


"Maaf karena gue udah bikin lisa hilang selama-lamanya, lo pasti sedih banget ya!?"


"Gapapa kok! Aku gak sedih. Yang buat aku sedih, kalau lisa nyiksa kamu. Sebenarnya aku juga gak suka dengan sifat lisa yang begitu jahat. Jadi ya sudah lah, biarkan saja" Jelas dinda


"Hmm, tapi gue boleh tanya?"


"Tanya apa?"


"Kenapa setiap lo liat kevin, lo seperti ada rasa sama dia"


"Ah, eh.. e..engga kok" Kata dinda gelagapan, setelah mengatakan itu dinda tiba-tiba saja menghilang

__ADS_1


"Hantu aneh" Gumamnya


__ADS_2