
"HENTIKAN *****.... JANGAN SENTUH PAPA GUE LAGI!! KALAU EMANG LO GAK MAU MENYESAL NANTINYA!!"
"Hah?? Apa?? Aku menyesal?? Kenapa aku harus menyesal??" Tanya wanita itu sok polos
Sedangkan david dan teman-temannya mulai mengerjapkan matanya. Kepala mereka terasa berdenyut. Alangkah terkejutnya mereka, ketika melihat apa yang ada di hadapan mereka.
Yaa!! Arum, dan yusuf yang sedang di ikat di sebuah kursi yang berbeda. Dan apa itu? Yusuf masih saja di goda oleh wanita tidak tahu diri itu.
"Hehh... Ngapain lo pegang-pegang papa gue?" Ucap david tiba-tiba.
Sontak fafa menoleh ke belakang, dan melihat david dan yang lainnya sudah sadar.
"Woyy... ******!!! Singkirin tangan kotor lo dari papa gue!" Kata david lagi.
"Ohh... Jadi dia yang bernama david?.. Tampan seperti dirimu" Kata wanita itu sambil berjalan mendekat. Namun fafa mencegatnya.
"Mau ngapain lo?! Kalau sampai lo nyentuh kaka gue, ataupun teman-teman gue, jangan harap besok lo bisa lihat matahari lagi!!" Ancam fafa
"Hmmm.. jadi ceritanya kau mengancam ku? Begitu?"
"Ya!! Memangnya apa lagi??" Ucap fafa menatap wanita wanita sinis
Plakk....
"FAFAA...." Teriak mereka semua ketika melihat fafa di tampar oleh wanita ****** itu. Sementara arum sudah meneteskan air mata melihat fafa di tampar. Seumur hidupnya belum pernah membentak apa lagi menampar anak-anaknya. Fafa tidak meringis, melainkan dia malah semakin muak melihat wanita ****** ini.
"Apa-apaan kamu menampar anak saya?" Ucap yusuf geram
"Andree..!!! Kenapa lo diem aja? Kenapa lo gak nolongin fafa?" Seru kiky kesal yang melihat andre diam saja ketika fafa di tampar.
"Segitu aja tamparan lo?" Ucap fafa mempakkan smirknya
Wanita itu nampak geram dengan sikap fafa kepadanya. Fafa melirik pada andre, dan andre pun langsung mengerti.
Tanpa di duga, andre melesat cepat menendang ke belakang sampai mengenai laki-laki yang sedari tadi menjaga teman-temannya dan kakaknya.
Laki-laki itu bangkit dan tanpa di duga, dia membawa pisau lipat dan langsung memiting leher fafa, pisau itu ia todongkan ke arah lehernya fafa.. Mereka semua berteriak histeris ketika melihat itu.
"*******!!! LEPASIN!!" Ucap fafa geram
"Tidak akan ku lepaskan!" Bisik laki-laki itu di telinga fafa
"Sebenarnya siapa kamu? Dan apa mau kamu?" Kini yusuf yang berbicara
"Kau tidak mengenaliku?"
"Jangan banyak basa basi" Ucap yusuf
__ADS_1
"Padahal kita sudah bertemu!!" Ucap laki-laki itu.
"Jangan beraninya di balik topeng aja lo!! Kalo emang lo berani!? Buka topeng lo!!" Ujar fafa di sela-sela pitingan laki-laki tersebut
"Sebaiknya kau diam saja anak manis, atau leher mu nanti akan terluka!"
"Banci..." Umpat fafa, "Kalaupun lo gak buka topeng lo itu, gue udah tau siapa lo!!" Lanjut fafa
"Jangan sok tau kamu anak kecil!"
"Lo itu aldi Lebih tepatnya Aldi Waryo Susilo" Ucap fafa
"Hahaha... Ternyata kau pinta juga!!" Celetuk orang yang bernama Aldi itu.
"Aldi Waryo Susilo?" Gumam yusuf. Dia nampak sekali sedang mengingat-ingat nama tersebut.
"Kau serius lupa dengan ku? Mr. Mahendra?" Ucap laki-laki itu ketika dia berhasil membuka topengnya.
Yusuf membulatkan matanya ketika melihat orang yang sedang menyandra fafa.
"K..kau, Mr. Susilo?" Gumam yusuf, "Tapi kenapa?"
Bugg....
Sreettt....
Prang...
Pisau itu jatuh di dekat kiky, dan kiky pun melirik ke arah pisau tersebut. David dan teman-temannya melirik ke arah kiky dan kevin segera memberikan kode untuk kiky mengambil pisau tersebut.
Andre menendang laki-laki itu sampai ia kembali tersungkur ke bawah. Kali ini tendangan andre lebih kuat dari pada tadi. Menyebabkan laki-laki itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Kenapa kau mengganggu keluarga ku?" Tanya yusuf
"Karena aku punya urusan denganmu dan anak perempuan mu!!" Jawab Mr. Susilo
"Kalau kau punya urusan denganku!? Libatkan aku saja jangan bawa-bawa keluargaku!!"
"Oh.. tidak bisa!! Justru aku membutuhkan anak perempuan mu itu" Ujar Mr. Susilo
"Untuk apa?" Tanya yusuf bingung
"Kau kira aku tidak tahu? Kalau harta kekayaan yang kau punya sebagian besar akan di berikan pada anak perempuan mu?! Sejak dulu aku sudah mengincar harta kekayaan dari keluarga mahendra. Dan sekarang, aku malah bekerja sama dengan kau Mr. Mahendra. Itu semua memudahkan ku untuk merebut kekuasaan mu" Jelas Mr. Susilo
"Jadi cuma gara-gara itu?" Tanya david, "Hah, banci!"
"Heii.. diam kau. Aku tidak berbicara padamu!"
__ADS_1
Sementara kiky sedari tadi berusaha meraih pisau yang ada di dekatnya. Tanpa sepengetahuan kiky, wanita yang memakai topeng berjalan mendekatinya. Namun, dengan cepat fafa mencekal pergelangan tangan wanita tersebut.
"Jangan pernah lo sentuh sahabat gue!" Ucap fafa tajam
Tanpa mereka sadari, Mr. Susilo mengeluarkan pistol dan langsung mengarahkannya ke arah fafa.
Doorr....
Doorr....
"FAFA...." Teriak semua orang
Fafa memejamkan matanya, dia tidak merasakan sakit di tubuhnya hanya nyeri di tangannya akibat goresan pisau tadi. Fafa menbuka matanya dan dia melihat andre yang berada di depannya.
Yaa!!! Ternyata andre yang terkena tembak oleh Mr. Susilo. Andre menampilkan smirknya dan berjalan menuju Mr. Susilo
Ketika wanita itu lengah, fafa mendorongnya hingga wanita itu tersungkur dan menubruk tembok hingga hidungnya berdarah. Fafa langsung berlari menuju kedua orang tuanya.
Fafa melepaskan ikatan di tangan dan di kaki orang tuanya. Fafa selesai membuka ikatan pada orang tuanya, "Mama sama papa cepet keluar dari sini ya! Kalau perlu mama sama papa pergi yang jauh dari tempat ini!" Ucap fafa
"Tapi kamu dan yang lainnya bagai mana nak?"
"Aku gapapa mah, pah. Kalian tenang aja! Kami akan baik-baik saja" Ucap fafa, "Aku akan menjaga ka david dan yang lainnya. Aku berjanji!" Lanjut fafa.
Kemudian arum dan yusuf bangkit, dan berlari keluar dari ruangan itu.
"Heii... Mau kemana kau yusuf!!" Teriak Mr. Susilo, dia hendak mengejar yusuf dan juga arum, namun andre terlebih dahulu mencegahnya.
"Jangan harap kau bisa mengejar mereka berdua!" Ucap andre
"Jangan ikut campur kau bocah!!"
Tiba-tiba saja, dinda muncul di belakang Mr. Susilo. Dinda terkejut melihat adiknya yang terikat dengan teman-temannya.
"Dinda..."
"Ka dinda..."
Seru mereka bersamaan. Sontak Mr. Susilo membalikkan badannya ketika mereka menyerukan nama seseorang.
Ketika Mr. Susilo membalikkan badannya, dinda terkejut bukan main. Perlahan ia berjalan mundur. Fafa yang melihat itu menjadi heran.
"Dinda.. lo kenapa?" Tanya fafa ketika melihat raut wajah dinda yang berubah ketika bertemu Mr. Susilo
"Din.. kamu kenapa?" Kini andre yang bertanya.
Dinda belum menjawab pertanyaan dari fafa ataupun andre. Dia malah menatap tajam ke arah Mr. Susilo. Begitu pun Mr. Susilo, dia nampak mengingat-ingat sesuatu, seperti pernah bertemu dengan wanita yang di panggil dinda itu.
__ADS_1