My Indigo

My Indigo
Membantu Lia


__ADS_3

Malam ini fafa pergi ke kamar david untuk membicarakan rencana dirinya yang mau membantu lia


*Tok tok tok


Ceklek*


Fafa membuka pintu kamar david, namun fafa tidak menemukan keberadaan david disana, terdengar suara gemercik air. Tak berselang lama david keluar dari kamar mandi dengan kepala yang masih basah dan hanya menggunakan celana pendeknya, fafa melihat roti sobek milik david, sudah tidak heran lagi bagi fafa. Memang terkadang david jika keluar kamar tidak mengenakan baju.


"Ish, kaka mandinya kaya perawan lama banget" gerutu fafa


"Ya maaf, lagian mana kaka tau kalo kamu ada dikamar kaka" ujar david "kamu kenapa cari kaka" tanya david


"Mmm anu itu ka" kata fafa takut


"Anu apa si fa, ngomong yang jelas dong" kata david sambil mencari kaos oblongnya


"A..aku mau bantu t..temen hantu fafa ka" ucap fafa gugup


David menghentikan aktivitasnya langsung menoleh ke arah fafa


"Oh" hanya itu jawaban david


"Ih kaka fafa serius, masa kaka cuma jawab oh doang sih" ucap fafa kesal. David terkekeh melihat wajah fafa memerah menahan marahnya


lantas dia melanjutkan mencari kaosnya, setelah mendapatkannya, david menghampir fafa "Kalo emang kamu mau bantu dia silahkan, selagi itu baik lakuin aja" kata david sambil mengelus rambut fafa


"Tapi dia bilang, dia harus pinjam raga aku" kata fafa sambil menunduk


"Apa? Pinjam raga kamu" david terkejut dengan penuturan kata fafa


"I..iya ka, aku tau hal itu gak baik buat kondisi tubuh aku, tapi aku gak tega liat arwah lia masih bergentayangan disini, aku janji, aku bakalan jaga diri aku ka" kata fafa meyakinkan


David menghela nafasnya pelan, langsung memeluk tubuh mungil fafa


"Apapun yang kamu lakukan, kaka akan selalu dukung kamu" kata david lembut


"Makasih ka" fafa membalas pelukan david


"Terus kapan kamu mau membantu dia?" Tanya david penasaran


"Rencananya sih besok ka, kan semakin cepat semakin baik"


"Oke kalo begitu, kaka ikut sama kamu. Gak ada penolakan" kata david memaksa


"Okey kapten" ucap fafa sambil mengacungkan ibu jarinya, kemudian fafa pergi dari kamar david untuk kembali ke kamar miliknya


***


Didalam kamar, fafa melihat sudah ada lia disana sedang duduk di kasurnya. Dengan langkah ringan, fafa menghampiri lia


"Lia, lo kenapa? Lo gak seneng kalo gue mau bantuin lo?" Kata fafa lembut


"Aku gak mau kamu kenapa- napa" kata lia sendu


"Lo percaya sama gue, gue gak bakalan kenapa- napa, besok sepulang sekolah, gue langsung bantu lo buat ngomong ke ortu lo sama ke irfan" ucap fafa sambil memegang kedua bahu lia. Setelah itu lia pergi menghilang.


Ddrrttt


Fafa mengambil ponselnya ternyata ada pesan masuk.

__ADS_1


Sidik_PW


Hai fa👋


Fafa terkekeh membaca Id Line sidik


Ulfafa_


Hai juga ka


Sidik_PW


Belum tidur?


Ulfafa_


Menurut kaka?


Sidik_PW


Ditanya malah balik nanya😒


Ulfafa_


Ya kalo aku bales chatt dari kaka


Berarti gue belum tidur dong🙄


Sidik_PW


Hehe iya ya😅


Ulfafa_


Iya, tadi abis ngobrol dulu


Sama si kaka!!


Sidik_PW


Oohh..


Yaudah lo tidur sana udah malem


Gak baik kalo begadang tuh


Ulfafa_


Iya ka


Sidik_PW


Selamat malam,


Have nice dream😘


Eh maaf emotnya nakal


Read

__ADS_1


Fafa terkekeh membaca pesan terakhir dari sidik. Lalu ia meletakan ponselnya diatas nakas, kemudian pergi kealam mimpi.


"Deek awas jangan main ditengah jalan" teriak fafa namun tak didengar oleh anak tersebut


Fafa melihat ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang, mobil tersebut mengarah ke anaknkecil tersebut. Dan


Braakk


Anak itu terpental terseret mobil sampai jauh, fafa yang melihat itu syok, darah dimana- mana. Fafa menghampiri si anak tersebut yang sedang kejang- kejang ditengah jalan, mobil yang menabrak anak itu kabur ntah kemana


"Tolong" teriak fafa


"TOLOONG"


Fafa terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal,


"Ternyata cuma mimpi" keringat dingin bercucuran. Fafa langsung mengambil air minum didapur


'Apa ini pertanda? Tapi siapa anak kecil itu? Enggak, gue gak bisa biarin ini terjadi' kata fafa membatin


Fafa memutuskan kembali kekamarnya, karena jam baru menunjukkan pukul 01.40 dini hari. Dia kembali memejamkan mata berharap mimpi buruk tidak hinggap lagi.


***


Disekolah fafa dikejutkan dengan keberadaan si hantu yang tidak diketahui namanya siapa. Fafa tidak memperdulikannya dia datang kesekolah untuk belajar, bukan sibuk ngurusin urusan si hantu itu.


Pelajaran hari ini cukup membuat otak fafa seakan mau meleduk, ditambah fafa terus kepikiran masalah lia dan mimpinya semalam


"Fa, kok bengong.. Oh iya lo udah janji katanya mau traktir gue dikantin" ujar kiky menagih janji fafa


"Iya iya,," ucap fafa beranjak dari kursinya


Suasana dikantin begitu ramai, tapi untung saja fafa bisa mendapatkan tempat duduk. Tak lama gerombolan david datang menghampiri fafa, dirinya yang sibuk dengan makanan tidak menyadari jika ada david dkk di depannya. Kikiy menyenggol lengan fafa berkali- kali, hal itu membuat fafa kesal atas ulah kiky


"Ki apa- apaan sih, gang-" ucapan fafa terpotong ketika melihat david dkk


"Gang apa fa? Gang kober?" Celetuk kevin. Mereka yang berada di meja itu terkekeh dengan celetukan kevin


"Lo kenapa gak bilang kalo ada kaka gue sama temen- temennya" bisik fafa kepada kiky


"Ya kan tadi gue udah kodein, lo nya aja yang gak peka" balas kiky juga berbisik


"Kalian ini ngomongin apa si? Kok bisik- bisik gitu?" Ucap dery kepo


"Kepo nih si kaka" kata kiky


Mereka semua menikmati makanan masing- masing, sesekali mereka tertawa melihat kekonyolan yang dilakukan oleh kevin dan dery. Banyak pasang mata yang menatap fafa dan kiky dengan iri, pasalnya fafa dan kiky bisa begitu akrab dengan david dkk.


"Oh iya fa, nanti kita jadi kan" tanya david disela- sela aktivitas makannya


"Iya jadi, pulang sekolah kita langsung kerumahnya" ujar fafa


"Eh,, eh,, eh,, kalian berdua mau pada kemana nih? Kok gak ngajak kita- kita" kata dery dengan wajah keponya


"Kita mau bantu teman hantunya fafa" kata david polos


"Kita- kita boleh ikut kan ka" kini giliran kiky yang bersuara


David menoleh kearah fafa meminta persetujuan, fafa hanya menganggukan kepala. Mereka melanjutkan makannya lagi

__ADS_1


__ADS_2