My Indigo

My Indigo
Mencari Pelaku


__ADS_3

Fafa berlari di koridor rumah sakit setelah menerima telepon dari david. Fafa terus berlari sampai dirinya melihat teman-temannya dan juga david berada di luar ruangan sidik dengan wajah panik.


"Ada apa ini?" Tanya fafa bingung


Mereka semua saling berpandangan, ntah bagaimana cara memberitahukannya kepada fafa.


"Kenapa kalian diam?" Tanya fafa lagi dengan suara yang meninggi


"Kondisi sidik memburuk...."


Degg...


Bagai di hantam batu besar ketika mendengar jawaban dari dery, yang menyatakan bahwa kondisi sidik memburuk.


"Heh,, jangan bercanda lo ka!" Balas fafa tidak terima


"Ka david, bilang sama fafa kalau ka sidik kondisinya baik-baik aja. Dan bilang ke fafa kalau ka sidik gak kenapa-kenapa!!" Ujar fafa menggenggam tangan david


"Apa yang di katakan dery itu benar. Kondisi sidik memburuk" Jawab david pelan


"Enggak.. ini gak bener kan!?" Ucap fafa menggelengkan kepalanya, "Ki.. bilang sama gue kalau ini gak benar!" Lanjut fafa penuh harap. Namun, kiky hanya menunduk diam.


Dokter keluar dari ruangan sidik di ikuti beberapa suster di belakangnya.


"Om, gimana keadaan sidik?" Tanya david


"Keadaan sidik makin memburuk, racun yang ada di dalam tubuhnya semakin menjalar ke bagian tubuh lainnya. Bahkan sekarang ada pembengkakan di bagian kelopak matanya, sehingga kolopak mata sidik memerah" Jelas frans, "Ini adalah racun yang masuk ke dalam tubuh sidik" Lanjut frans


Frans memperlihatkan sampel racun itu kepada david.


"Sayangnya kami belum bisa menemukan penawar dari racun tersebut, namun om akan usahakan untuk kesembuhan sidik" Jelas frans


Fafa sudah tidak bisa membendung air matanya, kakinya sudah tidak kuat menopang tubuhnya, fafa merosotkan tubuhnya ke lantai. Menangis sejadi-jadinya disana. Kiky berusaha menenangkan fafa dan membawanya duduk di bangku.


"Ini gak mungkin kan!? Ka sidik pasti sembuh kan?" Gumam fafa lirih


"Fa.. tenangin diri lo! Kita semua yang ada disini yakin kalau ka sidik pasti sembuh" Ucap kiky berusaha terus menenangkan fafa


"Gue harus cari siapa yang udah ngelakuin ini" Celetuk fafa kemudian bangkit dari duduknya

__ADS_1


"Fa kamu mau kemana?" Tanya david


Namun fafa sudah terlanjur pergi meninggalkan mereka.


***


Fafa mengendarai mobilnya menuju ke restoran tempat dirinya dan sidik makan bersama. Fafa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, air matanya masih saja mengalir di pipinya. Selama 25 menit, akhirnya fafa sampau di restoran tersebut.


Fafa masuk kedalam dan langsung menanyakan kebagian kasir.


"Permisi mbak!" Ucap fafa


"Iya, ada yang bisa saya bantu" Tanya seorang yang fafa ketahui dari name tag-nya bernama wiwi.


"Hmmm, saya mau tanya.. mbak masih ingat saya kan? Saya yang dua hari lalu makan di sini berdua sama cowok"


Wiwi nampak mengingat-ingatnya, selang beberapa menit wiwi dapet mengingatnya, "Ah iya, saya ingat!" Ucap wiwi, "Ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau tanya! Pelayan yang mengantar pesanan saya waktu itu, dia ada tidak ya?" Tanya fafa


"Hmm... Dia sudah mengundurkan diri sejak kemarin" Jawab wiwi


Fafa membulatkan matanya, "M...mengundurkan diri? Lalu apa mbak tau tempat tinggalnya?" Tanya fafa


"Kalau gitu terima kasih ya, maaf mengganggu" Ucap fafa berlalu pergi.


Fafa kembali ke dalam mobil, dia memukul stir mobil dengan sangat kencangnya, sampau tangannya memerah.


"Siaall... Sial... Kemana pelayan itu?? Aaggrrrr" Teriak fafa


Fafa melajukan mobilnya lagi, dia memutuskan kerumah sakit. Ketika di dalam perjalanan fafa melihat seseorang yang tidak asing baginya baru saja keluar dari mini market. Fafa membelokkan mobilnya ke mini market tersebut.


"Itu dia.." Gumam fafa sambil menunjukkan smirknya


Fafa keluar dari dalam mobil dan langsung saja menangkap pergelangan tangan orang itu.


Orang itu nampak terkejut takkala fafa mencekal tangannya begitu kuat. Dia berusaha melepaskan genggaman tangan fafa.


"Lepas!" Ucap orang itu

__ADS_1


"Gue gak akan lepasin lo, karena lo udaj berani ngeracunin orang yang gue sayang" Ucap fafa datar


"Jangan sok tau lo" Balas orang itu sambil menatap mata fafa


Seketika tubuh fafa menegang, ketika tatapan mata mereka bertemu. Sekelebat bayangan tentang orang itu terlihat. Bayangan bahwa orang itu akan celaka. Tiba-tiba saja pada saat fafa lengah, orang itu memukul wajah fafa sampai sudut bibir fafa mengeluarkan darah. Fafa mengerang kesakitan dan melepaskan genggamannya.


"Sialan, berani lo mukul gue?" Cicit fafa


Namun, saat fafa akan menangkap orang itu lagi, dia sudah terlajur berlari menyebrang jalan. Baru beberapa fafa melangkah untuk mengejar orang itu..


Brakk


Fafa melihat tubuh orang itu terpental ke jalan akibat tertabrak mobil yang melintas. Jadi, bayangan yang tadi terlintas di kepala fafa. Dan kini, di depan mata kepala fafa sendiri, dia melihat orang itu tertabrak mobil dan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan.


Fafa langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat tersebut.


Tak perlu membutuhkan waktu yang lama fafa sampai di rumah sakit dan langsung menuju ke ruangan sidik. Di dalam ruangan hanya terdapat david dan juga kiky.


"Fa, wajah kamu kenapa?" Tanya david khawatir, namun fafa tidak menjawab


Fafa langsung menghampiri brangkar sidik dan duduk di sampingnya. Fafa yang melihat kondisi sidik yang seperti ini kembali merasa sedih. Wajah yang pucat dan kelopak mata yang memerah akibat efek dari racun tersebut.


David menghampiri fafa dan melihat wajah fafa yang lebam dan sudut bibirnya yang robek.


"Kamu abis dari mana fa? Kenapa wajah kamu lebam gini?" Tanya david


"A..aku abis dari restoran tempat aku dan ka sidik makan waktu itu. Aku mencari orang yang menaruh racun di dalam makanan ka sidik, tapi katanya dia udah ngundurin diri sejak kemarin". Ujar fafa


"Terus kenapa wajah lo sampai kayak gini?" Tanya kiky


"Tadi gue udah sempat ketemu sama dia, bahkan gue mencekal pergelangan tangan dia berharap dia gak akan lari. Namun, saat mata gue sama mata dia berpandangan, gue melihat bayangan tentang dia, gue lengah. Pada saat itu juga dia langsung mukul wajah gue dan dia lari" Jelas fafa


"Terus dimana dia sekarang?" Tanya david


"D..dia... Dia.. meninggal tertabrak mobil saat melarikan diri dari aku ka!" Ucap fafa lirih


"Hah?" Ucap kiky terkejut


"Iya.. dia tertabrak mobil saat akan menyebrang jalan, sampai tubuhnya terpental dan meninggal sangat mengenaskan" Jawab fafa sambil membayangkan kejadian tadi.

__ADS_1


"Yaudah, yaudah sekarang kita gak usah mikirin itu. Yang terpenting adalah kesembuhan sidik. Dan lebih baik kamu obati dulu luka kamu" Ujar david, "Ki... bantu fafa obatin lukanya" Perintah david pada kiky


"Iya ka. Ayo fa.. kita obatin di kantin aja sambil makan, lo belum makan dari kemarin" Ucap kiky, fafa hanya menurut saja.


__ADS_2