My Indigo

My Indigo
Pingsan


__ADS_3

Fafa dan juga sidik sampai dirumah tepat pukul 18.00 Wib.


"Kaka gak mau mampir dulu?" Tanya fafa


"Langsung pulang aja, salam aja buat om sama tante ya" Kata sidik sambil mengacak rambut fafa


"Iya nanti aku salamin. Yaudah aku turun ya" Ucap fafa


Saat sidik akan memundurkan mobilnya tiba-tiba


Bugg


Fafa terjatuh pingsan ntah apa penyebabnya. Sidik yang melihat itu langsung turun dari mobilnya dan menghampiri fafa.


"Fa, bangun fa!!" Ucap sidik panik, tanpa berfikir panjang, sidik langsung membawa fafa untuk segera masuk ke dalam rumah.


Ceklekk


"Lah dik, ade gue kenapa?" Tanya david heran


"Gue juga gak tau, tadi pas gue mau mundurin mobil gue, dia tiba-tiba pingsan"


"Yaudah sekarang bawa aja ke kamarnya" Titah david


Mereka berdua membawa fafa ke dalam kamarnya. Sidik merasa heran kenapa fafa tiba-tiba bisa pingsan begini. Untung yusuf dan juga arum sedang pergi keluar dan belum pulang, kalau saja sudah pulang mereka berdua juga pasti akan panik.


"Nghh" Sidik dan juga david menoleh ke asal suara


"Dek, kamu udah sadar?" Tanya david


Fafa mengedarkan pandangannya, dia mengernyitkan dahinya bingung, pasalnya seinget dirinya, ia berada di luar.


"Kamu kenapa bisa pingsan?" Kini giliran sidik yang bertanya


"Lah, ka sidik bukannya tadi udah pulang?" Ujar fafa malah balik tanya


"Gak jadi" Jawabnya ketus


"Dek, kenapa kamu bisa pingsan?"


Seketika fafa langsung mengingat-ingat kejadian sebelumnya, kepalanya masih terasa pusing tapi ia berusaha mengingatnya.


"Kalo kamu gak kuat gak usah di paksa, fa" Ucap sidik


"Waktu aku keluar dari mobil kaka, aku ngerasa ada yang memperhatikan aku dari balik gerbang. Terus karena aku penasaran jadinya aku melihat ke gerbang dan ternyata benar aku sedang di perhatikan sama hantu yang sering gangguin aku" Fafa menjeda bicaranya dan menarik nafas panjang sebelum ia melanjutkan ceritanya, "Dan saat itu juga, tiba-tiba dia menyeringai matanya melotot lalu kepala dia lepas dan menggelinding. Setelah itu aku gak inget lagi, pas aku bangun aku udah di sini" Lanjut fafa


Saat sidik ingin beranjak dari kamar fafa, namun fafa menahannya terlebih dahulu.


"Disini aja ya!!" Pinta fafa, sidik hanya mengangguk


"Bentar deh bentar" Ujar david, "Kayaknya gue mencium bau-bau sesuatu ini" Lanjut david menatap sidik dan fafa bergantian. Sidik mengangkat sebelah alisnya begitu juga dengan fafa yang mengernyitkan dahinya.


"Kalian pacaran?" Tanya david serius


"Iya" Jawab sidik dan fafa kompak


"Cia ilah kompak amat bang, mpok. Tau dah yang baru jadian mah!! Gercep juga lo dik" Celetuk david menggoda


"Bacot"

__ADS_1


"Udah ah, gue gak mau jadi nyamuk disini" Ujar david berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Suasana menjadi hening. Mendadak semua menjadi canggung


"Ka" Panggil fafa, sidik langsung ikut duduk di tepian tempat tidur fafa


"Maaf, gara-gara aku ka-"


"Kalau ngomong liat orangnya" Ucap sidik


Fafa langsung mendongakkan kepalanya, "Maaf, gara-gara aku kaka gak jadi pulang"


"Gapapa, kaka lebih senang ada di dekat kamu kaya gini" Ujar sidik sambil mencubit hidung fafa gemas


"Fafa.. kaka bawain maka-" Kata david yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar fafa, "Ups, sorry... Nih fa, kaka bawain makanan. Kaka taruh di nakas ya" Ucap david kikuk


"Kaka keluar lagi ya"


Setelah kepergian david, sidik dan fafa saling pandang kemudian,


"HAHAHAHA" Mereka berdua tertawa


"Yaudah kamu makan dulu ya!!" Perintah sidik


"Kaka juga makan"


"Iya iya"


***


Hari ini fafa sudah rapih dengan seragam sekolahnya, sebenarnya dirinya masih merasa takut. Takut akan di ganggu lagi dengan hantu misterius itu.


"Cari aku?" Tiba-tiba saja dinda berada di dekat meja belajarnya


"Kemana aja? Jarang banget nongol?"


"Banyak urusan"


"Emangnya setan juga punya urusan ya?" Tanya fafa pada dirinya sendiri


Pletakk


Dinda melempar pulpen yang ada di meja belajar fafa, dan berhasil mengenai kepala sang empu


"Kenapa lo ngelempar gue pake pulpen segala, sakit tau" Ucap fafa geram


"Abisnya mau di lempar pake apa lagi? Apa mau sekalian pake meja belajarnya aja ya" Canda dinda, "Oh iya, fa. Ada yang mau aku sampein ke kamu! Kalau hantu-"


"Udah udah. Gue mau kebawah! Mau sarapan, nanti gue kesiangan" Ucap fafa memotong perkataan dinda


Dinda menghela napas kasar, kemudian menghilang.


"Pagi mah, pah" Sapa fafa sambil mencium kedua pipi yusuf dan arum, "Pagi juga ka"


"Awww sakit fa!!" David meringis karena fafa mencubit pipinya keras


"Bodo, wleee" Fafa menjulurkan lidahnya


Fafa mengambil roti dan selai lalu mengoleskannya.

__ADS_1


"Pah, aku bawa mobil sendiri ya!!" Ucap fafa dengan mulut yang penuh dengan roti, "Hari kan ini masih ada acara MOS di sekolah, kalau aku bareng kaka, dia kan pasti pulangnya sore, sedangkan fafa yang belum ada kegiatan belajar pasti pulang cepet" Lanjut fafa


"Fa, telen dulu ke itu roti!! Muncerat kemana-mana. Kaya anak kecil aja kamu" Protes david


"Biarin aja" Jawab fafa sinis


"Ya sudah. Tapi jangan kebut-kebutan di jalan, kalau ada apa-apa langsung telepon papa!!"


"Okey Captain"


***


10 menit yang lalu, fafa sudah sampai di parkiran sekolah. Namun ia enggan untuk keluar dari dalam mobilnya. Tak lama fafa melihat mobil david dan juga mobil sidik melewati mobilnya. David keluar dari mobilnya, begitu juga dengan sidik. Tiba-tiba mereka dikerubungi oleh anak-anak kelas 10.


Fafa yang gerah hati langsung keluar dari mobilnya, dan menghampiri david dan sidik yang sedang di kerubungi.


"Ekhemm"


Semua orang langsung menoleh kebelakang, begitu juga dengan sidik dan david yang langsung melihat kearah fafa.


"Fa bantuin kita dong.." pinta david


"Ngapain aku bantuin kalian, urus aja sendiri" Ucap fafa sinis


'Sombong banget sih ini kaka kelas'


"Lo ngatain gue sombong?" Celetuk fafa sambil menatap cewek itu remeh


"E..eh eng..enggak kok ka!!" Elak cewek itu


"Gue peringatin sama lo! Jangan pernah lo ngomong yang enggak-enggak tentang gue, karena gue bakalan tau" Ujar fafa dengan menatap cewek itu tajam, kemudian berlalu pergi meninggalkan parkiran.


David dan sidik saling pandang, "Astaghfirullah. Zinah mata..." Kata sidik memutuskan kontak matanya dengan david


"Kampret, terus ini kita gimana?" Ucap david


"Serahin sama gue" Cicit sidik


"Eh vid, kok celana lo kuning? ***** lo ee di celana?" Ucap sidik histeris, sontak david langsung membulatkan matanya, "Nih nih pake jaket gue buat nutupinya, jorok banget lo" Lanjut sidik


David langsung meraih jaket sidik dan menutupi bagian belakangnya, dan berlari kencang meninggalkan anak-anak kelas 10, begitu juga dengan sidik.


"Anjirr lo ngejatohin harga diri gue di depan anak-anak kelas 10, pake segala bilang gue ee di celana lah" Ujar david ketika sampai di ruang osis


"Ya mau gimana lagi" Jawab sidik sambil terkekeh


"Kalian kenapa kok keringetan gitu?" Tanya tiara yang baru saja masuk ke ruang osis


"Abis di kerubungin anak-anak kelas 10 di parkiran, terus kita berdua susah buat pergi dari situ, untung otak gue encer jadi gue bikin rencana" Jelas sidik


"Rencana apaan?" Tanya tiara penasaran


"Gue bilang kalo david, Mmmpppp.." Tiba-tiba saja david membekap mulut sidik


"Loh kenapa si sidik mulutnya di bekap gitu?"


"Gapapa gapapa, Oh iya data yang gue minta udah selesai semua?" Tanya david mengalihkan pembicaraan


"Eh iya, udah kok bentar gue ambil"

__ADS_1


"Huffff" David menghela nafas lega, setidaknya cukup dia malu di depan anak-anak kelas 10, jangan di depan tiara.


__ADS_2