
Hari ini adalah hari keberuntungan bagi murid SMA Garuda, karena semua guru sedang mengadakan rapat. Fafa dan yang lainnya memutuskan untuk berkumpul di rooftop sekolah.
Mereka sedang asik bercanda dengan satu sama lain, lain halnya dengan sedik dan fafa. Mereka memilih bersandar di sofa yang ada di rooftop.
Sreettt...
Fafa langsung menegakkan badannya ketika sekelebat bayangan hitam melintas di hadapannya.
"Kaka liat ada yang lewat?" Tanya fafa
"Iya, tapi cuma sekelebat" Jawab sidik
Tiba-tiba saja hantu yang fafa lihat di gedung IPS dan juga di lobi rumah sakit, ada di dekat pintu rooftop.
Fafa langsung bangkit dan menarik tangan sidik untuk mengejar hantu tersebut, ketika si hantu pergi meninggalkan rooftop.
"Faa... Lo mau kemana?" Tanya kiky
"Ada urusan bentar" Jawab fafa
Fafa dan sidik berlari menuruni tangga, hantu itu berada di depan mereka berdua. Si hantu terus saja berjalan, dia mengarah ke gudang sekolah yang jarang sekali di datangi siswa maupun siswi SMA Garuda.
"Berhenti" Teriak fafa, ketika si hantu hendak masuk kedalam gudang.
"Sebenarnya lo ini siapa? Kenapa lo sering muncul di hadapan gue? Waktu itu lo ada di gedung ips, terus di lobi rumah sakit. Dan sekarang, lo ada di rooftop juga" Ujar fafa
"Maaf jika kehadiran saya begitu mengganggu, saya hanya ingin menyampaikan sesuatu. Bahwa kamu dan keluarga kamu akan menghadapi masalah besar" Cicit hantu itu
"Maksud lo apa masalah besar?"
"Maaf, saya hanya bisa memberi tahukan itu saja" Setelah mengatakan itu, hantu tersebut menghilang
"Eh, hantu!! Maksud lo apa? Masalah besar apa?" Teriak fafa
"Udah fa udah" Ucap sidik
"Tapi ka!! Maksud dia apa bicara kayak gitu!"
"Udah, mending sekarang kita belik ke rooftop" Ajak sidik
Fafa menurut, sidik menggandeng tangan fafa menuju ke rooftop.
"Weh, dari mana kalian berdua?" Tanya dery
"Abis itu.." Jawab sidik
"Abis apa lo?" Tanya david
Sidik mengerucutkan jari-jari tangannya dan menyatukannya, hal tersebut membuat semua orang yang ada di situ tertawa. Sontak fafa langsung meraup wajah sidik
"Ih... Enggak.. enggak! Jangan di dengerin" Seru fafa
__ADS_1
"Haha, si fafa pipinya merah tuh" Celetuk kevin
"Kalian nyebelin banget sih" Grutu fafa
Tring...
Satu notif pesan masuk di ponsel fafa, fafa langsung membuka pesan itu.
081xxx
Kamu akan tau akibatnya karena sudah berani melawan saya
"Pesan dari siapa fa?" Tanya sidik
"Aku juga gak tau, nomor gak di kenal. Dia ngirim pesan ini" Jawab fafa sambil memberikan ponselnya ke sidik
Sidik membaca pesan itu, "Siapa yang mengirim pesan ini" Gumam sidik
"Ada apa fa, dik?" Tanya david
"Eh.. hmm enggak ada apa-apa kok ka ! Hehehe" Dusta fafa
***
Mereka sampai di garasi rumah fafa, sidik dan fafa turun. Namun saat fafa ingin membuka pintu rumahnya, fafa melihat ada sebuah paket di dekat teras rumahnya.
"Ini paket apaan?" Tanya fafa
"Ada nama pengirimnya gak?"
"Gak ada, tapi ini tertuju buat aku" Ujar fafa
Fafa langsung membuka pembungkus paket itu, dan kemudian dia membuka tutup kotak tersebut.
"Aaaaaa..." Teriak fafa membuang kotak tersebut
Sidik mengambil kotak itu dan melihat isinya, sidik bergidik ketika melihat isi dari kotak itu. Didalamnya ada bangkai tikus yang kepalanya terpisah dan foto keluarga mahendra dan juga foto teman-temannya yang berlumuran darah.
David keluar ketika mendengar teriakan dari luar, "Ada apa ini?" Tanya david, kemudian matanya tertuju pada sebuah kotak yang di pegang oleh sidik
__ADS_1
"Kotak apa dik?" David mengambil kotak yang ada di tangan sidik, sedangkan fafa? dia hanya menatap kosong kedepan
"Astaghfirullah... Dik! Siapa yang ngirim itu?" Tanya david
"Gue juga gak tau! Pas gue mau masuk sama fafa, kotak itu udah ada di situ" Ujar sidik sambil menunjuk kearah tempat kotak itu di letakkan
"Udah, mendingan kita masuk aja dulu! Masalah kotak ini. Gue yang bakal singkirin" Ucap david
Fafa duduk di sofa ruang keluarga, sedangkan sidik mengambilkan air minum untuk fafa.
"Nih, kamu minum dulu ya!" Perintah sidik
Fafa menerima gelas yang di berikan sidik dengan tangan yang bergetar. David menghampiri fafa dan juga sidik
"Ini semua salah aku! Teror ini mungkin dari orang yang waktu itu yang menghadang kita" Cicit fafa, "Mungkin mereka mau balas dendam sama aku!?"
"Kamu gak usah takut, ada aku, david dan yang lainnya juga"
"Tapi kalian juga dalam bahaya!" Ucap fafa lirih
"Mending kalian ganti baju dulu" Ujar david
Fafa hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi menuju kamarnya. Begitu juga dengan sidik, dia pergi menuju kamar david. Karena sementara waktu dia tinggal di rumah david.
Fafa mengganti bajunya dengan setelan kaos dan juga hot pants. Fafa berjalan menuju meja belajarnya dan duduk disana. Fafa menyandarkan punggungnya di sandaran kursi belajarnya.
"Kenapa teror itu datang lagi? Apa mau si peneror itu?" Tanya fafa pada diri sendiri.
"Mikirin apa si fa?" Tanya dinda yang tiba-tiba saja muncul
"Gue lagi mikirin siapa yang udah ngirim paket teror itu" Ucap fafa
"Teror apa fa?" Tanya andre yang baru saja muncul di dekat jendela kamar fafa.
"Jadi tadi ada yang ngirimin gue paket, dan lo berdua tau? Isi paketnya apaan?" Tanya fafa, dinda dan andre menggeleng.
"Isinya tuh foto keluarga gue dan foto temen-temen gue, dan disitu ada bangkai tikus yang kepalanya terpisah"
"Terus kamu tau siapa peneror itu?" Tanya andre, fafa menghela nafasnya lalu menggeleng
"Oh iya gue lupa! Tadi juga pas gue di rooftop sekolah, gue liat hantu yang waktu itu ada di gedung ips sama di lobi rumah sakit. Terus tadi dia ada di rooftop, ngerasa penasaran, gue sama ka sidik ngikutin dia sampe ke gudang. Terus masa dia bilang kalau keluarga gue bakal ngalamin masalah besar!" Ujar fafa, "Masalah besar apa?... Lo berdua tau gak?" Tanya fafa
"Masalah besar?" Tanya dinda
"Kira-kira masalah besar apa?" Sambung andre
"Hufff... Gue juga gak tau masalah besar apa!!.... Aaaggrrr... Kepala gue mumet banget!!" Grutu fafa sambil menelungkupkan kepalanya di atas meja belajarnya
"Udah ah, pusing kepala gue. Mendingan tidur aja!" Ujar fafa seraya beranjak menuju tempat tidurnya.
Sudah pukul 1 dini hari, fafa masih saja tidak bisa tidur. Pikirannya masih saja di penuhi dengan ucapan hantu yang ia temui di gudang itu. Fafa terus mencoba memejamkan matanya namun masib saja tidak bisa tidur.
__ADS_1
Ia mengambil buku peninggalan kakeknya kemudian membacanya, karena tinggal beberapa halaman lagi. Fafa ingin secepatnya menyelesaikan membaca buku itu. Fafa membaca sampai pukul 3 pagi, tinggal dua halaman lagi, namun fafa mulai mengantuk dan tak terasa fafa terlelap dengan memeluk buku tersebut.