
"Kenapa masih liatin aku kayak gitu? Aku tau aku ini ganteng" Celetuk sidik
"Aku masih gak nyangka kamu ada di hadapan aku. Aku pikir setelah 3 bulan gak ada kabar, kamu pergi ninggalin aku"
Sidik menghentikan makannya, lalu menatap fafa dalam.
"Kalau aku mau sih, dari dulu aku udah cari cewek lain, tapi akunya gak mau. Padahal cewek-cewek di swedia cantik-cantik"
Fafa melotot ketika mendengar perkataan sidik, wajahnya memerah menahan marah.
"Weittsss santai aja bu mukanya!!" Ucap sidik
"Tau ah"
"Tau mah temennya tempe"
"Itu tahu bambang!!!!" Ucap fafa geram
"HAHAHA...." Ketawa sidik pecah. Fafa mendengus kesal.
"Untung sayang.!" Gumam fafa
"Ah, apa?"
"Gapapa, makanannya sayang kalo gak dimakan" Jawab fafa asal. "Oh iya, tadi kenapa kamu tiba-tiba ada di belakang aku? Kapan kamu masuk?"
"Pake jurus ngilang"
"Iihhh... Aku serius" Fafa memberenggut kesal
"Iya deh iya, sensi amat sih!?"
"Kamunya rese"
"Tadi gak sengaja ketemu feri di lobi kantor papa kamu, terus aku tanya mau kemana dia bilang mau ke ruangan kamu! Yaudah kita berdua barengan" Jelas sidik
"Tapi kok aku gak liat kamu pas masuk?" Tanya fafa
"Iya, itu karena pas feri buka pintu kamu, aku langsung masuk dan liat kamu fokus banget sama laptop, nah pas kamu ngira kalau feri itu david, aku paks jurus seribu bayangan buat sembunyi di belakang kamu"
"Kok jahat sih? Padahal aku berharapnya kalau kamu yang duduk di depan aku, eh gak taunya si ikan lele feri"
"Tapi nyatanya aku ada kan?" Fafa mengangguk
"Aku mau tanya boleh?" Ucap fafa pelan
"Apapun untuk kamu"
"Selama tiga bulan ini kamu kemana? Gak ngabarin aku, dan sekalinya aku hubungin tapi gak pernah kamu respon, padahal kamu online.."
Sidik menghela nafasnya pelan, ia jadi merasa bersalah karena telah mengabaikan pacar kesayangannya itu.
"Maaf... Selama tiga bulan belakangan aku susah buat di hubungin dan aku gak hubungin kamu, karena aku sedang menangani kasus yang benar-benar memakan banyak waktu dan banyak tenaga juga." Ucap sidik
"Aku susah buat di hubungin? Aku minta maaf soal itu, karena semenjak aku jadi pengacara di sana aku jadi memiliki dua ponsel. Yang satu untuk urusan bisnis dengan klien, dan yang satu memang aku khususkan hanya untuk pribadi aku. Aku memang lebih sering membawa ponsel untuk bisnis ketimbang ponsel pribadi."
"Terus kenapa okta juga susah buat di hubunginnya, bahkan nomornya pun udah gak aktif" Tanya fafa lagi
"Oohh... Ponsel okta hilang pas kita lagi ke mall buat beli kebutuhan kita disana. Ntah itu di curi, atau memang terjatuh di mall." Jelas sidik
***
Sementara di rumah sakit, david baru saja selesai mengoperasi pasien yang terkena peluru nyasar.
Dia pergi ke salah satu ruangan di rumah sakit ini.
Ya!!
Kemana lagi kalau bukan ke ruangan tiara. David melihat tiara yang sedang berkutat dengan laptopnya.
"Istirahat dulu, ra. Kamu belum sarapan loh tadi pagi. Dan sekarang udah waktunya jam makan siang!!" Ucap david duduk di kursi yang berada di seberang meja tiara.
"Nanti aja! Aku masih mau cari donor mata yang cocok untuk anak kecil itu" Ujar tiara.
Tiara memang sedang menangani pasien anak kecil yang akan melakukan transplantasi kornea mata. Namun, tiara belum menemukan donor nata yang cocok. Dia harus cepat, kalau tidak!? Anak itu bisa menjadi buta permanen.
"Istirahat dulu ya!! Aku gak mau sampe kamu sakit. Aku janji, setelah makan siang, aku akan bantu carikan donor mata yang cocok untuk anak itu" Ucap david
__ADS_1
"Bener ya! Kamu harus bantu aku. Ah.. bukan lebih tepatnya bantu anak itu untuk bisa melihat lagi" Ujar tiara, david mengulas senyum.
David dan tiara makan di kantin rumah sakit, alasannya karena jika ada yang membutuhkan bantuan mereka, david dan tiara bisa langsung bergegas.
Ddrrrtttt.... Ddrrrtttt....
David mengambil ponselnya yang ia taruh di saku jas dokternya.
"Halo.. kenapa?"
"....."
"Jangan bercanda lo!!"
"....."
Tuutt... Tuutt....
Davidmematikan sambungan teleponnya, dan ia langsung menarik tangan tiara.
"Fafa kecelakaan!!"
Langsung saja mereka berdua berlari di koridor rumah sakit. David melihat sidik dari kejauhan.
"Fafa dimana dik?" Tanya david. Sidik menunjuk ruangan yang ada di hadapannya.
David langsung menerobos masuk ke dalam ruangan itu. Sementara tiara menunggu di luar guna menemani sidik.
"Kok bisa fafa kecelakaan?" Tanya tiara.
"Tadi gue ke kantor fafa, dan gue makan siang bareng sama dia. Terus fafa ngajak gue ketaman" Ujar sidik.
Flashback on
Setelah makan siang, fafa mengajak sidik ke sebuah taman di dekat kantornya.
"Kita ke sana yuk!!" Ajak fafa sambil menunjuk kursi yang berada di bawah pohon.
__ADS_1
"Aku seneng kamu pulang kesini" Ucap fafa menyandarkan kepalanya di bahu sidik.
"Aku pastinya akan pulang. Karena kamu itu adalah rumah aku" Ujar sidik, "Oh iya, aku ada oleh-oleh untuk kamu"
"Apa itu?" Tanya fafa penasaran
"Tutup mata dulu!" Perintah sidik, fafa pun mengikuti perintah sidik, dan menutup matanya.
Sidik nampak mengambil sesuatu, dan langsung membuka kotak tersebut kemudian mengarahkannya ke wajah fafa.
"Buka mata kamu!!"
Fafa membuka matanya perlahan, fafa membekap mulutnya ketika matanya terbuka sempurna
"kommer du att gifta dig med mig?" Ucap sidik dalan bahasa swedia. (Maukan kamu menikah denganku?)
Mata fafa langsung berkaca-kaca ketika sidik berkata seperti itu. Fafa tidak bisa berkata apa-apa selain memandang sidik haru.
"Kenapa nangis?" Tanya sidik ketika melihat air mata fafa mengalir. Sontak fafa langsung menghapusnya
"Aku gak nangis, aku cuma terharu aja!! Kamu bilang kayak gini ngedadak banget!!" Ucap fafa
"Kalau gak gini, yaa!! Bukan kejutan namanya" Ujar sidik, "Jadi....???"
Fafa mengangguk sambil tersenyum. Sidik menarik tangan fafa, dan mengambil cincin dari kotak itu kemudian memasangkannya di jari manis fafa. Mereka berdua saling berpandangan kemudian tersenyum bersama.
"Untuk acara resminya, tunggu orang tua aku pulang ke indo dulu ya!" Ucap sidik
"Aku selalu menunggu" Balas fafa, "Aku mau es krim yang di sana!!" Seru fafa, sidik mengkuti arah yang di tunjuk fafa.
"Kamu tunggu di sini ya!!" Ucap sidik
Fafa memperhatikan sidik yang mulai menjauh dari tempatnya duduk. Fafa mengulas senyumnya kita ia melihat jari manisnya terdapat sebuah cincin pemberian sidik.
Sidik nampak sedang memilih-milih es krim untuk fafa. Sepertinya dia memborong semua es krim dari si penjualnya.
Brakk.....
Sidik terlonjak kaget ketika mendengar suara benturan yang sangat keras begitu juga si penjual es krim. Sontak sidik langsung membalikkan badannya.
"FAFAA....!!!!" Teriak sidik ketika melihat tubuh fafa terpental akibat tertabrak mobil. Seketika mobil itu melintas di hadapan sidik.
Sidik langsung berlari menghampiri fafa yang tergeletak bersimbah darah di jalan.
"Fafaa...!!!" Panggil sidik sambil membawa fafa dalam pangkuannya
"Faa.. bangun!!!" Sidik menepuk-nepuk pelan pipi fafa.
Fafa membuka matanya sedikit dan tersenyum ramah. Nafasnya mulai tersengal-sengal.
"Kamu harus kuat ya!!" Fafa hanya membalasnya dengan senyuman
Orang-orang mulai berdatangan mengerumuni sidik dan fafa.
"SIAPAPUN.. TOLONG PANGGILKAN AMBULANS!!!" Teriak sidik.
"Kamu bertahan ya!! Ambulans sebentar lagi datang" Ucap sidik yang mulai panik
Lagi-lagi fafa hanya membalasnya dengan senyuman. Fafa mengangkat tangannya yang penuh dengan darah dan menyentuh rahang sidik.
"M...maafin a..aku. K...kamu gak usah s...sedih" Ucap fafa terbata-bata
"Aku capek, tubuh aku lemas. Aku tidur dulu-..."
Seketika tangan fafa terjatuh begitu saja dan mata fafa terpejam lagi. Sidik mulai kalap melihat fafa tidak sadarkan diri.
"SIAPAPUN TOLONG SAYA" Ucap sidik memohon
Mereka yang ada di situ membantu sidik, dia tidak peduli jika kemeja putihnya berlumuran darah. Sidik menggendong fafa di bantu pengunjung taman menuju mobilnya.
"Pak, tolong antarkan saya ke rumah sakit ya,!" Pinta sidik pada bapak-bapak berbaju hitam
"Oh, baik.."
Mobil sidik melaju begitu cepat dengan sidik memangku fafa di belakang, dan si bapak-bapak yang menyetir.
Flasback Off
__ADS_1