
Hari ini adalah hari terakhi kelas 12 mengikuti ujian nasional. Setelah 4 hari mereka bergelut dengan soal-soal yang membuat kepala mereka seperti mau pecah, akhirnya mereka terbebas juga.
Kini sidik dan kedua sahabatnya itu termasuk tiara sedang berkumpul di parkiran sekolah, menunggu david yang sedang ke ruang kepala sekolah karena ada papanya disana.
Vania nampak berjalan menghampiri mereka semua. Bukan!! Lebih tepatnya menghampiri kevin. Vania tersenyum lembut kearah kevin begitu juga dengan kevin, dia juga tersenyum kearah vania. Ketika vania sudah berada di samping kevin. Sontak tangan kevin langsung melingkar di pinggang ramping vania.
Hah?
Sidik, dery dan juga tiara membelalakkan matanya ketika malihat itu.
"Woyy!! Tangan itu!! Buset dah" Seru dery
"Lah biarin aja! Gapapa dong sama pacar sendiri!" Ucap kevin berbangga diri
"Hah?" Mereka semua terkejut dengan penuturan kata dari kevin
"Buset!! Kapan jadiannya lo?" Dery berseru lagi
"Hmmm... Dua hari yang lalu!!"
"Kok bisa sih van, lo jadian sama si kutu kupret!!" Tanya tiara
"Gue juga gak tau!! Nembaknya juga gak romantis banget!" Jawab vania
"Lah emang nembaknya dimana?"
"Di depan mini market deket rumah gue, udah gitu tau-tau dia ngomong gini, 'Van, lo mau gak jadi cewek gue?' kan gak romantis banget!!" Ujar vania
"Anjirrr lo vin, nembak cewek to the point banget!!" Cibir sidik
Nampak david sedang berlari menuju parkiran sambil melambaikan tangan.
"Eh ada vania ju-.." Omongan david terhenti ketika tanpa disengaja matanya melihat tangan kevin yang melingkar di pinggang vania.
"Eh lah buset!! Woyyy... Lo jadian sama vania vin?" Tanya david sambil memukul lengan kevin
"Waitt!! Santai aja dong boss."
"Eh tapi tunggu!! Kok lo mau si van sama si kevin?"
"Mungkin khilaf" Celetuk vania
"HAHAHA....." Mereka semua tertawa, kecuali kevin. Dia membulatkan matanya ketika mendengar jawaban dari vania.
"Untung gue sayang!" Gumam kevin.
Mereka semua masih tertawa melihat ekspresi kevin.
"Udah-udah. Kalau kita ketawa terus disini, kapan mau pulangnya?" Seru tiara.
"Yaudah ayo kita pulang" Sambung david.
David dan juga tiara masuk ke dalam mobil, sama halnya dengan sidik dan juga dery, mereka masuk kedalam mobilnya masing-masing. Lalu kemana kevin? Kevin mengambil motor sport hitamnya yang ia parkirkan tak jauh dari mobil teman-temannya.
Kevin pun menghampiri mereka berempat dengan vania membonceng di belakangnya.
"Pantesan aja lo bawa motor!! Ternyata ada maksudnya!" Cibir david
"Modus lo vin!" Tambah dery
"Hati-hati lecet vin bawa barang mulus!" Sidik juga ikut mengolok kevin
"Van, kalau si kevin ngebut!? Lo tempeleng aja kepalanya" Ucap tiara pada vania
"Siaap!!"
Tiba-tiba saja, felly menghampiri mobil sidik.
"Cabe-cabean dateng!" Gumam kevin tidak suka
"Mau ngapain lo?" Tanya sidik ketus
"Aku boleh nebeng gak? Soalnya aku gak bawa mobil!" Ucap felly, namun sidik tidak menjawab.
"Udah ayo jalan!! Eh tapi besok jangan lupa ya! Dirumah gue" Kata david.
Mereka semua mengacungkan jempolnya, dan kemudian melajukan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah.
***
David mengantar tiara sampai kerumahnya. David berhenti tepat di depan gerbang rumah tiara.
"Besok aku jemput ya!" Ucap david
"Gak usah, aku bawa mobil aja"
"Beneran?" Tanya david memastikan
"Iya beneran. Kamu gak usah khawatir" Tiara menyentuh rahang david. "Yaudah aku masuk dulu ya. Sampai jumpa besok" Ucap tiara kemudian turun dari mobil david.
David melajukan mobilnya meninggalkan kompleks perumahan tiara. David berhenti di depan supermaket yang berada di pinggir jalan. Dia mengambil keranjang belanjaan dan mulai memilih-milih makanan dan minuman untuk besok.
__ADS_1
Satu keranjang penuh dengan berbagai macam makanan dan minuman, kemudian david pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya.
David keluar dengan dua kantong plastik dan langsung menaruhnya di bagasi mobil miliknya. Baru saja ia masuk ke dalam mobil, ponselnya bergetar dan menampilkan wajah fafa disana.
"Halo.. kenapa fa?"
"Kaka udah pulang?"
"Udah, ini kaka abis anter tiara pulang kerumahnya" Jawab david
"Terus sekarang lagi dimana?"
"Kaka lagi di depan supermaket, kenapa emangnya?"
"Kaka nanti pulangnya jangan lewat lampu merah depan kompleks ya!!" Ujar fafa dari sebrang sana
"Loh, emangnya kenapa?" Tanya david bingung
"Udah aja pokoknya jangan lewat lampu merah sana!! Mending kaka muter lewat jalan lain aja!" Perintah fafa
"Banyak tanya nih orang satu" Cibir fafa langsung menutup teleponnya. David melihat ponselnya lalu geleng-geleng kepala.
David langsung melajukan mobilnya keluar dari area mini market. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
David mengambil jalan lain atas perintah fafa. Dia tidak tahu kenapa fafa menyuruhnya agar tidak melewati jalan yg biasa mereka lewati.
Akhirnya david sampai di rumah 10 menit lebih lambat dari biasanya. Dia langsung memasukkan mobilnya kedalam garasi rumahnya.
"KAKAK PULANG!!!" Teriak david ketika memasuki rumah
"Ish dikira hutan kali teriak-teriak segala!!" Cibir fafa yg sedang menonton tv.
"Hehe, maaf. Oh iya mama kemana? Kok sepi?" Tanya david ketika melihat rumahnya sangat sepi
"Mama pergi sebentar katanya!"
__ADS_1
"Kemana?"
"Ntah..." Jawab fafa acuh, "Huaaa itu makanan buat aku?" Tanya fafa ketika melihat david membawa 2 kantong plastik makanan.
"Yeee.... Bukan buat kamu!! Ini buat temen-temen kaka!!"
"Yaahh kirain buat aku!!" Seru fafa kecewa
"Oh iya, kaka mau tanya masalah tadi?!" Ucap david sambil menaruh kantong plastik itu di atas meja
"Yang mana?"
"Itu loh.. yang kamu bilang kalau kaka gak boleh lewat lampu merah depan kompleks."
Fafa nampak mencerna pertanyaan david, seketika ia baru ingat.
"Emangnya ada apa sih?" Tanya david lagi
"Hmmm...." Gumam fafa sambil mengetuk-ngetuk dagunya, "Gak ada apa-apa sih." Ucap fafa santai sambil menukar chanel yg ia tonton.
David membulatkan matanya, ternyata dia sudah di bodohi oleh adiknya sendiri?
Tanpa berfikir panjang, david langsung memiting leher fafa. Ternyata fafa kalah cepat dengan david sehingga david berhasil memiting lehernya.
"Khaaa.... Lleepphhaaasss.... Uuhhuukkk.. uuhhuukkk...." Ucap fafa sambil berusaha melepaskan diri
"Uhukkk.... Uhuukkkkk... Khaaa... Aakkuuu... Kkeeecceeekkkiiikkk..."
"Uuhhuukkk... Uuhhuukk...." Fafa terbatuk-batuk, namun david tidak mau melepasnya.
Tiba-tiba saja, fafa tidak sadarkan diri di dalam pitingan david. Sontak david membulatkan matanya.
David panik bukan main dan langsung membaringkan fafa di sofa. Dengan masih menggunakkan seragam sekolah, david berlarian kesana kemari guna mencari minyak angin. David kalang kabut, namun tidak menemukannya juga. Kemudian dia pergi ke kamar fafa untuk mencari minyak angin.
"Aduhh... Dimana si itu minyak angin!! Dirumah gak ada siapa-siapa lagi!!" Gerutu david
Ketika dia membuka laci meja belajar fafa, dia menemukan minyak angin. Langsung saja david turun dan kembali menghampiri fafa.
Ia memberikan minyak angin tersebut pada pelipis fafa dan menyodorkannya pada hidung fafa.
"Fafa!!" Panggil david sambil menepuk pelan pipi fafa
"Maafin kaka.." Ucap david lirih
"Fafa.. bangun!! Kaka gak tau kalau bakalan kayak gini" Ujar david merasa bersalah
"Fafa bang-..."
"HAHAHA....." Fafa tertawa keras ketika david mengguncang tubuhnya
David cengo ketika melihat fafa tertawa begitu keras. Tadi fafa pingsan, dan sekarang malah tertawa keras. Seketika david tersadar.
"Kamu ngerjain kaka ya!!" Seru david
Fafa menampakkan wajah watadosnya ketika david berkata seperti itu.
"Kamu tau gak sih? Kaka panik sampe setengah mati. Cari minyak angin gak ketemu-ketemu" Ujar david
"Abisnya kalau aku gak gitu, kaka gak bakalan lepasin aku" Balas fafa sambil mengerucutkan bibirnya
David menghela nafas pelan, "Maafin kaka ya!!"
"Aku juga minta maaf karena udah ngerjain kaka" Ucap fafa menunduk
David tersenyum kemudian mengacak rambut fafa.
"Yaudah, kaka mau ganti baju dulu!" Kata david berlalu pergi.
__ADS_1
Namun baru beberapa langkah, fafa memanggilnya.
"Ka! Nanti bisa anter aku ke mini market depan?" David mengacungkan jempolnya kemudian naik ke atas menuju kamarnya.