My Indigo

My Indigo
Kondisi Fafa & Kiky


__ADS_3

Di ruang operasi, sedari tadi dery mundar mandir seperti orang yang sedang kebingungan. Dery merasa sangat cemas dengan kondisi kiky. Tak lama, lampu ruang operasi menyala menandakan operasi telah selesai dilakukan. Dokter keluar di ikuti beberapa suster di belakangnya.


 


 


"Bagaimana kondisi kiky, om?" Tanya dery


 


 


"Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar. Dan kiky akan segera di pindahkan ke ruang perawatan" Jelas dokter frans


 


 


"Oh iya, dimana david dan yang lainnya?" Tanya frans


 


 


"David sedang membawa fafa ke IGD dan sampai sekarang kami berdua belum mengetahui kondisi fafa" Jelas kevin


 


 


"Yasudah, kalau begitu om akan melihat kondisi fafa. Om permisi" Pamit frans


 


 


Suster keluar dengan mendorong brangkar kiky menuju ruang perawatannya. Dery merasa lega mendengar operasi kiky berjalan dengan lancar. Tapi bagaimana dengan fafa?


 


 


Sedangkan di depan ruang IGD, david, sidik dan juga tiara sedang menunggu fafa


Tak lama dokter keluar dan di ikuti suster yang mendorong brangkar fafa. Suster tersebut mendorong brangkar fafa menuju ke ruangan lain.


 


 


"Bagaimana kondisi adik saya?" Tanya david


 


 


"Saat ini adik anda dalam keadaan kritis mengingat luka goresan yang cukup dalam dan fafa juga mengeluarkan banyak sekali darah, mengakibatkan dirinya harus melakukan pendonoran darah" Jelas dokter


 


 


"Yasudah cepat lakukan!! Saya gak mau adik saya sampai kenapa-napa!"


 


 


"Sayangnya persediaan darah di rumah sakit habis, jadi kita harus secepatnya mencari pendonor yang darahnya sama seperti fafa!" Ujar dokter itu


 


 


"Ssttt.... Sial!!" Ucap david geram


 


 

__ADS_1


"Vid, lo yang tenang!!" Kata sidik menenangkan david, tiara mengelus lengan david berusaha ikut menenangkan kekasihnya itu.


 


 


"Darah gue sama fafa gak cocok! Cuma papa yang cocok!! Tapi mengingat kondisi papa, gue gak tega!" Ujar david


 


 


"Emangnya golongan darah fafa apa dok?" Tanya tiara


 


 


"Golongan darah fafa AB Positif" Jawab dokter


 


 


"Ambil darah saya aja dok. Darah saya cocok dengan fafa!" Ujar sidik.


 


 


"Kalau begitu, ikut saya. Kita periksa kondisi kesehatan anda dulu!"


 


 


Dokter itu pergi di ikuti dengan sidik di belakangnya. David bisa bernafas dengan lega karena adiknya akan segera tertolong.


 


 


 


 


Frans menghampiri david dan juga tiara yang sedang duduk di depan ruang fafa. David melihat omnya sedang berjalan mendekati dirinya. Kebetulan sidik juga baru selesai di ambil darahnya.


 


 


"Om frans!" Gumam david


 


 


"Kalian baik-baik saja?"


"Kita baik-baik aja, om. Tapi fafa-.."


"Yasudah, om masuk dulu! Om ingin melihat kondisi fafa!" Ujar frans, kemudian dia masuk.


Ketika di dalam, frans langsung menemui dokter yang menangani.


"Bagaimana kondisi keponakan saya, rey?" Tanya frans ketika melihat dokter reyhan


"Saat ini kondisi fafa sedang kritis, dan fafa kekurangaj banyak sekali darah. Tapi mas tenang aja! Fafa sudah mendapatkan darah yang cocok untuknya. Kita tinggal berdoa saja, supaya fafa bisa segera melewati masa kritisnya" Jelas reyhan


"Saya percayakan fafa sama kamu, rey." Ucap frans sambil memegang bahu dokter rey, "Yasudah kalau begitu saya permisi keruangan saya, jika ada apa-apa mengenai fafa, tolong bilang ke saya!" Lanjut frans


"Iya, mas"


Reyhan adalah adik dari dini, istri frans. Reyhan baru berusia 23 tahun. Dia lulusan terbaik di universitas ternama di jerman. Dia mendapatkan tawaran bekerja di rumah sakit terbaik di sana, namun dia tolak. Reyhan memilih pulang ke negara asalnya indonesia.


Frans keluar dari ruangan fafa, dan kembali menghampiri david.


"Gimana kondisi fafa, om?" Tanya yusuf

__ADS_1


"Kalian tidak usah khawatir, fafa akan baik-baik saja" Ujar frans, "Oh iya, mama sama papa kamu dimana, vid?"


"Mama sama papa belum aku kasih tahu om" Jawab david


"Yasudah biar om aja yang telepon! Kalau gitu om permisi ingin keruangan om"


"Terima kasih om" Ucap david


Mereka bertiga kembali duduk di depan ruang fafa, david mengusap wajahnya kasar, sedangkan sidik menundukkan kepalanya karena rasa pusing yang menyerangnya setelah pengambilan darah tadi.


Tak lama dery dan juga kevin datang menghampiri mereka bertiga.


"Vid, gimana kondisi fafa?" Tanya dery


David menggeleng, "Fafa kritis der"


"Fafa kritis?" Seru kevin tidak percaya


"Iya fafa kritis karena mengalami luka sayatan yang cukup dalam dan fafa harus kehilangan banyak darah. Dan untungnya darah sidik cocok dengan darah fafa, jadi sidik mendonorkan darahnya untuk fafa" Jelas tiara


Kevin dan dery menghampiri sidik, "Good job broo...." Ucap mereka bersamaan sambil menepuk-nepuk bahu sidik


"Terus tante arum sama om yusuf udah di kasih tau?" Tanya kevin


"Belum, tapi om frans yang akan kasih tau mereka" Jawab david


Ceklekk....


Mereka semua menoleh ketika pintu ruangan fafa terbuka, dokter reyhan keluar dari ruangan itu.


"Gimana dok?" Tanya david seraya bangkit dari duduknya


"Kalian semua berdoa saja agar fafa bisa melewati masa kritisnya." Ujar dokter reyhan


"Apa kami boleh masuk?" Tanya sidik


"Boleh, tapi satu-satu. Kalau begitu saya permisi"


"Terima kasih dok"


"Yaudah vid, lo duluan yang masuk sana!" Perintah dery


"Iya, udah sana masuk!! Biar gue nunggu di luar dulu!" Sambung sidik, david mengangguk dan dia langsung masuk ke dalam ruang fafa.


"Hmm.. kalau gitu, gue beli makan dulu ya buat kalian!" Ujar tiara


"Makasih ya, ra!!" Ucap kevin


Di dalam sana, david duduk di samping brangkar fafa. Dia mengelus lembut kepala fafa.


"Heyy... my little hero... Kamu berhasil nyelamatin mama, papa. Cepat bangun ya dek!! Kaka gak tega liat kamu harus kayak gini lagi!!" Ujar david. Kemudian dia bangkit dan keluar dari ruangan fafa.


"Tiara kemana dik?" Tanya david ketika melihat tiara yang tidak ada di tempatnya.


"Dia beli makanan di kantin"


"Kalau gitu, gue susul dia dulu ya!" Ucap david berlalu pergi.


"Lo gak masuk dik?" Tanya dery


Sidik menggeleng, "Nanti aja, kepala gue masih pusing banget! Kalau lo mau masuk, yaudah masuk aja duluan!"


"Yaudah gue masuk ya!" Ucap dery, kemudian masuk ke dalam ruang fafa.


Dery berdiri di samping brangkar fafa. "Fa.. Ini gue dery. Gue cuma mau bilang kalau kiky baik-baik aja! Operasinya berhasil. Dan lo juga harus bisa melewati masa kritis lo. Lo ini udah berjasa banget sama gue, karena lo, gue bisa ketemu lagi sama ka dinda. Lo anak yang baik fa! Jadi lo harus sembuh biar bisa main bareng lagi sama kita-kita." Ujar dery,


Dia teringat saat fafa memberi tahunya kalau ada hantu cantik dan fafa langsung membuka mata batinnya. Dan ternyata hantu cantik itu adalah kakanya sendiri. Dan saat itu juga, dery merasa berhutang budi dengan fafa karena telah mempertemukan dirinya dengan kakaknya.


"Gue keluar dulu ya fa!" Pamit dery.


Kemudian dery beranjak dari ruangan fafa. Dan dia langsung menghampiri sidik.


"Mending sekarang lo masuk!" Perintah dery, sidik mengangguk


Sidik membuka pintu ruangan fafa dan menutupnya perlahan, di dalam sana hening hanya ada suara alat pendeteksi jantung.


Sidik jalan perlahan mendekati brangkar fafa dan kemudian dia duduk di kursi. Sidik menggenggam tangan fafa yang terbebas dari selang infus dan mengecupnya singkat.


"Hey.. My Quine... Pasti kamu kecapean ya!!" Ucap sidik sambil memandangi wajah fafa yang pucat.

__ADS_1


__ADS_2