My Indigo

My Indigo
Fighting


__ADS_3

Sesuai rencana, mereka berlima memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk menjenguk sidik.


"Eh kita beli apa nih buat sidik?" Tanya tiara


"Beli buah aja kali ya sama makanan" Sambung kiky


"Yaudah atur aja!" Balas dery


Mereka semua bergegas menuju rumah sakit, butuh waktu selama 30 menit untuk sampai ke rumah sakit.


"Yuhuuuu.... Kita berlima datang" Ucap kevin


"Berisik ****" Umpat dery, "Gimana keadaan lo dik?" Tanya dery pada sidik


"Yaa.. seperti yang kalian liat, gue baik-baik aja" Jawab sidik


"Fafa kemana dik?" Tanya david


"Dia ketaman rumah sakit katanya, mau baca buku"


"Anjirr cuma mau baca buku sampe ketaman segala" Celetuk kiky


David yang paham buku yang di maksud sidik hanya menganggukkan kepalanya.


"Oh iya, tadi om yusuf sama tante arum mampir ke sini, dia nitipin itu buat lo" Ucap sidik sambil menunjuk paper bag yang ada di atas nakas, david mengangguk


"Oh iya, jadi kapan lo boleh pulang" Tanya kevin


"Besok juga udah boleh pulang! Tapi kayaknya gue bakalan nginep buat beberap hari di rumah david, soalnya kan mama sama papa gue lagi di swedia" Ujar sidik. Mereka semua menganggukkan kepalanya


Ceklekk...


"Eh ada tamu rupanya" Celetuk fafa yang muncul dari balik pintu


"Yeh, sok sibuk lo. Baca buku aja sampe ke taman rumah sakit segala" Ucap kiky


"Ya!! Emang gue mah orang sibuk. Baru tau lo?" Balas fafa


"Ya ya ya.." Kiky memutar bola matanya malas


***


 


 


Ke esokan harinya, sidik sudah di perbolehkan pulang. Dia sedang mengemasi barang-barangnya dibantu oleh fafa.


"Semuanya udah dimasukin kan?" Tanya fafa


"Iya udah kok"


Ddrrrttt....


Ponsel sidik bergetar, dia langsung mengambil ponselnya yang berada di nakas.


Mama is calling...


"...."


"Iya mah, hari ini aku udah di bolehin pulang"


"...."


"Mama gak usah khawatir! Oh iya, gimana kabar mama sama papa? Sehat kan?" Tanya sidik

__ADS_1


"...."


"Syukur deh kalau mama sama papa baik-baik aja"


"...."


"Okta! Dia menginap di rumah tiara teman aku mah"


"...."


"Ada mah, nih lagi bantu aku beresin barang-barang aku"


Sidik memberikan ponselnya kepada fafa, fafa mengangkat sebelah alisnya.


"Mama mau ngomong" Ucap sidik pelan. Fafa menerima ponsel itu dan langsung mendekatkan ke telinganya


"H..halo tan" Sapa fafa ramah


"...."


"Aku baik tan, gimana kabar tante sama om?"


"...."


"Syukur deh kalau tante sama om sehat-sehat aja"


"...."


"Iya tan, aku bakal jagain ka sidik"


"...."


"Iya tan, see you"


Fafa memberikan ponsel sidik kembali. Dia melanjutkan memasukan barang-barangnya kedalam tasnya.


"Udah nih. Yaudah ayo kita pulang" Ujar fafa


"Yaudah, mama sama papa udah nunggu di rumah"


Mereka bertiga berjalan menyusuri koridor rumah sakit, namun saat mereka sampai di lobi rumah sakit. Mata fafa tidak sengaja melihat sesosok hantu yang waktu itu ia lihat di atas gedung IPS. Seketika fafa memberhentikan langkahnya.


"Fa!! Ada apa?" Tanya sidik


"Ah.. enggak.. gapapa, yaudah ayo kita pulang" Ujar fafa


Saat di perjalanan fafa hanya diam, ntah ia memikirkan apa. Sedangkan david dan tiara mereka sedang asik mendengarkan lagu. Sidik yang menyadari bahwa fafa sedang melamun langsung menggenggam tangan fafa.


"Kamu mikirin apa?" Tanya sidik


"Ah enggak, aku gak mikirin apa-apa kok" Ujar fafa


Namun seperti ada yang mengganjal, seperti ada yang mengikuti mobil mereka, fafa langsung melihat kearah belakang. Dan benar saja mobil mereka sedang di buntuti.


Tanpa bisa mengelak, mobil itu langsung menyalip mobil david dan berhenti di depan mobil david. Sekitar dua orang bertubuh tegap dengan memakai pakaian serba hitam dengan menggunakan jas dan kaca mata hitam keluar dari dalam mobil.


"Siapa mereka?" Tanya tiara


"Aku juga gak tau, yang."


"Kalian tunggu di sini" Kata fafa tiba-tiba


"Jangan fa, ini bahaya" Ujar david dan juga sidik bersamaan


"Udah, kalian tenang aja, ya!" Kemudian fafa keluar dari dalam mobil di susul oleh sidik, tiara dan juga david.

__ADS_1


Saat fafa melangkah melewati tiara, pergelangan tangannya ditahan oleh tiara.


Tiara menggeleng mengisyaratkan agar fafa tidak menghampiri orang tersebut. Fafa hanya tersenyum seraya melepaskan genggaman tiara.


Fafa berjalan menghampiri dua orang tersebut yang sedari tadi memerhatikan mereka berempat.


"Siapa kalian? Dan mau apa kalian menghadang jalan kami" Tanya fafa to the point


"Berani juga kamu" Ucap salah satu orang itu


"Gue tanya sama kalian. Maksud dari kalian apa ngehadang kita" Bentak fafa


"Heh, anak kecil. Jangan sok jadi pemberani kau ya! Kamu ini belum tau siapa kami" Ucap orang bertubuh agak tinggi


"Kenapa gue harus takut sama lo lo pada" Ucap fafa datar


"Yang sopan dikit kalau bicara sama orang yang lebih tua" Bentak orang yang bertubuh lebih pendek


"Bacot"


Bugg... Bugg


Fafa memukul wajah kedua orang itu, sedangkan mereka yang belum siap menerima pukulan dari fafa langsung terhuyung.


Orang yang bertubuh tinggi hendak melayangkan pukulan ke wajah fafa, namun sayang! Fafa dapat mengelaknya dan pukulan itu berhasil mengenai orang yang berbadan pendek


"Sialan lo, kenapa lo pukul gue?" Umpat orang yang bertubuh pendek


Fafa meninju dan menendang orang yang berbadan tinggi, tanpa rasa takut sama sekali. Tidak sia-sia ia belajar bela diri sejak masih sd.


Kemudian fafa beralih pada orang yang berbadan pendek, fafa memukul bagian rahang orang itu namun saat orang itu hendak melawan, fafa berhasil mencekal pergelangan tangan orang itu dan memelintirnya.


Kreekkk


Terdengar seperti suara tulang yang patah ketika fafa memelintir tangan orang itu. Kemudian fafa memukuli orang itu. Namun


"FAFA AWASS!!" Teriak david ketika melihat orang yang berbadan tinggi hendak memukul fafa dari belakang. Namun sayang fafa berhasil mengelak dan membalas serangannya. Fafa memukuli orang itu secara membabi buta sampai orang itu terkulai lemas.


"Heh, badan doang lo pada gede-gede. Tapi kemampuan lo kalah sama cewek" Ucap fafa meremehkan mereka berdua


Kemudian fafa kembali menghampiri sidik, david dan juga tiara


"Faa!! Ini beneran lo?" Tanya tiara tidak percaya


"Yaiyalah ka! Ini gue, siapa lagi?" Jawab fafa


"Fa!! Sejak kapan kamu bisa bela diri gini?" Tanya david penasaran


"Kaka lupa? Kalau sejak sd aku ikut belajar bela diri?" Tanya balik fafa


"Iya kaka ingat, tapikan.. kamu udah lama berhenti buat belajar bela diri kan?" Ujar david, sedangkan sidik hanya memperhatikan fafa intens


"Udah ah, ayo kita pulang. Capek nih aku" Ucap fafa


Mereka berempat masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanannya.


Fafa tertidur di bahu sidik. Sidik melihat jari-jari fafa yang memar akibat memukul orang-orang tadi.


"Yeh, tuh anak udah tidur aja!!" Celetuk david ketika melihat dari kaca spion depan


"Tangannya memar vid" Ujar sidik


"Serius lo?"


"Iya, nih." Ucap sidik sambil memperlihatkan tangan fafa

__ADS_1


"Coba gue liat" Kata tiara, "Wah iya, beneran memar ini. Pastinya sakit banget ini, aku aja yang cuma kepentok meja aja udah sakit banget, apa lagi ini?" Ujar tiara


"Yaudah biarin dia istirahat dulu" Ucap david


__ADS_2