
2 minggu sudah hubungan fafa dan sidik, sejauh ini hubungan mereka baik-baik saja, walaupun kadang ada pertengkaran kecil. Dan belakangan ini juga fafa sering sekali di ikuti orang-orang yang tidak di kenalnya.
Kini mereka berdua sedang berada di sebuah taman hiburan yang ada di jakarta. Fafa mengenakan kaos berwarna putih dan topi berwarna cokelat dengan memegang tas milik sidik, dan tangan satunya lagi memegang makanan yang dimasukkan kedalam mulutnya.
Cekrek
Tiba-tiba saja sidik memotretnya, fafa membulatkan matanya.
"Ka, siniin ponselnya, aku mau liat" Kata fafa berusaha merebut ponsel sidik
"Kaaa..." Rengek fafa
"Ambil aja kalau bisa, wlee" Ucap sidik sambil menjulurkan lidah
Fafa menggerutu dalam hati, sekarang ia sangat kesal. Saat sidik lengah fafa menarik leher baju sidik, membuat sang empu tercekik.
"Uhukkk... Uhukkk... Fa ini kececik..." Kata sidik berusaha melepaskan diri
"Bodo amat, makanya siniin ponselnya"
Fafa merebut ponsel milik sidik, dan langsung melihat foto dirinya. Fafa menganga melihat hasilnya.
Sidik kembali merebut ponselnua dari tangan fafa
"Ka hapus fotonya..." Rengek fafa
"Gak, gak akan aku hapus"
"Ah tau ah, kamu mah nyebelin ka.." Fafa pergi meninggalkan sidik, namun baru beberapa langkah fafa kembali membalikkan badannya.
Sidik mengangkat sebelah alisnya, "Kenapa?"
Fafa kembali menghampiri sidik, "Kita pergi dari sini"
"Tapi kenapa?" Tanya sidik penasaran
"Udah intinya kita pergi dari sini"
Sidik menurut saja ketika fafa menarik tangannya, fafa berjalan dengan sangat tergesa-gesa sambil sesekali menoleh ke arah belakang, hal tersebut membuat sidik semakin terheran-heran.
Fafa membawa sidik ke parkiran tempat sidik memarkirkan mobilnya.
"Tunggu, tunggu. Kenapa kita ke parkiran?" Tanya sidik
"Udah ya, jawaban dari pertanyaan kaka, nanti aja. Yang jelas sekarang kaka buka pintu mobil, terus kita pergi dari sini! Perintah fafa tegas
Mereka berdua pergi meninggalkan area taman hiburan itu. Sidik masih bingung dengan tingkah fafa yang tiba-tiba saja mengajaknya pergi dari tempat itu.
"Kita mau kemana?" Tanya sidik
"Kerumah" Jawab fafa singkat
"Sebenarnya kamu ini kenapa sih? Tiba-tiba ngajak aku pergi gitu aja"
Fafa menghembuskan nafasnya kasar.
"Belakangan ini aku selalu di ikuti sama orang yang gak aku kenal, dan orang itu tadi ada di tempat itu" Ujar fafa sambil sesekali melihat kebelakang, takut orang yang fafa maksud mengikutinya
"Kenapa kamu baru bilang?"
"Karena aku gak mau, bikin kalian khawatir sama aku"
"Yaudah, yaudah sekarang kamu pegangan"
"Huaaaaa" Pekik fafa. Tiba-tiba saja sidik mempercepat laju mobilnya, tujuannya agar cepat sampai di rumah fafa.
__ADS_1
Fafa kembali menoleh ke belakang, fafa membulatkan matanya ketika melihat mobil yang hari itu membuntutinya.
"Ka jangan langsung belok ke kompleks aku" Ucap fafa tiba-tiba
"Loh, kanapa?"
"Kaka lihat ke belakang" Kata fafa
Sidik melihat kearah belakang melalui kaca spion mobilnya
"Itu mobil yang sering ikutin aku" Cicit fafa, "Sekarang kaka ikutin arahan aku"
"Okey"
Fafa menunjukkan jalan yang harus di lalui sidik agar bisa terbebas dari penguntit itu. Namun sayangnya, mobil yang berada di belakang mobil milik sidik, masih mengikutinya.
"Aku tau bagaimana caranya agar kalian bisa terbebas dari penguntit itu" Ucap dinda yang tiba-tiba muncul di jok belakang
Mereka berdua terlonjak kaget, fafa sampai mengelus-elus dadanya saking terkejutnya.
"Sidik, kamu bisa jauhin jaraknya?" Tanya dinda, sidik mengangguk. "Nanti kamu belok di pertigaan itu! Lalu didepannya ada gang, kamu masuk ke situ, dan berhenti di depan perumahan orang" Jelas dinda
Sidik mengikuti arahan dari dinda, ketika dirasa mereka cukup jauh dari penguntit itu, sidik langsung berbelok ke pertigaan yang dinda maksud, dan berusaha mencari gang yang cukup aman. Setelah mendapatkan lokasi untuk sembunyi, sidik memberhentikan mobilnya di depan rumah orang. Fafa melihat kearah belakang untuk memastikan jika penguntit itu tidak mengikutinya sampai kesini, dan benar saja mobil yang mengikuti mereka tidak mengetahui jika mereka sedang berada di dalam gang tersebut. Penguntit itu melewati gang tempat fafa dan sidik bersembunyi.
"Hufff.... Hampir saja" Gumam fafa, "Makasih ya, Din."
"Iya sama-sama" Jawab dinda, "Eh tapi emangnya itu siapa sih?" Tanya dinda penasaran
"Engga tau, belakangan ini gue sering banget di ikutin sama orang" Ujar fafa
"Kamu merasa pernah ada masalah gak sama seseorang" Tanya sidik
"Aku gak pernah punya masalah sama siapapun" Elak fafa, "udah ah, kita udah aman. Mending langsung pulang aja, dari pada penguntit itu nemuin kita lagi. Ups, lebih tepatnya aku." Lanjut fafa
Sidik langsung melajukan mobilnya menuju rumah fafa.
***
Drrttt... Drrttt
"Halo, bos" Ucap laki-laki itu
"....."
"Sebelumnya kami minta maaf, kami gagal lagi bos"
"....."
"Kali ini dia berdua dengan seorang laki-laki, bos." Ucap orang itu
"...."
"Tidak, sepertinya itu temannya"
"...."
"Baik, bos! Kami akan mendapatkan anak itu"
Tuuttt... Tuuttt
"Apa kata bos?" Tanya laki-laki yang sedang mengemudi
"Dia bilang, kita harus bisa mendapatkan anak itu. Kalau tidak, kita yang akan dihabisi oleh bos"
"Sial*!!"
__ADS_1
***
"Assalamu'alaikum, mah" Salam fafa ketika sudah sampai di rumahnya
"Waalaikumsalam" Teriak arum dari dapur rumah, kemudian menghampiri mereka berdua.
"Assalamu'alaikum, tante" Salam sidik sopan mencium tangan arum.
"Waalaikumsalam, kok kalian berdua udah pulang?"
Fafa dan sidik saling berpandangan, "Ah, iya mah. Kita memutuskan buat dirumah aja, aku ajak teman-teman boleh kan, mah." Tanya fafa
"Yasudah, gapapa. Mama mau lanjut di dapur dulu ya!"
"Eh mama bikin apa?"
"Mama cuma bikin kue." Jawab arum "Yasudah, fafa ajak sidik duduk" Perintahnya
"Aku, sama ka sidik mau di taman belakang aja mah, bye"
Saat fafa melewati ruang keluarga, ia melihat papanya yang sedang asik berkutat di depan laptopnya.
Fafa menghampiri yusuf, "Papa, ini kan hari libur! Kenapa papa tetap aja kerja?"
"Eh, engga! Papa cuma ngecek dokumen sama berkas-berkas yang papa perlukan untuk ke prancis nanti" Ujar yusuf, "Oh, ada sidik juga?" Pandangan yusuf beralih ke arah sidik
"Iya om" Ucap sidik sambil mencium tangan yusuf
"Yaudah pah, kita mau ketaman belakang dulu ya!"
Sesampainya fafa di taman belakang rumahnya, dia langsung duduk di kursi yang ada di sana.
"Oh iya, aku lupa. Aku mau ngabarin yang lain" Ujar fafa menepuk jidatnya
Ulfafa_
Ki.. kerumah gue dong,
sekalian ajak ka dery sama ka kevin juga
Setelah pesan terkirim, fafa menaruh ponselnya di atas meja.
"Ka, aku mau ambil minum dulu ya! Kaka mau minum apa?"
"Terserah kamu aja" Jawab sidik
Fafa meninggalkan sendirian di taman, tak lama setelah kepergian fafa, ponsel milik fafa berdering. Sidik langsung melihatnya
KikyAngelicia
Okey, otw
Sidik hanya membalas pesan dari kiky, tanpa mau membalasnya, kini sidik beralih ke galeri milik fafa, dia melihat-lihat foto fafa. Namun pandangannya terfokus dengan satu foto. Yaitu foto dirinya yang sedang berada di jepang waktu itu. Ia sedang memakai topi hitam, jaket levis.
Tiba-tiba saja, fafa datang dengan membawa dua gelas jus, dan cemilan.
"Sejak kapan kamu punya foto ini?" Tanya sidik sambil menunjukkan foto dirinya.
"Eh.. hmmm... Itu... Aku dapat foto itu sebelum aku kecelakaan, foto itu ka david yang kirim" Jawab fafa, sidik hanya mengangguk.
"Kamu liat foto-foto aku ya, ka?" Tanya fafa membulatkan matanya
"Iya, bahkan semuanya udah aku liat"
"Ih, kaka mah. Aku kan malu" Ucap fafa sambil menutupi wajahnya
__ADS_1
"Hahaha, ngapain mesti malu? Oh iya tadi kiky bales chatt kamu, katanya dia lagi otw" Kata sidik
"Okey"