My Indigo

My Indigo
Sadarkan Diri


__ADS_3

"Ngghhh....."


Kiky terbangun karena ponselnya bergetar, terpampang nama dery disana. Buru-buru kiky mengangkat teleponnya.


"Halo..." Ucap kiky sambil mengucek matanya


"....."


"Iya aku tadi ketiduran!!" Jawab kiky yang masih setengah sadar


"...."


"Aku belum makan, nanti aja! Kamu dimana? Udah selesai urusannya?" Tanya kiky


"....."


"Hmmm... Yaudah hati-hati"


Tuuttt.....


Kiky memutuskan sambungan teleponnya, dia melihat jam di ponselnya, sudah pukul 5 sore. Kiky berjalan gontai menghampiri brangkar fafa.


"Ternyata lo belum bangun ya!?" Ucap kiky


Ceklek....


Kiky menoleh ke pintu masuk, terdapat sidik yang nampaknya kelelahan.


"Ka,..! Lo baik-baik aja?" Tanya kiky khawatir


"Gue gapapa ki..." Jawab sidik, "Lo dari tadi nunggu?"


Kiky mengangguk, "Tadi om sama tante arum kesini juga kok"


"Lo pulang aja dulu! Biar fafa gue yang jagain."


"Tapi lo gapapa gue tinggal sendirian ka?" Tanya kiky


"Iya gue gapapa, lagian juga ada david disini"


"Yaudah deh, gue pulang dulu ya ka. Kabarin gue kalau fafa udah sadar" Ujar kiky, dia mengambil tas selempangnya yang ada di nakas, kemudian pergi dari ruangan fafa


Kini hanyalah sidik yang menunggu fafa. Sidik duduk dan menggenggam tangan fafa yang terbebas dari infus. Sidik mengecup tangan fafa dan menempelkannya di pipinya.


"Suka banget sih bikin aku khawatir..." Ucap sidik


"Aku gak tau kalau sampe kamu bener-bener pergi.. aku...aku gak tau lagi harus kayak gimana. Tolong kamu bertahan ya!! Bertahan untuk hubungan kita.. aku janji, kalau kamu udah sadar aku langsung telepon papa aku bisr supaya cepet-cepet pulang ke indonesia untuk membicarakan pertunangan dan pernikahan kita" Ujar sidik


Sidik menghela napasnya pelan, "Maafin aku, karena aku gak bisa jaga kamu.. andaikan aku gak ninggalin kamu sendirian, pasti kamu akan baik-baik aja sekarang. Asal kamu tau, waktu kamu di nyatakan meninggal, saat itu juga dunia aku hancur semuanya menjadi kelabu. Lalu aku terus meyakinkan semua orang kalau kamu masih hidup, dan terbukti sekarang! Aku masih bisa di beri kesempatan untuk bersama kamu lagi" Lagi-lagi sidik mengecup tangan fafa. Mata sidik berkaca-kaca. Ia mendonggakkan kepalanya agar cairan bening itu tidak menetes, namun usahanya gagal. Air itu mengalir begitu saja.


Tiba-tiba saja andre muncul di samping sidik dan menepuk-nepuk pelan bahu sidik. Sidik menoleh ke sampingnya


"Sabar... Aku yakin fafa akan segera sadar. Aku tau fafa orangnya kuat" Ujar andre


"Ini semua salah gue ndre..! Kalau aja waktu itu gue gak ninggalin fafa sendirian pasti fafa gak akan kayak gini!!"


"Berhenti nyalahin diri kamu sendiri. Ini semua takdir, gak ada yang bisa di salahkan. Jangan jadi lelaki yang cengeng. Gimana kamu mau jagain fafa kalau kamunya kayak gini?" Tanya andre


"Berhenti menangis, apa kamu mau saat fafa sadar, dia akan liat mata kamu yang bengkak karena nangis?"


Seketika sidik langsung menghapus air matanya, "Makasih, ndre..."


Tanpa di sengaja, sidik melihat air mata mengalir dari sudut matanya. Nafas sidik menggebu-gebu, dia langsung memencet tombol darurat yang ada di nakas.


"Sidik ada apa?" Tanya david yang baru saja masuk ke ruangan fafa, david terlihat begitu panik ketika melihat sidik yang menangis.


"Tadi gue liat air mata fafa ngalir dari matanya vid" Ucap sidik


"Bentar gue periksa dulu!!" David langsung memeriksa keadaan fafa. David mendekatkan wajahnya pada telinga fafa.


Sidik bingung dengan yang di lakukan david.


"Terima kasih, karena kamu udah mau bertahan." Bisik david di telinga fafa.


"Vid lo ngapain?" Tanya sidik bingung


David mengulas senyumnya, hal tersebut membuat sidik tambah bingung.


"Vid, gimana kondisi fafa? Dia baik-baik aja kan? Kenapa lo senyum-senyum kayak gitu?" David membom bardir david dengan pertanyaan.


David menepuk bahu sidik, "Tenang aja! Adik gue anak yang kuat. Dia mulai bisa merespon apa yang kita ucapkan. Dan kemungkinan besok fafa akan segera sadar!" Jelas david


"L..lo gak bercanda kan? I..ini serius kan?"


"Buat apa gue bercanda!.." Kata david, "Adik gue beruntung bisa dapetin cowok kayak lo!!" Lanjut david, kemudian dia pergi meninggalkan ruangan fafa.


Sidik langsung duduk dan menatap wajah fafa berbinar.

__ADS_1


"Terima kasih sayang. Terima kasih karena mau bertahan" Ucap sidik, "I Love You..." Sidik mencium kening fafa. Dia begitu menyayangi fafa, sidik rela melakukan apapun asalkan fafa sembuh.


***


 


 


Jam menunjukkan pukul 3 dini hari, suasana ruang rawat fafa begitu sepi karena sidik tertidur.


 


 


Fafa membuka matanya perlahan, ia mengerutkan dahinya ketika cahaya masuk ke retina matanya. Fafa merasa badannya remuk semua, kepalanya sangat sakit. Dia dapat mengingat jelas bagaimana dia bisa berada di rumah sakit.


 


 


Kecelakaan!!


 


 


Ya, kecelakaan itu yang membuat fafa seperti ini. Membuat dirinya harus terbaring di rumah sakit, dan bahkan sempat di nyatakan meninggal oleh dokter.


 


 


Fafa merasakan berat pada tangannya, fafa melihat sidik yang tertidur sambil menggenggam tangannya. Perlahan fafa melepaskan genggaman tangan sidik. Fafa memperhatikan cincin yang melingkar di jari manisnya. Seketika air matanya menetes, fafa mengusap kepala sidik


 


 


"Terima kasih..." Ucap fafa.


 


 


Sidik merasakan ada yang bergerak di kepalanya, sontak sidik langsung mengangkat kepalanya dan membuka matanya.


 


 


 


 


"Hai..." Sapa fafa.


 


 


"K..kamu..?? Ini beneran kamu? Kamu udah sadar?" Tanya sidik, fafa mengangguk


 


 


"Aku gak lagi mimpi kan? Ini nyata kan?? Tapi kalau emang ini mimpi, aku berharap ketika aku bangun, kamu juga udah buka mata kamu..." Ujar sidik


 


 


"Kamu gak mimpi!!! Ini beneran aku. Aku kembali untuk kamu...." Balas fafa


 


 


Grepp....


 


 


Sidik langsung memeluk tubuh fafa dan menangis. Fafa meringis ketika tiba-tiba saja sidik memeluknya sangat erat.


 

__ADS_1


 


"Sakiiitt...."


 


 


Seketika sidik melepas pelukkannya dan melihat fafa. Apa sekencang itu dirinya memeluk fafa sampai fafa kesakitan?


 


 


"Bentar ya!! Aku panggil david dulu..." Ucap sidik berlalu pergi.


 


 


Fafa mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar rawatnya.


 


 


Tak lama david masuk dengan sangat tergesa-gesa dan langsung memeluk tubuh adiknya itu. Fafa merasa semakin kesakitan karena lagi-lagi dia mendapatkan pelukan yang sangat erat.


 


 


"Jangan kayak gini lagi!! Kamu hampir bikin kaka jantungan" Ucap david


 


 


"Ka.. sakit..." Rintih fafa


 


 


Seketika david langsung melepas pelukannnya.


 


 


"Maaf...." Ucap david lirih. "Kaka periksa kamu dulu ya!" Fafa mengangguk


 


 


"Apa yang kamu rasain sekarang?" Tanya david


 


 


"Badan aku rasanya remuk semua, kepala aku juga sakit banget...." Ujar fafa


 


 


"Itu wajar, karena kamu habis mengalami kecelakaan, dan kepala kamu terbentur. Cepat atau lambat semuanya akan kembali normal." Jelas david


 


 


"Tapi fafa gapapa kan vid?" Tanya sidik memastikan


"Fafa gapapa, cuma butuh masa pemulihan aja" Jawab david


"Kalo kamu ngerasain sesuatu, panggil kaka ya!!" Ucap david pada fafa, fafa menganggukkan kepalanya. "Dik, gue titip fafa ya!"


"Gue akan selalu jagain fafa..." Balas sidik.


"Kalau gitu gue permisi dulu!" David keluar dari ruangan fafa.


"Kamu istirahat aja ya!" Ucap sidik


"Aku haus..."

__ADS_1


Sidik langsung mengambilkan air di atas nakas dan membantu fafa.


"Kamu juga istirahat!!" Ujar fafa. Sidik mengulas senyumnya dan mengangguk.


__ADS_2