My Indigo

My Indigo
Kekhawatiran


__ADS_3

Di lain tempat, kini arum sedang berada di dalam ruangan yang minim penerangan, kaki dan tangannya di ikat juga mulutnya yang di bekap menggunakan lakban.


Arum mengerjapkan matanya sesekali ia meringis karena merasakan nyeri dipunggungnya akibat di pukul oleh para penjahat itu.


"Dimana aku?"


"Hmmm.... Sudah bangun kau rupanya Ms. Mahendra" Ucap seorang wanita dengan memakai topeng yang baru saja masuk


"S...siapa kamu?"


"Kau tidak perlu tahu siapa aku!" Jawab wanita itu yang berjalan semakin mendekat ke arah arum


"Aku dimana? Lepaskan aku!"


"Kau yakin ingin di lepaskan?" Tanya wanita itu sambil membelai dagu arum. Tiba-tiba saja wanita itu mencengkeram pipi arum dengan sangat kuat, "Lihat lah orang yang ada di sana!" Lanjutnya sambil menolehkan kepala arum ke sebelah kiri.


Arum menyipitkan matanya guna mengenali orang yang berada tidak jauh darinya. Seketika mata arum terbelalak.


"PAPA....."


Orang itu adalah yusuf, yang sedang terpengaruh obat bius yang di berikan padanya.


"PAPA... SADAR PAH," Teriak arum.


"Percuma! Walau kamu teriak sampai pita suara kamu pecah pun, suami mu tidak akan sadar" Ucap wanita itu, "Hmm... Ngomong-ngomong suami mu tampan juga ya!?"


"Jangan macam-macam kau" Desis arum


"Kenapa?" Tanya wanita itu sok polos, "Sepertinya bermain-main dengannya seru juga" Lanjutnya sambil mendekatkan wajahnya pada arum.


Cihh....


Arum meludahi wajah wanita itu sampai dia mundur kebelakang.


"DASAR ******!! JANGAN PERNAH KAU BERANI MENYENTUH SUAMIKU!!" Bentak arum


Plakk....


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi arum. Arum meringis, arum merasakan panas di pipinya.


"Kau sudah meludahiku, dan sekarang kau membentakku!!"


"Memang pantas kau mendapatkan itu, *****..." Kata arum meludah ke samping


Plakk....


Satu tamparan lagi berhasil mendarat di pipi yang satunya. Air mata arum sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Ingat ya!! Jika saja aku memiliki waktu yang cukup banyak, aku akan melakukan yang lebih dari pada ini" Ancam wanita itu.


"Silahkan saja!" Jawab arum mantap.


Kemudian wanita itu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Kini tinggalah arum dan juga yusuf yang tak sadarkan diri. Arum masih terus berusaha membangunkan yusuf dengan cara memanggilnya berkali-kali. Namun, usahanya tetap gagal.


"Ya tuhan! Tolong aku dan suami ku. Dan tolong lindungi anak-anakku dimana pun mereka berada" Ucap arum lirih.


****


 


 


"Hooaammm.... Mata gue masih ngantuk banget" Gerutu kevin yang baru saja sampai di meja makan


 


 


"Jangan lebar-lebar,nyuk. Nanti gue kesedot!" Ucap dery


 


 


"Abisnya gue masih ngantuk banget, der"


 


 

__ADS_1


"Woyy... Udah jam berapa ini? Masih ngantuk aja! Ini tuh udah jam 9 pagi" Cibir kiky


 


 


"Udah sini duduk" Kata tiara


 


 


Kevin duduk di sebelah dery, kevin menenggelamkan kepalanya di atas meja makan.


 


 


Tokk... Tokk... Tokk...


 


 


Mereka semua menoleh ke arah pintu, termasuk kevin yang sedikit mengangkat kepalanya kemudian dia tertidur lagi.


 


 


"Eh, itu kayaknya makanan kita udah sampai" Ujar tiara


 


 


"Biar fafa aja!" Ucap fafa ketika melihat tiara yang akan bangun dari duduknya.


 


 


"Dengan neng ulfa?" Tanya bapak-bapak itu


Fafa termenung ketika bertatapan langsung dengan si bapak. Fafa melihat apa yang sedang si alami bapak tersebut.


"Neng!!" Panggil bapak itu lagi


"E...eh iya pak!" Ucap fafa ketika sadar dari lamunannya, "Berapa semuanya pak?" Tanya fafa


"Semuanya jadi 75 ribu, neng!"


"Oh, sebentar ya pak!"


Fafa kembali kedalam rumah dan menuju kamarnya guna mengambil uang untuk membayar makanannya. Tak lama fafa kembali menghampiri bapak kurir tersebut.


"Nih pak uangnya" Ucap fafa sambil menyodorkan 3 lembar uang seratus ribuan.


"Aduh neng, kan makanannya cuma 75 ribu! Kenapa neng kasihnya 300 ribu? Kebanyakan atuh neng!" Kata bapak itu


"Udah gapapa pak! Mungkin bapak lebih membutuhkan uang ini. Anggap aja ini rezeki keluarga bapak" Jelas fafa


"Terima kasih ya neng, semoga tuhan membalas kebaikan neng"


"İya pak. Aamiin...."


"Kalu gitu bapak permisi ya neng. Sekali lagi terima kasih banyak"


"İya pak sama-sama"


Setelah itu, fafa membawa makanan tersebut ke meja makan. Tanpa di sengaja, fafa melihat andre dan dinda yang sedang duduk di tangga rumahnya. Fafa tidak memperdulikan itu.


Fafa menyiapkan makanan itu untuk mereka semua, fafa melihat kearah kevin yang masih tertidur dengan tenangnya di meja makan. Mereka pun ikut memperhatikan kevin, ide jail pun tercetak di otak dery.


"KEBAKARAN!!! KEBAKARAN...." Teriak dery histeris di samping telinga kevin.


"Hah, kebakaran? Vid.. david rumah lo kebakaran!!! Air mana air, cepetan padamin apinya...." Ucap kevin, dan langsung pergi ke kamar mandi mengambil air. "Mana yang kebakaran, mana?" Tanya kevin


"HAHAHA....." Mereka semua tertawa ketika melihat kevin yang kalang kabut seperti itu sampai-sampai membawa ember yang berisikan air.

__ADS_1


"Lah kalian kenapa ketawa? Bukannya padamin apinya?" Tanya kevin bingung


"Mana ada yang kebakaran?" Tanya dery sok polos


"Emangnya gak ada yang kebakaran?"


"Ya gak ada lah ka kevin, yang ada tuh makanan bukan kebakaran" Balas kiky.


Kevin menatap horor kearah dery, dia tahu ini semua ulah temannya itu.


"Awas lo dery, gue bales nanti" Ancam kevin


"Wiiissss kalem aja brooo"


"Udah ah, gak baik ribut di depan makanan" Kata fafa, "Nih ka kevin makanannya" Lanjut fafa sambil menyodorkan makanan untuk kevin.


Mereka semua memakan makanan masing-masing. Sebenarnya hari ini mereka harus sekolah. Tetapi, mengingat keadaan keluarga david dan fafa sedang dalam masalah, mereka memutuskan untuk tidak masuk untuk beberapa hari kedepan! Dengan alasan di ajak berlibur sama keluarga mahendra.


Praang....


Tiba-tiba saja gelas yang berada di samping fafa terjatuh akibat tersenggol oleh tangannya. Mereka semua terkejut dan menatap fafa.


"Fa, are you okey?" Tanya sidik


"Aku gapapa, hanya saja perasaan aku jadi gak enak gini!"


"Kita habiskan makanan ini dulu!" Kata david


Ddrrtttt..... Ddrrtttt....


Ponsel fafa berdering, ketika di lihat nomor tidak di ketahui menghubingi dirinya. Langsung saja fafa mengangkatnya dan Meloundspeaker.


"Ha-..." Baru akan membuka suara, akan tetapi terlebih dahulu orang yang di sebrang sana yang menyapanya


"Halo manis" Terdengar suara laki-laki


"Siapa lo?"


"Jangan ketus gitu cantik.. nanti cantiknya hilang!"


"Siapa lo? dan mau apa lo?"


"Mungkin kamu kenal dengan suara ini!?" Kemudian laki-laki itu menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"BERHENTİ ******!! JANGAN KAU SENTUH SUAMİ KU!!... PAH, SADAR... PAH!!!!"


Seketika, fafa dan juga david mengepalkan kedua tangannya. Wajah fafa memerah menahan marah. Ya! Yang di dengar itu adalah suara arum, dan ada apa dengan yusuf papanya? Batin fafa bertanya-tanya.


"Sudah tahu kan itu siapa?"


"Jangan macam-macam dengan orang tuaku!"


"Kalau kau ingin orang tuamu selamat, datang lah ke tempat ku!"


"FAFA... JANGAN DENGARKAN OMONGAN DİA!! BAJİNGAN, JANGAN KAU BAWA-BAWA ANAKKU, KEPARAT!!"


Plakk.....


Mereka semua terkejut ketika mendengar suara tamparan dari seberang sana. Air mata fafa mengalir begitu saja, sidik langsung merengkuh tubuh kekasihnya itu, begitu juga dengan david.


"Jangan coba-coba menyakiti orang tua kami, atau kau akan menyesal nantinya!" Kali ini david yang bersuara.


"Oohh... Rupanya kali ini anak laki-lakinya yang berbicara!"


"DAVİD... MAMA MOHON, JANGAN DENGARKAN OMONGAN DİA..."


"JANGAN KAU SENTUH MAMAKU!!" Bentak david


"Santai saja. Hmm... Ngomong-ngomong mama kamu cantik juga ya!! Bolehkan aku mainkan sebentar!!"


"*******!!"


"HEH, BAJİNGAN JANGAN PERNAH KAU SENTUH ORANG TUA KU!!" Ucap fafa yang sudah naik pitam


"FAFA... DAVİD.. JANG-..."


Tuuttt.... Tuuttt....


Sambungan telepon terputus, david menjambak rambutnya frustasi, sedangkan fafa menggenggam erat baju yang di kenakan oleh sidik.

__ADS_1


__ADS_2