My Indigo

My Indigo
Merelakan


__ADS_3

Dua hari lagi adalah keberangkatan sidik ke swedia. Keberangkatannya di percepat dari waktu yang di tentukan. Kini mereka semua sedang berkumpul di rumah sidik, membantu sidik untuk membereskan barang-barangnya.


Sedangkan okta? Dia sudah terlebih dahulu merapikan barang-barangnya. Jadi hari ini dia bisa bersantai, bahkan sekarang dia tidak ada di rumah, melainkan berkumpul dengan teman-temannya. Karena menurutnya, dia akan sangat merindukan momen kebersamaannya dengan teman-temannya.


"Eh dik, lo mau bawa baju berapa koper?" Tanya dery


"Paling cuma satu koper aja gak banyak"


"***** dikit amat. Lo pindah ke swedia cuma bawa baju satu koper?" Tanya kevin tidak percaya.


Mereka sekarang sedang berada di dalam kamar sidik, sedangkan para cewek sedang berada di dapur membuat kue.


"Lo kira disana gue gak bakal beli baju!" Cibir sidik, "Dari sini paling gue cuma bawa yang penting-penting aja, soalnya kalau bawa kebanyakan berat" Jelas sidik


Mereka semua menganggukkan kepalanya, memang benar jika membawa banyak barang ke luar negeri itu merepotkan!


"Masih ada lagi gak yang mau lo bawa?" Tanya david


"Hmmm.... Gak ada sih kayaknya. Segini juga udh cukup"


"Eh tunggu dulu!! Kalau lo sama okta pindah ke swedia, terus rumah ini siapa yang nempatin?" Tanya kevin


"Kosong lah ****!" Cibir dery


"Yaa!! Maksud gue tuh, apa gak ada niatan buat di jual atau di apain gitu!"


"Papa gue gak ada niatan buat jual rumah ini, soalnya kalau gue atau keluarga gue pulang lagi ke indonesia masih bisa nempatin rumah ini. Lagi pula rumah ini banyak kenangannya, walaupun gue lahir di swedia tapi gue dibesarin disini" Jelas sidik panjang lebar.


"Eh udah yuk kebawah!! Kita liat cewek-cewek pada bikin apa!?" Ajak david


Mereka semua mengangguk kemudian berjalan keluar, kecuali sidik! Dia membuka laci mejanya dan mengambil selembar foto dirinya dengan fafa yang sempat ia cetak, kemudian menyelipkan foto tersebut di dalam dompet.


 


 


***


 


 


"Fafa!! Ada sidik nih!!" Teriak david dari ruang keluarga


 


 


Fafa langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri sidik.


 


 

__ADS_1


"Ayo!" Ajak fafa


 


 


"Eh kalian mau kemana?" Tanya david


 


 


"Kepo banget deh!!! Udah ah aku mau jalan dulu.. wleee" Seru fafa sambil menjulurkan lidah.


 


 


Sidik mengajak fafa ke salah satu tempat wisata bermain di daerah jakarta. Ia memarkirkan mobilnya tidak jauh dari pintu masuk.


Sidik dan fafa masuk setelah mereka membeli tiket.


"Ka!! Kita naik itu yuk!!" Ajak fafa ketika melihat rolercoster


"Emangnya berani?"


Fafa nampak berfikir sejenak kemudian langsung menarik tangan sidik. Dan disinilah mereka berdua, di atas rolercoster yang siap meluncur.


"AAAAA......." Baru saja setengah perjalanan, namun fafa sudah berteriak histeris. Hal tersebut tak luput dari pandangan sidik.


Bukan cuma fafa yang berteriak histeris, melainkan hampir semua orang yang naik wahana itu. 10 menit berlalu, akhirnya mereka berdua turun dari wahana tersebut.


Mereka berdua melanjutkan bermainnya dengan menaiki beberapa permainan di sana. Sampai matahari mulai tenggelam mereka masih saja bermain disana. Saat ini sidik dan fafa sedang berada di kincir angin. Dengan fafa yang tengah melihat matahari sore. Hal tersebut, tidak di sia-siakan oleh sidik. Dia langsung memotret fafa menggunakan kamera ponselnya.


Sidik meliat hasilnya lalu tersenyum dan ternyata cukup bagus.


Ketika matahari benar-benar tenggelam di ufuk barat sana. Fafa dan sidik baru turun dari kincir angin.


"Kita pulang yuk!!" Ajak fafa


"Gak mau makan dulu?"


"Hmmm...." Fafa nampak berfikir, "Yaudah deh makan dulu. Akunya juga laper.. hehehe" Lanjut fafa sambil cengengesan


Kemudian mereka pergi meninggalkan area tempat wisata tersebut. Sidik membawa fafa ke sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat wisata tersebut.


"Kamu mau pesen apa?" Tanya sidik


"Samain aja sama kamu"


Sidik memesan beberapa makanan dan minuman. Selang 20 menit, makanan mereka pun sampai. Sidik dan fafa menikmati makanannya masing-masing. Sesekali sidik melirik kearah fafa yang sedang menyantap makanannya dengan lahap.


"Mau langsung pulang atau kemana dulu?" Seru sidik ketika makanan mereka telah habis

__ADS_1


"Kita ke taman dulu boleh gak? Tapi taman yang deket kompleks aku aja" Ucap fafa


"Oke kita ke taman."


Hari ini fafa benar-benar ingin menghabiskan waktunya dengan sidik, karena besok sidik sudah harus berangkat ke swedia. Fafa termenung jika mengingat hal itu, fafa menjadi sedih.


"Ayo!!" Ajak sidik tiba-tiba


"E...eh iya ayo"


Fafa masuk kedalam mobil sidik, di perjalanan menuju taman kompleks, fafa tidak banyak bicara. Dia hanya memandang keluar jendela mobil, melihat kerlap kerlip lampu di malam hari.


Tiba-tiba saja sidik memberhentikan mobilnya, hal tersebut membuat fafa menoleh kearahnya.


"Kenapa berhenti? Kan belum sampe" Ucap fafa


"Kamu kenapa? Dari tadi diem aja?"


"Aku gapapa"


"Jangan bohong sama aku!" Tukas sidik


Fafa menunduk sambil memainkan jarinya


"Kamu beneran mau pergi??" Tanya fafa pelan, namun sidik tidak menjawab pertanyaan dari fafa. Melainkan menunggu kelanjutan pembicaraan fafa.


"Kamu beneran mau pindah ke luar negeri? Terus gak pulang lagi ke sini? Kamu pergi, nanti aku sama siapa? Ka david juga pergi ke jerman." Seru fafa, "Kenapa harus pindah segala?" Lanjut fafa lirih


Sidik tidak tega jika melihat fafa seperti ini. Dia mengambil tangan fafa dan menggenggamnya.


"Aku boleh egois gak? Kalau boleh! Tolong kamu jangan pergi!!" Ucap fafa lagi mulai terisak


Sidik tambah merasa bersalah ketika fafa mulai terisak. Sebenarnya dia juga tidak tega meninggalkan fafa sendiri disini.


"Aku bisa batalin semuanya" Celetuk sidik. Sontak fafa langsung menatap sidik dengan air mata yg mengalir, "Aku akan telepon papa sekarang untuk batalin kuliah aku di swedia" Lanjutnya sambil mengeluarkan ponselnya. Namun fafa langsung mencegahnya.


"Jangan...!! Jangan kamu batalin. Kamu harus tetap berangkat besok. Aku mau kamu kejar cita-cita kamu" Ucap fafa


"Tapi kamu gimana?"


"Aku gapapa, lagi pula nanti masih ada kiky, terus ada feri juga yg nemenin aku. Kamu jangan batalin keberangkatan kamu"


"Kamu yakin?" Tanya sidik memastikan


"Iya aku yakin!"


"Tapi kamu jangan sedih lagi. Kalau kamu masih sedih, aku beneran akan batalin semuanya"


"Iya, nih aku udah gak sedih. Tuh liat kan!!" Kata fafa sambil mengusap air matanya sambil tersenyum


Sidik gemas melihat fafa sepeti ini. Kemudian dia membawa fafa dalam pelukannya. Fafa pun membalas pelukan sidik. Sidik mengecup puncak kepala fafa.


"Terus jadi mau ketaman atau enggak nih?" Tanya sidik. Faa menganggukkan kepalanya sambil melepas pelukannya dari sidik.

__ADS_1


Kemudian sidik melanjutkan perjalanannya, dia mengendarai mobil dengan kecepatan standar karena lalu lintas sedang ramai.


Tangannya masih menggenggam tangan fafa, tak lama mereka sampai di taman kompleks. Sidik melihat kearah fafa, dan ternyata sang empu sudah tertidur. Langsung saja sidik membawa fafa pulang.


__ADS_2