My Indigo

My Indigo
Felly Si Pengganggu


__ADS_3

Fafa kembali ke sekolah setelah kemarin dia membolos karena harus pergi ke villa untuk mengambil buku. Fafa berangkat ke sekolah sendiri dengan membawa mobilnya. Di perjalanan fafa memutar musik kesukaannya, namun di tengah perjalanan andre muncul tiba-tiba di sampingnya.


"Jadi, kapan kita bahas buku itu?" Tanya andre tiba-tiba


"Hmmm, terserah sih" Jawab fafa santai, "Tapi gue pengennya lusa aja deh, soalnya kalau sekarang-sekarang ini lagi banyak tugas"


"Haloo fafa... Are you okey?" Tanya dinda yang tiba-tiba saja muncul, "Lah, kok lo lagi sih?" Ucap dinda ketika menyadari jika ada andre di samping fafa


"Ya! Bebas dong. Kan sekarang gue jadi guru pembimbingnya fafa" Ucap andre santai


"Nyempitin mobil tau" Gerutu dinda


"Yee, lo juga sama. Ngapain di sini? Ganggu aja lo nenek kunti"


"Suka-suka gue dong mau dimana juga. Faa.. kok kamu mau sih di bimbing sama si gunderuwo jelek ini"


"Eh enak aja ngatain gue jelek, ada juga lo tuh yang jelek" Balas andre tidak terima


"Lo jelek"


"Lo"


"Lo gundr-"


"Kalian bisa gak sih, kalau ketemu itu gak berantem? Pusing tau gue dengernya! Kalau kalian mau berantem mending jangan di mobil gue!" Ucap fafa kesal


"Gara-gara lo nih, fafa jadi marah kan" Ucap dinda


"Loh, kok lo nyalahin gue sih?" Tanya andre tidak terima


"Ya emang gara-gara lo kan!"


"Kalian berdua pergi dari mobil gue...." Usir fafa


"Tapi fa-"


"PERGIIII....."


Kemudian dinda dan andre pun pergi menghilang.


"Aduuh...  Gilaaa... Gilaaa... Benar-benar gilaa...." Gerutu fafa


Ketika sampai di parkiran sekolah, fafa langsung memarkirkan mobilnya. Fafa keluar dari mobil dan langsung menuju kelasnya. Namun saat fafa mendongakkan kepalanya, tak sengaja fafa melihat sesosok makhluk yang sedang duduk di pembatas atap gedung IPS.


"Siapa dia?" Gumam fafa


Kemudian fafa melanjutkan langkahnya lagi, namun pandangannya tertuju pada gudang olahraga, fafa melihat bola yang keluar dari gudang itu dengan sendirinya. Merasa penasaran, fafa berjalan dengan perlahan untuk melihat gudang tersebut. Langkah demi langkah fafa ambil, ketika fafa ingin masuk, tiba-tiba saja fafa nerasa ada yang nenepuk bahunya dari belakang, sontak tubuh fafa menegang.


"Fa, lo ngapain disini?"


Fafa membalikkan badannya ketika tahu siapa yang menepuk bahunya.


"Eh, lo fer. Ngagetin aja!" Ujar fafa


"Lo ngapain ke gudang olahraga?" Tanya feri lagi


"E..eh e..enggak" Elak fafa, "Yaudah kita ke kelas bareng yuk! Kelas kita kan sebelahan" Ajak fafa

__ADS_1


"Yaudah yukk!"


Mereka berdua pergi meninggalkan gudang itu, namun fafa masih penasaran dan sesekali ia menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa di gudang itu tidak ada apa-apa.


***


Kriing.... Kriing....


Bel istirahat sudah berbunyi, siswa siswi SMA Garuda berbondong-bondong menuju kantin untuk memberi makan cacing-cacing yang ada di perut mereka.


"Fa, yuk kantin" Ajak kiky


"Duluan aja, gue mau ke toilet dulu"


"Yaudah gue duluan ya!" Ucap kiky berlalu pergi ke kantin


Fafa keluar kelas namun ia melangkahkan kakinya menuju toilet, fafa hanya ingin mencuci tangannya sebentar baru ia ke kantin.


Di kantin, kiky menghampiri david dan kawan-kawan. Dan langsung duduk di samping dery.


"Ciee ilah, iya dah yang belum lama jadian mah" Goda kevin, "Gue mah apa atuh ah" Tambahnya


"Haha, makanya cari cewek sana vin, jangan cuma jadi nyamuk doang lo" Balas david


"Lah emangnya lo udah ada? Segala nyuruh gue cari cewek" Tanya kevin


"Wiss gue mah selaw, nanti juga dateng" Ucap david bangga, "Tuh, panjang umur. Abis di omongin langsung dateng"


Mereka semua menatap kearah yang di tunjuk david, semuanya membulatkan matanya ketika melihat si cewek, terkecuali si cewek itu. Dia kelihatan bingung ketika di tatap seperti itu.


"Hai..." Sapa cewek itu


"L..lo jadian sama tiara vid?" Tanya kevin tidak percaya


"Iya! Emang kenapa?"


"Lah, sejak kapan ka? Kok gue baru tau!?" Tanya kiky


"Semalam, iya gak yang." Kata david sambil menyenggol lengan tiara, tiara pun tersenyum


"Anjirrr telinga gue panas denger lo panggil 'yang'." Kata kevin


"Yeh, jomblo sirik ae lo" balas dery sambil menoyor kepala kevin.


Di dalam toilet, fafa sedang asik mencuci tangannya. Namun saat ia ingin keluar, tiba-tiba saja fafa di hadang oleh felly dan teman-temannya. Felly melangkah maju sedangkan fafa melangkah mundur. Felly mendorong tubuh fafa sampai punggung fafa membentur tembok.


"M..mau apa lo?" Tanya fafa


"Berani ya lo ngomong sama gue" Ucap felly


"Minggir, gue mau pergi"


"Enak aja lo mau pergi gitu aja. Gue belum puas sama lo, ******." Ujar felly dengan menekankan iata '******'


"Maksud lo apa ngatain gue ******?" Tanya fafa tidak terima


"Masih nanya kenapa gue panggil lo ******?" Tanya balik felly dengan tersenyum miring, "Lo jadian sama sidik, tapi lo juga deket sama david bahkan sering pulang bareng sama david! Lo juga deket sama feri. Apa itu bukan yang namanya ******? Yang nempel sana sini, sedangkan dia udah punya pasangan?" Lanjut felly

__ADS_1


"Lo gak tau apa-apa tentang gue! Jadi jangan sok tau" Balas fafa dengan tatapan datar


"Berani ya lo jawab omongan gue!" Sambung felly dengan suara yang meninggi


Fafa tersenyum remeh, "Kenapa gue harus takut sama cewek yang sering bully orang, yang ngakunya orang kaya tapi nyatanya sebaliknya" Sindir fafa


"Jaga ya bicara lo" Ucap felly sambil menunjuk wajah fafa


"Emang kenyataannya gitu kan? Kalau gue jadi orang tua lo sih. Gue malu punya anak kayak lo, sekolah dandanan kaya ibu-ibu mau pergi arisan, bedak sampe tebel banget, bibir merah banget. Abis makan bayi berapa, neng?" Ucap fafa mengejek


"Lancang banget lo, bilang gitu ke gue? Emang keluarga lo sekaya apa? Lo deketin david cuma karena hartanya doang kan? Cuma karena david ini anak pemilik sekolah, dan lo pacaran sama sidik cuma karena sidik juga orang kaya, lo gak tau kan kalau sidik itu anak indigo. Gue curiga, mobil yang lo pake itu, mobilnya sidik"


"Sorry ya, gue tuh beda sama lo. Gue jadian sama sidik karena emang gue sayang sama dia, dan gue tau kalau dia itu indigo, karena gue juga sama seperti sidik, gue juga anak indigo! Bahkan kemampuan gue melebihi kemampuan sidik." Ucap fafa tersenyum miring


"Dan gue udah bilang sama lo, kalau gak tau apa-apa mending lo diem aja. Dari pada lo nyesel nantinya" Lanjut fafa


Plakkk..


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus milik fafa. Fafa meringis menahan rasa sakit sekaligus panas di pipinya


"Berani lo nampar gue? Dan lo juga harus siap di keluarin dari sekolah ini" Ucap fafa datar, "Lo gak tau siapa gue kan? Kenalin, gue Ulfa Mahendra, anak kedua dari Yusuf Mahendra dan Arum Septiadi, adik dari David Mahendra" Ucap fafa bangga


"Jangan mengada-ada, lo bilang kaya gitu cuma mau ngancem gue kan" Ujar felly sambil melayangkan tangannya di udara


"FELLY....." Panggil seseorang dengan suara lantangnya.


Felly membalikkan badannya dan dia terkejut bahwa yang memanggilnya adalah david dan dia bersama kawan-kawannya. Kiky langsung menghampiri fafa.


"Maksud lo apa ngelakuin ini, ha?" Tanya david penuh emosi


"Vid.. david, ini gak seperti yang lo liat" Ucap felly dengan wajah yang memucat, sedangkan teman-temannya hanya menundukkan kepalanya


"GAK USAH NGELAK LO, ASAL LO TAU FAFA INI ADIK GUE..." Ujar david yang sudah tidak bisa menahan emosinya, "Jadi siap-siap aja lo bakal di keluarin dari sekolah ini" Lanjut david


"Vid, gue mohon jangan vid. Gue minta maaf gue khilaf. Gue gak tau kalau fafa ini adik lo"


"Jadi kalaupun fafa bukan adik gue, lo tetap mau bully dia? Iya?" Ucap david datar


Kemudian sidik maju mensejajarkan tubuhnya dengan david


"Jangan karena lo suka sama gue, lo bebas buat bully orang. Sebenarnya lo tuh bukannta suka, tapi terlalu terobsesi sama gue. Sampai-sampai lo ngelakuin hal semacam ini. Gue jijik liat muka lo" Sambung sidik datar


"Heh, tante yang bedaknya lima senti. Disini lo itu mau sekolah apa mau nyabe? Kalau mau nyabe, ayo gue anterin ke tempat yang rame" Ujar kiky mengejek


Kiky maju satu langkah dan.


Plakk...


"Itu balesan karena lo udah berani nyentuh fafa" Ucap kiky sambil menatap felly dengan tatapan tajam


"Mending sekarang lo pergi dari sini, gue muak liat muka lo" Ujar david datar


Felly dan teman-temannya pergi meninggalkan toilet dengan perasaan malu. Kemudian sidik menghampiri fafa.


"Kamu gapapa?" Tanya sidik khawatir


"Aku gapapa kok" Jawab fafa sambil tersenyum

__ADS_1


"Tapi itu pipi kamu lebam, mending kita ke uks" Ajak sidik, kemudian dia membawa fafa ke ruang uks


__ADS_2