My Indigo

My Indigo
Wake Up


__ADS_3

Sidik menggenggam tangan fafa, "David, tangan fafa masih hangat, vid. Fafa masih hidup!! Fafa belum meninggal"


"Sidik udah dik!!" Ucap tiara


"Dik,! Ikhlasin fafa. Kalau lo kayak gini terus, kasihan fafa" Sambung vania


Sedari tadi, andre memperhatikan mereka semua dari pojok ruangan. Andre menangis dalam diam melihat kondisi jasad fafa.


"Fafa!! Setau aku kamu itu orang yang kuat!! Tapi kenapa kamu malah nyerah? Perjalanan kamu masih panjang fa. Masih banyak yang harus kamu kerjakan sebagai anak indigo. Jadi aku harap kamu jangan nyerah dulu" Kata hati andre.


"David, gue percaya kalau fafa masih hidup karen tangan fafa masih hangat, kalo dia beneran udah pergi sekujur tubuhnya pasti akan menjadi dingin" Ujar sidik


"Sayang.. Bangun!! Jangan jadi putri tidur." Bisik sidik di dekat telinga fafa


"Aku yakin kalau kamu belum benar-benar pergi. Jadi aku mohon, kamu bangun ya!! Tunjukin sama mereka semua, kalau kamu masih hidup" Ucap sidik, namun tidak ada respon apapun dari fafa


"Fafa.. sayang!! Apa kamu gak mau bangun? Apa kamu gak kangen sama aku?..... Beberapa jam yang lalu mata indah mu ini masig menatapku... Dan sekarang? Lihatlah, matamu itu terpejam sangat indah...."


"Dik..." Panggil kevin


"Maafin aku yang gak bisa lindungin kamu. Maafin aku, maaf, maaf dan maaf... I Love You My Queen..." Sidik mencium dahi fafa, Air matanya menetes di wajah fafa.


Tiba-tiba alat EKG itu berfungsi seperti semula, di layar monitor terdapat gambar seperti gelombang menandakan bahwa jantung fafa berfungsi kembali.


Sidik terkejut melihat itu, begitu juga dengan mereka yang ada di dalam ruangan itu.


"David, fafa vid.." Ucap sidik sedikit menjauh


David dan tiara langsung bergegas menghampiri fafa dan mulai memeriksa keadaan fafa. David memeriksa keadaan jantung faf.


"Fafa kembali..." Ujar david


Mereka semua membulatkan matanya dan menangis histeris, kali ini menangis bahagia karena fafa kembali.


David menghampiri sidik yang masih syok atas perkataan david, dia langsung memeluk sidik.


"Thank's dik... Kepercayaan diri lo dan kekuatan cinta lo, udah bawa fafa kembali." Ujar david

__ADS_1


Andre melihat itu ikut merasa senang. Ternyata fafa mendengarkan semuanya. Dia mau berjuang lagi.


"Terima kasih karena kamu mau kembali, fa." Kata andre, "Kalau begitu aku pamit." Andre menghilang ntah kemana.


Tiara baru saja selesai membersihkan darah yang ada d wajah fafa dan menjahit luka fafa.


Tak lama dokter reyhan dan dua orang suster kembali ke dalam ruangan itu dan memeriksa kondisi fafa.


"Dokter, tadi saya sudah menjahit luka yang ada di kepala fafa" Ucap tiara.


Dokter reyhan mengangguk, "Ini sungguh benar-benar mukjizat ya g di beri tuhan untuk fafa. Kita patut bersyukur atas kembalinya fafa" Ujar dokter reyhan, "Jika saja frans tidak keluar kota, dia juga akan melakukan apa yang david lakukan untuk fafa"


"Lalu bagaimana kondisi fafa sekarang dok?" Tanya yusuf


"Kondisinya saat ini belum stabil, fafa masih harus memerlukan istirahat. Saya akan segera memindahkan fafa ke ruang perawatan" Ujar dokter reyhan


"Lakukan yang terbaik untuk putri saya dok!!" Ucap yusuf, dokter reyhan mengangguk


"Kalau begitu saya permisi" Ucap reyhan, kemudian dua orang suster mendorong brangkar fafa menuju ruang perawatan VVIP


 


 


 


 


"Bagaimana? Sudah kamu lakukan tugas yang saya berikan?" Tanya seseorang


"Sudah bos. Kita berdua sudah melakukan apa yang bos minta"


Orang itu tersenyum puas ketika apa yang dia mau tercapai.


"Yasudah, kalian berdua boleh pergi!!" Kata orang itu. Kemudian dua orang preman itu pergi ntah kemana dengan membawa uang bayaran mereka.


"Kamu akan habis Ulfa Mahendra..." Gumam orang itu mengeluarkan smiriknya

__ADS_1


Sementara di rumah sakit, kini fafa sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Kini hanya kiky yang menunggu fafa. Sidik, dery dan juga kevin sedang mencari tahu siapa yang telah menabrak fafa.


Mereka semua rela meninggalkan pekerjaan penting mereka demi mencari keadilan untuk fafa.


"Fa!! Cepet bangun ya!! Gue gak bisa bayangin kalau lo bener-bener pergi. Denger lo kecelakaan aja gue udah syok, apa lagi kalau sampe lo pergi..." Ujar kiky


Kiky memperhatikan wajah fafa yang sangat pucat, dengan perban yang melekat di kepalanya.


Kiky menghembuskan nafasnya pelan, "Gue gak tau lagi fa, kalau sampe lo itu beneran pergi!! Gue rela ninggalin kerjaan gue asal lo cepet sadar... Gue gak tega liat lo kayak gini... Hikss... Lo sahabat sekaligus saudara bagi gue... Gue gak rela kalau...". Kiky tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Sangat sesak di dadanya jika melihat fafa seperti ini.


"Gue jadi inget pas baru pertama kali lo dateng ke sekolah sebagai anak baru, dan lo bilang kalau lo ini anak indigo. Dari situ gue mulai penasaran temenan sama anak indigo. Dan ternyata seru juga..." Kata kiky sambil terkekeh


"Dan paling bikin gue kaget tuh yang waktu di kantin, pas lo bilang kalau lo itu adiknya ka david, kalau lo liat wajah dari mereka semua pasti lo ketawa, sumpah tuh ya!! Ekspresi mereka tuh blank semua.."


"Ah percuma gue ngomong panjang lebar kayak gini, tapi gak direspon sama lo!! Gue di kacangin!!" Kiky menghela napasnya, sebenarnya dia sangat lelah, tapi demi menjaga fafa dia harus rela.


"Cepet bangun ya!!... Gue harap pas gue bangun tidur, lo juga ikutan bangun!!" Ucap kiky pelan.


Perlahan, kiky merebahkan kepalanya di pinggir brangkar dengan tangannya sebagai bantal. Kiky mulai terlelap dalam tidurnya.


Ceklek...


Pintu ruang rawat fafa terbuka, ternyata david yang datang. David menghampiri brangkar fafa dan memeriksa kondisi adiknya itu.


"Cepet pulih ya, dek!" Ucap david


Tak lama mama dan papanya datang dengan membawa beberapa kantong plastik makanan, arum melihat kiky yang sedang tertidur di samping brangkar fafa.


"Vid, mending kamu pindahin kiky ke sofa. Kasihan dia kalau tidurnya kayak gini" Perintah arum, david mengangguk. Ia langsung menggendong kiky dan memindahkannya ke sofa.


"Gimana kondisi adik kamu?" Tanya yusuf


"Saat ini kondisi fafa masih belum stabil, pah!" Balas david pelan


Yusuf menepuk punggung anaknya itu, "Papa percaya kamu bisa buat adik kamu sembuh. Jangan patah semangat!! Dan papa yakin kalau fafa sebentar lagi akan segera sadar"


"Iya pah." Jawab david sambil menganggukkan kepalanya, "Kalau gitu david pamit ya mah, pah. David masih ada pasien yang harus david periksa. Dan kemungkinan nanti juga tiara bakal kesini kalau tugasnya udah selesai" Lanjut david

__ADS_1


"Yasudah... Sana periksa dulu pasien kamu" Ujar arum


"Iya mah, david permisi ya" Setelah mengatakan itu, david pergi meninggalkan ruang rawat fafa.


__ADS_2