
"T..tuan" Cicit mang dadang, laki-laki itu tersenyum ramah kearah mang dadang.
"Ada apa tuan? Dan kenapa non fafa memegang besi?" Tanya mang dadang heran
"Cucu ku sedang dirasuki oleh roh jahat yang ingin menguasai dirinya"
"C..cucu?" Ucap david
Laki-laki itu membalikkan badannya ketika mendengar suara david. Ia terperangah ketika melihat wajah laki-laki tersebut.
"Siapa anda?" Kemudian laki-laki itu membalikkan badannya lagi menghadap kearah fafa. Fafa yang geram mencoba meloloskan diri, namun usahanya gagal.
Laki-laki itu mengangkat tangannya sambil membacakan doa, lalu menghempaskannya kearah fafa. Besi yang di pegang fafa terlempar begitu saja dan menancap di tanah
"******* kau" Ucap fafa geram
"Tidak ada bosan-bosannya kamu mengganggu manusia! Belum puas kamu mengganggu warga disini, dan sekarang kamu mengganggu cucu ku?" Ucap laki-laki itu dingin, "Baiklah kalau itu mau kamu, jangan salahkan aku, jika aku akan memusnahkan kamu" Lanjutnya penuh penekanan
Laki-laki tersebut mengangkat kedua tangannya ke udara berusaha mengeluarkan roh itu dari tubuh fafa, terlihat seperti asap hitam yang keluar dari tubuh fafa. Kemudian asap itu berubah menjadi sesosok makhluk yang sangat mengerikan, dengan mata yang melotot keluar, wajah dan mulut yang hancur, sebelah tangan dan kakinya terputus, dan juga terdapat lubang di belakang punggungnya. Mereka semua yang melihat itu sampai dibuat merinding, bau yang sangat menyengat membuat mereka menutup rapat hidung mereka. Kiky yang tidak kuat melihat itu bersembunyi di dada bidang dery. Dery memeluk kiky erat.
Kemudian laki-laki itu menjulurkan sebelah tangannya ke arah hantu itu guna untuk menahan pergerakan si hantu, dan tangan satunya lagi ia angkat sambil membacakan doa, laki-laki itu menghempaskan tubuh si hantu hingga menghilang dari pandangan.
Seketika tubuh fafa ambruk, david langsung menghampiri adiknya itu. Dan membawanya kedalam villa, tubuh kiky juga ikutan ambruk dalam dekapan dery, kevin membantu dery untuk membawa kiky masuk kedalam villa.
Mang dadang menghampiri laki-laki tersebut, "Terima kasih tuan" Ucap mang dadang sambil membungkuk kan badannya
"Di usianya yang hampir menginjak 17 tahun, dia rentan diserang oleh roh-roh jahat yang ingin menguasai ya" Ucap laki-laki itu
"Kalau begitu, saya masuk dulu tuan, saya ingin membantu den david dan temannya"
"Yasudah, saya akan menyusul, saya akan membuat perlindungan terlebih dahulu di villa ini"
"Baik tuan, saya permisi" Ucap mang dadang berlalu pergi
Setelah membuat perlindungan disekitaran villa, laki-laki itu masuk ke dalam villa. Ia berjalan menghampiri kiky terlebih dahulu, laki-laki itu menyentuh urat nadi kiky dan tak lama kiky tersadar. Kemudian laki-laki itu beralih ke fafa saat akan menyentuh fafa, namun david menghentikannya
"Sebenarnya, anda ini siapa? Dan kenapa anda memanggil fafa dengan sebutan cucu" Ucap david mengintimidasi
Laki-laki itu tersenyum ramah, "Aku ini kakek mu"
David menggeleng "Mana mungkin, anda jangan bercanda" Ujar david tidak percaya
"Saya rasa teman mu juga mengetahuinya" Celetuk laki-laki itu melihat kearah sidik. Sidik yang merasa dirinya diperhatikan mangangkat sebelah alisnya
Laki-laki itu langsung merubah dirinya menjadi laki-laki tua, namun perawakan tubuhnya tetap gagah
"K...kakek" Cicit david terkejut, laki-laki yang di panggil kakek itu tersenyum ramah kearah david dan yang lainnya
"Tapi bagaimana bisa kakek menjadi diri orang lain?"
"Kakek hanya berteleportasi"
"Dan kenapa aku sama yang lain bisa melihat kakek, sementara anak indigo disini hanyalah sidik dan fafa saja"
"Kamu ini tetap saja bawel ya" sang kakek menjeda omongannya, "Kakek bisa terlihat oleh kalian itu karena atas se-ijin tuhan. Dan selama ini kakek berada di villa ini, hmm" Lanjutnya
"Aaaggrrrrr"
__ADS_1
Mereka semua menoleh keasal suara, ternyata suara itu berasal dari fafa, fafa mengerang kesakitan sambil megangi kakinya.
"Aaaggrrrr... Kaa sakit kaaa, hikss...." Fafa terus mengerang merasakan sakit dikakinya karena pukulan besi tadi.
"Vin, panggil dokter cepetan" Perintah david
"Dokterr....."
Takkk
"Eh,, **** maksudnya si david panggil dokter itu telepon bukannya lo manggilin kaya tadi, lo kira ini dirumah sakit" Cicit dery kevin hanya nyengir kuda saja
"Gak usah panggil dokter" Celetuk si kakek
"K..kakek... Aaggrrrr" Lagi-lagi fafa mengerang
Kemudian sang kakek berjalan mendekati fafa, ia mengusap kaki fafa seraya membacakan doa. Fafa meringis menahan sakit di kakinya
"Aaggrrr sakit kekk... Mama... Sakittt.... Papa... Tolongin fafa... Hikss" Rancau fafa sambil memegangi tangan david, "AAAGGRRRRR" Fafa mengerang kencang saat kakinya ditarik paksa oleh kakeknya.
" Selesai" Ucap sang kakek
David sedari tadi panik melihat adiknya, biarlah tangannya sakit. Toh, gak sebanding dengan apa yang fafa rasakan. Mang dadang datang dengan membawakan teh hangat untuk semua, fafa diperintahkan oleh kakeknya untuk meminum tehnya hingga habis.
"Sekarang coba kamu berdiri" Perintah kakek, fafa berdiri tanpa menggunakan tongkatnya. Mereka semua terkejut
"Sekarang kamu loncat setinggi-tingginya"
Fafa meloncat-loncat, hal itu membuat mereka terperangah. Fafa akhirnya bisa berjalan normal lagi
Kemudian fafa mendekati sang kakek, kakek itu menyentuh kening fafa, seketika fafa tertidur di sofa
"Tidak apa-apa, kakek hanya membuatnya tertidur" Ucap kakek, "Ada yang mau kakek omongin sama kalian semua" Lanjutnya
"Apa kek?" Ucap kevin antusias
"Usia fafa akan minginjak 17 tahun kan?" Tanya kakek, david mengangguk, "Saat ini fafa rentan akan serangan roh jahat yang ingin menguasai dirinya, kakek harap kalian dapat menjaganya. Terlebih kamu sidik sebagai sesama indigo"
"Tapi bagaimana kami bisa menjaganya, sementara kami ini tidak bisa melihat hantu kecuali sidik, dan kami tidak mempunyai kekuatan apapun" Kata david
"Cukup kalian selalu ada di dekatnya saja, jangan biarkan fafa sendiri" Ucap kakek itu, mereka semua mengangguk paham
Tanpa mereka sadari sang kakek sedang membacakan doa, setelah sang kakek mengibaskan tangannya, mereka semua tertidur. Mang dadang yang melihat itu mengerti apa yang dimaksud oleh tuannya itu. Kemudian sang kakek menghilang dari pandangan mang dadang
Beberapa jam kemudian
"Ngghhh"
Mereka semua terbangun, david meresa heran kenapa dirinya dan teman-temannya bisa tertidur di ruang tamu villa. Seingat david, mereka sedang bermain di air terjun, dan sekarang mereka tertidur di sofa
"Kenapa kita bisa tiduran di sofa?" Tanya kiky heran
"Ntah lah, seinget gue!! Kita lagi main di air terjun" Jawab david
Tiba-tiba saja mereka semua teringat akan sesuatu
'Saat ini fafa rentan akan serangan roh jahat yang ingin menguasai dirinya, kakek harap kalian dapat menjaganya. Terlebih kamu sidik sebagai sesama indigo'
__ADS_1
Mereka semua memegang kepalanya yang terasa pusing, mereka mengingat kata-kata itu, namun mereka tidak mengetahui siapa yang berbicara seperti itu.
"Aden sudah bangun?" Ucap mang dadang, "Mari den, makan malam sudah disiapkan" Ucap mang dadang lagi
"Loh emang sekarang jam berapa mang?" Tanya sidik heran
"Sekarang sudah jam 7 malam, den"
"Buset, gak salah? Lama juga ya kita tidur" Celetuk dery
"Yasudah, mamang kalau mau makan, makan aja duluan. Saya mau membangunkan fafa dulu" Ucap david, mang dadang berlalu pergi, "Kalian juga duluan aja, nanti gue sama fafa nyusul" Lanjutnya
"Ya udah kita duluan ya" Ucap kevin
Kemudian david duduk menghampiri fafa yang masih tertidur, david menepuk-nepuk pelan pipi fafa
"Faa, bangun!!"
"Hmmm" Gumam fafa sambil merentangkan tangannya
"Bangun kita makan yuk!!"
"Emang jam berapa sekarang?" Tanya fafa dengan mata yang masih tertutup
"Jam 7 malam fa!!"
"HAA" Fafa langsung terlonjak dari sofanya mengetahui sekarang sudah jam 7 malam, "Serius ka udah jam 7?" Tanya fafa
David mengangguk, "Hmm fa!! K..kamu bisa berdiri sendiri?" Tanya david heran
Fafa yang baru menyadari langsung melihat kebawah, lebih tepatnya kearah kakinya
"Lah, iya ka. Aku juga baru nyadar!! Padahal seinget aku pas kita ke air terjun kaki fafa masih sakit, kok bisa ya?" Tanya fafa pada diri sendiri
"Mungkin ini mukjizat dari tuhan untuk kamu, fa!" Ucap david seraya mengelus puncak kepala fafa
"Makasih ya tuhan!! Engkau telah menyembuhkan kaki adik hamba" Ujar david meneluk fafa, "Ya udah, sekarang kita makan ya!" Fafa mengangguk, david berjalan dengan merangkul pundak fafa
Sesampainya dimeja makan kiky yang melihat fafa sudah bisa berjalan normal pun terkejut
Braakkk
Kiky menggebrak meja makan, membuat dery, kevin dan juga sidik terlonjak kaget
"F..fa... Lo... Bisa jalan?" Tanya kiky pelan sambil menghampiri fafa, dery kevin dan juga sidik belum menyadari keberadaan david dan juga fafa. Kiky terus meneliti tubuh fafa dan benar saja fafa sudah bisa berdiri tanpa bantuan tongkat lagi. Kiky kembali kemeja makannya, dan..
*Brakk
Uhukk uhukk*
Sidik, dery dan kevin tersedak karena kiky lagi-lagi menggebrak meja makan
"Lo tuh!! Hobi banget gebr-" Ucapan kevin terpotong ketika melihat fafa yang berdiri di hadapan mereka, "Anjiiirrrrrrr,,, fafa udah bisa jalan lagii" Ucap kevin histeris
Sidik menatap fafa secara intens, sedangkan fafa dan david berjalan ketempat duduk mereka.
"Fa, kenapa tiba-tiba lo bisa jalan gini?" Tanya dery mengintimidasi
__ADS_1
"Ntahlah, gue juga bingung ka!! Mungkin ini mukjizat dari tuhan untuk gue" Jawab fafa
Mereka semua melanjutkan makannya, sedangkan sidik terus saja memperhatikan fafa. Dia masih saja teringat dengan kata-kata itu. Dirinya harus menjaga fafa