
Hari ini adalah pelajaran olahraga untuk kelas 12 Ipa 1. Sidik, david, dery dan juga kevin sedang asik bermain bola basket di lapangan. Mereka bertanding dengan teman sekelasnya, bahkan anak-anak perempuan juga ikut bermain.
Di lain kelas, fafa dan kiky sedang mendengarkan penjelasan dari bu ketty mengenai seni musik. Mata fafa terus saja menatap kedepan, namun fikirannya terus menerus memikirkan tentang teror itu. Sejak pagi tadi, fafa merasa gelisah.
"Baiklah, ibu harap kalian mempersiapkan diri untuk praktek bernyanyi sambil memainkan alat musik. Untuk waktunya, nanti ibu informasikan lagi" Jelas bu ketty
"Baik bu..."
"Kalau gitu, pelajaran hari ini ibu akhiri sampai disini. Selamat siang"
"Siang bu..."
Kriing... Kriing...
Tak lama setelah kepergian bu ketty, bel istirahat berbunyi. Semuanya berhambur meninggalkan kelas.
"Fa, kantin yuk!" Ajak kiky
"Hmm, kayaknya enggak deh ki" Ucap fafa
"Kenapa?"
"Lagi males aja" Jawab fafa
"Yakin gak mau ke kantin?"
"Iya... Udah sana, nanti malah keburu masuk" Usir fafa
"Yaudah okey"
Kiky pergi meninggalkan fafa di kelas, fafa memasukkan buku-bukunya ke dalam tasnya.
"Fa, lo gak ngantin?" Tanya fitri teman sekelas fafa
"Engga fit, lagi males"
"Lo mau gak? Gue bawa bekal banyak nih" Tawar fitri
"Engga usah, makasih."
"Oh, okey kalau lo mau, sini aja gabung"
Fafa hanya menganggukkan kepalanya, hatinya masih gelisah dan dia juga masih memikirkan masalah teror yang sering datang. Kemudian fafa mengambil buku gambar dan juga pensil di dalam tasnya.
Di kantin, kiky mencari-cari keberadaan david dan kawan-kawan. Kiky mengedarkan pandangannya ke penjuru kantin, dan dia berhasil menemukan keberadaan orang-orang yang dia cari.
"Haii" Sapa kiky pada dery
"Hai.. sendiri aja, fafa mana?" Tanya dery
"Dia gak ngantin katanya"
"Kenapa?" Tanya sidik
"Ntah, katanya sih males ngantin" Ujar kiky
"Lo lagi ada masalah sama fafa, dik?" Tanya tiara
"Gue gak ada masalah apa-apa sama dia" Jawab sidik
"Yaudah samperin sana gih" Perintah david
"Okey, gue samperin fafa dulu" Ucap sidik lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan mereka semua.
"Dari tadi ge ka pergi, jadinya kan aku duduknya lega" Celetuk kiky
Takk...
Dery menyentil dahi kiky sampai sang empu mengaduh kesakitan.
"Itu mulut ya kalau ngomong" Cibir dery
"Hehe, miip miip." Jawab kiky cengengesan, "Bagi minum" Lanjutnya sambil merebut minuman milik dery
"Woy, vin.. diem-diem bae, kenapa lo?" Tanya david
"Gue bete masa, disini gue jadi nyamuk kalian berempat" Ucap kevin
"Makanya gue bilang juga apa! Cari cewek vin, cari cewek!!" Kata dery
"Ah, blm ada yang nyantol di hati gue" Celetuk kevin
__ADS_1
"Yaelah belagu amat lo, emangnya lo mau yang kayak gimana?" Tanya tiara
"Yaa gak muluk-muluk sih gue mah, yang body-nya kayak gitar spanyol juga gapapa"
"Muke gile..." Sahut kiky
"Kenapa?" Tanya kevin
"Bu nani mau bu nani?" Tanya david, sontak dery, kiky dan juga tiara langsung tertawa
"Idih gak mau, gak mau. Yang ada gue bobrok"
"Katanya lo mau yang kayak gitar spanyol" Celetuk david
"Itu mah bukannya kayak gitar spanyol, tapi kayak kendi arab" Cibir kevin
Mereka semua tertawa karena berhasil menjahili kevin.
Sedangkan sidik, dia sedang berjalan menyusuri koridor kelas 11, namun saat sidik hendak menaiki tangga, sidik di cegat oleh dinda yang tiba-tiba saja muncul disana.
"Kamu mau nemuin fafa?" Tanya dinda
"Iya, kenapa emangnya?"
"Fafa gak ada di kelasnya"
"Kemana dia?" Tanya sidik
"Fafa di taman belakang" Ucap dinda
"Ngapain dia disana?"
"Aku juga gak tau"
"Yaudah, gue mau samperin dia dulu. Makasih atas infonya" Ucap sidik kemudian pergi meninggalkan dinda, begitu juga dengan dinda, dia pun menghilang setelah kepergian sidik.
Ketika sidik sampai di taman belakang, dia melihat fafa yang sedang duduk bersandar di bangku taman sambil memasang earphone di telinganya. Sidik berjalan mendelati fafa, kemudian dia langsung duduk di samping fafa.
"Eh, kamu udah lama disini?" Tanya fafa ketika mendapati sidik yang menarik earphone-nya
"Baru aja sampe"
"Kamu ngapain disini? Emangnya gak makan di kantin?" Tanya fafa
"Lah kamu juga ngapain di sini? Kenapa gak ke kantin?" Tanya balik sidik
"Aku gak ngapa-ngapain, cuma cari angin aja! Lagian tadi aku sarapannya banyak, jadinya masih kenyang" Ucap fafa
Sidik hanya menganggukkan kepalanya, kemudian matanya tidak sengaja melihat buku gambar yang ada di tangan fafa. Sidik mengambil buku gambar itu dan melihatnya.
"Ini.. wajah siapa?" Tanya sidik ketika melihat gambar sketsa wajah di buku gambar fafa.
"Gak tau"
__ADS_1
"Kamu yang gambar?" Tanya sidik lagi
"Iya aku yang gambar!"
"Kamu ini gimana, kan kamu yang gambar masa kamu gak tau dia ini siapa?" Ucap sidik
"Iya, aku emang beneran enggak tau! Aku juga heran kenapa aku tiba-tiba aja gambar sketsa wajah seperti itu. Aku udah coba nerawang, tetap gak bisa" Jelas fafa
"Kok aneh ya!?" Kata sidik, fafa hanya menggidikkan bahunya
"Yaudah, mending sekarang kita ke kantin, masalah gambar ini kita tanya sama yang lain mungkin mereka ada yang kenal" Ucap sidik, fafa mengangguk. Kemudian mereka pergi meninggalkan taman tersebut.
***
"Ciaaa ilah, gue yang ngajak ngantin mah gak mau, giliran doi yang ngajakin langsung mau" Sindir kiky
"Apaan sih lo, emang gue males ke kantin" Ucap fafa
"Lah kalau lo males ke kantin, terus ngapain lo ke sini?"
"Suka-suka gue lah" Jawab fafa ketus
"Santai aja kali bu.. ampe ketus gitu" Goda tiara
Fafa duduk di samping david begitu juga sidik dia ikut duduk di samping fafa. Tiba-tiba saja, fafa merebut bakso yang akan di makan oleh kevin.
"Kampret... Untung gak jatoh nih bakso!" Cibir kevin karena terkejut
"Santai ae lah ka! kalau jatoh, tinggal ambil lagi" Ucap fafa santai
"Anjirrr si fafa jorok banget, makanan udah jatoh masa mau di ambil lagi" Ujar dery tidak percaya
"Dengerin ya kakak-kakak ku yang ganteng dan cantik, makanan yang jatoh kalau belum 5 menit itu boleh di ambil" Jelas fafa
Kemudian sidik teringat akan sesuatu, "Oh iya! Kalian semua kenal sama orang yang ada di sketsa ini gak?" Ucap sidik sambil menyodorkan sketsa wajah hasil gambaran fafa
Mereka semua melihat sketsa itu, jelas sekali semuanya nampak berfikir untuk mengenali wajah orang tersebut.
"Ini gambaran siapa?" Tanya kiky
"Gambaran fafa" Balas sidik
"Fa, ini siapa?" Tanya david
"Aku juga gak tau ka" Jawab fafa dengan mulut yang penuh dengan makanan
"Lah kalau lo gak tau, kenapa lo gambar sketsa orang ini" Tanya kevin
"Yaa gue juga bingung ka, kenapa gue bisa gambar wajah orang yang gak gue kenal, bahkan gue belum pernah lihat orang ini" Ujar fafa, "Gue kira kalian ada yang kenal!?" Lanjut fafa
Mereka semua menggeleng untuk menjawab perkataan fafa
"Kira-kira siapa orang yang wajahnya udah gue gambar ini" Gumam fafa pelan
Sidik kembali mengambil buku gambar tersebut dan dia memperhatikannya
"Kenapa fafa bisa menggambar wajah orang yang belum dia lihat sama sekali. Bahkan yang lain juga gak kenal sama wajah orang yang ada di sketsa itu. Siapa orang yang fafa maksud?" Batin sidik
__ADS_1