
Beberapa hari kemudian
Hari ini fafa dan yang lainnya sedang mengerjakan soal ulangan, fafa nampak serius dengan soal ulangannya. Tak peduli jika ada sesosok hantu yang sedang memperhatikannya dipojok kelas. Fafa tidak mau sampai nilainya anjlok hanya karena hantu.
Begitu pun kiky, dia juga sama halnya dengan fafa. Kiky harus mempertahankan predikat juara kelasnya pada semester ini. Walaupun dia tahu kalau fafa juga memiliki otak yang encer sama seperti dirinya.
Tidak sedikit yang memberikan kode agar mendapatkan contekan dari yang lain, namun fafa dan kiky berusaha acuh dengan mereka, fafa dan kiky duduk terpisah. Kiky berada di barisan kanan pojok sedangkan fafa berada di barisan kiri depan.
"Waktunya tinggal lima menit lagi" Ucap seorang guru pengawas
Kelas yang tadinya sepi mendadak seperti pasar malam, semuanya panik karena belum menyelesaikan soal-soal ujian. Lain dengan fafa dan kiky, mereka berdua sudah selesai mengerjakan soal-soal ujian dari sepuluh menit yang lalu.
Fafa menenggelamkan wajahnya diatas lipatan tangannya, dia merasa kangen kepada kakak laki-lakinya itu yang sekarang berada di jepang.
***
Tokyo, Jepang
Hari ini david dan juga sidik sama-sama sedang mengerjakan soal ujian, david begitu tenang mengerjakan soal ujiannya, begitu pun dengan sidik dia menghiraukan kehadiran hantu yang berada disampingnya.
Sidik dan david berada di ruangan yang berbeda, mereka cukup terkenal disini sebagai siswa yang berprestasi. Contohnya sidik memenangkan olimpiade sains tahun ini, sedangkan david memenangkan olimpiade matematika. Hal tersebut membuat para cewek di tempat mereka berbondong-bondong untuk merebut perhatian mereka berdua.
"Waktu habis, silahkan kumpulkan dimeja depan" Ucap pengawas yang berada di ruangan david.
Kemudian seluruh siswa yang ada di ruangan itu keluar, disusul oleh david. Ternyata diluar sudah ada sidik yang menunggunya.
"Yo kantin" Ajak david
Mereka berdua pergi menuju kantin, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua, jika ada fafa disini mungkin mata orang-orang itu sudah di colok oleh fafa.
'*Pangeran berkuda datang'
'David, sidik mau gak jadi pacar gue'
'Eh david pacar gue'
'Sidik juga pacar gue*'
Seperti itu lah ucapan ketika david dan sidik berada di kantin, tidak berbeda di jakarta, jadi mereka sudah terbiasa.
"Oh iya, nanti kalo lo mau pulang, yaudah duluan aja ya!! Soalnya gue mau nemuin bu Yanxi dulu" Ucap sidik
"Yaudah"
Mereka berdua menyantap makanannya masing masing.
David mengeluarkan ponselnya, dan mengirimkan pesan kepada seseorang.
__ADS_1
DavidM
De, kamu udah pulang?
Send
Ulfafa_
Belum, lagi nunggu kiky
DavidM
Kaka telepon ya!!
Read
David langsung menekan tombol yang bergambarkan telepon
"Halo ka" Sapa fafa dari seberang telepon
"Halo de, kamu apa kabar?"
"Aku baik ko ka!! Kaka sendiri gimana kabarnya?"
"Kaka juga baik, oh iya de ada sesuatu yang mau kaka sampein ke kamu" Ucap david serius
"Kaka..."
"Apa ka..?"
"Anu itu kaka, hmm kaka..."
"Apa si ka ya ampun, ngomong yang jelas dong, jangan bikin fafa khawatir" Kata fafa kesal
"Kaka....." David menjeda omongannya, "Kaka sama sidik... Abis menangin olimpiade disini, cuma sidik olimpiade sains sedangkan kaka matematika" Ucap david
"Huaaaaa Selamat ya kaa!! Sampein juga ke ka sidik bilangin ke dia Selamat dari fafa ya ka" Kata fafa riang
David menyodorkan ponselnya kearah sidik, sidik mengernyitkan dahinya bingung
"Dari fafa, barang kali lo mau ngomong sama dia"
Sidik menerima ponsel itu dan langsung mengarahkan ke telinganya
"Halo fa" Sapa sidik
"Halo ka sidik... Ka selamat ya lo udah menangin olimpiade sains, gila!! Lo baru aja beberapa hari di situ, tapi udah bisa bawa nama sekolah disitu, selama lo di jepang makan apa si ka?" Tanya fafa heboh
__ADS_1
"Biasa aja si fah, selama gue di jepang gue sarapan buku di blender dicampur susu" Celetuk sidik asal
Fafa tertawa diseberang sana, ternyata david juga ikutan tertawa.
"Yaudah fa, gue tinggal gapapa kan, gue mau nemuin guru soalnya"
"Iya ka gapapa"
Setelah mengatakan itu, sidik memberikan ponsel kepada david dan berpamitan untuk menemui bu yanxi.
***
Setelah menemui bu yanxi sidik keluar dari ruang guru, dia melihat jam tangannya ternyata sudah menunjukkan pukul 5 sore. Dia membuka baju seragamnya dan menyisakan kaos hitam yang ia kenakan.
Sidik membuka ponselnya dan melihat room chattnya banyak notif pesan yang tertera disana.
Setelah membalas semua pesan yang masuk sidik langsung mematikan ponselnya. Dia beranjak dari tempat itu, untuk pulang ke apartemen. Disepanjang koridor sidik melihat ada sosok wanita yang berdiri disana, namun sidik tidak merasa asing, sepertinya dia pernah melihat hantu tersebut.
Sidik mulai mendekati hantu itu, namun ketika sudah tinggal beberapa langkah lagi sidik terkejut melihat siapa yang ada disana.
"L..lo ngapain ada di jepang?" Tanya sidik heran
"Ya... Terserah aku dong, namanya juga hantu bebas kemana aja, gratis pula. Lagian aku bosen di indonesia terus ,makanya sekali-kali aku ke jepang"
Ya!! Ternyata dia adalah dinda, tapi kenapa dia bisa sampai ke jepang? Ah, ntahlah! Namanya juga hantu, bebas pergi kemana saja sesuka hati mereka.
Sidik melanjutkan perjalanannya, dia menggunakan taxi untuk sampai ke apartemen. Sesampainya sidik didalam apartemen, dia melihat david yang sedang tertidur pulas di sofa. Kemudian sidik duduk di sofa sebelahnya.
"Vid... Gue mau ngomong sama lo" Ucap sidik
"Hmmmm"
"Gue serius nih"
"Apaan si dik? Gue ngantuk banget" Kata david membua mata malas
"Masa tadi pas gue di koridor sekolah gue ngeliat dinda" Kata sidik
"Ohh,, dinda...." Ujar david setengah sadar, "WHAT D..DINDA? DINDA YANG HANTU ITU?" Ucap david terkejut, sidik hanya menganggukkan kepalanya
"Ngapain dia sampe ke jepang? Kok bisa?"
"Mana gue tau!! Namanya juga hantu, yaa bebas buat kemana aja" Celetuk Sidik
"Udah ah gue mau lanjutin mimpi gue" Ucap david
"Yaelah paling lo mimpi lagi ngedate sama mimi peri" Kata sidik lalu beranjak pergi ke dalam kamar
__ADS_1