
*Flashback On
Dinda berjalan dipekarangan rumahnya, pukul empat sore dia baru pulang dari sekolah, sudah menjadi kebiasaan dirinya ketika pulang sekolah. Namun ada yang berbeda pada rumahnya, dinda melihat teras rumahnya yang berantakan pot bunga berserakan dimana-mana. Dinda langsung masuk kedalam rumahnya, alangkah terkejutnya dinda melihat kedua orang tuanya di sandera oleh sekumpulan preman. Namun dinda hanya melihat orang tuanya saja, lalu kemana adiknya? Harusnya jika jam segini dia sudah pulang sekolah!!
"Ayah.... Ibu....." Panggil dinda
Semua orang yang ada di ruangan itu menoleh ke arah dinda.
"Hmmm,... Sepertinya kita dapat mangsa lagi bos" Ucap salah satu preman yang bertubuh besar
"Cepat tangkap dia" Perintah orang yang sedang duduk di sofa
Dinda tidak bisa berkutik dikala preman-preman itu mencekal pergelangan tangannya.
"Bangsatt!!!!" Umpat ayah dinda
"Sstttttt..... Jangan mengumpatiku seperti itu adnan" Kata orang itu
"Mau lo apa? Lo mau uang? Silahkan ambil!! Mau kekuasaan? Silahkan rebut!! Tapi lepaskan putri kita" Ucap adnan ayah dinda
"Yaa, gue mau semua kekayaan lo dan kekuasaan lo!! Tapi yang lebih gue inginkan adalah kematian keluarga lo" Ucap pria itu dingin
"JANGAN PERNAH LO SENTUH ORANG TUA GUE" Bentak dinda
"Oo..hhh, ternyata gadis manis ini pintar sekali ya" Ucap pria itu lalu bangkit dari duduknya, "Siapa namamu gadis manis?" Tanya pria itu sambil membelai pipi dinda, sontak dinda langsung memalingkan wajahnya kasar.
"Heiii.. jangan memalingkan wajahmu seperti itu, cantik" Kata pria itu lalu mencengkram kedua pipi dinda
"JANGAN SAKITI ANAK KAMI... hiks..." Ujar ibunya dinda terisak. Namun pria itu tidak menggubris perkataan itu.
"Boleh lah, om bermain-main dengan mu dulu.. sebelum kamu melihat kematian kedua orang tua kamu"
"Ccuuihh....." Dinda meludahi wajah pria itu, "GUE GAK SUDI" Lanjutnya
Plakkk
Satu tamparan mendarat di pipi mulus milik dinda.
"Beraninya kau meludah kewajahku, dan membentakku seperti itu" pria itu mebali mencengkeram pipi dinda.
"Baiklah aku tidak suka basa-basi" Ucap si pria itu, "Don, cepat lucuti pakaiannya" Perintah si pria
__ADS_1
Pria yang dipanggil don itu langsung saja menghampiri dinda dan melucuti pakaian yang di pakai dinda. Dinda meronta-ronta supaya pria itu tidak bisa melucuti pakaiannya, namun tenaga dinda kalah dengan tenaga pria tersebut, ditambah dua pria lagi yang mencekal pergelangan tangannya.
Dinda disetubuhi secara bergilir oleh preman-preman tersebut. Kedua orang tua dinda hanya bisa menyaksikan putrinya dilecehkan seperti itu. Mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa.
"Biadap kau jack" Ucap adnan
Pria yang di panggil jack itu hanya tertawa melihat penderitaan yang dialami keluarga temannya itu.
Cukup!! Kesabaran agam sudah cukup, ketika anak buah jack lengah agam langsung menyerang anak buah jack yang sedang menyetubuhi dinda. Namun usahanya gagal, agam malah di keroyok oleh preman-preman itu hingga tewas.
Dinda dan ibunya yang melihat itu pun menangis histeris, ibunya pun ikut geram aras perlakuan teman suaminya itu, dia mengambil vas bunga yang ada di dekatnya, lalu memukul kepala jack dengan vas bunga itu.
Jack melihat kearah fatmah ibunya dinda, dan dia langsung mencekik leher wanita itu lalu membenturkannya ke dinding. Darah segar keluar dari kepala fatmah, dinda yang melihat itu hanya bisa pasrah.
"Kau lihat kan!! Jika kamu melawan apa yang akan terjadi" Ucap jack
Jack menghampiri dinda dan ikut bergabung dengan anak buahnya untuk menyetubuhi dinda. Tamparan demi tamparan dind dapatkan dari jack.
"**...tolong..." Teriak dinda
"Aaaakkkkhhhhhhh,, BRENGSEK... MANUSIA KEJI" Umpat dinda
Doorrrr
Dua buah tembakan melesat mulus di dada dan di perut dinda, dia di bunuh secara keji.
"Itulah akibatnya kalau kamu keras kepala" Ucap jack, "Semuanya!! Kita pergi, sebelum ada yang melihat kita" Perintah jack
Seorang anak laki-laki berumuran 13 tahun berlari memasuki halaman rumahnya, dia langsung masuk kedalam rumah.
"Ayaah... Ibuu....." Teriak anak itu dikala melihat jasad kedua orang tuanya.
Kemudian anak tersebut mengedarkan pandangannya dan melihat jasad kakaknya yang tebujur kaku tanpa sehelai benang pun.
Anak itu menangis histeris diantara jasad orang tuanya, dia tidak menyangka jika keluarganya meninggal dengan tragis seperti ini.
Flashback Off*
***
Fafa yang mendengarkan cerita dinda berusaha menahan tangisnya
__ADS_1
'sungguh biadab orang yang telah membunuh keluarga dinda. Tapi tunggu dinda memiliki adik laki-laki dan waktu dirinya meninggal adiknta berusia 13 tahun, berarti sekarang usianya 17 tahun berbeda satu tingkat sama gue' Batin fafa
"Kalau boleh tau nama adik lo itu siapa? Dan tinggal dimana?" Tanya fafa
"Gue gak bisa cerita lebih lanjut" Ujar dinda kemudian menghilang
Batin fafa terus bertanya-tanya, sebenarnya siapa itu jack? Dan siapa adik laki-laki nya dinda?
"Fafa....." Terdengar suara laki-laki yang memanggil namanya, dan ternyata itu adalah david dia membawa sekantong pelastik buahan dan satu botol minuman.
"Eh, kaka udah balik lagi" Tanya fafa
"Iya, abisnya kaka tau kalau kamu pasti kesepian kan"
"Hehee iya ka" Ucap fafa sambil terkekeh, "Oh iya ka, tadi ada dinda, terus dia ceritain penyebab kematian dia ka" Ujar fafa
"Terus"
"Ternyara dinda meninggal akibat di bunuh sama teman ayahnya yang ingin menguasai harta dan kekuasaan ayahnya, udah gitu nih ya ka! Sebelum meninggal dinda sempet dilecehin secara bergilir" Kata fafa
Byuurrrrr
Minuman yang sedang di minum david seketika di semburkan olehnya
"What?? D..di lecehin? B..bergilir?" Tanya david tidak percaya
"Iya ka, dinda juga punya adik laki-laki yang seumuran dengan kaka, tapi dia gak ngasih tau siapa dan dimana adiknya itu, yang lebih bikin aku kagetnya itu, dinda 4 tahun lebih tua dari aku" Ucap fafa
David melotot mendengar perkataan fafa
"Berarti dia juga kakak kelasnya kakak dong fa?" Tanya david, fafa hanya mengangguk
"Udah ah, kita masuk yuk ka, bosen disini terus. Tapi aku penasaran sama adiknya dinda itu" Ucap fafa
"Yaudah penasarannya di pending aja dulu, sekarang yang terpenting kesembuhan kamu dulu, okey!!"
"Siap kaa!!" Kata fafa sambil mengacungkan jempolnya
David mendorong kursi roda yang fafa gunakan, mereka berdua masuk kedalam rumah sakit lagi.
Ternyata dinda masih ada disana, dia berada tidak jauh dari tempat fafa tadi.
__ADS_1
"Kamu beruntung fa" Kata dinda, kemudian dia menangis.
Dinda rindu sama adiknya, adik yang paling dia sayang, adik satu-satunya yang dinda punya. Andaikan adiknya itu bisa melihat dirinya seperti fafa melihatnya, pasti dia merasa senang. Air mata dinda terus saja mengalir tanpa hentinya jika membayangkan adiknya itu hidup sendiri, tidak ada ayah yang selalu membimbingnya, tidak ada ibu yang selalu membuatkannya masakan enak, dan tidak ada kakak yang selalu memberikan motivasi untuknya.