My Indigo

My Indigo
Utusan Kakek


__ADS_3

Fafa nampak berjalan bersama david di koridor sekolah. Banyak tatapan memuja, ada juga yang menatap mereka benci, lebih tepatnya menatap fafa dengan pandangan tidak suka.


'*Dia bukannya pacarnya sidik?'


'Udah punya pacar tapi masih aja deketin yang lain


'Terus aja most wanted SMA Garuda lo embat semua'


'Fafa cantik banget, gue mau dong punya wajah kaya fafa'


'Cihhh, apanya yang cantik? Muka pas-pasan gitu*'


Fafa yang mendengar itu hanya menganggap sebagai angin lewat saja. Fafa melihat sesosok hantu berbulu hitam lebat, mata yang merah, memiliki kuku yang sangat panjang dan berbadan sangat besar. Sedang berdiri di depan orang yang mencibir fafa tadi. Bulu kuduk fafa sampai merinding ketika melihat hantu yang fafa ketahui itu adalah gundoruwo.


"Seandainya mereka bisa liat apa yang ada di depan mereka, pasti udah pada pingsan" Gumam fafa.


Fafa melanjutkan langkahnya menuju kelasnya, fafa harus menaiki anak tangga untuk sampai ke kelasnya karena memang kelas fafa ada di lantai dua pojok.


Fafa menghela nafasnya kasar ketika sudah sampai di anak tangga paling atas, dia nampak berjongkok sebentar lalu berdiri tegak kembali.


"Hufff.... Kalau kaya gini setiap hari bisa-bisa kaki gue jadi talas bogor ini" Gerutu fafa


Fafa masuk ke dalam kelasnya dan ternyata kiky sudah ada di tempat duduknya, kiky sedang memakan bekal sarapannya sampai tidak menyadari jika fafa sudah berada di depannya.


"Enak banget ya, sarapan gak bagi-bagi" Celetuk fafa


Kiky langsung mendongakkan kepalanya dan mendapati fafa yang sedang menatapnya tajam


"Ya!! Kan lo baru dateng ogeb"


"Bagi dong! Gue tadi sarapan cuma sedikit nih"


"Enak aja!! Enggak-enggak..." Ujar kiky sambil menarik kotak makannya


"Pelit lo sama sahabat sendiri, awas ya gue bilangin ka dery, kalau lo ini pelit" Celetuk fafa


"Apa urusannya ka dery sama gue?"


"Lo kan pacarnya!"


Kiky membulatkan matanya ketika fafa berkata kalau dirinya adalah pacar dery


"D..dari mana lo tau?" Tanya kiky gugup


Fafa mengeluarkan smiriknya, "Informan gue ada di mana-mana. Jadi gue bisa tau semuanya" Ucap fafa bangga


Akhirnya kiky mengalah, ia memberikan kotak makannya kepada fafa. Sebenarnya kiky juga sudah merasa kenyang, dia hanya menjaili fafa. Niatan mau bercandain fafa, eh malah dia yang kena imbasnya.


"Minumnya dong!" Pinta fafa


"Bacot"


"Untung sahabat, kalau bukan udah gue pendem lo di got depan sekolah" Umpat kiky dalam hati


"Gue tau kii apa yang lo omongin" Cicit fafa, kiky nyengir kuda karena kedapatan sedang mengumpati fafa


Kriiing.... Kriiing....

__ADS_1


Seluruh murid SMA Garuda langsung memasuki kelasnya masing-masing ketika bel berbunyi. Tak lama guru mata pelajaran pun masuk, namun ada yang mengganggu pengelihatan fafa ketika guru itu masuk.


"Itu kan gunderuwo yang tadi" Gumam fafa


"Kenapa fa?" Tanya kiky tiba-tiba


"Eh, enggak kok.."


Fafa mengikuti pelajaran dengan tenang walaupun terkadang fokusnya terganggu dengan kehadiran gunderuwo itu.


Fafa merasa geram karena kehadiran gunderuwo itu yang terus saja memperhatikannya dari depan.


"Kii, gue mau ke toilet dulu ya!" Bisik fafa, kiky menganggukkan kepalanya


Fafa mengangkat tangannya, "Pak, maaf. Saya izin ke toilet sebentar" Ucap fafa


"Iya, silahkan!"


Fafa langsung keluar kelasnya dan menuju toilet perempuan, disana fafa mencuci wajahnya. Ketika ia mengangkat wajahnya fafa terlonjak kaget ketika melihat gunderuwo itu sudah tepat di belakangnya.


"S..siapa lo?" Tanya fafa memberanikan diri


"Jangan takut, aku ini diutus oleh kakekmu untuk membimbing kamu"


"Maksudnya?" Tanya fafa bingung


"Aku diperintahkan oleh kakekmu untuk menjadi guru pembimbing kamu"


"Tapi bagaimana bisa lo menjadi guru gue sedangkan wujud lo seperti ini" Tanya fafa lagi


"Huaaa" Fafa membulatkan matanya ketika melihat perubahan gunderuwo itu.


"Kenapa?"


"K..kau begitu tampan" Gumam fafa, Seketika fafa menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak. Ingat fafa! Lo udah punya sidik" Ucapnya sambil menampar-nampar pipinya


Hantu gunderuwo itu hanya terkekeh melihat tingkah fafa yang terbilang kekanak-kanakan itu.


"Oh iya, nama lo siapa?" Tanya fafa


"Perkenalkan, nama aku andre" Ucap gunderuwo yang bernama andre itu


"Gue fafa"


"Sudah tau" Cicit andre


"Hanya memberi tau aja!" Jawab fafa acuh, "Oh iya, terus apa yang harus gue lakuin?"


"Kamu harus mengambil buku milik tuan prima terlebih dahulu"


"Tapi gue taunya buku itu ada di villa yang sekarang jadi milik papa gue. Apa lo tau dimana kakek gue meletakkan bukunya itu?" Tanya fafa


"Aku juga tidak tau, tugasku hanya membimbing kamu. Selebihnya kamu yang harus berusaha sendiri" Jelas andre


Fafa menghembuskan nafasnya kasar, "Jadi gue harus ke villa? Lagi?" Tanya fafa sok dramatis


Seketika ada siswi lain yang masuk ke dalam toilet, hal tersebut membuat fafa menjadi kikuk

__ADS_1


"Hmm.. maaf ya! Gue ganggu ya? Gue lagi latihan drama.. jadinya ya gini deh" Ucap fafa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sementara itu andre hanya cekikikan. Tentu saja hanya fafa yang bisa mendengarnya.


Fafa kembali ke kelasnya, namun guru mata pelajaran yang tadi sedang mengajar sudah tidak ada di kelas.


"Lah, pak iwan kemana?" Tanya fafa bingung


"Dia ada urusan, jadinya cuma sebentar" Jawab irfan ketua kelas fafa yang sedang berada di depan pintu kelas


Fafa masuk dan langsung duduk di kursinya, kiky yang sedang menenggelamkan wajahnya di atas tas, langsung mengangkat kepalanya.


"Lo dari mana aja si fa? Ke toilet lama banget" Gerutu kiky


"Ya biasa, ada urusan mendadak gue"


"Apaan?"


"Bukan apa-apa" Jawab fafa datar


***


Akhirnya jam pulang sekolah tiba, david menunggu fafa di dalam mobilnya.


"Udah ayo ka, pulang!" Ucap fafa yang tiba-tiba saja duduk di samping david.


David yang sedang memasang earphonenya langsung menoleh kaget karena tiba-tiba saja fafa sudah berada di dalam mobilnya.


"Yaelah, biasa aja kali itu muka, gak usah kaya gitu" Ucap fafa, "Udah ayo cepetan"


David melajukan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah, mereka berdua melihat sidik dan okta yang baru saja sampai di parkiran.


"Ka sidik.. aku duluan ya!!" Panggil fafa dengan membuka kaca mobilnya


"Vid hati-hati lo bawa bini gue" Teriak sidik


Fafa langsung merona merah di pipinya, fafa menundukkan kepalanya karena takut sidik melihat dirinya yang sedang salah tingkah.


"Yee,, bana bini, bana bini... Muka luh kaya bu nani" Celetuk david


Sidik langsung membulatkan matanya ketika david menyamakan wajahnya dengan wajah bu nani yang terkenal guru yang memiliki bobot badan hampir 100 kilo itu.


"Dih, ogah-ogah. Gua mah beda jauh sama bu nani, enak aja lo sama-samain gue sama bu nani" Saut sidik


Fafa, okta dan juga david tertawa sampai terbahak-bahak membayangkan jika sidik sampai sama seperti bu nani itu.


"Jangan di bayangin ogeb" Celetuk sidik menyentil dahi okta, "Fa.. jangan di bayangin dong" Rengek sidik


"Udah-udah, ayo kak kita pulang" Ucap fafa, "Yaudah ka kita duluan ya, bye" Pamit faca sambil melambaikan tangannya.


Sidik terus memperhatikan kepergian mobil milik david sampai mobil itu menghilang di balik tembok gerbang.


"Kaka... Ayo pulang mau sampai kapan di sini" Rengek okta


"Ganggu aja lo"


"Lah lagian ka fafanya juga udah gak ada, masih aja di liatin" Cicit okta


"Iya iya"

__ADS_1


__ADS_2