
Suasana kantin begitu ramai, membuat fafa menghembuskan nafasnya pelan. Mereka duduk di tempat biasa mereka berkumpul. Fafa nampak pucat, pasalnya dia masih saja sering bolak balik ke toilet terus.
"Fa, mending ke uks aja yukk!!" Ajak kiky
"Udah gapapa, gak usah ke uks"
"Tapi lo tuh pucet banget fa!" Ujar kiky
"Siapa yang pucet?" Tanya dery tiba-tiba.
Mereka berdua terkejut ketika sidik dan yang lainnya datang menghampiri mereka berdua.
"Siapa yang pucet?" Tanya dery sekali lagi, kali ini dia sudah duduk di samping kiky.
Kiky melirik sebentar ke arah fafa, dan ternyata fafa sedang melototi dirinya.
"E..eh gak ada kok!! Tadi itu temen aku pas di kelas pucet banget" Jawab kiky berbohong
"Oh, kirain ada apa!"
Sidik melihat makanan di depan fafa mengernyitkan dahinya
"Kok makannya cuma batagor doang?" Tanya sidik,
"Iya fa, kok tumben?" Tanya dery
"Hmm.. lagi gak laper aja!" Jawab fafa asal. Sebenarnya fafa takut jika makan banyak perutnya tidak bisa di ajak kompromi.
Benar saja, baru dua suapan perut fafa beraksi lagi. Sontak fafa langsung menginjak kaki kiky.
"Aww...." Pekik kiky tiba-tiba karena kakinya di injak oleh fafa
"Kamu kenapa? Ada yang sakit?" Tanya dery khawatir
"Eh, aku gapapa kok. Cuma kegigit aja" Kawab kiky dengan cengirannya, kemudian menatap horor kearah fafa.
Fafa mengepalkan tangannya yang mulai berkeringat.
"Ka.. aku mau ke toilet sebentar ya!!" Ucap fafa dan langsung cabut dari kantin.
Kini tinggalah sidik, kiky, dery dan juga kevin di meja itu. Kiky sedang menikmati makanannya. Dan dia baru menyadari jika david dan juga tiara tidak ada.
"Ka david sama ka tiara kemana? Kok gak ada?" Tanya kiky
"Dia berdua lagi ada pertemuan antara anggota osis baru dan anggota osis lama" Balas kevin
"Lah, ka sidik kenapa gak ikut?"
"Males!"
Mereka berempat menikmati makanannya masing-masing. Tak jarang kevin mengambil makanan milik dery dan juga kiky.
Sidik melihat jam tangannya, ini sudah 15 menit tapi fafa belum juga kembali.
"Fafa kok blm balik lagi ya!" Tanya kiky
"Oh iya, udah lama juga ya si fafa di toilet" Sambung kevin
"Yaudah gue susulin dia dulu ya!" Ujar sidik kemudian dia pergi meninggalkan mereka bertiga.
Sidik mengeluarkan ponselnya ketika sudah sampai di depan toilet. Dia langsung menelpon fafa, karena tidak mungkin di masuk kedalam.
__ADS_1
Sementara didalam toilet, fafa menahan tubuhnya dengan berpegangan pada wastafel toilet. Hal tersebut tak luput dari pandangan para siswi yang berada di toilet.
Tiba-tiba saja, siswi berkacamata menghampiri fafa, "Kaka gapapa?" Tanya siswi itu
"Ah.. gue gapapa" Jawab fafa
"Yaudah, kalau gitu aku duluan ya ka" Fafa mengangguk.
Ddrrttt.... Ddrrttt....
Ka sidik❣️ is calling
Fafa menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menerima telepon dari sidik.
"H..halo.."
"Kamu masih di toilet?"
"Iya aku masih ditoilet. Kenapa?" Tanya fafa
"Aku lagi di depan toilet"
"Hah? Ngapain?. Yaudah bentar aku keluar" Ucap fafa mematikan sambungan teleponnya
Kemudian dia langsung keluar dari toilet, dan benar saja, fafa melihat sidik yang sedang bersandar pada tembok.
"Kamu ngapain di depan toilet cewek?" Tanya fafa. Alih-alih menjawab, sidik malah mengangkup wajah fafa
"Kok kamu pucet? Kamu sakit?" Tanya balik sidik, fafa menggelengkan kepalanya
"Jangan bohong!" Ucap sidik datar dengan sorot mata yang tajam
Fafa menciut ketika melihat pandangan mata sidik yang seperti itu, kemudian fafa menundukkan kepalanya
"Aku cuma sakit perut aja kok!"
"Ayo ke uks. Gak ada penolakan!" Ujar sidik sambil menarik membawa fafa menjauhi toilet, dan menuju uks.
Sesampainya di uks, sidik langsung membawa fafa untuk duduk di bangku sedangkan sidik, dia mencari obat untuk fafa karena uks sedang tidak ada yang jaga.
Setelag menemukannya, sidik memberikannya pada fafa untuk di minum.
"Sejak kapan kamu sakit perut?" Tanya sidik yang ikut duduk di samping fafa
"Dari tadi pagi"
"Kok bisa sampe sakit perut?" Tanya sidik lagi sambil menyingkirkan rambut yang menghalangi mata fafa.
"Semalem, pas kamu pulang aku pergi ke depan kompleks beli mie ayam. Terus aku tuangin sambelnya kebanyakan. Jadinya gini deh" Ujar fafa.
Sidik menghela napasnya pelan, "Oh iya, aku boleh tanya?" Ucap fafa
"Mau tanya apa?"
"Habis ini, kamu mau lanjut kuliah dimana?" Tanya fafa sambil merubah posisi duduknya menjadi menghadap sidik.
Sidik diam belum mau menjawab pertanyaan fafa. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan mengotak-atik layarnya. Sidik menyerahkan ponsel itu pada fafa, dan kemudian fafa melihatnya.
Fafa tercengang dengan apa yang dia lihat.
"K..kamu udah ke terima di universitas lund?" Tanya fafa tidak percaya.Sidik mengangguk
__ADS_1
"Ntah lah, aku di daftarin sama papa. Tiba-tiba aja aku dapet pesan kayak gitu" Jelas sidik
"Berarti kamu bakal ikut pindah ke swedia?" Tanya fafa pelan
"Iya, dan kemungkinan okta juga ikut pindah kesana!" Ucap sidik, "Jangan sedih!!" Lanjutnya sambil mencubit gemas hidung fafa
"Iihh sakit!!" Seru fafa kesal
"Perut kamu udah gak sakit?" Fafa menggeleng
Tiba-tiba saja kiky dery dan juga kevin masuk ke dalam ruang uks. Tak lama dari itu david dan juga tiara juga ikut menyusul.
"Wiss udah selesai lo sama anak osis baru?" Tanya dery
"Udah!!" Jawab david singkat, "Gila dik!! Tahun ini anggota osis kelas 10 kebanyakan anak cewek" Seru david
"Seriusan vid?" Tanya kevin sumringah
"Yee!! Giliran urusan cewek aja lo gercep!!" Cibir tiara.
"Oh iya fa, perut kamu udah gapapa?" Tanya david.
"Udah mendingan kok!" Jawab fafa, "Kalian gak masuk kelas?"
"Enggak, gurunya lagi ada rapat buat persiapan ujian nanti" Jawab david
"Ada yang mau gue kasih tau sama kalian!!" Ucap sidik
"Apa?" Seru mereka bersama
"Dua minggu setelah ujian nasional gue pindah ke swedia"
"Hah?"
Mereka semua terperangah mendengar perkataan sidik, kecuali fafa.
"Seriusan dik?" Tanya dery
"Iya, gue di daftarin kuliah disana sama papa gue"
"Di universitas mana ka?" Tanya kiky
"Universitas Lund"
"Anjiirrr universitas bagus itu!!" Seru dery
"Ambil fakultas apa luh?" Tanya tiara
"Hukum"
"Buset dah!! Temen gue mau jadi pengacara!! Tapi kenapa lo ambil hukum? Kenapa gak management?" Seru kevin
"Gue pengen beda aja dari papa. Lagi pula, papa gue gak nuntut buat ikutin jejak dia" Jelas sidik, "Kenapa jadi gue yang di introgasi sih?"
"Ya kita syok lah lo mau pindah ke swedia" Ucap david
"Iya, David sama tiara di jerman, terus lo di swedia. Jauh-jauh banget si pada!! Sampe nyebrang gitu!" Kata kevin dramatis
"Lebay lo, nyet!" Cibir sidik
Sementara itu, fafa diam saja. Dia hanya mendengarkan tanpa mau ikut bersuara.
__ADS_1
Jauh didalam hatinya, dia sebenarnya sedih karena david akan pergi ke jerman untu melanjutkan studynya dan sidik juga harus pindah ke swedia ikut orang tuanya juga berkuliah disana. Tapi rasa sedih itu harus ia tutupi.