
Hari ini fafa memutuskan untuk pergi ke villa bersama david, fafa tetap memakai seragam sekolah lengkap begitu juga dengan david. Karena mereka tujuan awal mereka adalah ke sekolah, namun di pertengahan jalan mereka malah berbelok ke arah lain.
"Kira-kira, bukunya seperti apa ya?" Tanya david
Namun fafa tidak merespon, fafa terus saja melihat ke sekeliling jalan yang mereka lewati.
"Fa... Kamu gapapa?"
Fafa menoleh, "Aku gapapa kok ka!"
"Muka kamu pucat fa!"
"Aku beneran gapapa kaa"
"Tapi itu, muka kamu pucet gitu. Kamu yakin mau ke villa?" Tanya david memastikan
"Iya aku yakin" Jawab fafa
David menghembuskan nafasnya pelan, kemudian david membelokkan mobilnya ke sebuah mini market di pinggir jalan.
"Kamu tunggu disini sebentar ya" Tanpa persetujuan fafa, david langsung keluar dari mobil
Tak lama david kembali dengan membawa satu kantung plastik makanan dan minuman. David menyerahkan roti untuk dimakan oleh fafa
"Kamu makan roti dulu, baru kamu minum obatnya" Ujar david
"Tapi aku beneran gapapa ka!"
"Makan rotinya dan minum obatnya atau kita batal pergi ke villa" Ancam david
Mau tidak mau fafa harus menuruti kemauan david, fafa tidak mau membuat david marah. Karena fafa tau kalau david marah melebihi cewek pms.
Mereka melanjutkan perjalanannya, david sedang fokus menyetir sedangkan fafa dia malah asik makan.
"Tadi sok-sok'an nolak, sekarang malah keterusan" Cibir david
"Biarin aja. Weee"
Tiba-tiba saja...
Bugg..
"Kaa,, STOPP....." Teriak fafa
David memberhentikan mobilnya secara mendadak dan menatap fafa bingung.
"Kamu kenapa fa?" Tanya david
"Kaka gimana sih? Kaka luh nabrak orang tadi" Ucap fafa
"Kaka gak ngerasa nabrak orang fa" Ujar david
Fafa langsung keluar dari mobil dan memastikan keadaan orang yang tadi di tabrak oleh david.
"Loh, kok gak ada?" Tanya fafa pada diri sendiri
"Kan kaka udah bilang, kaka gak nabrak orang, fa."
__ADS_1
"Tapi beneran tadi aku liat ada ibu-ibu nyebrang jalan, terus ketabrak mobil kaka" Ucap fafa panik
"Perasaan kamu aja kali"
Seketika fafa merasa kepalanya sangat pusing, dia memejamkan matanya. Sekelebat bayangan masa lalu terlintas di kepalanya.
Fafa melihat belum lama ini telah terjadi tabrak lari di jalan ini, fafa melihat ibu-ibu yang hendak menyebrang, namun saat si ibu menyebrang tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak si ibu. Mobil itu kabur tanpa bertanggung jawab.
Tubuh fafa bergetar, dia membuka matanya dengan nafas yang terengah-engah.
"Ka... Disini pernah ada kecelakaan , dan korbannya ibu-ibu" Ucap fafa tiba-tiba
"Yang bener kamu fa"
"Iya bener ka! Coba kita tanya bapak-bapak itu" Ucap fafa, kemudian mereka menghampiri bapak-bapak yang sedang berjualan di pinggir jalan
"Permisi pak!" Ucap david sopan
"Iya, ada apa ya dek?"
"Saya mau tanya pak, apa disini pernah ada kecelakaan?" Tanya david
"Iya pernah dek, korbannya ibu-ibu" Jawab si bapak, "Adek di gangguin sama hantu si ibu itu?" Tanya bapak itu
"Iya pak, tadi saya melihat si ibu itu tertabrak mobil kaka saya, tapi pas saya keluar dari mobil ibu-ibu itu gak ada" Kini fafa yang bersuara
"Disini memang sudah sering seperti ini dek, bahkan sampai ada yang kecelakaan juga" Ungkap bapak itu
Fafa dan david menganggukkan kepalanya tanda mengerti, "Kalau begitu kami pamit ya pak, terima kasih atas informasinya" Ucap david
"Ka, mending cepetan kita pergi dari sini!"
"Emangnya kenapa?"
"Aku ngeliat ibu-ibu itu. Udah ka cepetan" Rengek fafa sambil mengguncangkan lengan david
"Iya iya, kita pergi dari sini"
***
Akhirnya mereka sampai di villa milik papanya, mereka berdua turun dari mobil dan di sana ada mang dadang yang sedang membersihkan taman depan villa.
"Mang dadang..." Panggil fafa
Merasa dirinya di panggil, mang dadang langsung menghampiri fafa, "Loh, non fafa sama den david kok gak sekolah?" Tanya mang dadang
"Hehehe, enggak mang. Kita berdua ada perlu di sini" Ucap david
"Ada perlu apa ya den?"
"Hmmm, kita ngobrolnya di dalam aja yuk mang" Ajak fafa
Mereka bertiga masuk ke dalam villa, dan duduk di ruang tengah. Fafa dan david duduk di sofa sementara mang dadang duduk di lantai.
"Duduk di sofa aja mang, jangan di lantai" Ucap david
"Tidak usah den, saya di sini aja"
__ADS_1
"Kalau mamang duduk di situ, kita jadi gak enak"
"Iya mang, mending mamang duduk di sofa" Sahut fafa
Dengan perasaan canggung, mang dadang pun ikut duduk di sofa.
"Mang, kita boleh tanya sesuatu gak?" Tanya fafa
"Tanya apa non?"
"Mamang kan kerja di sini udah lama banget, bahkan waktu kakek masih ada juga mamang udah kerja di sini. Selama mamang kerja di villa ini, mamang pernah liat kakek nyimpen buku gak?" Tanya fafa
"Buku? Buku seperti apa non?"
"Aku juga gak tau, coba deh mamang ingat-ingat dulu" Ucap fafa
Mang dadang nampak berfikir untuk mengingat-ingat, "Nah, saya baru ingat non. Dulu, tuan pernah mengajak saya ke perpustakaan villa" Ujar mang dadang
"Perpustakaan?" Tanya david
"Iya perlustakaan"
"Di villa ada perpustakaannya, mang?" Tanya fafa
"Iya, ada. Di kamar yang sering di pakai tuan yusuf. Perpustakaan itu ada di bawah tanah" Ujar mang dadang
Fafa menegakkan tubuhnya, "Mamang bisa anterin kita ke sana?" Tanya fafa
"Bisa non"
Kemudian mereka bergegas menuju kamar yang sering di gunakan yusuf dan juga arum.
"Aden sama non tunggu sebentar ya" Ujar mang dadang
Mang dadang berjalan menuju lemari pakaian, dia nampak mencari sesuatu di balik lemari itu. Nampak sebuah tombol di sana berwarna putih, mang dadang langsung menekannya dan berjalan mundur. Lemari itu pun bergeser ke samping, dan memperlihatkan sebuah pintu rahasia, hal tersebut membuat david dan fafa terkeju.
"Wah, lemarinya bisa bergeser dan ada pintunya juga" Ucap david terkagum-kagum
"Ini memang ruang rahasia, den. Yasudah mari kita masuk" Ajak mang dadang
Ketika membuka pintu itu, terlihat sebuah tangga yang menuju ke bawah, ketika sampai di ruangan itu, fafa dan david lagi-lagi di buat kagum dengan apa yang ada di hadapan mereka.
"Ini beneran perpustakaan?" Tanya fafa sambil mengedarkan pandangannya
"Iya non, ini perpustakaan peninggalan tuan"
"Yasudah, fa. Sebaiknya kita cari buku itu" Ucap david
Fafa mencari di setiap rak buku yang ada di sana begitu juga dengan david dan mang dadang. Sudah 30 menit mereka mencari buku itu, namun belum juga menemukannya. Fafa terduduk sebentar di meja besar yang ada di sana, dia membuka laci meja itu, dan terdapat sebuah buku yang bertuliskan 'My Indigo'. Fafa membacanya sebentar dan dia membelalakkan matanya, ternyata ini dia buku yang diancari.
"Kaka, mang dadang. Aku udah nemuin bukunya" Ujar fafa senang
"Serius kamu fa?" Tanya david memastikan
"Iya ka serius"
Akhirnya fafa bisa menemukan buku itu, sekarang bagaimana dia mempelajari dan memahami isi dari buku tersebut.
__ADS_1