
Hari ini fafa sudah bisa membawa mobilnya ke sekolah, pelajaran pertama adalah olahraga, fafa berjalan menuju lokernya dan mengambil seragam olahraganya. Namun saat fafa hendak menutup kembali lokernya
Sreettt
"Astaghfirullah" Fafa merasa ada yang lewat di sebelah kanannya, namun saat fafa melihat ke sekeliling tidak ada siapapun.
Fafa pergi menuju toilet untuk berganti seragam, setelah berganti seragam menjadi seragam olahraga, fafa langsung ke lapangan disana sudah ada teman-teman kelasnya.
"Hari ini materi kita adalah bola voli, bapak akan membagi kalian menjadi dua tim" Ucap guru tersebut
Tim pertama sudah di tentukan kini giliran tim kedua yang akan di tentukan.
"Tim kedua yaitu, fafa, dian, siska, mira, dan kiky"
Tiba-tiba saja kiky mengangkat tangannya, "Ada apa kiky?" Tanya guru itu
"Pak saya satu tim sama fera aja, biar dewi ganti sama saya" Celetuk kiky
Fafa yang mendengar itu hanya tersenyum masam.
Pelajaran olahraga berlalu begitu saja, mereka semua bubar dari lapangan. Fafa sedang berjalan di koridor utama saat seseorang memanggil dirinya
"Ka fafa" Panggil orang itu, fafa langsung membalikkan badannya
"Ada apa ya, dek?" Tanya fafa ramah
"Aku boleh tanya gak ka? Oh iya, sebelumnya kenalin nama aku okta anak kelas 10 Ipa 3" Ucap siswi bernama okta itu, "Dengar-dengar kaka tuh dekat ya sama gengnya ka sidik?" Tanya okta
"Iya, emangnya kenapa ya?"
"Hmm, gini ka.. aku tuh suka sama ka sidik"
Degg
Fafa terkejut atas perkataan okta yang mengaku suka kepada sidik. Hatinya terasa sesak mendengar itu. Namun, fafa mencoba tersenyum dihadapan okta. Sepertinya dia tidak mengetahui hubungannya dengan sidik.
"Kalau lo emang suka sama dia, kenapa gak bilang langsung aja!" Ujar fafa
"Aku takut, kalau ka sidik malah sebaliknya ke aku" Ucapnya lirih
"Lo belum coba kan!? Coba aja dulu! Siapa tau dia juga punya perasaan kaya lo?!" Ucap fafa
"Makasih ya ka, atas sarannya. Oh iya, ini minum buat kaka" Ucap okta sambil menyodorkan air minum untuk fafa
Fafa menerimanya dan tersenyum ramah kepada okta, "Makasih juga ya atas minumnya, kalau gitu gue balik ke kelas ya. Bye" Ucap fafa berlalu pergi
"Ternyata ka fafa baik juga orangnya" Gumam okta
***
Fafa berjalan gontai memasuki rumahnya, semenjak bertemu dengan okta, dia menjadi seperti orang yang kehilangan keadarannya. Fafa lebih banyak melamun dan tidak banyak bicara. Fafa masuk tanpa mengucapkan salam, hal tersebut membuat arum bingung.
"Sayang, kok gak salam!?" Tanya arum, "Kamu kenapa? Sakit? Kok lesu begitu?"
"Aku gapapa kok mah, yaudah fafa ke kamar ya, mah!"
Didalam kamar, fafa tidak langsung berganti pakaian. Ia lebih memilih untuk pergi ke balkon kamarnya menikmati semilir angin sore yang menerpa wajahnya.
Fikiran fafa masih teringat dengan ucapan siswi yang bernama okta itu, yang mengaku bahwa dia menyukai sidik. Fafa terus memikirkan perkataan itu, sampai ia merasa ngantuk dan memutuskan untuk pergi tidur untuk mengistirahatkan otaknya.
Fafa terbangun ketika mendengar ponselnya bergetar, dan dia melihat jam yang ada di nakasnya. Sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Fafa langsung melihat ponselnya dan membuka room chattnya.
__ADS_1
082xxxx
*Datang ke taman kompleks! Gue tunggu
Xxx: Sidik*
Fafa langsung membulatkan matanya ketika membaca isi pesan tersebut. Dia langsung keluar dari kamarnya tak lupa mengambil kunci mobil di meja belajarnya. Fafa nampak bingung dengan kondisi rumah yang amat sangat sepi.
"Mama kemana? Kok sepi!?" Tanya fafa pada dirinya sendiri
Kemudian ia keluar rumah dan terdapat hanya mobilnya saja yang ada di garasi. Tidak mau membuang-buang waktu, fafa langsung masuk kedalam mobil.
"*****... Kaget gue!!" Ucap fafa terkejut karena mendapati hantu di dalam mobilnya
"Ngapain lo disini? Sana pergi! Gak tau orang lagi buru-buru kali ya!?" Usir fafa, hantu itu langsung pergi menghilang.
***
Sesampainya di taman, fafa langsung mencari keberadaan sidik. Taman itu nampak sangat gelap tidak seperti biasanya. Fafa mengelilingi taman untuk bisa menemukan orang yang ia cari dengan penerangan yang sangat minim. Fafa berhenti sebentar dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman.
"Itu ka sidik kan? Tapi kenapa dia nunggu di tempat itu? Dan ngapain dia ngajak ketemu aku di tempat segelap itu?" Tanya fafa pada diri sendiri
Fafa berjalan perlahan mendekati sidik. Namun ia kembali berhenti, "Kalau dia mau ngapa-ngapain gue gimana?" Ucap fafa panik, "Enggak-enggak!! Fafa lo gak boleh berpikiran negatif dulu" Fafa menghembuskan nafasnya kasar lalu kembali berjalan mendekati sidik.
"Ka sidik" panggil fafa
Sidik menoleh ke belakang, "Duduk!" Fafa duduk di sebelah sidik
"Kaka kenapa ngajak aku ketemu di tempat gelap kaya gini?" Tanya fafa mencoba tenang
"Ada yang gue mau omongin"
"Gue gak tau ini bakalan nyakitin perasaan lo atau engga!?"
"Maksud kaka?" Tanya fafa tak mengerti
"Gue udah mulai sayang sama seseorang!" Celetuk sidik
Degg
Fafa langsung diam mebisu, lidahnya terlalu kaku untuk mengucapkan satu kata. Dia menatap ke arah depan yang begitu gelap kemudian menatap sidik
"Kaka sayang sama okta?" Tanya fafa memastikan
"Dari mana lo tau nama dia?"
"Tadi pas aku ketemu sama okta di koridor sekolah, terus okta bilang sama aku kalau dia suka sama kaka!" Ucap fafa tenang, namun di dalam hatinya ia menangis
Fafa menarik nafasnya dan membuangnya perlahan, "Kalau kaka emang sayang sama dia, yaudah kejar dia ka. Aku gapapa kok!"
"Kalau gitu aku pergi ya ka" Fafa bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan sidik
Namun saat baru beberapa langkah sidik kembali memanggilnya
"Fa, maaf" Kata sidik
"Udah aku maafin kok ka! Kaka gak usah khawatir" Ucap fafa masih membelakangi fafa
"Fa! Apa gue boleh minta satu permintaan ke lo?"
"Kaka mau minta apa?"
__ADS_1
"Gue mau liat wajah lo saat tersenyum, sebelum nantinya senyum itu dimilikin orang lain" Cicit sidik
Fafa membalikkan badannya dan..
Degg
Fafa membulatkan matanya ketika ia membalikkan badannya, taman yang tadinya gelap kini menjadi terang. Dan sekarang yang ada di hadapannya banyak balon-balon, dan juga hiasan lainnya. Fafa berjalan mendekati meja yang ada di sana, fafa membaca surat yang ada di atas meja itu.
Happy Birthday my princess....
Happy sweet seventeen...
Fafa membalikkan badannya lagi dan disana terlihat sidik yang sedang memegang satu bucket bunga. Fafa langsung berhambur memeluk sidik dan menangis.
"Hei, kenapa nangis?" Tanya sidik
"K...kaka nyiapin ini semua!? Tapi kenapa? Kaka bilang kalau kaka udah mulai sayang sama okta... Hikss" Tanya fafa terisak
"Dia emang sayang sama aku, tapi sayang sebagai adik sepupu" Celetuk seseorang dari belakang fafa
Fafa langsung membalikkan badannya, "Okta?" Gumam fafa, "M..maksudnya apa?"
"Tanya aja sama pacar kaka!" Perintah okta menunjuk sidik dengan dagunya
"Okta ini sepupu aku" Ujar sidik
"Sepupu?" Tanya fafa lagi, kemudian ia memeluk sidik dan kembali menangis.
"Kok malah nangis lagi?"
"Kaka nyiapin ini semua sendiri?"
"Enggak, aku gak sendiri, coba lihat ke belakang kamu lagi!!" Perintah sidik
Fafa membulatkan matanya ketika mendapati david dan teman-temannya ditambah mama sama papa?
"Papa...." Panggil fafa sambil berlari memeluk papanya
"Kenapa sayang? Kok nangis?" Tanya yusuf heran
"Papa kapan pulang? Kok gak ngabarin aku dulu?"
"Udah dari kemarin sayang, papa menginap di apartemen dulu" Ujar yusuf
"Fafa.." Panggil kiky, "Maafin gue ya! Karena kemarin gue bentak lo" Ucap kiky sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Gue disuruh sama ka david" Lanjut kiky sambil menunjuk david
"Kaka......" Panggil fafa geram, "Jadi yang lain jauhin aku itu suruhan kaka!!" Ucap fafa datar, david hanya cengengesan di samping tiara.
"Eh tunggu, jangan-jangan lo juga ikut-ikutan ya fer!" Tuduh fafa
"Wait wait... Santai dong fa... Gue juga disuruh ka david" Kata feri, "Yang masalah di mall itu, emang udah kita rencanain semuanya" Lanjut feri
Fafa menghembuskan nafasnya kasar, "Cukup kali ini fafa kelihatan **** di depan kalian"
"Udah- udah. Mending sekarang kita pulang kerumah! Kita makan disana." Ucap arum
"Emangnya mama udah nyiapin makanan?" Tanya fafa bingung
"Lihat saja nanti pas dirumah" Celetuk arum
Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan taman itu.
__ADS_1