
Kini fafa dan kiky sedang berada di kantin rumah sakit. Kiky membawa kotak p3k yang ia minta dari suster. Dengan telaten kiky mengobati luka memar dan robek di bagian sudut bibir fafa.
"Aww..." Pekik fafa ketika tanpa disengaja kiky menekan lukanya terlalu keras, "Pelan-pelan napah ki.. sakit tau" Cibir fafa
"Maaf fa, khilaf..." Jawab kiky cengengesan.
"Kii.. sebenarnya gue masih penasaran sama orang yang udah ngeracunin ka sidik. Maksudnya apa coba?" Kata fafa
"Ya.. terus mau gimana lagi fa? Orangnya juga udah koit kan?" Celetuk kiky
Fafa menghembuskan nafasnya kasar, "Lo mau makan apa?" Tanya kiky
"Roti sama susu kotak aja"
"Anjiirr dua hari gak makan, dan sekarang lo cuma mau makan roti sama susu kotak aja?" Tanya kiky tidak percaya
"Roti sama susu kotak atau enggak sama sekali" Ancam fafa
"Iya iya..." Kiky mengalah, biarkan saja yang penting perut fafa terisi oleh makanan dari pada tidak sama sekali.
***
Di tempat lain dery dan kevin sedang berada di supermaket. Mereka mengambil banyak makanan ringan dan minuman segar, serta makanan yang lainnya.
"Vin.. ambil itu sama yang itu vin..." Perintah dery
"Oke, oke... Kita puas-puasin selagi david ngasih ATMnya ke kita" Ucap kevin
"Haha, iya iya.. dia mah mau kita belanja seberapa banyak juga, gak bakalan jadi masalah dan gak bakalan abis duitnya" Ujar dery
"Bener banget tuh.. haha" Sambung kevin
"Udah yuk!! Udah dua keranjang nih" Kata dery
"Yaudah, ayo kita ke kasir" Ajak kevin
Mereka menuju kasir dengan membawa dua keranjang yang penuh dengan makanan dan minuman.
"Total belanjaan semuanya jadi 435 ribu. Ada lagi mas?" Kata penjaga kasir
"Udah itu aja" Jawab dery sambil menyodorkan kartu ATM milik david
Mereka keluar dari mini market dengan menteng kantong plastik. Kevin tengah sibuk memperhatikan isi kantong plastik tersebut sampai-sampai tidak memperhatikan jalan di sekitarnya.
Bugg....
Tanpa di sengaja kevin menabrak seorang yang hendak akan masuk kedalam mini market tersebut.
"Maaf, maaf gue gak sengaja" Ucap orang itu
"Bukan lo yang salah, tapi gue yan jalannya gak liat-liat" Jawab kevin
Kemudian orang itu langsung pergi meninggalkan kevin.
"Vin, ayo. Malah bengong di situ" Cicit Dery
"Iya iya.. bawel banget lo"
Mereka berdua kembali ke rumah sakit dengan kevin yang mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
***
Fafa dan kiky telah kembali ke ruangan sidik, fafa melihat david sedang tertidur di sofa yang ada di ruangan sidik.
"Fa, gue ke toilet dulu ya!!" Ucap kiky, fafa mengangguk
Fafa berjalan mendekati brangkar sidik, dan duduk di di kursi yang ada di samping brangkar. Fafa menggenggam tangan sidik yang terbebas dari infus.
"Kapan bangun? Aku kangen denger suara kamu ka! Ayo kita jalan-jalan lagi.. jangan tidur terus.. kelopak mata kaka sampe merah gitu.." Ucap fafa, "Pliss!! Bangun demi aku!!" Lanjut fafa lirih. Pandangan matanya mulai memburam akibat air mata yang menggenang di kelopak matanya. Dia mendongakkan kepalanya supaya air matanya tidak jatuh.
"Ayo kak.. bangun.. kita sekolah..." Rengek fafa, fafa sudah tidak bisa membendung air matanya. Fafa menangis melihat sidik yang tidak juga membuka matanya.
Ceklekk...
"Yuhuuu.. kita berdua udah balik nih..." Teriak kevin dramatis
Dery menoyor kepala kevin, "Berisik ogeb"
Fafa menoleh kesumber suara kemudian kembali memperhatikan sidik. Sedangkan david, dia terbangun akibat teriakan dari kevin.
"Berisik banget lo, ah elah. Ganggu gue tidur aja" Grutu david
Kiky keluar dari dalam toilet langsung terkejut melihat dery dan juga kevin membawa banyak sekali makanan dan minuman.
"Astaga naga bonar, kalian abis ngerampok dimana? Banyak banget itu makanan. Siapa yang mau abisin?" Tanya kiky
"Kevin yang bakalan abisin" Celetuk dery
"Hmm... Vid.. ini ATM lo.." Ucap dery sambil menyodorkan ATM milik david, david menerinanya dan langsung memasukkannya ke dalam dompetnya, "Kita berdua belanja habis 435 ribu" Lanjut dery pelan
"Cuma segitu?" Tanya david datar
"Anjirr... Gue sama dery belanja sampai 400 ribu lo bilang 'cuma segitu?' vid?" Ucap kevin tidak percaya, "Yah der, kalau tau gitu mah mending sekalian aja kita abisin sampe 1 juta" Lanjut kevin
"Silahkan aja, kalau emang lo berdua mau abisin isi ATM gue! Paling nanti gue tinggal catet di buku" Celetuk david
"Sialan lo" Umpat kevin
"Udah mana sini, gue laper"
Kevin menaruh kantong plastik itu di atas meja.
"Permisi" Ucap frans
Mereka semua menoleh kesumber suara begitu juga dengan fafa. Ia melihat frans yang mendekati brangkar sidik.
"Gimana keadaannya om?" Tanya fafa
"Saat ini belum ada perkembangan apapun yang di tunjukkan oleh sidik" Ucap frans
"Lalu bagaimana dengan racun yang ada di dalam tubuh sidik?" Tanya david yang kini berdiri di samping fafa
"Racun yang ada di tubuh sidik akan terus menjalar" Ujar frans, "Tapi kalian tidak usah khawatir, om sudah menemukan penawar dari racun itu dan sudah menyuntikkannya pada cairan infus sidik" lanjut frans
Wajah fafa langsung berbinar ketika frans mengatakan bahwa dirinya berhasil menemukan penawar dari racun tersebut. Begitu juga dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Terima kasih om" Ucap fafa seraya memeluk tubuh frans
"Sama-sama.. Om akan melakukan apapun untuk kesembuhan sidik" Jawab frans sambil membalas pelukan fafa
"Aku harus apa untuk membalas jasa om ini?" Tanya fafa
"Berhenti menangis, ingus kamu udah meleleh tuh" Canda frans
Fafa langsung mengerucutkan bibirnya seraya melepas pelukannya.
"Kalau begitu, om permisi" Ucap frans, "Hmm.. ngomong-ngomong makanan kalian banyak banget"
Mereka semua melihat kearah meja yang penuh dengan berbagai macam makanan
"Om mau? Ambil aja!" Seru david
"Tidak, om hanya bercanda. Yaudah om permisi dulu, masih ada pasien yang harus om periksa"
"Terima kasih om" Ujar david
Mereka semua bisa bernafas dengan lega karena kemungkinan besar sidik akan segera sadar, karena frans telah memberikan obat penawar racun itu.
***
Pukul 9 malam, kini fafa seorang diri menjaga sidik karena kiky, dery dan juga kevin memutuskan untuk pulang begitu juga dengan david, dia juga ikut pulang karena besok mereka harus sekolah. Sedangkan fafa dia harus izin lagi.
Fafa tertidur disamping brangkar sidik dengan posisi duduk di kursi sambil terus menggenggam tangan sidik dengan sebelah tangannya ia jadikan bantal.
Fafa terbangun ketika merasakan usapan di kepalanya, dia mengerjapkan matanya dan mengangkat kepalanya. Samar-samar fafa dapat melihat sidik yang mengusap puncak kepalanya.
"Haii..." Sapa sidik
"Ini aku mimpi ya? Kenapa aku mimpi kalau ka sidik bilang 'hai' ke aku?" Gumam fafa setengah sadar
"Eh tapi kok ini berasa kayak bukan mimpi ya?" Tanya fafa pada dirinya sendiri, kemudian fafa mengucek matanya, dan terlihat jelas disana sidik yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Haii..." Sapa sidik lagi
"Ka sidik.." Panggil fafa lirih, "Ka sidik udah sadar?" Tanya fafa tidak percaya
"Berarti tadi aku bukan mimpi kalau kaka mengusap kepala aku" Lanjut fafa
"Enggak kamu gak mimpi, ini beneran aku" Ujar sidik
"Bentar, bentar. Aku panggilin dokter" Ucap fafa
Fafa memencet tombol yang di khususkan untuk memanggil dokter, selang 3 menit frans masuk kedalam ruangan sidik.
"Apa ada yang sakit?" Tanya frans
"Tidak, om. Hanya pegal saja" Jawab sidik
"Itu wajar, karena kamu mengalami masa kritis selama dua hari"
"Saya kritis selama dua hari om?" Tanya sidik tidak percaya
__ADS_1
"Iya, kalau begitu om permisi".