
Tak terasa kini sudah 1 bulan fafa menjalin hubungan dengan sidik, sejauh ini hubungan mereka baik-baik saja, tapi kadang ada pertengkaran-pertengkaran kecil yang di mulai oleh keduanya. Mereka menjadi semakin lengket, kemana-mana berdua. Kecuali, tidur, ke toilet, sama mandi ya!!
Seperti saat ini, mereka berdua sedang merayakan anniversary mereka yang ke 1 bulan di sebuah restoran di dekat taman kota.
Masalah penguntit? Tentu saja fafa masih saja di ikuti oleh penguntit itu. Bahkan teman-temannya juga sama. Pernah suatu hari fafa menerima bingkisan kotak, ketika fafa membukanya dia melihat ada bangkai kelinci dan foto keluarganya yang berlumuran darah. Fafa yang melihat itu sempat terkejut. Fafa masih saja memikirkan maksud dari teror kotak itu.
Oke balik ke topik. Saat ini sidik dan fafa sedang menunggu makanan mereka. Tidak ada acara spesial, hanya makan bersama saja sudah cukup bagi mereka.
Salah satu pelayan menghampiri mereka berdua, dengan membawa pesanan sidik dan fafa. Namun ketika fafa tidak sengaja menatap mata pelayan itu, fafa merasakan perasaan yang sangat aneh, tapi dia tidak tahu apa? Fafa tampak gelisah, sidik yang menyadari perubahan raut wajah fafa menjadi heran.
"Fa.. are you okey?" Tanya sidik
"Ah.. iya aku gapapa kok" Jawab fafa
"Tapi kok kamu kayak gelisah gitu?"
"Ntahlah, semenjak pelayan itu datang dan aku gak sengaja natap mata dia, perasaan aku jadi gelisah gini" Ucap fafa lirih
"Oke. Oke, kamu tenangin diri kamu. Gak akan terjadi apa-apa." Balas sidik menenangkan fafa, "Yaudah sekarang kita makan ya!!" Perintah sidik, fafa mengangguk
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua. Kemudian orang itu pergi.
***
Setelah dari restoran, fafa dan sidik memutuskan untuk pulang mengingat hari sudah malam. Sidik mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Ketika sampai di rumah fafa, mereka berdua langsung turun dari mobil sidik, namun fafa nampak bingung melihat wajah sidik yang pucat, pasalnya pada saat mereka pergi sidik tampak sehat-sehat aja. Fafa menghampiri sidik dan menggandeng sidik untuk masuk kedalam rumahnya. Namun baru beberapa langkah tubuh sidik oleng, Untung saja fafa dengan sigap menangkap tubuh sidik, kalau tidak bisa-bisa tubuh sidik tersungkur ke tanah.
Fafa melihat wajah sidik semakin memucat dan telapak tangan yang sangat dingin.
"Ka sidik...." Panggil fafa sambil menepuk pelan pipi sidik, namun tak ada jawaban.
"Ka.. bangun ka..." Panggil fafa lagi, "Ka.. bangun!! Kaka kenapa?"
"Ka David..... Mama... Papa... Tolong!!!!" Panggil fafa dari luar.
Dinda muncul di hadapan fafa, di susul andre. Mereka sangat terkejut melihat kondisi sidik dengan seluruh badan memucat.
"Faa.. sidik kenapa?" Tanya dinda bingung
"Gue juga gak tau, tadi pas gue pergi sama dia, dia masih baik-baik aja. Tapi pas pulang, dia udah pucet banget, terus pingsan gini" Jelas fafa lirih
"MAMA... PAPA.. TOLONG!! KA DAVID.... TOLONGIN KA SIDIK!!" Teriak fafa lagi dengan sangat kencangnya, biarlah tetangganya mendengar teriakan fafa
David, arum dan juga yusuf langsung berlari keluar ketika mendengar suara fafa meminta tolong.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, sidik kenapa?" Tanya arum panik
"A..aku juga gak tau mah... Hikss..." Ucap fafa yang sudah menangis di sana
"Yaudah kita bawa kerumah sakit sekarang!" Ujar yusuf.
***
Sampai di rumah sakit, sidik langsung di tangani oleh dokter. Di sepanjang perjalanan tadi fafa tak henti-hentinya menangis melihat kondisi sidik.
"Mah.. ka sidik gak kenapa-kenapa kan?.. hikss..." Tanya fafa lirih
"Tenang sayang, sidik gak akan kenapa-kenapa" Jawab arum sambil mengelus puncak kepala fafa.
Yusuf yang sedari tadi pergi untuk mengurus administrasi sidik kembali menghampiri fafa, david dan arum.
"Gimana pah? Orang tuanya sidik udah di kasih tau?" Tanya arum
"Tadi papa udah telpon agam Katanya dia sama istrinya lagi ada di swedia. Baru bisa pulang 3 hari lagi" Jelas yusuf
Tak lama dokter keluar dari ruangan sidik.
"Bagaimana keadaan sidik, frans?" Tanya yusuf
"Saat ini kondisi sidik kritis, akibat racun yang yang ada di dalam tubuhnya" Ujar frans
"Iya racun. Om akan ke lab untuk memeriksa, racun apa yang ada di tubuh sidik" Ucap frans
"Apakah kita boleh masuk?" Tanya david
"Silahkan, kalau begitu aku permisi" Kata frans beranjak pergi
Mereka berempat masuk kedalam ruang rawat sidik, terlihat Pulse Oximeter yang menjepit ujung jari tengah sidik, dan Oksigen yang melekat pada hidung mancungnya. Fafa yang melihat itu merasa bersalah.
"Ini semua salah aku mah" Ucap fafa lirih
"Sstttt... Ini bukan salah siapa-siapa" Jelas arum, "Yasudah, papa sama mama mau pulang karena besok papa sama mama harus menghadiri acara rekan bisnis papa. David, kamu tolong jaga fafa dan sidik ya!" Perintah arum.
"Iya mah" Jawab david
Sepeninggalan arum dan yusuf, fafa duduk di samping brangkar milik sidik. Sedangkan david berdiri di belakang fafa.
"Seandainya waktu itu aku lebih peka dengan keadaan, mungkin gak akan terjadi hal semacam ini... Hikss..."
"Udah fa.. kamu jangan nyalahin diri kamu sendiri" Kata david, "Mending sekarang kamu istirahat ya!! Kamu jangan sampai sakit.! Bentar kaka panggilkan suster supaya membawakan brangkar satu lagi buat kamu" Ujar david
__ADS_1
Setelah suster membawa berangkar masuk kedalam ruangan sidik, fafa beristirahat dan terlelap di atas brangkarnya.
***
Sudah dua hari sidik di rawat di rumah sakit, namun belum ada tanda-tanda bahwa sidik akan siuman. Saat ini fafa tidak sendiri, ada teman-temannya yang ikut menjaga sidik. Kedua orang tua sidik menunda kepulangannya akibat badai yang melanda swedia.
"Ka sidik kapan bangun? Gak capek napah tidur terus?" Gumam fafa lirih
Kiky mendekati fafa yang sedang duduk di samping brangkar sidik.
"Fa.. lo makan dulu ya! Dari kemarin lo belum makan" Perintah kiky
"Gue gak nafsu makan ki, liat ka sidik kayak gini, selera makan gue ilang"
"Lo gak boleh kayak gini fa!! Kalau kayak gini, sama aja lo nyiksa diri lo sendiri" Ujar kiky
"Gue keluar dulu" Ucap fafa lalu meninggalkan ruangan sidik. Kiky menghela nafasnya pelan.
"Gimana ki? Fafa mau makan?" Tanya david penuh harap
"Fafa masih gak mau makan ka.." Balas kiky
***
Kini fafa sedang berada di taman rumah sakit, fafa terus memandangi ke depan dengan tatapan kosong. Tak lama andre dan juga dinda muncul di samping fafa.
"Ini semua gara-gara gue. Seharusnya waktu itu gue nyadar kalau bakalan terjadi sesuatu" Gumam fafa lirih
"Fa.. berhenti nyalahin diri kamu..." Ucap dinda
"Iya fa.. kamu gak boleh kayak gini, kalau sidik liat dia juga bakalan sedih liat kamu kayak gini.." Sambung andre.
Tak terasa air mata fafa mengalir begitu saja tanpa bisa di bendung.
Drrttttt... Drrtttt...
Fafa langsung melihat ponselnya ketika dirasa ponselnya itu bergetar. Terlihat disana david yang menelponnya
"Halo.. kenapa ka?" Ucap fafa sambil menyeka air matanya
"...."
"K..kaka jangan bercanda..."
"...."
__ADS_1
Tuutttt.... Tuutttt....
Fafa langsung memutuskan panggilan dengan david, dan langsung berlari meninggalkan taman tersebut. Andre dan juga dinda saling berpandangan kemudian menghilang.