My Indigo

My Indigo
Fafa & Sidik


__ADS_3

*Laki-laki berbadan tegap sedang menyantap makanannya di meja makan, siapa lagi kalau bukan Mr.X, sampai seseorang memakai baju serba hitam dan kaca mata hitam menghampirinya.


"Selamat malam tuan, ini data-data yang anda minta" Ucap laki-laki berbaju hitam itu


Mr.X membuka map yang berisi data-data yang ia perlukan


'Mr. Mahendra memiliki seorang istri yang bernama Arum Septiadi dan juga memiliki dua orang anak bernama David Mahendra dan Ulfa Mahendra. Mr. Mahendra memiliki beberapa perusahaan di Indonesia dan juga di manca negara, dia salah satu orang terkaya di Indonesia dan di luar negeri. Kekayaannya mencapai $430 milyar. Atau setara dengan 5.745.23 triliun. Dia juga mewarisi harta kekayaan mendiang ayahnya yang mencapai $250 miliar atau setara juga dengan Rp 3.340,25. Yang akan diberikan kepada kedua anak-anaknya'


"Hmmm, cukup besar untuk ku kuasai" Gumam Mr.X


"Jadi apa yang akan kita lakukan bos?"


"Nanti saja, biarkan mereka bersenang-senang dulu" Kata Mr.X sambil menyantap makanannya, "Baiklah kau boleh pergi" lanjut Mr.X


"Baik tuan, saya permisi" Pamit laki-laki yang memakai pakaian serba hitam itu


"Tunggu saja permainan ku Mr. Mahendra*"


***


Di tempat lain, sidik sedang bersama fafa di dalam mobil milik sidik. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sementara fafa sedari tadi sibuk melihat kearah samping.


"Hmm fa" Panggil sidik


Fafa menoleh, "Kenapa ka?"


"Ikut gue bentar yuk!! Kita jalan-jalan dulu"


"Yaudah, gue mah ikut aja" Ucap fafa kemudian memperhatikan jalanan dari balik kaca mobil sidik


Sidik menambah kecepatan mobilnya dan membawa fafa ke suatu tempat. Butuh waktu 1 jam untuk sampai ke tempat tujuan.


"Fa.. lo percaya kan sama gue?" Tanya sidik, fafa menoleh kearah sidik dengan alis yang bertautan


"Kenapa?"


"Gue mau tunjukin sesuatu, tapi sebelum itu.." sidik menggantungkan kalimatnya dan mengambil benda di dashboard mobilnya.


"K..ka lo m..mau ngapain?" Tanya fafa takut


"Gue gak bakal ngapa-ngapain kok, ini buat nutup mata lo aja" Ujar sidik


"Janji ya"


"Iya"


Kemudian sidik mengikatkan kain hitam itu, sidik keluar dari dalam mobil dan bergegas membukakan pintu untuk fafa.


Sidik membawa fafa menjauhi mobil, dengan telaten sidik menuntun fafa agar bisa sampai ke tempat yang sidik maksud.


"Udah sampai, sekarang lo diem dulu ya" Ucap sidik


"Eh eh, ka lo mau kemana? Lo gak bakal ninggalin gue kan?" Kata fafa panik


"Engga tenang aja, bentar gue buka dulu ikatannya" Sidik membuka ikatan pada kedua mata fafa, "Gue hitung sampe 3 baru lo buka mata ya" Lanjut sidik, fafa mengangguk


1


2


3

__ADS_1


Fafa mulai membuka matanya perlahan, dan yang pertama kali di lihat adalah hamparan hijau yang sangat luas, fafa sampai terperangah melihat keindahan alam ini, fafa menoleh kearah sidik dengan wajah yang berbinar


"Suka?" Tanya sidik, fafa hanya mampu menganggukan kepalanya, "Waktu itu kan gue pernah janji kalau lo udah sembuh mau ngajak lo ke suatu tempat. Nah sekarang gue udah nepatin janji gue" Jelas sidik, lagi lagi fafa hanya mengangguk


"Lo seneng?"


"Iya gue seneng banget!! Makasih ka"


Kemudian sidik membalik tubuh fafa hingga mereka berhadapan. Sidik menatap manik mata fafa dalam-dalam, hal tersebut membuat fafa menjadi gugup.


"Lah lah lah ini jantung gue kenapa ya? Kaya abis lari maraton aja. Anjirrr detakannya cepet banget" Ucap fafa dalam hati


"Fa..." Panggil sidik pelan


"I..iya kenapa ka?"


"Gue mau ngomong sama lo, kalau-" sidik menjeda ucapannya


"Kalau apa?"


"Kalau...."


"Kalau apa si ka" Ucap fafa


Sidik mendekatkan tubuhnya, fafa semakin gugup karena jarak mereka tinggal beberapa jengkal lagi.


"Gue mau ngomong, kalau..." Lagi-lagi sidik menggantungkan kalimatnya, fafa mulai frustasi karena dari tadi sidik selalu menggantungkan kalimatnya


"Gue mau ngomong, kalau di belakang lo ada ulatnya" celetuk sidik


Fafa langsung membulatkan matanya


"Hahahaha" Sidik tertawa melihat tingkah fafa


"Kaa tolongin gue, kenapa malah di ketawain?"


"Haha, gue bercanda fa. Gak ada ulat di belakang lo" Ujar sidik


Fafa mengerucutkan bibirnya sambil masih mengatur nafasnya. Fafa tampak kesal karena sidik telah menjahilinya, fafa merutuki dirinya karena telah bertingkah konyol di hadapan sidik. Fafa berjalan meninggalkan sidik.


"Gue sayang sama lo"


Degg


Fafa menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan yang terlontar dari sidik. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap mata sidik.


"Lo ngomong apa ka?" Tanya fafa memastikan


"Lah emangnya gue ngomong apaan?"


"Lah itu tadi"


"Apaan?"


"Ah tau ah, sebel gue sama lo ka" Ucap fafa kembali membalikkan badannya. Namun saat akan melangkah tangannya di tarik oleh sidik, sampai fafa kehilangan keseimbangannya dan memeluk tubuh sidik.


"Eh, sorry ka" Ujar fafa sambil melepas pelukannya, namun sidik malah mengeratkannya


"Ka lep-"


"Gue sayang sama lo"

__ADS_1


"Ha?"


"Kayaknya lo harus ke THT deh besok" Celetuk sidik melepas pelukannya


"Ngapain gue ke THT?"


"Periksa telinga lo, siapa tau karena keseringan denger setan nangis-nangis telinga lo jadi rada-rada"


"Maksud lo gue budek gitu?" Kata fafa tidak terima


"Itu bukan gue yang bilang ya! Lo sendiri yang bilang"


"Ish" Fafa melipat kedua tangannya di dada


"Oke oke, kali ini gue serius" Ucap sidik, "Gue sayang sama lo, fa" Lanjut sidik


"Lo gak lagi mau ngeprank gue kan, ka?"


"Emangnya ada ya tampang-tampang mau ngeprank?" Tanya sidik polos


Fafa memperhatikan wajah sidik mencari kebohongan di sana, namun nyatanya sidik benar-benar tulus dengan ucapannya.


"Gue benar-benar sayang sama lo, gue udah gak bisa nahan perasaan gue" Ucap sidik menatap mata fafa dalam-dalam


"T..tapi bagaimana bisa? Diluaran sana banyak cewek-cewek yang cantik! Kenapa harus fafa?"


"Cantik gak ngejamin kalau dia tulus" Ujar sidik, "Masih ada yang mau lo sampein?" Lanjut sidik, fafa menggelengkan kepalanya


"So, lo mau jadi moodboster gue?"


Fafa nampak berfikir, saat fafa akan membuka suara sidik langsung menyela


"Kalau lo gak bisa jawab sekarang juga gapapa kok" Ujar sidik


"Gue baru aja mau mangap loh ka, tapi udah lo duluan yang ngomong" Ucap fafa kesal


"Jadi?"


"Maaf, gue gak bisa ka" Celetuk fafa


"Tapi kenap-" Ucapan sidik terpotong karena fafa menempelkan jari telunjuknya di bibir sidik


"Gue belum selesai ngomong, jangan di potong dulu" Kata fafa sinis, sidik langsung menunduk


"Gue gak bisa ka!! Gue gak bisa kalau cuma gue yang lo jadiin moodboster, gue juga mau kalau lo jadi moodboster gue"


Sidik langsung mendongakkan kepalanya dan melihat fafa yang sedang tersenyum lebar. Sidik tidak menyangka jika fafa akan berkata seperti itu. Sidik kira dia akan di tolak nyatanya tidak.


Hari semakin gelap, namun fafa masih saja menikmati pemandangan yang ada di hadapannya itu, rasanya enggan untuk pulang.


"Fa, udah mulai gelap, mending kita pulang. Nanti kakak kamu nyariin"


Fafa mengernyitkan dahinya, "Kamu?" Tanya fafa


"Iya kamu. Kita kan udah pacaran! Enggak enak banget kalo masih manggil 'gue lo', salah ya?" Ujar sidik


"Eh, engga... Engga salah kok, tapi lucu aja gitu" Kata fafa sambil tersenyum


"Yaudah sekarang kita pulang ya pacar"


Fafa tertawa kemudian mengangguk. Mereka berdua bergegas meninggalkan tempat itu, tempat yang menjadi saksi kalau mereka sekarang sudah menjadi sepasang kekasih.

__ADS_1


__ADS_2