My Indigo

My Indigo
Petunjuk?


__ADS_3

Saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka baru saja selesai membereskan rumah ini. Fafa duduk termenung di samping kiky dengan menyandarkan kepalanya di bahu kiky, sedangkan david dia masih saja mencoba menghubungi arum.


Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, namun dari mereka belum ada yang merasa mengantuk. Kevin dan juga dery pergi ke dapur membuatkan minuman untuk mereka. Tak lama kevin dan dery kembali dengan membawa susu dan juga teh hangat dan menaruhnya di atas meja.


"Mending yang cewek-cewek tidur!" Usul dery


"Iya bener tuh kata dery, mendingan yang cewek tidur aja udah jam 1 pagi" sambung kevin


Sidik berjalan mendekati fafa dan berjongkok di hadapan fafa.


"Kamu tidur ya!" Ucap sidik lembut, namun fafa menggeleng


"Tidur ya!?" Kata sidik lagi mencoba membujuk fafa.


Tiba-tiba saja angin berhembus dengan sangat kencang, dan tubuh fafa menegang seiring berhembusnya angin. Fafa menegakkan badannya, hal tersebut membuat sidik yang ada di hadapannya terkejut. Tangan fafa mulai bergerak seperti sedang menulis sesuatu.


"Eh, dik.. tangannya si fafa lagi ngapan itu?" Tanya kevin yang sedari tadi memperhatikan tangan fafa


Sidik yang melihat itu mengerti, "Vin, lo ambilin kertas sama pulpen ya!" Perintah sidik


Kevin langsung lari kedalam kamar fafa dan mengambil kertas dan juga pulpen milik fafa. Kevin menyerahkan kertas itu kepada sidik  kemudian sidik menaruh kertas tersebut di atas meja dan menuntun tangan fafa agar supaya menulis di kertas. Fafa mulai mengukir kata demi kata, namun fafa menulisnya dengan menggunakan bahasa jepang. Setelah tulisan itu selesai, tubuh fafa ambruk di pangkuan kiky.


Sidik dan kiky membawa fafa kedalam kamarnya sedangkan sisanya mencoba membaca tulisan fafa.


"Aduh, gue gak ngerti bahasa jepang lagi!" Gerutu dery


"Coba mana sini gue yang baca" Ujar kevin sambil merebut kertas yang ada di tangan dery


Kevin mulai membaca dengan serius, sesekali ia mengernyitkan dahinya dan menggelengkan kepalanya. Hal tersebut membuat dery penasaran.


"Gimana lo tau gak artinya?" Tanya dery


Kevin menghela nafasnya kasar dan kemudian melirik ke arah dery, "Gue juga gak ngerti apa artinya!" Celetuk kevin


Langsung saja dery menoyor kepala kevin dengan kencang, "monyet! Gue kira lo ngerti. Ngeliatin tulisan sampe sebegitu seriusnya gak taunya lo juga gak ngerti" Cibir dery


"Hehehe... Ya kan gue bukan orang sana der!" Ucap kevin menggaruk tengkuknya


Kemudian david mengambil kertas itu dari tangan kevin, david membaca kata demi kata tulisan tersebut.


"Ini bahasa cina kuno" Gumam david


"Hah apaan?" Tanya dery


"Yang di tulis fafa ini bahasanya menggunakan bahasa cina kuno" Jelas david

__ADS_1


"Tapi lo ngerti kan?" Cicit kevin, david menggeleng


"Udah... Udah.. mendingan sekarang kita istirahat! Besok baru kita pikirin lagi!" Ucap tiara yang sedari tadi sudah beberapa kali menguap.


"Iya! Gue juga ngantuk banget! Jam berapa sih sekarang?" Cicit kevin


Dery melihat jam tangan yang ia kenakan, "Udah hampir jam 3 pagi" Jawab dery


"Yaudah, kalian berdua bisa pakai kamar tamu yang mana aja! Gue mau ke kamar fafa dulu!" Ucap david


"Aku ikut" Kata tiara


"Kalau gitu kita berdua tidur duluan ya vid, mata gue udah gak kuat nih" Seru kevin, david mengangguk.


Kemudian mereka pergi meninggalkan ruang keluarga. Sampai di depan kamar fafa, david mengetuk pintu kemudian langsung masuk kedalam di ikuti tiara di belakangnya.


"Gimana keadaan fafa, dik?" Tanya david


"Fafa gapapa. Jadi lo tenang aja!" Jawab sidik


David melihat tiara yang nampak sudah sangat mengantuk di sampingnya, "Yang, mending kamu tidur aja ya! Liat tuh mata kamu udah merah gitu"


"Terus kamu?"


"Aku gapapa, udah ya kamu tidur" Kata david lembut, tiara hanya menganggukkan kepalanya. Sebelum tiara melangkahkan kakinya meninggalkan kamar fafa, david mencium kening tiara sebentar, tiara membalasnya dengan tersenyum manis.


"Si kiky kenapa malah tidur di sofa?" Tanya david


"Katanya kalau dia tidur di samping fafa, takut ganggu. Padahal dia udah gue suruh tidur di kamar yang lain, tetap aja dia gak mau" Jelas sidik.


"Yaudah, gue panggil dery dulu buat mindahin kiky!"


"Gak usah, gue aja. Lo tunggu di sini!" Ucap sidik, kemudian beranjak pergi dari kamar fafa.


Tak lama dery masuk kedalam kamar fafa, dery menggelengkan kepalanya ketika melihat cara tidur kiky.


"Bisa sakit nih anak badannya kalau tidur kayak gini sampe pagi!" Gerutu dery


"Sorry ya! Bukannya gue gak mau angkat kiky tadi. Cuma gue gak enak sama lo" Kata david yang sedang duduk di pinggiran kasur fafa


"Iyee selaw, yaudah gue mau bawa kiky ke kamar sebelah ya bareng sama tiara"


"Yaudah, hati-hati"


David termenung di dalam kamar fafa, ia melihat adiknya yang tidur dengan sangat tenangnya. David keluar pergi ke balkon kamar fafa, tiba-tiba sidik datang dengan membawa dua gelas teh hangat dan menaruhnya di atas meja yang ada di sana.

__ADS_1


"Nih minum dulu, biar fikiran lo fresh" Ujar sidik menyodorkan teh hangat pada david.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mau orang itu? Kenapa dia malah bawa mama sama papa gue? Dan... Aggrrrhh..." David menjambak rambutnya frustasi, kepalanya sangat pusing


"Jangan teriak ****! Kalo fafa bangun gimana?" Cibir sidik


"Gue pusing dik. Gue-.."


"Ka david kenapa?"


Mereka berdua terkejut ketika mereka menoleh kebelakang, ternyata fafa sudah berdiri di belakang mereka.


"Tuh kan, gue bilang juga apa? Jangan teriak! Jadi bangun beneran kan!" Gerutu sidik, namun david hanya menghembuskan nafasnya kasar.


"Kaka kenapa?" Tanya fafa


"Ah.. kaka gapapa kok!! Kamu kenapa bangun?" Tanya balik david


Fafa berdiri di pembatas balkon kamarnya, "Aku mimpi buruk!" Jawab fafa menunduk


"Kamu mimpi buruk?" Tanya sidik, fafa mengangguk.


"Aku bermimpi kalau aku gak bisa ketemu papa sama mama lagi" Ucap fafa pelan, sektika tubuh david menegang mendengar perkataan fafa.


David berusaha menyembunyikan keterkejutannya, "Pertanda apa ini? Kenapa fafa bermimpi seperti itu?" Batin david.


David menoleh ke arah sidik, begitu juga sidik! Dia juga menoleh ke arah david.


"Ah sudahlah.." Ucap fafa gusar, "Oh iya, kalian kenapa belum tidur?" Tanya fafa


"Kita berdua lagi pengen begadang aja!" Jawab sidik. "Kamu tidur lagi ya! Ini baru jam 3 pagi"


"Aku udah gak bisa tidur."


"Kenapa?"


"Aku kepikiran mama sama papa terus. Mereka sekarang ada di mana?" Ucap fafa lirih


"Kaka udah dapet kabar dari mama?" Tanya fafa pada david


"Jangankan kabar, di angkat aja enggak telepon dari kaka"


"Mah, pah. Kalian dimana? Tuhan!! Beri aku petunjuk. Dan tolong lindungi mereka dimana pun mereka berada!" Batin fafa.


 

__ADS_1


 


__ADS_2