My Wife Introvert

My Wife Introvert
mulai nyaman.


__ADS_3

Julaika paham suami nya itu banyak sekali penggemar nya, Followers nya juga mencapai puluhan ribu. karya nya di sukai dan di minati banyak orang.


Pantas saja perempuan tadi langsung melontarkan pertanyaan yang membuat nya geram.


Azlan menarik kursi dan duduk di hadapan istri nya itu, Azlan tahu Julaika Tengah memikirkan sesuatu.


"Jule, Abang tuh enggak suka kalau kamu tuh diam aja, kalau ada sesuatu yang menjadi pertanyaan katakan. jangan membiarkan nya menelisik dalam benak sendiri !"


"Aku tahu, tapi aku memang selalu berpikir ulang untuk bicara atau bertanya, hal yang pantas aku katakan atau tidak ! aku tahu orang lain pasti akan berpikir ke arah yang sama, tentang kita !"


Untuk pertama kalinya perempuan itu banyak mengeluarkan kata kata, sesak itu semakin menelisik membuat nyeri, rasanya sudah jatuh malah ketiban pohon, kata orang beruntung karena mendapat kan buah yang manis tapi pemilik pohon justru tak terima milik nya terampas begitu saja, seperti halnya Viona, usaha nya percuma karena permasalahan yang menimpa nya.


"Jangan pikir kan tentang mereka, jika itu baik maka dengar kan kalau tidak abaikan saja ! ayo kita berangkat ke mobil."


jawab Azlan paham, Viona pasti berbicara hal yang membuat Julaika merasa pilu.


Julaika beranjak saat Azlan meraih tangan nya, sebagian kru sudah pulang tinggal beberapa saja yang belum.


Kali ini Rara membiarkan kedua nya berduaan dalam mobil, ia mengikuti yang lain dengan mobil yang berbeda.


Julaika masuk ke dalam mobil tersebut, mereka hendak menuju hotel untuk cek out terlebih dahulu, yang lain nya langsung pergi ke wisata Gucci seperti rencana sebelum nya, Azlan sendiri tidak pernah mempersoalkan keinginan mereka untuk berlibur. karena setelah penat mereka berhak mendapatkan hiburan.


"Kita akan pergi ke Gucci, Rara sudah pesan villa untuk kita di sana ! HM, Jul. apa kamu akan kembali bekerja ?"


tanya Azlan ingin tahu rencana Julaika sebelum nya.


Julaika mengangguk, mungkin itu lebih baik daripada berdiam diri di rumah tanpa kegiatan.


"ya sudah kapan kamu kembali ke kantor ?"


Tanya Azlan lagi.


"hm, Senin depan. aku memang mengambil cuti sepekan ini !"


Azlan mengangguk.


Julaika duduk di hadapan lemari kaca yang terisi berbagai macam gaun pengantin, Azlan lelah dan langsung naik ke ranjang.


Azlan menepuk samping ranjang sembari mata nya menoleh pada Julaika hal itu mengisyaratkan pada Julaika untuk mendekati nya, namun perempuan cantik itu tak bergeming.


Ia belum siap untuk mengabdi, Ia berdosa. namun Logika nya terus mendesak benak untuk tetap diam sampai ia benar benar yakin dengan mereka berdua.


Azlan memejamkan mata nya yang mengantuk dengan tangan terulur meminta Julaika, Hingga tak lama mereka sampai di hotel.


Julaika keluar dan membiarkan Azlan tertidur, ia bisa mengurus cek out itu sendiri.

__ADS_1


setengah jam kemudian, Julaika keluar dengan membawa barang bawaan mereka.


Azlan masih tertidur dengan menelungkup kan tubuh nya di ranjang.


"pak supir coba hubungi Rara, tanyakan apa mereka sudah pergi menuju wisata Gucci ? kalau sudah kita langsung berangkat saja !"


ujar Julaika tak ingin membangunkan Azlan.


supir langsung tancap gas saat Rara mengatakan bahwa mereka sudah menuju ke lokasi.


Julaika duduk di kursi dekat ranjang, Ia juga mengantuk lalu menyandarkan kepalanya pada kursi.


perjalanan menuju tempat tersebut tidak lah memakan waktu lama, satu jam berlalu mereka sudah sampai di tempat wisata tersebut.


Azlan membuka mata nya dan melihat Julaika tertidur dengan mendongak kan kepala nya pada bantalan sofa. Ia menolak saat Azlan meminta nya naik ke ranjang.


benarkah penuturan nya yang mengatakan tidak akan memaksa, sementara ia adalah pria yang normal. wanita yang berada di hadapannya adalah istri nya.


Mungkin Julaika masih ragu dengan keadaan mereka hingga ia bersikap demikian meskipun Azlan tahu kalau Julaika tahu bahwa ia tidak semestinya bersikap seperti itu pada suami nya.


Namun seperti ucapan Azlan, bahwa ia tidak akan memaksa, ikuti saja alur nya hingga Ia menyerahkan hidup nya.


Mereka sudah sampai di Tempat tersebut, Wisata Guci Tegal, selain area taman, dan pemandangannya yang sangat indah, tetapi juga terkenal dengan pemandian air panas alaminya.


Azlan mendekati Julaika untuk membangun kan nya, Ia bisa saja langsung membawa Julaika ke penginapan namun khawatir Julaika terkejut.


tanya Julaika terkesiap melihat Azlan berada di hadapannya.


"ya, kita sudah berada di penginapan" keadaan sudah gelap karena malam mulai menjelang. waktu menunjukan pukul setengah tujuh malam.


"ayo Jul...!"


ajak Azlan beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Julaika.


Azlan memesan beberapa penginapan untuk Ia dan kru nya, mereka hanya berdua saja di penginapan itu. biasa nya Azlan akan ikut bergabung dengan team make up nya namun kali ini tidak, Rara meminta mereka untuk berdua saja.


"kita hanya berdua ?"


tanya Julaika saat Azlan membuka pintu terlihat penginapan yang lain nya ramai beberapa orang.


"ya, ayo masuk !"


jawab Azlan lalu keduanya masuk.


Julaika mengikuti langkah Azlan masuk ke dalam kamar, satu ranjang besar tersaji di hadapan mereka berdua, Julaika terpaku dengan jantung yang berdegup kencang.

__ADS_1


tiba tiba saja, ia merasa gugup dan tidak karuan.


"Kita sholat Maghrib saja dulu nanti keburu isya !"


ujar Azlan membuka kemeja berwarna putih nya membuat Julaika semakin terpaku.


pria itu pergi keluar menuju mobil untuk mengambil kaos santai nya.


"Julaika ayo cepat !"


Titah Azlan membuat Julaika terkesiap hingga kaki nya tersandung karpet.


"Ah.....!"


Dengan cepat Azlan menahan tubuh Julaika agar tidak terjatuh.


"kamu enggak apa apa ?"


Tanya Azlan membantu Julaika berdiri tegak.


"ya, aku baik baik saja !"


Tangan keduanya saling menggenggam membuat Julaika merasa kan debaran yang berbeda pada jantung nya.


Kedua nya sama sama terdiam sejenak, Azlan cepat tersadar dan mengajak Julaika mengambil air wudhu.


waktu magrib semakin mepet hingga kedua nya bergegas melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.


"Jul.....!"


Sapa Azlan saat Julaika tengah berdoa sendiri, Ia tengah meminta kelapangan hati untuk menerima keberadaan Azlan di samping nya. menjadi istri yang baik untuk pria yang kini tengah menatap nya lekat.


"Maaf ya bang, aku masih bingung !"


Azlan pahami apa yang Julaika sampai kan.


"kita sambil jalan saja, lambat laun juga kita akan terbiasa dengan kebersamaan ini !"


Julaika mengangguk lega, Azlan begitu pengertian.


"terima kasih bang azlan!" sahut Julaika mengulas senyum, Azlan membalas senyuman itu, Ia yakin kalau istri nya yang introvert itu mulai nyaman berada di dekat nya.


"Ya sudah kita keluar yuk, yang lain pasti tengah menyantap makanan !"


Julaika mengangguk lalu beranjak mengikuti langkah Azlan.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2